Paman Birin Serahkan Penghargaan Perkantoran Ramah Lingkungan, Dinas Kehutanan Terbaik SKPD - BalainNews.com
Connect with us

Banjarbaru

Paman Birin Serahkan Penghargaan Perkantoran Ramah Lingkungan, Dinas Kehutanan Terbaik SKPD

Published

on

Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso menyerahkan Penghargaan Perkantoran Ramah Lingkungan kepada SKPD. (Foto : Yusnadianoor)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso menyerahkan Penghargaan Perkantoran Ramah Lingkungan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lingkup Pemprov Kalsel tahun 2023 di Gedung DR KH Idham Khalid Banjarbaru, Senin (28) pagi.

Penyerahan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap SKPD yang telah menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dalam pengelolaan kantor ramah lingkungan.

Hal ini sejalan dengan inisiatif Paman Birin melalui Dinas Lingkungan Hidup Kalsel untuk mewujudkan Kalsel yang hijau, asri, dan berkelanjutan.

Membiasakan pola perilaku dalam aktivitas perkantoran terutama dalam hal efisiensi penggunaan daya listrik, air, pengelolaan sampah dan pemanfaatan lingkungan kantor sebagai ruang terbuka hijau menjadi perhatian penting.

Melalui penilaian Perkantoran Ramah Lingkungan tersebut mendorong setiap SKPD lingkup Kalsel untuk melakukan aksi nyata mendukung penyerapan emisi karbon dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Penilaian tersebut dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari berbagai SKPD yang ditetapkan melalui surat keputusan Gubernur.

Adapun peniliaian kriteria ini terdiri dari 6 komponen penting yaitu kebijakan dan dukungan pimpinan, Pengelolaan sampah, efisiensi energi , ruang terbuka hijau, kenyamanan, keindahan, estetika, dan pengadaan barang peralatan kantor dan ramah lingkungan serta penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Dalam Penghargaan Perkantoran Ramah Lingkungan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lingkup Pemprov Kalsel tahun 2023 Peringkat pertama, dengan nilai akhir 75,57 yang masuk dalam kategori baik, diraih oleh Dinas Kehutanan Kalsel.

Diikuti oleh peringkat kedua, yang diperoleh oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, dengan nilai 60,81, yang juga masuk dalam kategori cukup baik.

Sedangkan peringkat ketiga, dengan nilai 60,46, juga masuk dalam kategori cukup baik, diperoleh oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel.

Selanjutnya, terdapat 8 SKPD lainnya dengan nilai di kisaran 50 hingga 60, yang juga masuk dalam kategori cukup baik. Sementara itu, terdapat 21 SKPD dengan nilai antara 30 dan 50, serta 9 SKPD yang belum berpartisipasi dalam program perkantoran ramah lingkungan.

Dalam sambutan tertulisnya Paman Birin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso, memberikan apresiasi yang tinggi kepada instansi-instansi yang telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Kegiatan ini sangat baik sekali, dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk terus berkomitmen dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, dimulai dari kawasan perkantoran tempat dimana kita bekerja dan mengabdi,” ujar Paman Birin

Lebih lanjut, Paman Birin menyampaikan bahwa kantor-kantor yang menerima penghargaan pada hari ini telah menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak hanya mungkin dilakukan, tetapi juga memberikan manfaat yang besar, baik bagi operasional maupun bagi aparatur di dalamnya.

“Penggunaan energi yang efisien, pengelolaan limbah yang baik, serta penerapan praktik-praktik hijau dalam kehidupan sehari-hari adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Kepada para penerima penghargaan, Paman Birin mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Ia berpesan agar mereka terus berinovasi dan menjadi contoh yang baik bagi kita semua.

“Semoga pencapaian ini menjadi langkah-langkah besar lainnya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu dalam laporan panitia penyelenggara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan bahwa upaya pengurangan emisi gas rumah kaca harus dilakukan oleh setiap orang.

“Menghadapi isu global dan dampak perubahan iklim, maka pola hidup dan perilaku ramah lingkungan menjadi kunci penting,” ujar Hanifah

Lebih lanjut, Hanifah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengambil langkah signifikan melalui penerbitan Peraturan Gubernur Kalsel No. 97 Tahun 2020 tentang Perkantoran Ramah Lingkungan.

“Melalui kebijakan ini, semua pegawai ASN di Kalimantan Selatan dituntut untuk memahami dan menghadapi tantangan perubahan iklim yang terjadi,” terang Hanifah.

Selain itu, ia menerangkan bahwa penilaian tersebut memberikan insentif bagi SKPD untuk lebih proaktif dalam melindungi lingkungan hidup.

“Melalui penilaian perkantoran ramah lingkungan, kami mendorong setiap SKPD di Kalsel untuk bertindak secara konkret dalam mendukung upaya penyerapan karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca,” terang Hanifah.

Tidak hanya itu, Hanifah menyebutkan bahwa tahun ini Pemerintah Kalsel akan mengikutsertakan instansi vertikal yang berkedudukan di Kalsel dalam program ini.

“Penyelarasan dengan program nasional mendorong kami untuk mengubah konsep program kami menjadi lebih luas dan berorientasi pada mitigasi perubahan iklim,” ujar Hanifah

Dalam upaya penyelarasan dengan program nasional, program perkantoran ramah lingkungan di Kalsel bertransformasi menjadi program perkantoran rendah karbon dan berketahanan iklim.

Konsep ini memungkinkan perkantoran di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel untuk ikut serta dalam Proklim, dalam kategori untuk komunitas yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan oleh Gubernur Kalsel kepada para instansi penerima penghargaan serta penyerahan secara simbolis bunga anggrek menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Penyerahan Penghargaan Perkantoran Ramah Lingkungan tersebut dihadiri oleh para Asisten Gubernur dan seluruh Kepala SKPD lingkup Kalsel. [riv/rfq/adpim]

Sebarkan

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Dialog Langsung dengan Bupati/Walikota se-Kalsel, Bahas Isu Strategis Daerah

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melakukan diskusi dengan Bupati/Walikota se Kalsel. (Foto : M. Rezky Maulidja/ M. Alfian)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melakukan diskusi dengan Bupati/Walikota untuk membahas berbagai permasalahan di daerah. Gubernur pun berusaha mengakomodir segala usulan dan aspirasi yang disampaikan untuk dilakukan tindakan penyelesaian bersama.

Diskusi ini dilakukan dalam rangkaian Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalsel tahun 2026 penyusunan RKPD tahun 2027, Selasa (07/04/2026) di aula DR KH Idham Chalid Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Syahrujani mengawali topik diskusi dengan penyampaian keluhan soal banjir kiriman dari Kabupaten Balangan. Disusul permintaan Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin terkait keterbatasan lahan tempat pembuangan dan pemrosesan akhir (TPA) sampah di Kota Banjarmasin.

Sedangkan Bupati Batola H Bahrul Ilmi, meminta solusi kepada Gubernur Kalsel atas masalah yang dihadapi yakni perlunya peningkatan kualitas dan pelebaran jalan yang menghubungkan daerah setempat ke Margasari Kabupaten Tapin.

Menanggapi hal itu, Gubernur H Muhidin mengatakan, Pemerintah Provinsi memang memprioritaskan pembangunan sodetan di kawasan Banua Anam, termasuk Kabupaten Balangan, sebagai solusi penanganan banjir.

Sodetan ini direncanakan untuk mengatasi luapan air dengan mengalirkan debit banjir, salah satunya direncanakan menuju Sungai Barito dan proyek ini melibatkan koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

Adapun masalah penanganan sampah di Kota Banjarmasin, disarankan untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Batola dan Banjar.

Pemko Banjarmasin bisa meminta lahan ke Pemkab Batola dan Banjar dengan sistem kerja sama yang sama-sama menguntungkan.
Berikutnya, berkenaan permintaan pelebaran jalan di Batola, disarankan untuk membuat proposal dan menyampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum. “Kita akan bantu,” ujar Gubernur.

Permintaan serupa disampaikan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal, untuk beberapa ruas jalan di wilayahnya, disusul keluhan Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani terkait kelangsungan proyek Bendung Kinarum di Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong dan kondisi jalan menuju kawasan IKN- Kalimantan Timur.

Melihat usulan dan keluhan bupati walikota relatif sama, Gubernur H Muhidin meminta mereka terlebih dulu menyampaikan proposal, karena sudah dilakukan musrenbang di kabupaten masing-masing.

Soal anggaran terbatas, tetap akan dipertimbangkan. Namun Pemerintah kabupaten/kota ujarnya harus bergerak lebih dulu, tidak semata-mata mengandalkan bantuan Pemerintah Provinsi atau pusat.

Turut hadir dalam pertemuan, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Kapolda Kalsel Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan dan forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin, bupati/walikota se Kalsel, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan pejabat terkait lainnya. [adv/riv/sal/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Musrenbang 2026: Gubernur H Muhidin Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah Demi Arah Pembangunan Selaras

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Gedung Idham Chalid, Selasa (7/4/2026). (Foto : M. Rezky Maulidja/ M. Alfian)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan pentingnya sinergi dan keselarasan dalam perencanaan pembangunan daerah guna menjawab berbagai tantangan ke depan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Gedung Idham Chalid, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Bupati dan Walikota se-Kalsel, Kepala Bappeda kabupaten/Kota se-Kalsel, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, akademisi, tokoh masyarakat hingga pimpinan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan se-Kalimantan Selatan sebagai forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel 2025–2029.

“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah pembangunan agar lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Muhidin.

Dalam sambutannya, H. Muhidin menegaskan bahwa pembangunan Kalsel mengacu pada visi “Kalsel Bekerja” yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, berbudaya, religius, dan sejahtera. Visi tersebut diarahkan untuk menjadikan Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Kalimantan berbasis sumber daya manusia unggul dan infrastruktur terintegrasi.

Beliau juga memaparkan capaian pembangunan tahun 2025 yang dinilai menunjukkan fondasi kuat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel tercatat sebesar 76,10 atau di atas rata-rata nasional, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,22 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat, namun tetap perlu diperkuat dengan perencanaan yang matang dan terintegrasi,” ungkapnya.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,16 persen dan angka kemiskinan 3,73 persen, menjadikan Kalsel sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia.

H. Muhidin menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan harus selaras dengan agenda nasional tahun 2027, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.”

“Sinkronisasi dengan kebijakan nasional penting agar pembangunan daerah berjalan searah dan saling mendukung,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur dasar sebagai penopang pembangunan, termasuk dalam mengatasi persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

“Ke depan, kita juga harus lebih serius dalam membenahi infrastruktur yang mendukung ketahanan wilayah, termasuk pengendalian banjir yang harus dilakukan secara terpadu,” ujarnya.

Muhidin menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan lintas kewenangan dari hulu hingga hilir.

“Kita perlu langkah konkret seperti normalisasi sungai, peningkatan sistem drainase, serta pembangunan sodetan untuk mengendalikan aliran air di kawasan rawan banjir,” jelasnya.

Untuk mendukung percepatan pembangunan, Pemprov Kalsel juga mendorong sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan jembatan penghubung Tanah Bumbu–Pulau Laut, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan Pelabuhan Internasional Mekar Putih, pembangunan stadion bertaraf internasional, serta pengembangan Bandara Syamsudin Noor.

“Seluruh program ini harus berjalan selaras agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan tercipta perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terpadu, dan mampu menjawab berbagai persoalan daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas komitmen dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

Menurutnya, pelaksanaan Musrenbang ini menjadi instrumen penting dalam memastikan arah pembangunan tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kalimantan Selatan sudah menunjukkan progres yang baik, tinggal bagaimana konsistensi ini terus dijaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kualitas belanja daerah agar lebih produktif dan mampu mendorong sektor-sektor unggulan di masing-masing wilayah.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memaksimalkan potensi yang ada, baik dari sektor sumber daya alam maupun pengembangan sumber daya manusia, sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah,” tambahnya.

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti, S.T., M.T., menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini difokuskan pada penguatan konektivitas wilayah dan peningkatan pelayanan dasar, dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah agar seluruh kabupaten/kota dapat berkembang secara seimbang, serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. [adv/riv/md/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Ramai di Media Sosial, Calon Penumpang Keluhkan Sulitnya Tiket Pesawat ke Banjarmasin

Published

on

Keberangkatan penumpang bandara Syamsudin Noor H +7 Idul Fitri 1447 H. (Foto : BalainNews)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Keluhan calon penumpang terkait sulitnya mendapatkan tiket pesawat menuju Banjarmasin ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Berbagai unggahan warganet menunjukkan pengalaman serupa, mulai dari tiket yang telah habis hingga harga yang melonjak untuk penerbangan dengan rute transit.

Situasi ini memicu keresahan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak atau hendak kembali dari masa libur. Sejumlah calon penumpang mengaku harus mencari alternatif transportasi lain atau menunda perjalanan akibat keterbatasan kursi penerbangan.

Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola bandara memastikan operasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia, Ahmad Zulfia Noor, menegaskan tidak ada gangguan dalam layanan penerbangan di bandara. Sabtu (4/4/26)

“Operasional bandara berjalan normal, kemungkinan karena libur panjang,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Lonjakan permintaan pada periode libur panjang dinilai menjadi faktor utama terbatasnya ketersediaan tiket. Kondisi ini juga menjadi pengingat bagi calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal, terutama pada masa puncak mobilitas, guna menghindari kendala serupa. [riv/red]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H. Muhidin Serahkan LKPD Tahun 2025 ke BPK RI; Berharap Rapi dan Penilaian yang Baik

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited tahun 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalsel, Selasa (31/03/2026) di auditorium BPK RI di Banjarbaru. (Foto : Septian Saputra / Biro Adpim)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin menyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited tahun 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalsel, Selasa (31/03/2026) di auditorium BPK RI di Banjarbaru.

LKPD tahun 2025 diserahkan langsung Gubernur H Muhidin kepada Kepala BPK RI Perwakilan Kalsel Adriyanto disertai penandatanganan berita acara.

Penyampaian LKPD Unaudited ini merupakan bentuk pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perbendaharaan Negara, yang mewajibkan pemerintah daerah menyerahkan laporan keuangan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir, untuk dilakukan pemeriksaan oleh BPK.

“Mudahan LKPD kita nanti rapi semua, dan mendapat penilaian yang baik,” ucap gubernur usai prosesi penyerahan LKPD bersama bupati/walikota se Kalsel itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur H Muhidin mengajak bupati/walikota se Kalsel, untuk membuat program atau kegiatan rutin setiap bulan, berupa bimbingan atau pembekalan tentang pengelolaan keuangan hingga soal pelaporan dengan bimbingan pihak BPK RI.

Pada bagian lain, Gubernur juga menyampaikan ajak keikutsertaan kegiatan Komponen Cadangan (Komcad) yang diselanggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk pemerintah kabupaten/kota, dengan jumlah utusan sebanyak 50 orang.

Komcad adalah program sukarela warga negara, sumber daya alam/buatan, dan sarana prasarana nasional yang disiapkan oleh pemerintah untuk memperkuat komponen utama (TNI) dalam sistem pertahanan negara.

Namun pada kesempatan itu, gubernur mempertanyakan kepada BPK RI, apakah pembiayaan kegiatan selama dua bulan itu, dibolehkan mengunakan dana CSR pihak swasta, karena saat ini tidak dianggarkan dalam APBD murni.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Kalsel, Adriyanto menyampaikan apresiasi kepada gubernur dan kepala daerah lainnya yang menyerahkan LKPD ini. Sesuai ketentuan, LKPD diserahkan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Pemeriksaan terinci LKPD tahun 2025 ujarnya, dilaksanakan BPK RI selama 28 hari kerja yakni mulai tanggal 25 April sampai 2 Mei 2026, lalu diserahkan kepada masing-masing kepala daerah.

Tujuan pemeriksaan LKPD ujarnya, untuk memberikan opini atas kewajaran penyajian informasi keuangan dalam LKPD, yang disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan peraturan, dan efektivitas sistem pengendalian internal.

Tujuan lain, memastikan pengelolaan keuangan daerah mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI), sekaligus mengevaluasi kekuatan sistem pengendalian internal yang dibangun manajemen untuk mencegah kesalahan dan kecurangan.

Prosesi penyerahan LKPD juga dilakukan kepala daerah lainnya, dimulai Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi, Bupati Banjar Saidi Mansyur, Bupati Tapin Yamani, Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syafruddin Noor, Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru Muhammad Rusli.
Selanjutnya, Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Syamsul Rizal, Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Syahrujani, Bupati Balangan Abdul Hadi, Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani, dan Wakil Walikota Banjarmasin Ananda.

Penyertaan LKPD) Unaudited tahun 2025 juga dihadiri sekretaris daerah kabupaten/kota, dan para kepala inspektorat di wilayah setempat. [adv/riv/sal/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Teken Kontrak Jembatan Kalimantan–Pulau Laut, Gubernur H Muhidin Minta Pengerjaan Segera Dimulai

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dan Sekdaprov Muhammad Syarifuddin, menyaksikan Penandatangan Kontrak Pembangunan Jembatan Penghubung Daratan Kalimantan - Kabupaten Tanah Bumbu - Pulau Laut-Kabupaten Kotabaru (Tahun Jamak). (Foto : M. Rezky Maulidja/ Biro Adpim)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dan Sekdaprov Muhammad Syarifuddin, menyaksikan Penandatangan Kontrak Pembangunan Jembatan Penghubung Daratan Kalimantan – Kabupaten Tanah Bumbu – Pulau Laut-Kabupaten Kotabaru (Tahun Jamak) di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel di Banjarbaru pada Senin (30/3/2026)

Penandatanganan kontrak antara Bambang Asmoro dan Yusdiantoro selalu kuasa Kerjasama Operasi (KSO) dengan Kepala Dinas PUPR Kalsel Muhammad Yasin Toyib selaku pengguna anggaran itu dalam upaya percepatan pembangunan jembatan senilai Rp5,9 triliun yang telah lama diimpikan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Gubernur meminta pihak pelaksana proyek atau kontraktor, segera melakukan pengerjaannya, sehingga serapan anggaran lebih cepat.

Diharapkan tahun 2028 jembatan penghubung ini benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat Kalsel khususnya, dan pengguna lainnya.

Kelanjutan pembangunan jembatan penghubung ini ujar Gubernur H Muhidin, adalah program yang sesuai visi misi pihaknya bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Proyek ini terlaksana atas kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang turut berpartisipasi dalam penyertaan biaya masing-masing Rp100 miliar melalui APBD setempat.

Gubernur H Muhidin juga menyebut proyek lain dalam visi misinya yakni kawasan ekonomi khusus (KEK), Stadion Internasional yang terpadu dengan kawasan hutan lindung, dan jalan poros sekitar 30 kilometer yang menghubungkan Banjarbaru ke kawasan Banua Anam.

Gubernur tak lupa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Tanbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru Muhammad Rusli sebagai bentuk komitmen ikut menyelesaikan proyek strategis nasional ini.

Turut menyaksikan penandatanganan proyek ini, Direktur Jenderal Bina Marga Pekerjaan Umum, Rakhman Taufik, Bupati Tanbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru Muhammad Rusli, Tim Ahli Gubernur Kalsel, pejabat lingkup Pemprov Kalsel dan pihak terkait lainnya.

Jembatan penghubung yang ditargetkan rampung 2028 ini, bakal meningkatkan konektivitas antardaerah di Kalsel, mempercepat arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Total panjang jembatan sekitar 3.750 meter itu memiliki bentang utama cable stayed sepanjang 350 meter dan lebar 24 meter. Pembangunan bentang tengah mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp3 triliun, didukung APBD Provinsi dan Kabupaten.

Pengerjaan dilakukan bertahap (per Januari 2026 mulai pengerjaan fisik) dan ditargetkan selesai 2028 dengan melibatkan sejumlah kontraktor besar, yakni PT Adhi WSKT KSO (2025-2028), PT Hutama Karya (2025-2026), PT Pembangunan Perumahan (2025-2026), PT Asri Praya KSO (2024-2025), PT Pandji Bangun Persada (2024-2025), dan PT Adhi Karya (2015-2017). Adapun pihak perencana, dilakukan PT Pemetaan Engineering System KSO, PT Anugerah Kridpradana, dan PT Widyadaya Bandaran. [adv/riv/sal/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarbaru2 jam ago

Gubernur H Muhidin Dialog Langsung dengan Bupati/Walikota se-Kalsel, Bahas Isu Strategis Daerah

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melakukan diskusi dengan Bupati/Walikota untuk membahas berbagai permasalahan di daerah. Gubernur pun...

Banjarbaru2 jam ago

Musrenbang 2026: Gubernur H Muhidin Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah Demi Arah Pembangunan Selaras

BalainNews.com, BANJARBARU슠 Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan pentingnya sinergi dan keselarasan dalam perencanaan pembangunan daerah guna menjawab berbagai tantangan...

Kalsel3 jam ago

Dandim 1003/HSS Pimpin Syukuran Korps Raport Kenaikan Pangkat Bintara dan Tamtama

BalainNews.com, KANDANGAN Komando Distrik Militer (Kodim) 1003/Hulu Sungai Selatan menggelar acara syukuran Korps Raport kenaikan pangkat bagi prajurit Bintara dan...

Banjarbaru3 hari ago

Ramai di Media Sosial, Calon Penumpang Keluhkan Sulitnya Tiket Pesawat ke Banjarmasin

BalainNews.com, BANJARMASIN Keluhan calon penumpang terkait sulitnya mendapatkan tiket pesawat menuju Banjarmasin ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari...

Banjarbaru1 minggu ago

Gubernur H. Muhidin Serahkan LKPD Tahun 2025 ke BPK RI; Berharap Rapi dan Penilaian yang Baik

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin menyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)...

Banjarbaru1 minggu ago

Pemprov Kalsel Teken Kontrak Jembatan Kalimantan–Pulau Laut, Gubernur H Muhidin Minta Pengerjaan Segera Dimulai

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dan Sekdaprov Muhammad Syarifuddin, menyaksikan...

Banjarmasin1 minggu ago

Bank Kalsel Perluas Layanan Syariah, Membuka Tiga KCPS Baru

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan berbasis syariah dengan meresmikan tiga Kantor Cabang Pembantu Syariah...

Banjarmasin1 minggu ago

HUT ke-62 Bank Kalsel, Wali Kota Yamin: Peran Lembaga Keuangan Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BalainNews.com, BANJARMASIN Momentum Hari Ulang Tahun ke-62 Bank Kalsel menjadi refleksi penting bagi peran lembaga keuangan daerah dalam mendorong pertumbuhan...

Banjarmasin1 minggu ago

Wagub Kalsel Hadiri Undian Grand Prize NSC UMKM Banua

BalainNews.com, BANJARMASIN – Nur Sulaiman Community (NSC) melakukan pengundian Grand Prize tahap 1, pada Sabtu (28/03/2026) di Mahligai Pancasila Banjarmasin....

Banjarmasin1 minggu ago

HUT ke-62, Bank Kalsel Gelar Donor Darah Dorong Gerakan Sosial Berkelanjutan

BalainNews, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong agar kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT)...

Populer