Kalsel

Jalan Lintas Banua Rusak Parah, Warga HSS Sindir Pemerintah: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab

Published

on

Jalan Lintas Banua Rusak Parah, Warga HSS Sindir Pemerintah: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab. (Foto/Azifa)

BalainNews.com, KANDANGAN – Kondisi Jalan Lintas Banua di wilayah Hulu Sungai Selatan semakin memprihatinkan. Jalan provinsi yang seharusnya menjadi penghubung utama antar wilayah justru berubah menjadi jalur berbahaya yang setiap hari mengancam keselamatan masyarakat.

Lubang besar, aspal terkelupas, serta tambalan yang asal-asalan menjadi bukti nyata bahwa perbaikan yang dilakukan selama ini jauh dari kata layak. Bukannya mulus, jalan justru membuat kendaraan oleng dan kerap menyebabkan pengendara jatuh.

Yang membuat masyarakat geram, perbaikan hanya dilakukan di beberapa titik, sementara kerusakan lain dibiarkan seolah tidak terlihat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah harus menunggu korban lebih banyak dulu baru ada tindakan serius?

Di sisi lain, masyarakat mulai menyindir sikap pemerintah yang terkesan saling melempar tanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan kerap dianggap tidak berwenang karena ini adalah jalan provinsi. Namun di sisi lain, pemerintah provinsi dinilai lamban dan tidak menunjukkan langkah nyata yang menyeluruh.

“Jangan sampai kami sebagai masyarakat hanya dijadikan penonton. Jalan rusak begini, kami yang merasakan. Pajak kami bayar, tapi jalan yang aman tidak kami dapat,” ujar seorang warga dengan nada kesal (namanya tidak mau disebutkan).

Sindiran keras juga muncul terhadap kedua pihak, baik pemerintah daerah maupun provinsi, agar tidak hanya beralasan soal kewenangan, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi nyata. Sebab bagi masyarakat, yang dibutuhkan bukan penjelasan, melainkan tindakan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan masyarakat yang rusak, tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang dipertaruhkan setiap hari.

Warga mendesak pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk berhenti saling menunggu dan segera turun tangan melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam yang tidak menyelesaikan masalah.

Karena pada akhirnya, jalan ini bukan milik instansi—melainkan milik rakyat yang setiap hari melintas dan mempertaruhkan nyawa di atasnya. (Indra/BN)

Populer

Exit mobile version