Ekonomi
Sarasehan Media Gathering Bank Kalsel Tahun 2023 : Lindungi Akunmu, Amankan Uangmu
BalainNews.com, YOGYAKARTA – Kegiatan media gathering Bank Kalsel rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada gelaran tahun 2023 ini lokasi yang dipilih adalah kota Yogyakarta. Seluruh rekanan media Bank Kalsel baik cetak, online dan elektronik berkumpul dalam kegiatan media gathering Bank Kalsel tahun 2023. Media Gathering tahun ini di isi dengan sarasehan ‘lindungi akunmu, amankan uangmu.
Bertempat di Aveta Hotel jalan Malioboro No. 42 Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara langsung dibuka oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dan sebagai narasumber dihadiri oleh Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Darmansyah, Tim Divisi TSI dan DDB Bank Kalsel serta seluruh peserta rekanan Media Bank Kalsel.
Pesan yang disampaikan oleh Dirut Bank Kalsel, Fachruddin,”kami ibaratkan media ini sebagai penajam program yang dijalankan oleh Bank Kalsel dan dikemas secara baik. Tentunya ini akan terus menumbuhkan kepercayaan nasabah Bank Kalsel, karena Bank ini adalah bisnis kepercayaan,”tegasnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dan terus akan mendorong berbagai program untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat di era digital agar dapat meningkatkan kesejahteraannya sekaligus terhindar dari kerugian akibat kejahatan digital. Kepala OJK Regional 9 Kalimantan, Darmansyah memaparkan sejumlah informasi pokok dalam Sarasehan Media Gathering Bank Kalsel Tahun 2023 antara lain:
1. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna internet di Indonesia pada periode 2022 – 2023 mencapai 215,63 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 78,19% dari total populasi penduduk Indonesia. Tingginya penggunaan internet tersebut merubah pola perilaku masyarakat menjadi semakin bergantung pada layanan digital tidak terkecuali layanan di sektor jasa keuangan. Namun demikian bahwa kerawanan masyarakat terhadap kejahatan digital masih relatif tinggi. Terdapat 34,47 responden yang tidak mengetahui upaya untuk menjaga keamanan data pribadinya. Selain itu, terdapat pula 66,82% responden yang belum pernahmengganti password akunnya.
2. Dari sisi konsumen/masyarakat, masih terdapat ketimpangan tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan yang cukup besar dimana tingkat inklusi keuangan pada tahun 2022 telah mencapai 85,10% sedangkan tingkat literasi baru mencapai 49,68%. Ini menandakan bahwa sebagian masyarakat yang menggunakan produk dan layanan keuangan masih belum memiliki pemahaman yang memadai akan produk dan layanan yang digunakan. Hal tersebut menimbulkan risiko potensi masyarakat menggunakan produk keuangan dan mengelola keuangan yang tidak sesuai dengan semestinya. Selanjutnya, hal tersebut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyasar masyarakat yang kurang terliterasi dengan melakukan berbagai modus penipuan dan penawaran jasa keuangan illegal yang pada akhirnya menimbulkan kerugian.

3. Dengan perkembangan teknologi yang berjalan sangat pesat, modus-modus penipuan dan penawaran jasa keuangan illegal pun semakin bervariatif termasuk kejahatan digital. Kejahatan digital yang tengah marak dikenal dengan Social Engineering atau Soceng adalah cara dalam mengelabui, memanipulasi pikiran korban untuk mendapatkan informasi berupa data pribadi atau akses yang diinginkan. Social Engineering menggunakan teknik manipulasi psikologis, untuk memengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media secara persuasive. dengan cara membuat korban senang atau panik sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku. Terdapat beberapa modus Soceng yang perlu diwaspadai yaitu: Phising, Pretexting, Baiting, Sniffing termasuk Skimming dan Carding.
4. Untuk menghindari kejahatan Soceng maka masyarakat dihimbau untuk dapat:
a) Jaga kerahasian data pribadi dan jangan memposting di media sosial.
b) Aktifkan Two-factor authentication pada akun media sosial atau aplikasi keuangan.
c) Waspada penipuan yang mengaku petugas bank yang menanyakan data pribadi.
d) Cek keaslian telepon, akun media sosial, email, dan website bank.
e) Aktifkan notifikasi transaksi rekening dan cek histori rekening secara berkala.
5. Dalam menjalankan amanat UU OJK yang berkaitan dengan pengaturan dan pengawasan PUJK serta perlindungan konsumen, OJK berwenang dan telah menetapkan beberapa POJK dan SEOJK yang berkaitan dengan keamanan aset, privasi dan data konsumen terutama dalam hal penggunaan teknologi informasi oleh PUJK sebagai berikut:
a) Dari segi pengawasan perbankan, OJK telah mengeluarkan POJK No. 38 Tahun 2016 tentang Manajemen Risiko dalam Penggunaan TI oleh Bank Umum. POJK ini dikeluarkan untuk mendukung penggunaan Sistem Elektronik yang terintegrasi agar bank dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional serta memberikan layanan perbankan yang lebih baik kepada nasabah.
b) Dari segi perlindungan konsumen, OJK telah mengeluarkan POJK No. 6 Tahun 2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di SJK yang merupakan penyempurnaan dari POJK No. 1 Tahun 2013. Beberapa pokok pengaturan penting terkait keamanan data nasabah antara lain yaitu dalam hal PUJK menggunakan teknologi informasi untuk mengelola data dan/atau informasi pribadi Konsumen, PUJK wajib menggunakan teknologi informasi yang andal serta menjamin keamanan data dan/atau informasi pribadi Konsumen dengan melakukan pengecekan kelayakan dan/atau keamanan secara berkala serta wajib menjaga keamanan dana dan/atau aset Konsumen yang berada dalam tanggung jawab PUJK. Secara reguler maupun insidentil (melalui penerimaan pengaduan masyarakat) OJK melakukan pemeriksaan kepatuhan PUJK terhadap berbagai ketentuan tersebut. (adv/rivani)
Banjarmasin
“Banua QRIStival 2026”, Gubernur Kalsel Dorong Digitalisasi dan Perluas Transaksi QRIS Masyarakat
BalainNews.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Subhan Noor Yaumil membuka puncak kegiatan Banua QRIStival 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kalsel pada Sabtu pagi (23/05/2026) di halaman Kantor Gubernur di Jenderal Sudirman Kilometer 0 Banjarmasin.
Kegiatan diawali jalan santai (fun run) kurang lebih 5 kilometer, lalu dilanjutkan pengundian hadiah yang diselingi berbagaipertunjukan hiburan itu, diikuti ribuan masyarakat Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Disampaikan bahwa Gubernur H Muhidin sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia bersama perbankan lainnya ini, karena dinilai sukses mendorong perluasan digitalisasi pembayaran dan meningkatkan penggunaan pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan masyarakat.
Terlebih, kegiatan telah memadukan edukasi transaksi digital dengan aktivitas olahraga, kompetisi, kuliner, dan hiburan sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kemudahan transaksi non tunai melalui QRIS.
Metode pembayaran dengan QRIS dianggap pentig karena memiliki beberapa keuntungan, antara lain praktis dan cepad, bersilat universal (satu kode untuk semua), dan meningkatkan keamanan.
Pada kesempatan itu, Plh Sekdaprov Subhan Noor Yaumil didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fadjar Majardi setelah mengibarkan bendera star tepat di titik kilometer 0 itu, turut berjalan kaki mengitari rute yang ditentukan panitia yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan A’s Musaffa, Jalan Djok Mentaya, Jalan RE Martadinata, Jalan Lambung Mangkurat, lalu finis di titik awal.
Fadjar Majardi, mengatakan, hingga saat ini jumlah pengguna QRIS di Kalsel mencapai 832 ribu pengguna.
Sementara jumlah merchant yang telah menggunakan layanan tersebut tercatat sekitar 560 ribu merchant dengan total transaksi mencapai 24,7 juta transaksi.
“Pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS terus meningkat. Kami akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS agar pemanfaatannya semakin luas di Kalimantan Selatan,” sebut Fadjar.
Dikatakan, Banua QRIStival 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga bertujuan memperkuat literasi keuangan digital masyarakat.
Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat mendukung percepatan transformasi digital sistem pembayaran sekaligus memperluas ekosistem transaksi non tunai di Kalimantan Selatan.
Banua QRIStival 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei 2026 yang menghadirkan kegiatan, antara lain lomba band musik tradisional kontemporer Kalsel, lomba tari kreasi, permainan tradisional, serta fashion show sasirangan. [adv/riv/sal]
Sebarkan
Banjarmasin
Bank Kalsel Dukung “Fun Walk BANUA QRISTIVAL 2026”
BalainNews.com, BANJARMASIN – Sebentar lagi ada acara seru digelar Bank Kalsel yaitu jalan sehat “Fun Walk” BANUA QRISTIVAL 2026.
Acara ini bisa diikuti oleh siapa saja, sehingga peserta bisa mengajak keluarga, sahabat dan orang tersayang.
Acara bakal digelar di Siring 0 Km, Jalan Jendral Sudirman, Banjarmasin pada Minggu (24/5/2026) pagi.
Panitia menentukan, jarak tempuh jalan sehat ini sekitar 3 kilometer.
“Kuota terbatas hanya 2.300 peserta,” ujar Humas Bank Kalsel, dikutip Minggu (17/5/2026).
Bagi yang berminat, simak dulu syarat dan ketentuannya berikut ini:
Syarat & Ketentuan:
• Pendaftaran melalui banuaqristival.id atau pindai barcode di atas
• Isi formulir & scan QRIS Rp1 untuk bukti pendaftaran
• Pendaftaran dibuka mulai 11 Mei 2026
• Kuota terbatas hanya 2.300 peserta
• Jarak tempuh ±3 KM
• Doorprize diundi di akhir acara
[adv/riv]
Banjarmasin
Banua Qristival 2026, Bank Kalsel Gelar Fun Zumba Berbagai Doorprize
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali menyapa warga Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin melalui gelaran Banua Qristival 2026. yang digelar di Halaman Eks Kantor Gubernur (Siring 0 KM), Kota Banjarmasin.
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Kamis, acara ini mengusung semangat gaya hidup sehat yang dirancang untuk menjadi ajang kumpul seru bagi keluarga, sahabat, hingga komunitas olahraga.
Acara Banua Qristival 2026 ini, dilaksanakan pada Sabtu Pagi (23/5), yang diharapkan seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kota Banjarmasin dapat ikut serta dalam kemeriahan Fun Zumba.
Selain berolahraga pada ajang Banua Qristival, warga yang hadir mendapat pengalaman bertransaksi digital yang mudah lewat QRIS.
Untuk mengikuti Fun Zumba Bank Kalsel memberikan kemudahan dengan Cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp1 (satu rupiah) melalui QRIS.
Berikut langkah mudah untuk melakukan pendaftarannya:
• Kunjungi situs resmi di banuaqristival.id atau scan barcode yang tersedia di media sosial resmi Bank Kalsel.
• Isi formulir pendaftaran dengan data diri lengkap.
• Lakukan scan QRIS senilai Rp1 sebagai bukti pendaftaran yang sah.
• Simpan bukti transaksi tersebut untuk ditukarkan dengan kupon undian dan stiker nomor dada di lokasi acara.
Selain badan jadi sehat dan hati jadi senang, para peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik. Panitia telah menyiapkan deretan doorprize yang akan diundi langsung di akhir acara Fun Zumba.
“Nikmati suasana penuh energi dan keseruan bersama keluarga, sahabat, dan orang tersayang. Yuk, ajak teman-temanmu untuk ikut seru-seruan di Fun Zumba Banua Qristival 2026!” tulis manajemen Bank Kalsel dalam ajakannya. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
Jualan Makin Mudah dan Praktis Bersama QRIS Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Jualan sekarang makin mudah dan praktis bersama QRIS Bank Kalsel. Cukup satu scan, transaksi langsung masuk real-time dan bisa dipantau kapan saja lewat aplikasi Merchant QRIS.
Cocok buat kamu yang ingin usaha maki kekinian, cepat, dan pastinya makin cuan, “Yuk segera daftarkan usahamu jadi Merchant QRIS Bank Kalsel sekarang!,” ajak Bank Kalsel.
Adapun syarat dan ketentuan :
1. Merchant mengisi dan menandatangani formulir permohonan pendaftaran layanan QRIS Bank Kalsel yang didapat dari petugas Cabang Bank Kalsel dan dilengkapi dengan materai.
2. Menyerahkan copy identitas dan copy NPWP dan menunjukkan aslinya kepada Bank.
3. Telah membaca dan memahami Ketentuan layanan Merchant QRIS Bank Kalsel.
4. Mempunyai rekening di Bank Kalsel.
5. Informasi detail mengenai merchant qris dapat melalui website :
https://www.bankkalsel. co. id/produk/detail/
idmerchant-qrisenmerchant-qris/100
[adv/riv]
SebarkanEkonomi
Rakornas Inkopontren 2026, KH Marsudi Syuhud Dorong Santri Jadi Bos Besar
BalainNews.com. JAKARTA – Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di SME Tower Smesco Jakarta, Rabu-Kamis, 20–21 Mei 2026. Forum nasional ini menegaskan arah baru pemberdayaan ekonomi pesantren agar santri tidak lagi hanya menjadi penerima bantuan sosial, melainkan pelaku utama ekonomi nasional.
Ketua Umum Inkopontren, KH Marsudi Syuhud, menekankan bahwa santri dan kalangan pesantren harus memiliki mental sebagai pengusaha dan pemberi manfaat bagi masyarakat.
“Ada sekitar 42 ribu pondok pesantren. Jika seluruh santri dan pesantren menjadi pembayar zakat, pemberi sedekah dan infak terbesar, itu sesungguhnya tujuan kita,” ujar KH Marsudi Syuhud dalam sambungan Zoom dari Mekkah, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, semangat ekonomi pesantren harus diarahkan pada kemandirian dan kekuatan usaha. Ia menilai santri dan kyai tidak boleh terus berada pada posisi penerima zakat semata.
“Menjadi pembayar zakat, sedekah dan infak artinya kita disuruh menjadi bos besar. Mental santri dan kyai harus diubah agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang kuat,” tegasnya.
Dalam Rakornas tersebut, KH Marsudi juga mengajak seluruh jajaran Inkopontren membangun warisan besar bagi generasi mendatang melalui penguatan koperasi pesantren.
“Inkopontren berdiri sejak 1998. Ini harus memiliki legacy dan menjadi peninggalan yang bermanfaat untuk masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, menilai koperasi pondok pesantren memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi nasional hingga internasional. Menurutnya, pesantren memiliki basis massa, sumber daya, serta posisi tawar yang kuat dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Koperasi pondok pesantren harus bisa menjadi pemilik korporasi nasional dan internasional. Karena itu harus aktif, kreatif dan cermat melihat peluang usaha untuk membuka lapangan pekerjaan,” ujar Bambang.
Dukungan juga datang dari pemerintah. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Nuryanti, menyebut keberadaan Inkopontren sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kewirausahaan nasional dan penciptaan lapangan kerja.
Ia mengungkapkan pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai empat persen sebagai syarat menuju negara maju. Saat ini angka tersebut berada di level 3,29 persen.
“Angka menuju empat persen menjadi realistis dengan dukungan aktivitas Inkopontren,” ucap Nuryanti.
Kementerian Ketenagakerjaan, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung penguatan ekonomi pesantren melalui pelatihan vokasi berbasis pondok pesantren.
Rakornas Inkopontren 2026 ditutup dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama sejumlah mitra sebagai langkah memperluas penguatan ekonomi koperasi pesantren di Indonesia. [aff/riv]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle3 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah3 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali
-
Banjarmasin2 tahun agoLantik PDK Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, Paman Birin : Terus Eratkan Kebersamaan Warga Banjar Di Seluruh Tanah Air
-
Daerah2 tahun agoDayat El, Anak Muda Dari Banua Resmi Dilantik Jadi Anggota DPD RI

