TAP2D dan Jejak Kepemimpinan Lisa: Format Baru Pemerintahan Rasional di Banjarbaru - BalainNews.com
Connect with us

Banjarbaru

TAP2D dan Jejak Kepemimpinan Lisa: Format Baru Pemerintahan Rasional di Banjarbaru

Published

on

Prof. Husaini (kiri), H. Wahyuddin (Ujud) (tengah), Azhar “Aldo” Ridhanie (kanan). (Foto : FB-RBB)

BalainNews.com, BANJARBARU – Pemerintahan yang modern ditandai oleh kemampuannya tidak hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga mengolah pengetahuan, menyusun analisis kebijakan, serta membangun sistem pengambilan keputusan berbasis data dan pertimbangan strategis. Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby mulai menunjukkan arah ke sana.

Langkah progresif tersebut diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Wali Kota Banjarbaru Nomor 15 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tenaga Ahli Percepatan Pembangunan Daerah (TAP2D). Sebuah inisiatif kelembagaan yang patut diapresiasi karena menandai keseriusan Pemerintah Kota dalam membangun governance yang lebih berbasis bukti (evidence-based policy), dan bukan semata routine-based bureaucracy.

TAP2D: Format Baru Kepemimpinan Pemerintahan

Dalam konteks teori administrasi publik modern, TAP2D mencerminkan prinsip adaptive governance—di mana negara lokal perlu memiliki think tank internal yang dapat merespons dinamika sosial secara lebih reflektif, independen, dan lintas sektoral.

TAP2D bukan sekadar tambahan struktur, tetapi merupakan strategi memperkuat dimensi pemikiran dalam birokrasi. Fungsi mereka adalah memberi masukan alternatif, memajukan evaluasi kebijakan, serta menjadi “sumber kedua” bagi kepala daerah dalam menyusun prioritas pembangunan.

Melalui TAP2D, Wali Kota Lisa menunjukkan kesadaran bahwa birokrasi tidak cukup hanya dengan loyalitas struktural. Dibutuhkan pula kapasitas strategis untuk menjembatani antara realitas lapangan dan instrumen kebijakan.

Dari Gugatan ke Gugus Strategi: Memaknai Loyalitas Intelektual

Yang menarik, TAP2D ini kemungkinan besar dibentuk berdasarkan kepercayaan yang terbangun selama perjalanan politik Lisa, terutama pasca Pilkada 2020 dan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Jika menilik nama-nama yang diduga kuat atau diprediksi menjadi bagian dari TAP2D, tampak kombinasi antara loyalitas intelektual

Jika menilik nama-nama yang diduga kuat atau diprediksi menjadi bagian dari TAP2D karena peran strategisnya di balik layar, maka setidaknya terdapat tiga sosok yang layak disebut:

1. Azhar “Aldo” Ridhanie, mantan Ketua Bawaslu Kalsel dan pengacara muda yang berperan penting dalam mendampingi Lisa menghadapi gugatan hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi. Ia tidak hanya mengawal aspek hukum, tetapi membentuk narasi legalitas yang kuat, berbasiskan prinsip keadilan pemilu.

2. H. Wahyuddin (Ujud), pensiunan birokrat senior Pemerintah Kota Banjarbaru, yang sudah mendampingi Lisa jauh sebelum pencalonan. Ia dikenal luas di kalangan ASN sebagai figur strategis yang memahami seluk-beluk sistem pemerintahan daerah. Loyalitasnya tak hanya emosional, tetapi teknokratis—karena ia menjaga Lisa tetap berada dalam koridor pemerintahan yang akuntabel.

3. Prof. Husaini, akademisi yang tulisan-tulisannya banyak dijadikan rujukan pemilih rasional dalam membentuk opini publik pro-Lisa. Peran Prof Husaini tidak berada dalam logika kampanye konvensional, tetapi lebih pada pembangunan legitimasi intelektual. Karya-karyanya menyumbang narasi kebijakan yang kontekstual dan bernas.

Jika TAP2D nanti benar diisi oleh figur-figur semacam ini, maka itu mencerminkan bentuk ideal dari konsultan pemerintahan yang tidak hanya punya kompetensi substantif, tetapi juga ikatan moral terhadap keberhasilan kepala daerah.

Kepemimpinan yang Menginisiasi Dialog, Bukan Instruksi

Pembentukan TAP2D juga menandai pergeseran gaya kepemimpinan Lisa. Dari yang sebelumnya harus membuktikan legitimasi elektoral, kini ia memfokuskan diri pada membangun legitimasi kinerja. Alih-alih instruktif, Lisa kini mendorong partisipasi intelektual dalam pengambilan kebijakan.

Kegiatan seperti Kemah Wisata 2025, upaya meredam gejolak harga gas melon, serta konsistensinya membangun platform komunikasi publik, merupakan indikasi bahwa Lisa tidak memimpin sendirian. Ia membentuk ekosistem berpikir, dan TAP2D adalah bagian dari desain itu.

Menuju Pemerintahan Daerah Berbasis Pengetahuan

Tentu TAP2D masih harus diuji efektivitasnya. Tapi niat membangun instrumen pemikiran dalam pemerintahan daerah adalah langkah yang jarang dilakukan kepala daerah lain, terutama yang masih dalam periode awal kepemimpinan.

Menuju Pemerintahan Daerah Berbasis Pengetahuan

Kita patut memberi apresiasi. Dalam situasi ketika banyak kepala daerah masih berkutat dengan pencitraan media sosial, Wali Kota Lisa justru memilih membentuk policy advisory body yang strukturnya mungkin tidak populer, namun sangat dibutuhkan.

Jika dikawal dengan transparansi dan akuntabilitas, TAP2D bisa menjadi best practice bagi kota-kota lain di Kalimantan Selatan. Bahkan menjadi role model nasional, bahwa pengambilan keputusan di daerah bisa bersandar pada pemikiran strategis, bukan hanya kekuasaan administratif. Dengan format seperti ini, Banjarbaru tak hanya bergerak. Ia berpikir. Dan itulah bentuk tertinggi dari kemajuan. [riv]

Oleh: M. Sulthon, SH,MM

Sebarkan

Banjarbaru

Hadirkan Perjalanan Seamless, Bandara Internasional Syamsudin Noor Siapkan Layanan Top-Up Kartu Elektronik

Published

on

BalainNews.com, BANJARBARU – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) hadirkan layanan khusus untuk _top-up_ kartu elektronik di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Sebagai upaya untuk menghadirkan rangkaian perjalanan yang _seamless_ mulai dari pintu gerbang hingga lepas landas, Bandara Internasional Syamsudin Noor menerapkan pembayaran parkir non-tunai dengan menggunakan kartu elektronik di seluruh gerbang masuk dan keluar kendaraan.

“Kita sudah mulai pembayaran non-tunai di Bandara Internasional Syamsudin Noor sejak November 2023 dengan menggunakan kartu elektronik. Selama penerapannya, kami melihat ada kebutuhan para pengguna jasa yang urgent ketika saldo pembayaran kurang atau bahkan kartu hilang, untuk itu kami hadirkan layanan untuk solusi atas kondisi tersebut”, terang General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana.

Bekerja sama dengan Bima Trans, layanan yang dapat diakomodir adalah pembelian kartu baru seharga Rp 60.000,00 (termasuk saldo senilai Rp 20.000,00), penyewaan kartu elektronik dengan biaya Rp 20.000,00 (belum termasuk saldo untuk pembayaran tarif parkir), dan top-up dengan biaya Rp 5.000,00/transaksi. Saat ini jenis kartu elektronik yang tersedia adalah e-Money Mandiri, Flazz BCA, Brizzi BRI, dan BNI TapCash.

Seluruh layanan tersebut berlokasi di dua titik, yaitu Toll Gate Utama dan Toll Gate Area Perkantoran untuk kendaraan roda dua maupun roda empat selama 24 jam setiap hari.

“Untuk menggunakan layanan ini, para pengguna jasa cukup menyampaikan kebutuhannya ke petugas yang _standby_ di toll gate, Kami harap dengan hadirnya layanan ini akan semakin memudahkan dan mempercepat proses tap in dan tap out pembayaran parkir kendaraan di Bandara Internasional Syamsudin Noor serta sejalan dengan kebijakan cashless government yang diterapkan oleh pemerintah”, tutup Millyas. [riv/va]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Antisipasi Siklus Kebakaran Berulang, Gubernur H Muhidin Tekankan Pembangunan Sistem Air hingga Penyiapan Peralatan

Published

on

Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. (Foto/Adpim)

BalainNews.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah pusat, TNI-Polri dan instansi terkait mulai mengarahkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada penyelesaian tiga kawasan yang dinilai menjadi titik krusial di Kota Banjarbaru, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang dan Pekayuan Landasan Ulin.

‎Penanganan karhutla kini tidak lagi sekadar mengejar titik api, tetapi diarahkan untuk membangun sistem permanen yang mampu memutus siklus kebakaran berulang setiap musim kemarau. Ketersediaan air, perendaman lahan, penempatan pompa hingga penyediaan kolam biofloc portable menjadi bagian dari strategi tersebut.

‎Strategi itu dibahas Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat meninjau Posko Pantau Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Rabu (26/8/2026) sore.

‎Gubernur Kalsel H. Muhidin menilai persoalan air harus segera ditangani karena menjadi salah satu kendala utama pemadaman karhutla di sejumlah kawasan.

‎“Kita mengalami kekurangan air di sini. Karena itu, bagaimana kita menyikapi dan mengatasi persoalan air ini harus segera dibahas dan ditindaklanjuti,” sampai Gubernur H. Muhidin disela meninjau lokasi.

Gubernur H. ‎Muhidin meminta setiap hasil koordinasi segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Kecepatan juga diperlukan ketika titik api membesar, termasuk melalui water bombing apabila kondisi dan status darurat memungkinkan.

‎Masyarakat juga diminta segera melaporkan titik api agar dapat ditindaklanjuti sebelum meluas. Dengan Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang dan Pekayuan sebagai fokus utama, pemerintah kini berupaya mengubah pola penanganan karhutla Kalsel dari sekadar memadamkan api menjadi mengendalikan kawasan.

‎Targetnya bukan hanya memastikan api padam hari ini, Gubernur H. ‎Muhidin mengatakan bahwa membangun sistem air, peralatan, personel dan pola pencegahan yang membuat kebakaran lebih sulit berulang pada musim kemarau berikutnya.

‎Sementara itu, Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, tiga kawasan tersebut kini telah memiliki strategi penanganan yang lebih jelas. Pemerintah tidak ingin penanganan berhenti pada pemadaman, tetapi menghasilkan sistem permanen untuk menghadapi karhutla yang berulang.

‎“Dengan telah ditemukannya strategi permanen ini, kita sedikit lebih tenang untuk bersama-sama menghadapi musim kemarau yang relatif panjang,” tegas Hanif.

‎Di Guntung Damar, pemerintah menerapkan strategi perendaman dengan memanfaatkan air dari sistem Irigasi Riam Kanan. Namun, sejumlah sungai yang masih terbuka membuat air belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

‎Karena itu, Hanif menyebut pemerintah melakukan penutupan dengan meningkatkan tabat atau dinding penahan air hingga sekitar satu meter. Perbedaan tinggi muka air antara bendungan dan jalan raya di kawasan Guntung Damar sekitar satu meter.

‎Jika proses penutupan selesai, kawasan utama ditargetkan dapat terendam dalam waktu satu hingga dua hari. Setelah zona utama terendam, penanganan dilanjutkan ke zona samping menggunakan pompa portable.

‎Dukungan peralatan juga diperkuat. Kementerian Pertahanan menyediakan 50 unit pompa portable, sedangkan Kementerian Pertanian memberikan 30 unit pompa.

‎Pemerintah juga telah melakukan blocking dan memperkuatnya dengan pompa air serta excavator long arm. Tambahan pompa disiapkan untuk mempercepat proses perendaman kawasan.

‎“Kita harapkan dalam waktu dua sampai tiga hari area tersebut dapat terendam sehingga api dapat kita fokuskan pada daerah sekitar dan zona utama,” ungkap Hanif Faisol.

‎Sementara itu, Pekayuan menjadi tantangan tersendiri karena luas kawasan yang mencapai sekitar 900 hektare dan sekitar 500 hektare di antaranya disebut mengalami kebakaran berulang.

‎Keterbatasan air menjadi persoalan utama. Pemerintah kemudian mulai membangun sistem penanganan berbasis jaringan titik air.

‎Sebanyak enam unit biofloc portable telah disiapkan. Masing-masing memiliki kapasitas sekitar 12.000 liter dan dapat dipindahkan mendekati lokasi yang membutuhkan pasokan air.

‎Air dapat diisi dari sumber di pinggir jalan, kemudian didistribusikan secara estafet hingga mendekati titik kebakaran. Ke depan, jumlah biofloc ditargetkan mencapai sekitar 144 unit dengan pola penempatan berjarak sekitar 250 x 250 meter.

‎“Yang sudah siap hari ini ada enam unit biofloc. Kita siapkan agar keenam unit tersebut siap digunakan. Setiap kolam memiliki kapasitas 12.000 liter,” terang Hanif Faisol.

‎Biofloc bukan menjadi satu-satunya solusi. Pemerintah juga melakukan survei geolistrik untuk menemukan sumber air permanen. Dari survei awal ditemukan sumber air dengan kedalaman sekitar 40 meter dan debit yang dinilai cukup besar.

‎Hanif menegaskan, operasi modifikasi cuaca (OMC) saat ini tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena kondisi awan yang tidak memungkinkan. Karena itu, operasi darat menjadi strategi utama.

‎“Kita melakukan perang darat,” tegas Hanif.

‎Pola tersebut menempatkan ketersediaan air sebagai fondasi utama penanganan. Pemerintah tidak hanya mengejar api yang terlihat di permukaan, tetapi juga berupaya membasahi kawasan, menjaga kelembapan tanah dan membangun cadangan air yang dapat digunakan kembali ketika titik api muncul.

‎Di sisi lain, pemerintah menghadapi persoalan ketersediaan air dari Waduk Riam Kanan. Hanif menyebut muka air Dam Riam Kanan saat ini berada sekitar 56,25 meter. Tanpa tambahan air yang berarti, muka air diperkirakan turun sekitar 2,5 sentimeter setiap hari.

‎Dalam sekitar 30 hari terakhir, kawasan tangkapan air Riam Kanan disebut tidak memperoleh imbuhan air yang berarti, sementara aliran keluar mencapai sekitar 12.500 liter per detik.

‎Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air dari sistem Riam Kanan juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta operasional pembangkit listrik.

‎Berdasarkan proyeksi Satlak Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan, hujan signifikan baru diperkirakan terjadi pada dasarian ketiga atau sekitar akhir November. Pemerintah pun harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pemadaman karhutla, kebutuhan air masyarakat dan keberlangsungan sistem Riam Kanan.

‎Adapun, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, penanganan karhutla di Pekayuan melibatkan sekitar 350 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan serta unsur perusahaan.

‎Personel dibagi dalam tiga sif agar penanganan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

‎“Area yang menjadi tanggung jawab kami kurang lebih 900 hektare,” ungkap Irjen Pol Rosyanto.

‎Selain posko utama, sejumlah posko tambahan didirikan di sekitar kawasan Pekayuan untuk mempercepat koordinasi dan respons terhadap titik api.

‎Menurut Rosyanto, pencarian sumber air menjadi salah satu prioritas karena keterbatasan air selama proses pemadaman. Dari pencarian tersebut, tim menemukan sumber air dengan debit yang dinilai cukup besar.

‎Upaya pencegahan juga mulai disiapkan dengan melibatkan akademisi untuk mencari pendekatan agar kebakaran tidak kembali berulang. Masyarakat dan pemilik lahan nantinya didorong membuat biopori untuk menjaga kelembapan tanah bagian bawah setelah api dipadamkan. [adv/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Jaga Inflasi dan Kestabilan Harga Pangan, Pemprov Harapkan Kabupaten/Kota Miliki Outlet TPID

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin. (Foto/Adpim)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin mengikuti rapat koordinasi pembahasan langkah konkret pengendalian inflasi di daerah secara virtual, di Command Center Setda Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Rakor dipimpin oleh Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), Komjen Pol. Tomsi Tohir yang diikuti secara virtual juga oleh Gubernur, Bupati Wali Kota serta Forkopimda dari seluruh Indonesia ini, juga membahas mengenai Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah.

Usai rakor, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin menyampaikan, untuk ketersediaan Bahan Pokok di Kalsel aman terkendali.

“Minggu ketiga Agustus ini, dari Rapat Koordinasi kita hari ini dengan Kemendagri, kita melihat Indeks Perkembangan Harga kita di posisi yang stabil. Mudah-mudahan langkah dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik provinsi maupun kabupaten kota dapat terus dilaksanakan. Seperti gerakan pangan murah dan sejenisnya. Sehingga harga-harga dapat terus stabil,” jelas Rusma Khazairin.

Ditambahkan Rusma, pihaknya juga selalu melakukan pemantauan sistem pendistribusian pangan di daerah, dengan koordinasi dan kerjasama yang baik dipastikan Rusma, tingkat inflasi dapat selalu stabil.

“Kami juga berharap, kedepan Kabupaten Kota memiliki outlet TPID. Di sanalah nantinya, dapat menjadi barometer kestabilan harga di daerah. Karena di outlet ini kan menjual dibawah atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ucap Rusma.

Lebih jauh, Rusma menjelaskan fungsi utama outlet TPID ini, selain dapat menjaga harga tetap stabil, juga dapat menekan Inflasi.

 

“Fungsi lainnya juga dapat mengendalikan lonjakan harga pangan di daerah, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat terjadi gejolak pasar. Selain itu juga dapat memastikan keamanan stok. Sehingga memudahkan warga mendapatkan pasokan barang kebutuhan dasar dengan mudah dan terjangkau,” tutup Rusma.

Sementara itu sebelumnya, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir dalam rakor meminta kepada seluruh pemerintah daerah, menindaklanjuti apa yang telah disampaikan dalam rapat kali ini. Baik terkait pengendalian inflasi maupun implementasi program. [adv/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Resmi Tutup Kalsel Expo 2026, Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung 1.2 Juta Orang

Published

on

Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin resmi menutup Kalsel Expo 2026. (Foto/Adpim)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin resmi menutup Kalsel Expo 2026 di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Senin (17/8/2026) malam.

Penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, bersama Ketua BKOW Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar bersama jajaran Forkopimda Kalsel masing-masing beserta Istri, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin bersama Ketua DPW Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin dan Walikota Banjarmasin, H.M. Yamin beserta, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, serta peserta expo.

Kalsel Expo 2026 yang berlangsung sejak 12 Agustus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.

Kegiatan ini menjadi ruang promosi produk daerah sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dan dunia usaha dengan menghadirkan 325 stan, termasuk 100 stan UMKM.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, event organizer, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan expo hingga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

“Penjualan selama Expo totalnya lebih dari Rp20 miliar.” ujar Gubernur H. Muhidin.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kegiatan expo sebagai sarana promosi sekaligus membuka pasar bagi produk Banua, mulai dari kendaraan, alat berat hingga berbagai produk UMKM.

Selain itu, Gubernur H. Muhidin juga mendorong agar kegiatan serupa lebih sering digelar dengan melibatkan berbagai instansi dan pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin menegaskan Pemprov Kalsel, siap memberikan ruang bagi instansi yang ingin menggelar expo di kawasan perkantoran pemerintah daerah.

“Mari kita bersama-sama menghidupkan UMKM dan kulineran yang ada di Kalsel.” tegasnya.

Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin turut mengapresiasi kekompakan Forkopimda Kalsel yang selama ini aktif bersama pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan di Banua.

“Inilah bukti kekompakan yang ada.” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin berharap semangat Kalsel Expo tidak berhenti setelah kegiatan ditutup, tetapi terus berlanjut melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan semakin terbukanya peluang usaha bagi masyarakat.

“Kalsel Expo 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup.” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel H. Ahmad Bagiawan, S.Pd., M.M. melaporkan, transaksi selama pelaksanaan expo mencapai lebih dari Rp20 miliar.

“Total transaksi Kalsel Expo 2026 lebih dari Rp20 miliar.” kata Ahmad Bagiawan.

Bagiawan menjelaskan, nilai tersebut berasal dari transaksi yang tercatat sebesar Rp19,33 miliar, kemudian bertambah dari penjualan satu unit ekskavator senilai sekitar Rp1,3 miliar serta dua unit mobil listrik dengan nilai sekitar Rp600 juta.

Selain transaksi, Kalsel Expo 2026 juga mencatat jumlah pengunjung yang cukup tinggi. Selama enam hari pelaksanaan, tercatat sekitar 1.278.000 pengunjung hadir di lokasi expo.

“Selama enam hari, sekitar 1.278.000 orang berkunjung ke Kalsel Expo.” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Bagiawan mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi apabila Kalsel Expo kembali digelar tahun depan.

“Kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun depan.” katanya.

Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang lomba stan dan kegiatan pendukung Kalsel Expo 2026. Hadiah kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin.

Kategori SKPD Provinsi dimenangkan Bapenda Kalsel, disusul Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel sementara stan terfavorit diraih Dinas Kominfo Kalsel.

Untuk kategori Kabupaten/Kota, juara pertama diraih Tanah Bumbu, disusul Kotabaru dan Hulu Sungai Utara.

Korem 101/Antasari menjadi juara pertama kategori Instansi Vertikal, diikuti Lanud Syamsudin Noor dan Polda Kalsel.

Kategori BUMN dimenangkan Bank Kalsel, disusul Bank BSI dan PT PLN. Sementara kategori Perusahaan Swasta diraih PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan Hutan Rindang Banua.

Kategori Organisasi Sosial/Profesi dimenangkan Dekranasda Tapin, Dekranasda HSS, dan PKK Kalsel.

Untuk lomba pendukung, lomba memasak dimenangkan Dinas ESDM Kalsel, turnamen Esport oleh Tim OPR, lomba menggambar oleh Safira Talita Arumi, dan lomba mewarnai oleh Dinara Nabila.

Penyerahan hadiah sekaligus menjadi penutup rangkaian Kalsel Expo 2026 yang diharapkan terus menjadi wadah promosi, memperluas pasar, dan membuka peluang usaha bagi produk serta UMKM Banua. [adv/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur Kalsel H Muhidin Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Kobarkan Semangat Perjuangan Pahlawan Merebut Kemerdekaan

Published

on

Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin beserta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. (Foto/Adpim)

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin beserta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman beserta Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (17/8/2026)

Bertindak sebagai Inspektur upacara, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin memimpin langsung rangkaian upacara yang dalam prosesinya dikibarkan dengan khidmat Sang Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang merupakan putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang berasal dari 13 kabupaten/kota di bawah asuhan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Selatan.

Dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan ini, bertindak sebagai Pembawa Baki, Quensha Anindya Pitoko, dari SMA Negeri 1 Marabahan Barito Kuala. Untuk Penggerek Bendera, Ramadani Haikal Nur Fadilah, dari SMA Darul Hijrah Kabupaten Banjar, Pembentang Bendera , Muhammad Ilham dari SMA Negeri 4 Banjarbaru. Sementara untuk Komandan Kelompok 8 adalah Muhammad Rizki Fajar dari SMA Negeri 1 Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru dan Komandan kelompok 17, Muhammad Dede Mubadillah dari SMA Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.

Suasana semakin syahdu saat seluruh peserta diajak mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Suasana semakin khidmat ketika Asisten Pemerintah dan
Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Galuh Tantri Narindra membacakan UUD Tahun 1945, yang dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H. Supian HK.

Usai upacara, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan harapannya terhadap bangsa Indonesia di usianya yang ke- 81 tahun ini.

“Alhamdulillah kita hari ini memperingati dengan penuh khidmat. Dengan momen ini, mudah-mudahan dapat mengingatkankan lagi kepada kita bagaimana perjuangan pahlawan dengan gagah berani merebut kemerdekaan Negara Indonesia kala itu,” ucap Gubernur H. Muhidin.

Gubernur H. Muhidin juga berharap generasi bangsa Indonesia khususnya yang ada di Kalsel, dapat menjadi penerus perjuangan para pahlawan, dengan terus rajin belajar untuk Indonesia lebih baik lagi.

Upacara Peringatan HUT RI ke 81 yang turut dihadiri jajaran petinggi Forkopimda Kalsel, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan seluruh unsur TNI Polri, serta seluruh Pejabat Pimpinan tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel, Perwakilan Mahasiswa, Pelajar dan tamu undangan kali ini juga semakin semarak dengan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh Paduan Suara binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan. Lagu Hari Merdeka, Halo-Halo Bandung, Berkibarlah Benderaku, serta Sapu Tangan Babuncu menggema, membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Berbalut busana adat nusantara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 inipun tampak semakin meriah. Bagaimana tidak, terlihat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin dalam momen ini sengaja menggunakan pakaian adat Banjar yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan. Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi juga tampak menggunakan pakaian adat dari Sumatera Selatan, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Masrupah Syarifuddin tampak menggunakan baju bugis dari Sulawesi.

Rangkaian upacara juga diselingi penyerahan penghargaan Kenaikam Pangkat Luar Biasa oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhudin kepada Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, dan ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan berupa sembako kepada para veteran, sekaligus penyerahan pila dan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba gerak jalan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinso Kalsel dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 Tahun 2026 ini. [adv/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarmasin18 jam ago

Ombudsman Kalsel Luncurkan Buku 15/25 dan Buku Literasi Anti Maladministrasi

BalainNews.com, BANJARMASIN Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meluncurkan dua buku, yaitu buku bertajuk 15/25: Catatan Perjalanan Melayani...

Ekonomi2 hari ago

Media Gathering Bank Kalsel 2026: Perkuat Sinergi dengan Media di Tengah Transformasi Jurnalisme

BalainNews.com, SURABAYA – Bank Kalsel kembali memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan Media Gathering Bank Kalsel 2026 yang berlangsung...

Ekonomi2 hari ago

Bank Kalsel Gandeng Tempo.co: AI Tak Gantikan Wartawan, Verifikasi Jadi Pembeda Utama Jurnalisme

BalainNews.com, SURABAYA Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan kemunculan homeless media mengubah lanskap produksi serta distribusi informasi. Di tengah perubahan tersebut,...

Ekonomi2 hari ago

Media Gathering 2026: Dari Banua ke Pasar Global, Bank Kalsel Resmi Jadi Bank Devisa

BalainNews.com, SURABAYA – Bank Kalsel resmi menyandang status sebagai bank devisa sejak 22 Juni 2026. Perubahan status tersebut menjadi langkah...

Banjarbaru3 hari ago

Hadirkan Perjalanan Seamless, Bandara Internasional Syamsudin Noor Siapkan Layanan Top-Up Kartu Elektronik

BalainNews.com, BANJARBARU – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) hadirkan layanan khusus untuk _top-up_ kartu elektronik di Bandara Internasional Syamsudin Noor....

Banjarmasin5 hari ago

Bank Kalsel Tegaskan Tata Kelola: Transparansi, Akuntabilitas, dan Integritas

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dalam rangka Bank Kalsel berterima kasih dan memberikan apresiasi terhadap fungsi kontrol sosial yang dijalankan dan memandang...

Banjarmasin7 hari ago

FJPI Kalsel Gandeng Bank Kalsel, Jurnalis Perempuan Didorong Kawal Pencegahan Karhutla

BalainNews.com, BANJARMASIN Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Selatan menggandeng Bank Kalsel menggelar Silaturahmi dan Diskusi Reflektif bertema Perempuan dan...

Banjarmasin7 hari ago

Prof Dr Ahmad Yunani: Korupsi Diberantas, Aset Dikembalikan, Hak Rakyat Dilindungi, Demokrasi Tetap Bermartabat

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada 27 Agustus 2026 mengeluarkan Surat Komitmen Penyelesaian Pembentukan RUU Tentang Perampasan...

Banjarmasin1 minggu ago

Bank Kalsel Syariah Rilis Rincian Bagi Hasil Nasabah Periode Juli 2026

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel Syariah kembali merilis rincian tingkat bagi hasil (nisbah) dan Return on Investment (ROI) terbaru bagi...

Banjarmasin1 minggu ago

Sekdaprov Buka Festival Mini Soccer Open Tournament Gubernur Cup 2026 Antar SKPD Pemprov Kalsel

BalainNews.com, BANJARMASIN – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur Kalsel membuka kegiatan Festival Mini Soccer Open...

Populer