HM Yamin Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan: “Cepat Boleh, Verifikasi Jangan Ditinggalkan” - BalainNews.com
Connect with us

Banjarmasin

HM Yamin Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan: “Cepat Boleh, Verifikasi Jangan Ditinggalkan”

Published

on

HM Yamin HR, Wali Kota Banjarmasin. (Foto : Ist).

BalainNews.com, BANJARMASIN – Pesatnya arus informasi di era digital menuntut wartawan bekerja cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh membuat proses pengecekan fakta diabaikan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat menghadiri penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI Angkatan ke-71 di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).

Yamin menegaskan, wartawan memiliki tanggung jawab besar terhadap setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Sebuah berita tidak cukup hanya menarik dan cepat dipublikasikan, tetapi juga harus memiliki dasar informasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, proses jurnalistik harus diawali dengan upaya memastikan kebenaran informasi. Wartawan perlu melakukan konfirmasi, mengecek data, memahami persoalan secara menyeluruh, serta memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan suatu peristiwa untuk menyampaikan keterangannya.

“Wartawan atau insan pers dituntut untuk tidak hanya mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memverifikasi fakta, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan,” ujar Yamin.

Yamin mengatakan, mengikuti UKW dan memperoleh sertifikat kompetensi bukan berarti proses belajar seorang wartawan selesai.

Justru setelah dinyatakan kompeten, wartawan memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam setiap aktivitas jurnalistik.

Ia berharap para wartawan tidak menjadikan sertifikat sekadar dokumen administratif, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pemberitaan.

Di tengah maraknya informasi dari media sosial, wartawan juga dituntut mampu membedakan informasi yang sudah terverifikasi dengan informasi yang masih berupa klaim atau dugaan.

Yamin turut mengingatkan agar wartawan tetap berani bersikap kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, keberanian tersebut harus disertai dengan etika serta tanggung jawab profesi.

“Jadilah wartawan yang cerdas membaca fakta, kritis melihat persoalan, berani menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab,” pesannya.

Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Drs Anang Fadhilah mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian UKW hingga selesai.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para penguji dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Anang, peningkatan kompetensi wartawan menjadi hal penting untuk menjaga kualitas pers di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Alhamdulillah pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar. Ini menjadi bekal bagi wartawan untuk terus menjaga integritas dalam mencari dan menyampaikan berita kepada masyarakat,” katanya.

Anang menilai perkembangan teknologi memberikan kemudahan sekaligus tantangan bagi wartawan. Informasi dapat menyebar begitu cepat melalui berbagai platform digital, bahkan sebelum kebenarannya dipastikan.

Kondisi tersebut membuat wartawan harus semakin cermat. Jangan sampai persaingan mendapatkan berita tercepat membuat proses verifikasi dan konfirmasi justru dilewati.

Karena itu, prinsip akurasi, keberimbangan, independensi, verifikasi serta kepatuhan terhadap kode etik harus tetap menjadi dasar dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.

Pelaksanaan UKW SMSI Angkatan ke-71 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengujian dan pemberian sertifikat.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya wartawan yang semakin profesional, memiliki kemampuan jurnalistik yang baik, kritis dalam melihat persoalan, serta konsisten menjaga integritas.

Kepercayaan masyarakat terhadap media sangat bergantung pada kualitas informasi yang disajikan.

Dalam situasi ketika masyarakat dibanjiri informasi dari berbagai sumber, keberadaan wartawan menjadi semakin penting untuk memastikan sebuah informasi telah melalui proses jurnalistik sebelum disampaikan kepada publik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang wartawan bukan hanya seberapa cepat sebuah berita dipublikasikan, tetapi juga seberapa kuat berita tersebut dibangun berdasarkan fakta.

Sebab, berita yang cepat mungkin lebih dahulu dibaca, tetapi berita yang akuratlah yang mampu mempertahankan kepercayaan publik.

UKW SMSI Angkatan ke-71 dilaksanakan pada 8–9 Agustus 2026 dan diikuti 32 wartawan yang berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr Moestopo (Beragama).

Sebanyak enam penguji dari Jakarta terlibat dalam proses penilaian peserta. Pengujian dilakukan untuk melihat sejauh mana kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar kompetensi.

Peserta menjalani sejumlah materi dan praktik, mulai dari mencari serta menggali informasi, melakukan wawancara, mengembangkan bahan berita, memeriksa fakta hingga menyusun berita.

Dengan metode tersebut, kemampuan peserta diuji bukan hanya dari sisi penulisan, tetapi juga dari cara mereka memperoleh, mengolah dan memastikan informasi sebelum disajikan kepada masyarakat.

Penutupan kegiatan turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Ilmi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febry, serta jajaran pengurus SMSI Kalimantan Selatan. [riv/SMSI Kalsel]

Sebarkan

Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Dukung UKW SMSI 2026: Wartawan Harus Cerdas Membaca Fakta dan Kritis Melihat Persoalan

Published

on

HM Yamin HR, Walikota Banjarmasin memberikan sambutan saat penutupan UKW SMSI 2026. Aula Kayuh Baimbai, (9/8/26). (Foto : SMSI)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap peningkatan profesionalitas insan pers kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI Angkatan ke-71.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, tersebut resmi ditutup di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).

Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengikuti rangkaian UKW yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr Moestopo (Beragama).

Penutupan UKW turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR. Kehadiran Pemerintah Kota Banjarmasin menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas dan kompetensi wartawan, khususnya dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial.

Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Drs Anang Fadhilah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang turut mendukung pelaksanaan UKW Angkatan ke-71.

Menurut Anang, dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas wartawan sangat penting, terutama ketika perkembangan teknologi membuat tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks.

“Alhamdulillah pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar. Ini menjadi bekal bagi wartawan untuk terus menjaga integritas dalam mencari dan menyampaikan berita kepada masyarakat,” kata Anang.

Ia menegaskan, wartawan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan dalam menghasilkan berita. Ketelitian, verifikasi, konfirmasi dan keberimbangan harus tetap menjadi bagian utama dalam proses jurnalistik.

Terlebih, informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah menyebar luas melalui media digital dan media sosial.

Karena itu, Anang berharap para peserta UKW dapat membawa semangat kompetensi tersebut ke ruang redaksi dan lapangan, sehingga kualitas pemberitaan semakin baik dan kepercayaan masyarakat terhadap pers tetap terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin menekankan bahwa peningkatan kompetensi wartawan harus berbanding lurus dengan kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut mampu mencari dan menulis berita, tetapi juga harus memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi.

“Wartawan atau insan pers dituntut untuk tidak hanya mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memverifikasi fakta, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan,” ujar Yamin.

Yamin menyampaikan, pemerintah dan pers memiliki peran masing-masing dalam membangun kehidupan masyarakat yang informatif dan demokratis.

Karena itu, hubungan antara pemerintah daerah dan media diharapkan dapat terus berjalan secara profesional.

Media tetap menjalankan fungsi kontrol dan kritik, sementara pemerintah terbuka terhadap informasi serta masukan yang disampaikan secara konstruktif.

Ia berharap wartawan yang telah mengikuti UKW mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam pekerjaan jurnalistik sehari-hari.

Menurutnya, sertifikat kompetensi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas profesionalitas wartawan.

“Jadilah wartawan yang cerdas membaca fakta, kritis melihat persoalan, berani menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab,” tegasnya.

Pelaksanaan UKW ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar profesional wartawan sekaligus mendorong lahirnya produk jurnalistik yang berkualitas dan dapat dipercaya masyarakat.

Penutupan turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Ilmi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febry, serta jajaran SMSI Kalimantan Selatan.

Dukungan Pemko Banjarmasin terhadap pelaksanaan UKW menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat dan profesional.

Pers yang memiliki kompetensi diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang dan edukatif kepada masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga dituntut terus membuka ruang komunikasi serta memberikan akses informasi yang dibutuhkan publik melalui media.

UKW SMSI Angkatan ke-71 pun diharapkan tidak sekadar menghasilkan wartawan yang lulus uji kompetensi, tetapi mampu mendorong perubahan nyata dalam kualitas pemberitaan.

Di tengah derasnya arus informasi, wartawan dituntut menjadi pihak yang mampu menyaring, memeriksa dan menyajikan fakta kepada masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan peningkatan kompetensi wartawan, diharapkan pers di Banjarmasin semakin profesional, kritis, berintegritas dan mampu menjaga kepercayaan publik. [riv/SMSI KALSEL]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

UKW SMSI Kalsel Angkatan 71: Uji Kompetensi, Uji Integritas Wartawan

Published

on

32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto : SMSI)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan.

UKW berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, bertempat di Aula Pemerintah Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SMSI dalam mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan, khususnya di tengah perkembangan media digital yang semakin dinamis.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan Sabtu (8/8/2026). Para peserta berasal dari sejumlah daerah di Kalselteng dan mengikuti serangkaian ujian berdasarkan jenjang kompetensi yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan UKW melibatkan tim penguji dari Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) FIKOM Universitas Prof. Dr. Moestopo.

Peserta diuji melalui berbagai tugas jurnalistik, mulai dari menggali informasi, melakukan wawancara, mengolah data, menulis berita, melakukan verifikasi, hingga memahami kode etik dan aturan hukum yang berkaitan dengan pers.

Ketua Panitia UKW SMSI Kalsel 2026, Nanang Tri Hadisaputra, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap pelaksanaan UKW Angkatan ke-71.

Menurut Nanang, dukungan tersebut menjadi energi positif bagi panitia dan peserta dalam menyukseskan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi wartawan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW SMSI Angkatan ke-71. Dukungan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan,” ujar Nanang.

Ia mengatakan, UKW bukan sekadar agenda untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, proses pengujian menjadi momentum bagi wartawan untuk mengukur kembali kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap standar profesi jurnalistik.

Nanang berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti UKW dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.

“Harapan kami, setelah mengikuti UKW ini, para peserta tidak berhenti pada status kompeten. Kompetensi tersebut harus diwujudkan melalui karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua SMSI Kalsel, Drs. Anang Fadillah, mengatakan peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas pemberitaan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media siber membuat wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, kemampuan menulis saja tidak cukup untuk menjalankan profesi jurnalistik.

“Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita, tetapi juga harus memahami etika jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, serta menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Anang.

Ia berharap UKW dapat menjadi sarana bagi wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Pemerintah Kota Banjarmasin turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW SMSI Kalsel.

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin melalui Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap UKW mampu menghasilkan wartawan yang tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Mudah-mudahan dengan adanya UKW ini bisa mencetak insan pers yang profesional, berkarakter, dan juga berintegritas,” ujar Ichrom.

Ia menilai media mempunyai peran besar dalam membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai persoalan, mulai dari kebijakan pemerintah, pembangunan, ekonomi, sosial, olahraga hingga isu-isu yang sedang berkembang.

Untuk itu, hubungan antara pemerintah dan media dinilai perlu dibangun melalui komunikasi dan kolaborasi yang sehat.

Menurut Ichrom, kerja sama tersebut penting agar berbagai informasi mengenai program dan pembangunan pemerintah dapat diketahui masyarakat secara luas, sekaligus membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan publik.

“Selalu ada dilakukan, baik kolaborasi antarpemerintah maupun antara pemerintah dengan media. Kolaborasi ini sangat diperlukan,” katanya.

Wakil Ketua Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Retno Intani ZA, menjelaskan bahwa pelaksanaan UKW memiliki standar yang sama karena materi uji mengacu pada ketentuan Dewan Pers.

Ia mengatakan Dewan Pers telah menetapkan modul yang menjadi acuan bagi seluruh LUKW dalam melaksanakan uji kompetensi wartawan.

“Materi untuk UKW itu sudah ditentukan oleh Dewan Pers. Dewan Pers membuat modul yang dipakai oleh semua LUKW untuk menyelenggarakan uji kompetensi. Jadi pada dasarnya sama,” jelas Retno.

Meski demikian, menurutnya, materi yang disampaikan penguji tetap dapat dikaitkan dengan perkembangan dunia jurnalistik dan persoalan aktual yang terjadi di lapangan.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi jurnalistik yang nyata.

Retno menambahkan, hal yang membedakan pelaksanaan UKW antar-LUKW bukan pada standar kompetensinya, melainkan pada pola penyampaian materi, metode penguji dalam membimbing peserta, serta cara mengaitkan materi dengan perkembangan isu terkini.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai tahapan pengujian untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus pemahaman terhadap etika dan hukum pers.

UKW SMSI Kalsel Angkatan LXXI mengangkat tema “Wartawan Kompeten, Pers Bermartabat, Bangsa Berdaulat.”

Tema tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan berita, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral wartawan dalam menjaga akurasi, independensi, keberimbangan, dan kepercayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, SMSI Kalsel berharap semakin banyak wartawan di wilayah Kalselteng yang memiliki kompetensi profesional dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat. [riv/SMSI Kalsel]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

UKW SMSI Angkatan ke-71 Ditutup, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Wartawan Wajib Verifikasi Fakta

Published

on

HM Yamin HR, Wali Kota Banjarmasin saat menutup Uji Kompetensi Wartawan SMSI 2026. Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin (9/8/26). (Foto : Balain)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI Angkatan ke-71 resmi ditutup di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026). Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menegaskan, kompetensi wartawan tidak boleh berhenti pada kepemilikan sertifikat, tetapi harus diwujudkan melalui profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.

UKW yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, diikuti 33 peserta dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr Moestopo (Beragama).

Enam penguji dari Jakarta hadir untuk melaksanakan proses uji kompetensi terhadap para peserta.

Dalam sambutan penutupan, HM Yamin HR mengatakan wartawan dan insan pers tidak cukup hanya mampu mencari serta menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, wartawan juga dituntut mampu memverifikasi fakta, memahami konteks persoalan, serta mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan.

“Wartawan atau insan pers dituntut untuk tidak hanya mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memverifikasi fakta, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan,” ujar Yamin.

Ia berharap peserta UKW menjadikan kompetensi yang diperoleh bukan sekadar sertifikat, melainkan komitmen untuk terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Yamin juga mendorong wartawan untuk menjadikan pengalaman selama UKW sebagai bekal meningkatkan kualitas karya jurnalistik.

“Jadilah wartawan yang cerdas membaca fakta, kritis melihat persoalan, berani menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan kompetensi jurnalistik bukan semata sebagai ukuran administratif, tetapi sebagai tanggung jawab moral dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi kepada publik.

Penutupan UKW turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Ilmi dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febry, serta jajaran SMSI Kalimantan Selatan.

Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Drs Anang Fadhilah, menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar.

Menurut Anang, proses uji kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi wartawan untuk semakin profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas mencari, mengolah, memverifikasi, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar. Ini menjadi bekal bagi wartawan untuk terus menjaga integritas dalam mencari dan menyampaikan berita kepada masyarakat,” ujar Anang.

Pelaksanaan UKW ini sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan di tengah arus informasi yang semakin cepat. Kecepatan dalam memberitakan informasi perlu berjalan beriringan dengan verifikasi, akurasi, independensi, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik.

Sebab, kualitas pers tidak hanya diukur dari seberapa cepat sebuah berita dipublikasikan, tetapi juga dari seberapa kuat wartawan memastikan informasi tersebut benar, berimbang, kontekstual, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. [riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

32 Wartawan Kalsel-Kalteng Diuji, UKW SMSI Angkatan 71 Resmi Dibuka di Banjarmasin

Published

on

Ichrom Muftezar, SSTP, MSi. , Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Drs Anang Fadhilah (Ketua SMSI Kalsel), Penguji LUKW Dr Moestopo dan jajaran Forkopimda Banjarmasin. (Foto : Ist)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Derasnya arus informasi digital membuat wartawan dituntut bekerja cepat. Namun, kecepatan tanpa kompetensi dan integritas berisiko melahirkan informasi yang keliru. Tantangan itulah yang menjadi salah satu alasan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi insan pers.

Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan UKW SMSI Kalsel Angkatan 71 yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (8/8/2026).

Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengikuti UKW yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, S.STP., MSi, hadir mewakili Wali Kota Banjarmasin. Ia berharap UKW tersebut tidak hanya mengukur kemampuan teknis wartawan, tetapi juga melahirkan insan pers yang profesional, berkarakter, dan berintegritas.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Mudah-mudahan UKW ini bisa mencetak insan pers yang profesional, berkarakter, dan juga berintegritas,” ujar Muftezar.

Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai kebijakan publik, perkembangan ekonomi, olahraga, hingga isu sosial membutuhkan media sebagai saluran informasi yang dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong hubungan yang konstruktif dengan media. Muftezar menyebut kolaborasi pemerintah dan media menjadi bagian dari pendekatan pentahelix dalam pembangunan daerah.

“Kami selalu berkolaborasi, baik antarpemerintah maupun antara pemerintah dengan media. Kolaborasi ini sangat mendesak,” tuturnya.

Namun, kolaborasi bukan berarti menghilangkan independensi pers. Dalam menjalankan fungsi jurnalistik, wartawan tetap dituntut melakukan verifikasi, menyajikan informasi secara berimbang, serta berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.

UKW SMSI Ke-71

Ketua SMSI Kalsel, Anang Fadilah, mengatakan pelaksanaan di Banjarmasin merupakan UKW SMSI yang ke-71.

Sebanyak 32 peserta dari Kalsel dan Kalteng mengikuti rangkaian pengujian selama dua hari. Mereka diuji untuk mengukur kemampuan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar kompetensi wartawan.

“Ini merupakan UKW SMSI yang ke-71. Ada 32 peserta dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” kata Anang.

UKW menjadi salah satu instrumen untuk memastikan wartawan memahami tugas dan tanggung jawab profesinya. Kompetensi tidak berhenti pada kemampuan menulis berita, tetapi juga mencakup kemampuan menggali informasi, melakukan verifikasi, memahami kaidah jurnalistik, serta mempertanggungjawabkan informasi yang dipublikasikan.

Di tengah persaingan media yang semakin cepat, persoalan utama pers bukan sekadar siapa yang paling dahulu memberitakan. Yang lebih penting adalah siapa yang paling akurat, terverifikasi, berimbang, dan bertanggung jawab.

UKW SMSI Angkatan 71 di Banjarmasin pun menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa profesi wartawan memiliki konsekuensi besar: setiap berita membawa fakta, setiap fakta membawa tanggung jawab, dan setiap informasi menyangkut kepentingan publik. [riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Syariah Mengantarkan Langkah Awal Mahajuna Menuju Haji

Published

on

Buku Rekening Tabungan Haji IB Ar,-Rahman Bank Kalsel Syariah. (Foto : Muhammad Junaidi Nasri)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Ada rasa syukur yang sederhana, tetapi sangat membahagiakan. Setelah sekian lama memiliki keinginan untuk mulai menabung demi mewujudkan impian berhaji, akhirnya hari ini saya berhasil membuka Tabungan Haji iB Ar-Rahman di Bank Kalsel Syariah.

Awalnya, saat membuka akun Instagram Bank Kalsel, saya melihat informasi menarik tentang program Milad ke-22 Bank Kalsel Syariah. Dalam program tersebut, Bank Kalsel Syariah memberikan hadiah spesial kepada 22 nasabah pertama yang membuka rekening Tabungan Haji iB Ar-Rahman di setiap Kantor Cabang Syariah (KCS) dan Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS).

Cukup dengan setoran awal di atas Rp220.000, nasabah berkesempatan memperoleh voucher belanja senilai Rp50.000. Program ini berlangsung pada 1 hingga 31 Agustus 2026 di 13 Kantor Cabang Syariah dan Kantor Cabang Pembantu Syariah Bank Kalsel Syariah yang tersebar di Kalimantan Selatan.

Karena tanggal 1 dan 2 Agustus bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu, saya baru bisa datang pada Senin pagi ke Kantor Cabang Syariah Bank Kalsel Syariah di Jalan S. Parman, Banjarmasin.

Sesampainya di sana, saya disambut dengan ramah oleh petugas keamanan yang memberikan formulir serta nomor antrean. Yang membuat saya terkesan, bahkan sebelum formulir selesai saya isi, nomor antrean saya sudah dipanggil. Proses pembukaan rekening berlangsung cepat, tertib, dan pelayanan yang diberikan terasa ramah serta membantu.

Bagi sebagian orang, membuka rekening mungkin merupakan hal biasa. Namun bagi saya, hari ini menjadi langkah awal yang penuh makna. Tabungan Haji bukan sekadar buku tabungan, melainkan ikhtiar kecil untuk mendekatkan diri pada impian besar, yaitu memenuhi panggilan Allah SWT ke Tanah Suci.

Terima kasih kepada Bank Kalsel Syariah atas pelayanan yang baik serta program yang mendorong masyarakat untuk mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini. Semoga langkah kecil ini menjadi awal yang diberkahi dan membawa saya menuju kesempatan menunaikan ibadah haji pada waktu yang telah Allah tetapkan. Aamiin. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarmasin1 hari ago

HM Yamin Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan: “Cepat Boleh, Verifikasi Jangan Ditinggalkan”

BalainNews.com, BANJARMASIN – Pesatnya arus informasi di era digital menuntut wartawan bekerja cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh membuat proses...

Banjarmasin1 hari ago

Pemko Banjarmasin Dukung UKW SMSI 2026: Wartawan Harus Cerdas Membaca Fakta dan Kritis Melihat Persoalan

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap peningkatan profesionalitas insan pers kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW)...

Banjarmasin1 hari ago

UKW SMSI Kalsel Angkatan 71: Uji Kompetensi, Uji Integritas Wartawan

BalainNews.com, BANJARMASIN – Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang...

Banjarmasin2 hari ago

UKW SMSI Angkatan ke-71 Ditutup, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Wartawan Wajib Verifikasi Fakta

BalainNews.com, BANJARMASIN – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI Angkatan ke-71 resmi ditutup di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026). Wali...

Banjarmasin3 hari ago

32 Wartawan Kalsel-Kalteng Diuji, UKW SMSI Angkatan 71 Resmi Dibuka di Banjarmasin

BalainNews.com, BANJARMASIN – Derasnya arus informasi digital membuat wartawan dituntut bekerja cepat. Namun, kecepatan tanpa kompetensi dan integritas berisiko melahirkan...

Banjarmasin1 minggu ago

Bank Kalsel Syariah Mengantarkan Langkah Awal Mahajuna Menuju Haji

BalainNews.com, BANJARMASIN Ada rasa syukur yang sederhana, tetapi sangat membahagiakan. Setelah sekian lama memiliki keinginan untuk mulai menabung demi mewujudkan...

Banjarmasin2 minggu ago

Bank Kalsel Kerja Sama Dengan Bank Victoria Kembangkan Bank Devisa

BalainNews.com, BANJARMASIN – PT Bank Kalsel atau “Banknya Urang Banua” milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menjalin kerja sama dengan...

Banjarbaru2 minggu ago

Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Keuangan Partai Politik dengan Total Rp 20,5 Miliar

BalainNews.com, BANJARBARU – Sebagai wujud komitmen terhadap penguatan kelembagaan partai politik dan kualitas demokrasi di Banua, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan...

Banjarmasin2 minggu ago

Gubernur H Muhidin Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup 2026

BalainNews.com, BANJARMASIN Gemuruh tepuk tangan penonton menggema di Stadion 17 Mei Banjarmasin saat Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, secara resmi...

Banjarbaru2 minggu ago

Gubernur H Muhidin Membuka Rimba Mart, Dukung Program Tukar Sampah dengan Sembako

BalainNews.com, BANJARBARU Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin secara resmi membuka kegiatan Rimba Mart yang dirangkai dengan program Tukar Sampah dengan...

Populer