Kalsel

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di HSS, Luapan Sungai Amandit Tak Terbendung

Published

on

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di HSS, Luapan Sungai Amandit Tak Terbendung Kandangan. (Foto/Indra/BN)

BalainNews.com, KANDANGAN – Menindaklanjuti berita sebelumnya terkait Kandangan waspada luapan Sungai Amandit, pada Sabtu (27/12/2025) banjir kembali melanda sejumlah titik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Hujan yang turun sejak malam hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman dan ruas jalan.

Di wilayah dataran Loksado, sebagian kawasan dilaporkan terdampak banjir. Sementara itu, di wilayah Padang Batung, banjir juga merendam sejumlah desa, di antaranya Desa Batu Laki dan Malilingin. Luapan air terus mengalir hingga ke daerah pinggiran Sungai Amandit dan wilayah perkotaan Kandangan.

Beberapa titik yang terpantau tergenang banjir antara lain Jambu Hilir, Karang Jawa, Simpang 4 Lokloa, Simpang 3 Bakso Timbul Kandangan Hulu, hingga Kalian Asri Sungai Kalang, serta beberapa lokasi lainnya.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga dan arus lalu lintas terganggu, terutama bagi pengendara roda dua.

📸 Keterangan Foto:
Amawang kiri muka, air banjir menggenangi badan jalan, pengendara terpaksa melintas perlahan.

Simpang 4 Lokloa, banjir cukup dalam hingga menyulitkan kendaraan melintas.
Simpang 3 Bakso Timbul Kandangan Hulu, jalan utama terendam, aktivitas warga terganggu.

Warga terdampak berharap agar hujan segera reda dan air luapan Sungai Amandit cepat surut.

“Ini memang peristiwa setiap tahun. Setiap banjir kami harus kembali membersihkan sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah,” ujar salah satu warga.

Warga juga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengerukan dan pendalaman Sungai Amandit lama dan baru.
Menurut warga, pendangkalan sungai akibat endapan lumpur membuat kapasitas sungai berkurang sehingga air cepat naik ke permukaan saat hujan deras.
Selain itu, Bendungan Amandit dilaporkan tidak mampu menahan debit air lebih lama karena telah mencapai kapasitas maksimum, sehingga air terpaksa dilepaskan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Hulu Sungai Selatan masih tinggi.
[Jurnalis: Indra/BN]

Populer

Exit mobile version