Banjarmasin

Rumah Penuh Sampah Dibersihkan Babinsa Kelayan Barat dan Warga, Masyarakat Sekitar Khawatir Bahaya Kebakaran dan Penyakit

Published

on

Babinsa Kelurahan Kelayan Barat, Sertu Haryono mengedukasi penghuni rumah terkait kebersihan lingkungan. (Foto : kolase/Balain)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Berawal dari keluhan warga yang melintas akibat tingginya rumput liar dan tumpukan sampah di dalam sebuah rumah, Ketua RT 10 Kelurahan Kelayan Barat segera meneruskan laporan tersebut kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Menanggapi laporan ini, Babinsa Kelayan Barat Sertu Hariyono, bersama Ketua RT dan warga setempat, bergerak cepat melakukan aksi bersih-bersih di rumah yang dihuni oleh seorang warga sebatang kara, Fawzan (28).

Rumah yang terletak di Gang Tentram RT 10/01 ini dipenuhi tumpukan sampah plastik termasuk botol bekas alkohol, serta ditumbuhi rumput liar di halaman. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar, terutama terkait kebersihan lingkungan dan potensi bahaya kebakaran akibat akumulasi sampah.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan oleh Babinsa Sertu Hariyono, Ketua RT. 10, 03, 09, 11, 08  serta warga sekitar yang peduli terhadap kondisi lingkungan.

Kegiatan gotong royong ini berlangsung pada Jumat (28/2/25) di Gang Tentram RT 10/01, yang hanya berjarak beberapa meter dari Kantor Kelurahan Kelayan Barat.

Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, penghuni rumah tersebut beberapa kali dirawat di RS Sambang Lihum, tetapi kondisinya tidak kunjung membaik, sehingga kehidupannya menjadi tidak terurus. Warga khawatir tumpukan sampah yang terus bertambah dapat memicu kebakaran serta menjadi sumber penyakit bagi lingkungan sekitar.

“Kami berharap pihak kelurahan jangan menutup mata terhadap kejadian seperti ini. Ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga menyangkut kebersihan dan keselamatan lingkungan,” ujarnya.

Selain membersihkan rumah dan halaman, aksi ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sampah anorganik seperti plastik bisa didaur ulang, sementara sampah residu harus dibuang dengan cara yang benar. Dengan memilah sampah, lingkungan bisa tetap bersih, serta risiko kebakaran dan penyakit dapat dikurangi.

Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga lainnya untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Lebih dari itu, warga juga berharap ada perhatian dari pemerintah setempat agar kejadian serupa tidak berulang dan masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak dibiarkan hidup dalam kondisi yang tidak layak. [riv]

Populer

Exit mobile version