Jakarta
Setiap Detik Berharga: Renungi Nikmat Waktu dari Sang Pencipta
BalainNews.com, KEMBANGAN – Lalu lalang kendaran melintas menemani manusia mencatat takdirnya hari ini, rumitnya tarikan gas ada yang buru-buru dan ada yang santai. Yang membuat hidup terasa rumit bukanlah takdir Allah, melainkan pikiran kita sendiri. Pikiran yang sibuk berputar, menebak, bertanya, bahkan mereka-reka sesuatu padahal hanya Allah yang mengetahui.
Seolah olah mencari sesuatu tapi sebenarnya kita telah masuk ke labirin pikiran: “Kenapa begini? Untuk apa begitu? Apakah aku sanggup?” Padahal, Allah tidak menuntut kita memahami seluruh catatanya. Allah hanya meminta kita untuk percaya, menerima, dan berjalan di atas waktu yang telah di tentukan.
Kita terlalu sibuk mencari maksud, hingga lupa menikmati perjalanan. Kita mengulang penyesalan masa lalu yang tidak bisa diubah, atau mencemaskan masa depan yang bahkan belum tentu datang. Dalam kegelisahan itu, kita melewatkan satu hal yang paling berharga waktu hari ini.
Abang Guru,”Jalanilah hidup ini sesuai waktu sebab Waktu adalah milik Allah”
Menghargai waktu berarti hadir. Hadir untuk berdamai dengan masa lalu yang tidak bisa diputar kembali.
Hadir untuk merasakan nikmat sederhana yang Allah selipkan di setiap detik. Hadir untuk menyelesaikan hari dengan hati yang lapang, tanpa menyisakan beban yang meracuni esok.
Menghargai waktu juga berarti mengasihi diri sendiri. Tidak memaksa pikiran untuk memahami semua, tapi memberi ruang bagi hati untuk merasakan tenang. Tidak lagi bertanya “mengapa,” melainkan belajar berkata, “terima kasih, ya Allah, untuk hari ini.”
Waktu adalah karunia yang tidak bisa dibeli, tidak bisa ditunda, dan tidak bisa diperpanjang. Waktu adalah titipan yang setiap detiknya adalah kesempatan. Bukan dengan mengetahui semua jawaban, tapi dengan mempercayai Sang Pemberi Kehidupan. Bukan dengan mengejar maksud yang tersembunyi, tapi dengan menikmati apa yang nyata. [riv]
oleh : AJI., SH., MH.