Budaya
Laung Kuning Banjar DPC HSS Gelar Pagelaran Seni Budaya Banjar dan Milad ke-4, Hadirkan Maturi Dahar/ Selamatan Pusaka
BalainNews.com, KANDANGAN – Laung Kuning Banjar (LKB) DPC Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali menggelar Pagelaran Seni Budaya Banjar sekaligus memperingati Milad ke-4 organisasi tersebut. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Desa Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Camat Padang Batung, perwakilan Polsek Padang Batung yang diwakili anggota kepolisian, jajaran Laung Kuning Banjar se-Banua Enam, pengurus LKB DPP, pembina Guru Rusli/Guru Alus, serta perwakilan LKB DPC Banjarmasin dan LKB DPC Sampit.
Pada peringatan tahun ini, LKB DPC HSS menghadirkan rangkaian kegiatan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Selain menampilkan musik panting, seni bela diri tradisional Bakuntau, dan Madihin, acara tersebut juga menghadirkan Maturi Dahar atau Selamatan Pusaka sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan warisan adat serta budaya Banjar.
Ketua LKB DPC HSS, Indra Maulana, menyampaikan bahwa peringatan Milad ke-4 menjadi momen luar biasa bagi organisasi, terutama dalam mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta mengenalkan nilai-nilai budaya Banjar kepada masyarakat.
“Milad ke-4 tahun ini menjadi momen yang luar biasa. Kami dapat menghimpun lebih dari 300 pusaka, baik pusaka peninggalan leluhur maupun pusaka yang lebih baru,” ungkap Indra Maulana.
Ia menambahkan, kegiatan Maturi Dahar atau Selamatan Pusaka bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan pemahaman bahwa pelestarian adat dan budaya harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait senjata tajam dan pusaka.
Menurutnya, kecintaan terhadap warisan leluhur perlu diwujudkan melalui sikap bertanggung jawab, dengan tetap menghormati hukum dan menjaga ketertiban di tengah masyarakat.
Indra Maulana juga mengimbau seluruh anggota Laung Kuning Banjar dan masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan serta kondusivitas daerah.
“Melestarikan budaya adalah tanggung jawab bersama. Namun, kita juga harus selalu menjaga kekondusifan banua agar kehidupan masyarakat tetap aman, damai, dan harmonis,” pesannya.
Melalui pagelaran seni budaya dan peringatan Milad ke-4 ini, Laung Kuning Banjar DPC HSS berharap semangat Rakat Badingsanak terus terjaga, sekaligus memperkuat komitmen untuk melestarikan seni, adat, dan budaya Banjar sebagai warisan leluhur bagi generasi masa depan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan organisasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta keharmonisan di Banua.
Rakat Badingsanak, warisan leluhur untuk generasi masa depan. (Indra/BN)