Nasional
Majelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
BalainNews.com, JAKARTA – Memutar kembali waktu maka terasa betapa perjalanan Alam Amanat yang dipimpin/dibina oleh Abang Bulganon Hasbullah Amir telah berjalan penuh lika liku baik suka maupun duka. Perjuangan dan pengorbanan dalam menjaga , merawat dan mengembangkan warisan ilmu yang sejatinya diwariskan oleh Almarhum Aki M. Syamsoe tanpa terasa telah melalui perjalanan yang panjang. Perjalanan yang ditempuh dengan memilih jalan yang mendaki sebagaimana ditempuh orang-orang yang shaleh sebagaimana diatur dalam Al Qur’an Surat Al Balad ayat 12 sampai dengan 18. Suatu jalan yang bersama kita tempuh dengan penuh kesukaran karena pada hakekatnya kita tidak bisa memilih jalan kebaikan bahkan keburukan melainkan hanya mendaki dan mendaki.
Betapa pahit dan getirnya ketika itu Alam Amanat yang dahulu dinaungi oleh Yaskum (Yayasan Kharisma Usada Mustika) harus menelan pil pahit dengan terbunuhnya salah satu pembina kita Almarhum M. Ali di Bobojong Kabupaten Bogor selepas beliau menunaikan Shalat Maghrib dengan tuduhan menyebarkan ajaran/aliran sesat. Peristiwa itu terjadi sekitar 17 (tujuh belas) tahun silam.
Mendengar kabar tersebut, Abang Bulganon Hasbullah Amir memerintahkan agar menempuh upaya hukum terhadap para pelaku dengan satu nasehat yang hingga kini terngiang, “Kita bukan hendak menghukum pelaku melainkan hanya memberi pelajaran.” Abang juga tak luput menghimbau agar “Jangan ada kebencian terhadap para pelaku atau pihak-pihak yang turut memprovokasi para pelaku tersebut.” Dalam perjalanannya, seiring dengan pengakuan bersalah dari para pelaku, Abang meminta agar membantu seluruh pelaku dalam menjalani proses hukumnya bahkan memberikan bantuan/santunan tidak hanya terhadap keluarga korban juga kepada keluarga pelaku khususnya selama para pelaku tersebut harus menjalani hukuman di penjara.
Selain upaya hukum terhadap pelaku, Yaskum sesuai arahan Abang juga menuntut secara perdata terhadap Majelis Ulama Indonesia baik pusat maupun kabupaten Bogor. Upaya hukum ini seperti keadaan upaya hukum terhadap pelaku akhirnya berakhir dengan damai.
Inilah jalan mendaki yang kita tempuh, jalan yang penuh mendaki dan sukar, suatu jalan yang ditempuh dengan jalan menebarkan kasih dan sayang, jalan yang penuh langkah untuk menolong dan membantu sesama. Suatu jalan yang ditempuh oleh orang-orang shaleh pada masa lampau sesuai riwayat Nabi-nabi atau orang-orang suci terdahulu.
Akhirnya, Yaskum pun mulai dikenal secara luas oleh khalayak publik manakala kita diundang oleh Nahdatul Ulama yang ketika itu diwakili oleh Kyai Haji Marsyudi Suhud agar ikut terlibat dalam forum Apel Kebangsaan Lintas Agama yang melibatkan seluruh ormas keagamaan besar di Indonesia. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Januari 2015. Itu titik balik awal dari Alam Amanat kita. Suatu perjalanan yang semula terasa sukar kemudian berbalik menjadi suatu karunia besar bagi kita semua.
Dua hari lalu, pada malam pertemuan Pengayom Induk, kita yang telah menjelma menjadi Perkumpulan Masyarakat Spiritual Indonesia (RASI) menerima tamu kehormatan. Seseorang yang sebetulnya sudah dikenal lama oleh Abang dan para pengayom. Beliau adalah KH. Marsudi Syuhud. Akan tetapi kedatangan beliau menjadi sangat berbeda dan menjadi peristiwa bersejarah bagi kita semua karena saat ini beliau juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Pusat. Kedatangan beliau ini sepertinya menjadi hal yang biasa manakala mengingat beliau sudah cukup dikenal lama di lingkungan Alam Amanat kita. Tetapi dalam kedudukan beliau sebagai Waketum MUI Pusat tentunya hal yang mengejutkan dan luar biasa apabila kita mengingat kejadian 17 (tujuh belas) tahun silam ketika kita pernah “berseteru” dengan MUI dan sempat mendapat label “sesat”.
Inilah Hikmah dari jalan mendaki yang senantiasa di himbau oleh Abang Bulganon Hasbullah Amir agar tidak ragu untuk ditempuh oleh para muridnya, suatu jalan yang terasa sukar namun menjadi esensi dari pelajaran “menerima, menjalani, mensyukuri” yang juga menjadi pedoman bagi para pengembang amanat kita. Kita tidak pernah lari dari permasalahan/persoalan hidup karena di diri kita ada Tuhan Yang Maha Besar. Allahu Akbar !!!! (riv)
Penulis : Jiffy Ngawiat Prananto.