LETAKKANLAH “KEBENARAN” PADA TEMPATNYA – Inovasi, Kreatif dan Aktual
Connect with us

Nasional

LETAKKANLAH “KEBENARAN” PADA TEMPATNYA

Published

on

Umar Usman. (Foto : Balain/Ist)

BalainNews.com, JAKARTA – Kita sering mendengar ucapan dan tulisan membela kebenaran, menjunjung tinggi
kebenaran, dan mempertahankan kebenaran pada setiap problematika yang terjadi dalam setiap dimensi kehidupan. Asumsi tentang merasa benar dan rebutan merasa paling benar, memang isu yang paling hangat untuk di goreng dan tak kunjung usai untuk kita perbincangkan.

Kebanalan dan sarkasme bersikap untuk dan atas nama kebenaran pada era ini begitu masif mewarnai corak pergaulan dan hubungan sosial kita sebagai bangsa yang berdaulat. Diksi membela, menjunjung tinggi, dan mempertahankan kebenaran merupakan atribut dan keheroikan yang selalu dikumandangkan pada setiap ajang memenangkan kompetisi dan perebutan kekuasaan.

Drama berebut benar dan merasa paling benar pada setiap diri, kelompok, golongan, dan komunitas di tengah-tengah masyarakat pada setiap problematika yang sedang dihadapi dalam banyak peristiwa endingnya sering bermuara pada kesalahpahaman, pertikaian, permusuhan, dan bahkan berujung tindakan anarkis, selalu saja terjadi dan berulang. Kita sering menyaksikan dan terkadang sebagai pelakunya, terlibat rebutan merasa benar untuk dan atas nama seolah-olah kebenaran.

Setiap hari kita dapat menyaksikan berita-berita di kanal media sosial, televisi, koran online, youtube, dan grup-grup whatsapp tentang euforia perbuatan rebutan benar dan merasa paling benar untuk aneka rupa problematika yang terjadi di tengah tengah masyarakat. Silih berganti dan terus akan selalu terjadi dari waktu ke waktu, menjamur dan tumbuh subur. Inilah realitas sosial yang mesti segera kita akhiri bersama.

Misalnya, lahan subur itu dapat kita saksikan tentang sikap dan perbuatan merasa benar dari kericuhan yang tungkus lumus atas langkah dan mahalnya harga minyak goreng, mulai dari pasar tradisional sampai super market kehabisan jualan minyak goreng. Di satu sisi rakyat kecil antrian panjang dan rebutan untuk membeli minyak goreng yang harganya menjadi mahal. Di sisi yang lain pedagang, agen, dan distributor kehabisan stok. Pabrikan dan produsen minyak goreng yang erat terkait dengan mata rantai hal ini, kehabisan minyak kelapa sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) sebagai bahan baku utama memproduksi minyak goreng. Para petani dan owner kebun kelapa sawit yang luas lahannya jutaan hektar, merasa bahwa mereka telah berhasil panen raya dan menjual kepada pabrikan dan produsen minyak goreng hasil panennya yang melimpah. Begitupun para pejabat negara dan Pemerintah sebagai pahlawan kebenaran yang membuat dan merangkap sebagai wasit regulasi perminyak-gorengan di tanah air dengan segala atribut kekuasaannya, mereka pun merasa paling benar dengan segala alasan pembenarannya. Pada konteks ini siapa, apa, dan bagaimana kebenaran itu mesti kita sikapi dan letakkan?

Benang kusut yang tak kalah rumitnya tentang sikap merasa paling benar dan kita pun masih berbalahan yang tak henti-hentinya, yakni tentang politik identitas. Agama dan iman dijadikan bantalan argumentasi untuk saling menyerang lawan politik sebagai kompetitor. Istilah binatang cebong, kampret, dan kadrun (kadal gurun) belum lekang dari ingatan dan kita jadikan satire untuk dan atas nama perjuangan merasa paling benar. Bagaimana ini? Pantaskah kita wariskan kepada cucu dan cicit kita sebagai kebenaran komunal?

Ajang Formula E, perhelatan balapan mobil berenergi listrik top-markotop nomor wahid di dunia yang menghabiskan anggaran APBN 500 M di Ancol, juga tak luput dari hiruk-pikuk berita viral merasa benar dan rebutan merasa paling benar yang memuakkan. Kaum oligarki negeri ini, seperti tak pernah kehabisan akal dan kehilangan momen merebut ceruk pasar mengiklankan kebenaran semu, sementara pada sisi pinggiran masih jutaan kaum marjinal yang tungkus lumus untuk mencukupi nafkah primer keluarganya. Inilah rekam jejak serba-serbi merasa paling benar yang entah kapan akan berakhir di negeri ini?

Sekilas tentang diksi benar pada kognisi, afektif, dan psikomotorik pada setiap kelindan proses berpikir kita, memang mesti kita wujudkan dan refleksikan dalam habit, sikap, dan karakter pada setiap personal sebagai makhluk individu dan sosial. Agar terjadi kebenaran komunal yang holistik terhadap segala fenomena, peristiwa, dan momentum yang kita hadapi dan alami dari waktu ke waktu. Idealnya kita mempunyai kesepakatan dan konklusi dari setiap problematika sosial yang terjadi. Dari sekian banyaknya perbedaan asumsi tentang benar dan kebenaran yang kita pahami, paling tidak kita dapat bersepakat untuk satu hal saja tentang hal ini. Apakah semudah membolak-balik telapak tangan dalam praktiknya? Tentu tidak! Namun, paling tidak kita dapat bersepakat untuk tidak sepakat dalam banyak hal tentang
merasa benar, akan tetapi kita tetap memberi ruang konklusi untuk satu hal tentang kebenaran, apabila hal ini menyangkut kepentingan publik.

Diksi tentang benar dapat kita pahami dan maknai: sesuai sebagaimana adanya
(seharusnya); betul; tidak salah; tidak berat sebelah atau adil; lurus hati; dapat
dipercaya (cocok dengan keadaan yang sesungguhnya; tidak bohong; sah; sangat
sekali. Begitu KBBI menerangkan kepada kita.

Berbanding lurus dengan hal merasa benar dan rebutan paling benar, kita
diperhadapkan dengan sikap, karakter, dan perbuatan serakah yang pelaku
utamanya kaum oligarki negeri ini, dengan penuh ambisi dan tak pernah puas untuk melanggengkan kekuasaannya dengan segala alasan pembenarannya. Paripurnannya situasi dan keadaan ini, kaum oligarki berada di pusaran pusat kekuasaan, baik eksekutif, legeslatif, dan yudikatif dengan beking utama partai politik. Kian sempurnanya benang kusut ini dengan keterlibatan para cukong dan bandar yang berlebel konglomerat yang kepentingannya untuk melindungi gurita dinasti perusahaannya dan tentu pula untuk menambah pundi-pundi keuntungan.

Mengapa sorotan tajam tentang merasa benar dengan segala argumentasi dan alasan pembenarannya, saya tujukan khusus kepada kaum oligarki sebagai perspektif yang saya teropong? Karena mereka menguasai kekuasaan negara dan pemerintah, mereka bisa dengan masif mempengaruhi para pejabat berwenang membuat undang-undang dan segala regulasi yang ada berdasarkan kepentingan kelompoknya, mempengaruhi pejabat berwenang menyusun badget anggaran negara dan pemerintah, berkolusi dengan pejabat penegak hukum untuk menghindari jerat hukum, dan mereka pun melibatkan cukong dan bandar para konglomerat aseng dan asing sebagai pemodal. Lengkap, solid, masif, dan submitnya kekuasaan yang mereka punyai, karena mereka pun berkolaborasi dengan partai politik sebagai beking pada setiap era rezim penguasa.

Saya dan mungkin juga anda yang berperan dan berposisi marjinal, selalu mengalami dampak langsung dari setiap sifat, sikap, habit, karakter, moral, akhlak, dan produk hukum yang mereka buat menjadi konsensus bersama. Peran aktif dan kontribusi besar kaum oligarki kekuasaan negeri ini membuat sesak batin, tidak memihak, tidak adil, dan merasa selalu benar dari setiap keputusan dan kebijakannya. Pada situasi dan keadaan yang delematis ini, pilihan sikap dan posisi kita memang sulit. Namun, konsistensi kita pada prinsif dasar bangunan konstruksi berpikir dan berkarakter sadar diri, jujur diri, dan tahu diri, mesti kita rawat dengan setia dari waktu ke waktu. Dalam hal di mana kita mesti berbuat mengambil peran dan berposisi, integritas kita menjadi prinsif dasar dan pedomannya. Tentang mereka yang selalu merasa benar dan rebutan benar, suatu saat mereka pasti digilas oleh roda zaman.

Adigium “kebenaran bisa dikalahkan tetapi tidak bisa disalahkan,” sengaja saya kutip pada konteks tentang merasa benar dan rebutan merasa paling benar pada setiap problematika yang sering kita rasakan dan alami. Sebagai anasir terkecil dari keberadaan dan posisi kita sebagai rakyat yang hidup di rumah besar NKRI. Buat saya tidak penting untuk taklid buta membela kebenaran, menjunjung tinggi kebenaran, dan mempertahankan kebenaran, cukuplah meletakkan kebenaran pada tempatnya dengan presisi. Bagaimana dengan anda? [balain/rivani]

Kembangan, 14 Juni 2022

UMAR USMAN.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kalsel

Banjarmasin3 jam ago

UPZ Bank Kalsel Salurkan Bantuan Paket Sembako Kepada Masyarakat Pra Sejahtera Yang Mengikuti Kegiatan Donor Darah

BalainNews.com, BANJARMASIN – Yayasan Asmaul Husna Banjarmasin yang beralamat di Jl. Kuin Cerucuk RT.4 No.2 Banjarmasin adalah lembaga sosial dalam...

Banjarmasin4 jam ago

Puncak Road Show Percepatan Penurunan Stunting, Ketua Umum Dharma Pertiwi Sapa Banua

BalainNews.com, BANJARMASIN – Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Hetty Andika Perkasa melakukan Roadshow ke Kalimantan Selatan. Kunjungan Ibu Hetty Andika...

Banjarmasin16 jam ago

Santunan UPZ Bank Kalsel kepada Guru Tahfidz dan Siswa/Siswi dari Keluarga Pra-Sejahtera

BalainNews.com, BANJARMASIN – OBLIGASI (Obrolan Lintas Generasi) merupakan sarana untuk mengomunikasikan produk dan layanan serta kegiatan Bank Kalsel. OBLIGASI dikemas...

Banjarbaru2 hari ago

Walikota Resmikan Kantor Kas Bank Kalsel Pasar Bauntung Banjarbaru

BalainNews.com, BANJARBARU – Walikota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin meresmikan Kantor Kas Pasar Bauntung Bank Kalsel Cabang Banjarbaru yang berlokasi...

Banjarmasin3 hari ago

Sambut HUT TNI Ke-77, Lanal Banjarmasin Bersinergi Gelar Bakti Sosial Kesehatan

BalainNews.com, BANJARMASIN – 26 September 2022. Dalam rangka menyambut HUT TNI ke-77 tanggal 5 Oktober tahun 2022 dengan tema “TNI...

Banjarmasin6 hari ago

Bank Kalsel Kembali Raih Infobank Sharia Award 2022

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali mendapat apresiasi mengesankan dalam ajang 11th Infobank Sharia Award 2022. Bank Kalsel meraih predikat...

Banjarmasin1 minggu ago

Bank Kalsel Terima Kunjungan Kerja Tim Pansus II DPRD Kotabaru

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel menerima kunjungan kerja dari Pansus II DPRD Kabupaten Kotabaru dalam rangka penambahan penyertaan modal di...

Banjarmasin1 minggu ago

Bank Kalsel Gelar Edisi Spesial 1st Anniversary Obligasi

BalainNews.com, BANJARMASIN – Teknologi informasi saat ini, memegang peranan penting dalam upaya menjaga resiliensi perbankan agar senantiasa mampu beradaptasi dengan...

Banjarmasin1 minggu ago

Bank Kalsel Beri Bantuan Dana Pendidikan Siswa/ Siswi Kurang Mampu Bersama LAZ Rumah Zakat

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel beri bantuan Dana Pendidikan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), berkolaborasi bersama LAZ Rumah Zakat Perwakilan...

Banjarmasin1 minggu ago

Obligasi, Program Talkshow Bank Kalsel Genap Berusia 1 Tahun

BalainNews.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menghadiri penayangan...

Populer