Banjarbaru
Gubernur H Muhidin Serukan Sinergi Total Cegah Karhutla di Titik Rawan
BalainNews.com, BANJARBARU – Bakal gelar apel kesiapsiagaan karhutla, Gubernur Kalsel H. Muhidin, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhamad Muslim mengajak agar memperkuat sistem koordinasi antar lembaga dalam Rapat Koordinasi (Rakoor) Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang berlangsung di Rg. Rapat H. Maksid Lantai 3 Kantor Gubernur Kalsel, Kota Banjarbaru pada Selasa (29/7/2025)
Rapat ini dipimpin oleh Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhamad Muslim yang turut didampingi sejumlah pimpinan vertikal yakni Inspektur Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Komjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto; Inspektur III pada Inspektorat Jenderal Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Andri Gunawan; Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mutiko.
Tampak hadir juga Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta dan Sugiarto Sumas; Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra; Plt. Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai dan sebagainya.
Dalam layar ditampilkan tentang peta monitoring hari tanpa hujan berturut-turut akhir juni-pertengahan juli 2025. Dan prediksi puncak musim kemarau juga disampaikan oleh BMKG Kalsel. Pada rapat itu dibahas mengenai tim work dan rencana pembasahan/perendaman Ring I Landasan Ulin untuk melindungi Bandara Syamsudin Noor dari dampak karhutla.
Lalu, rencana penetapan status Siaga Karhutla Provinsi Kalsel, mengingat sudah 2 Kabupaten menetapkan siaga darurat, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru. Dan rencana Apel Siaga Karhutla di bulan Agustus 2025, serta rencana pengusulan OMC ke BMKG.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Bapak Gubernur mengucapkan selamat datang di Banua kami. Terkait kebakaran hutan dan lahan adalah fenomena yang terus terjadi setiap tahunnya, tentu saja kita ketahui bahwa Kalsel memiliki lahan rawa gambut. Sehingga, menimbulkan bencana karhutla yang berdampak kepada kehidupan kita,” sampai Gubernur Kalsel, H. Muhidin yang dibacakan sambutan oleh Plt. Asisten I, Mohamad Muslim.

Menurut Gubernur, kebakaran hutan dan lahan ini dapat mempengaruhi dampak kesehatan masyarakat, sektor pertanian dan perekonomian, bahkan antar negara. Terlebih di Kalsel, memiliki bentangan alam yang sangat kaya sekali maka tantangannya menjaga kawasan itu agar tidak terbakar.
Tentu saja, Gubernur mengingatkan kepada seluruh stakeholder agar dapat bersinergi dalam menjaga kawasan yang rawan terbakar, khususnya di daerah objek vital atau ring 1 yaitu Bandara Internasional Syamsuddin Noor.
“Akibat hutan yang terjadi kebakaran, maka sangat menggangu aktivitas masyarakat sekitar. Baik itu transfortasi darat, pelayanan publik dan akses perekonomian hingga stabilitas keseluruhan, maka perlu kita menyatakan siaga dari kebakaran hutan,” tegas Gubernur.
Melalui rapat supervisi pengendalian Karhutla, Gubernur ingin adanya hasil penguatan lembaga, serta evaluasi dari sistem deteksi dini dan sarana pemadaman. Diharapkan juga dapat meningkatkan koordinasi antar daerah atau lintas sektor, sehingga pencegahan tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga proaktif.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Komjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto menyebut ada 2 peristiwa Karhutla yang kerap terjadi, yaitu kebakaran dan pembakaran. Menurutnya, pembakaran itu pasti memiliki motif kepentingan tersendiri, tentunya mengarah terhadap tindakan kejahatan.
“Dalam rakoor itu menjadi satu, tidak ada lagi tuh pusat, daerah dan bagian lainnya. Terpenting itu tentukan identifikasi persoalannya apa, sehingga potensi kebakaran itu ditekan seminim mungkin. Kita kerucutkan masalah-masalahnya apa, maka identifikasi dan langkahnya itu,” ungkap Komjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto.
Setiap situasi, Komjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto mengaku pasti ada perbaikan untuk merumuskan hal-hal yang berkaitan dalam pengendalian Karhutla, demi kepentingan masyarakat sekitar. Dengan begitu, dia pun mengajak masyarakat agar menghindari dari penyebab kebakaran, dengan bersama-sama maka kita mudah menghentikan karhutla tersebut.
Dalam arahan Irjen Kemenhut, yaitu identifikasi persoalan, arahan satu kebijakan kejelasan tindak, komunikasi berita positif, pemantauan dan komunikasi sebagai Baseline perbaikan untuk perubahan pola pengendalian kebakaran (menyelesaikan ketidaktahuan untuk mengatasi permasalahan temuan).
“Kelembagaan pengendalian kebakaran dalam hal permudahan penganggaran, bukan hanya pemadaman api saja,” tegasnya.

Adapun Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra mengatakan bahwa akan gelar apel siaga karhutla karena melihat situasi dan kondisi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru telah berstatus darurat.
“Sehingga, Pemerintah Provinsi Kalsel juga menaikkan statusnya dan tinggal menunggu SK dari Gubernur, dengan itu maka kita mendapatkan pendanaan untuk pengendalian Karhutla, baik itu BMKG dan BPBD Kalsel. Kita telah bekerjasama dengan lintas instansi, yaitu TNI/Polri dan stakeholder lainnya juga untuk membangun posko dalam waktu dekat,” ungkap Aya, sapaan akrabnya.
Selain itu, Fatimatuzzahra mengatakan bahwa pembukaan pintu air juga dilakukan agar pembasahan lahan ditiap titik api. Berdasarkan data kementerian kehutanan, dia menyebut ada 1.400 titik api (hotspot).
“Sebagian besar itu masuk ke dalam Areal Penggunaan Lain (APL). Saat ini yang terdata dari BPBD Kalsel sekitar 20 hektare itu terbakar dalam kawasan hutan, sisanya itu di luar area hutan. Keduanya pun itu akan tetap kita cegah,” pungkasnya.
Diakhir, Fatimatuzzahra ingin mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kalsel, setiap KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) akan diberlakukan seperti di Tahura Sultan Adam dan sebagainya. Dia berharap, karhutla dapat dicegah secepatnya agar tidak membesar di kemudian hari. [adv/riv/Adpim]
SebarkanBanjarbaru
Lepas Jamaah Calon Haji, Gubernur Kalsel Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa untuk Keberkahan Banua
BalainNews.com, BANJARBARU – Labbaika Allahumma Labbaik, Laa Syariika Laka labbaik. Innalhamda Wan-ni’mata Laka wal mulk, Laa Syariikalak.
Lantunan talbiyah mengiringi pelepasan Jamaah Calon Haji Kloter 1 asal Banjarmasin oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang juga bertindak sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Banjarmasin, di Embarkasi Haji Banjarmasin Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Kamis (23/4/2026).
Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, dalam suasana khidmat dan penuh haru.
Ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh Gubernur H. Muhidin kepada Ketua Kloter 01 (BDJ) Banjarmasin sebagai simbol resmi dimulainya perjalanan jemaah menuju Tanah Suci.
Momen pelepasan berlangsung khidmat dengan dikumandangkannya azan dan talbiyah mengiringi langkah para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Sebanyak 360 jemaah haji Kloter 1 asal Banjarmasin dijadwalkan diberangkatkan pada Jumat (24/4/2026) pukul 00.00 WITA melalui Bandara Syamsuddin Noor.
Keberangkatan ini menjadi awal dari rangkaian proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini mencapai 6.758 orang yang berasal dari dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dari total tersebut, jemaah asal Kalimantan Selatan mendominasi dengan jumlah 5.199 orang, sementara dari Kalimantan Tengah sebanyak 1.559 orang.
Seluruh jemaah akan diberangkatkan secara bertahap dalam 19 kelompok terbang (kloter). Setiap kloter telah dipersiapkan secara matang dengan dukungan petugas guna memastikan kelancaran perjalanan serta pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 76 petugas kloter turut mendampingi jemaah, yang terdiri dari 19 ketua kloter, 19 pembimbing ibadah, 19 dokter, dan 19 perawat. Selain itu, terdapat pula 34 petugas haji daerah yang berperan dalam memberikan pelayanan dan pendampingan tambahan kepada para jemaah.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, H. Muhidin menyampaikan ucapan selamat kepada para jemaah haji kloter pertama yang terpilih berangkat pada musim haji tahun ini.
Gubernur Kalsel menegaskan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel saya mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu sekalian jemaah kloter pertama yang terpilih berangkat tahun ini. Perjalanan ini adalah panggilan Allah yang sangat mulia,” ujar H. Muhidin dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga menitipkan sejumlah pesan kepada para jemaah agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.
Orang nomor satu di Kalsel itu mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat kondisi cuaca yang berbeda dengan di tanah air.
“Cuaca di sana berbeda dengan tanah air, maka jaga fisik, cukup minum, dan patuhi petugas kesehatan,” pesannya.
Selain menjaga kesehatan, H. Muhidin juga meminta para jemaah untuk menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah. Menurutnya, kekompakan, saling tolong-menolong, serta meluruskan niat menjadi bagian penting dalam menunaikan ibadah haji.
“Jaga kekompakan sesama jemaah, saling tolong-menolong, dan luruskan niat,” tambahnya.
Gubernur H Muhidin juga berharap seluruh jemaah dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada ibadah agar memperoleh haji yang mabrur.
Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin turut menitipkan doa untuk Kalimantan Selatan agar senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, dan keberkahan.
“Fokuskan diri untuk beribadah agar mendapatkan haji yang mabrur. Kami titip doa di tempat-tempat mustajab agar banua Kalsel selalu aman dan diberkahi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin dengan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta menjadi haji yang mabrur.
Sementara itu, Asisten Direktur Jenderal Pengendalian dan Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Harun Al Rasyid, menyampaikan pesan singkat namun penuh makna kepada jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin saat prosesi pelepasan.
Dalam sambutannya, Harun menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak di Kalsel, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalsel hingga jajaran Forkopimda, yang dinilai berperan penting dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
“Saya atas nama Menteri Haji dan Wakil Menteri menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata dari Bapak Gubernur, Kapolda, Kepala Kantor Kemenag, dan Forkopimda, serta seluruh jemaah haji yang saya cintai dan saya muliakan,” ujarnya.
Harun menegaskan bahwa keberangkatan kloter pertama ini menjadi momentum awal bagi para jemaah untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Dalam suasana penuh kekhusyukan,
Harun menyempatkan untuk menyampaikan pesan penting dengan mengutip hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim tentang keutamaan haji mabrur.
“Wal hajjul mabrur laisa lahu jaza’un illal jannah. Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga,” tuturnya.
Harun pun mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan niat dan memfokuskan diri sepenuhnya dalam beribadah selama di Tanah Suci.
“Ini adalah kesempatan kita. Luruskan niat, betul-betul untuk memenuhi panggilan Allah. Mudah-mudahan seluruh jemaah kloter 1 Banjarmasin mendapatkan predikat mabrur dan mabrurah,” harapnya.
Suasana pelepasan berlangsung tertib dan khidmat. Doa serta harapan mengiringi keberangkatan para jemaah yang akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah penantian panjang.
Salah satu jemaah, Syamsul Bahri, yang juga bertugas sebagai Ketua Rombongan 1 Regu 2 Kloter 1 asal Kota Banjarmasin, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya menjelang keberangkatan.
“Alhamdulillah luar biasa bahagia, bersyukur kita panjatkan kepada Allah. Setelah menunggu kurang lebih 15 tahun, hari ini adalah puncak penantian kami untuk berangkat ke Tanah Suci memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.
Syamsul Bahri menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, berolahraga, hingga memperbanyak doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Harapan kami, mudah-mudahan jemaah haji khususnya Kalsel semuanya berjalan dengan aman, lancar, sehat, dan kembali tanpa kurang suatu apa pun,” tambahnya.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, unsur Forkopimda, serta jajaran terkait, mengantar langsung para jemaah haji menuju bus keberangkatan. Sebanyak 11 unit bus telah disiapkan untuk membawa jemaah dari Asrama Haji menuju bandara, sebagai tahap akhir sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Pelepasan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian keberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2026, yang diharapkan seluruhnya dapat menunaikan ibadah dengan baik serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalsel, Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.
Hadir pula para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalsel, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri pimpinan instansi dan stakeholder penyelenggaraan ibadah haji, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalsel, serta jemaah haji Embarkasi Banjarmasin Kloter BDJ 01 asal Kota Banjarmasin serta tamu undangan lainnya. [adv/riv/adpim]
SebarkanBanjarbaru
Gubernur Kalsel H. Muhidin Bersama Pimpinan Forkopimda dan Forum Botasupal Musnahkan Uang Palsu
BalainNews.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberantasan peredaran uang palsu melalui penguatan sinergi lintas sektor, yang ditandai dengan hadirnya Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin dalam Silaturahmi Forum Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, di Mako BIN Daerah Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan ini Gubernur Kalsel, H. Muhidin juga turut menyaksikan langsung penandatanganan Nota Kesepahaman yang menjadi landasan penguatan kerja sama antar instansi untuk pencegahan dan pemberantasan rupiah palsu oleh forum Botasupal Kalsel yang terdiri dari lima instansi yaitu BIN Daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI), Polda, Kejati, serta Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kalsel.
Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Forum Botasupal juga melakukan pemusnahan temuan uang palsu, yang merupakan hasil temuan tahun 2024 dan 2025 yang jumlahnya sebanyak 463 lembar dengan mesin penghancur, sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dan aparat dalam memberantas kejahatan tersebut.
“Mudah-mudahan dengan adanya forum botasupal, peredaran uang rupian palsu dimasyarakat dapat diberantas. Dan kepada masyarakat, agar berhati-hati terhadap peredaran uang rupiah palsu. Jangan lupa 3D (dilihat, diraba dan diterawang),” kata Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Selatan, Bambang Heri Purnama, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK dan Forkopimda Kalsel lainnya, seperti Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Kajati Kalsel Tiyas Widiarto, Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BNN Kalsel, Brigjen Pol Asep Taufik, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Asisten Administrasi Umum Setdako Banjarbaru, Kanafi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, Kepala Kanwil Ditjen Bea Dan Cukai Kalbagsel, Muhtadi, Pimpinan Instansi Vertikal dan Perbankan, Forum Botasupal Provinsi Kalsel, serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di ingkungan Pemprov Kalsel.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyampaikan apresiasi terselenggaranya kegiatan Forum Botasupal ini.
“Pemberantasan peredaran uang palsu bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab lintas sektor yang membutuhkan sinergi erat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Gubernur H. Muhidin
Gubernur H. Muhidin juga menegaskan, peredaran uang palsu merupakan ancaman serius bagi stabilitas perekonomian daerah.
“Uang palsu dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem keuangan, merugikan pelaku usaha kecil dan masyarakat rentan, serta menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, setiap langkah pencegahan dan penindakan merupakan upaya bersama untuk melindungi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” tegas H. Muhidin.
Menurut Gubernur, Forum Botasupal memiliki peran strategis dalam memperkuat koordinasi antarinstansi. Penandatanganan nota kesepahaman yang dilaksanakan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk bergerak secara terpadu.
“Melalui kerja sama ini, kita dapat saling berbagi informasi, mempercepat respons di lapangan, serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan pemalsuan uang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BIN Daerah Kalimantan Selatan Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan yang merupakan Ketua Forum Botasupal ini menyampaikan, kegiatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah dan memberantas peredaran uang rupiah palsu di wilayah Kalsel.
“Kita pahami bersama, peredaran uang palsu tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap mata uang rupiah,” ucap Kabinda
Dalam perspektif intelijen, menurut Sentot, hal ini merupakan Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang berdampak terhadap stabilitas Ipoleksosbudhankam di daerah.
“Oleh karena itu, pemerintah membentuk Forum Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) sebagaimana telah diatur dalam peraturan presiden nomor 123 tahun 2012. Botasupal berperan strategis sebagai wadah koordinasi lintas instansi dalam mengintegrasikan langkah-langkah pencegahan, penindakan, serta edukasi kepada masyarakat terkait uang rupiah palsu,” jelas Kabinda Kalsel. [adv/riv/rin]
Sebarkan
Banjarbaru
Penghargaan Top BUMD Award Tahun 2026, Dirut Bank Kalsel Fachrudin Raih Top CEO BUMD
BalainNews.com, BANJARMASIN – Acara puncak penghargaan Top BUMD Award Tahun 2026 yang berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta tersebut pada Senin, 13 April 2026 tadi, dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan direksi BUMD.Referensi Geografis
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin dan Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Firmansyah, serta Kepala Divisi Perencanaan & Kinerja Deddy Setiawan.
Keikutsertaan Bank Kalsel dalam ajang ini tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan penilaian yang komprehensif dan independen. Proses tersebut meliputi seleksi administrasi, pengisian kuesioner kinerja, hingga sesi presentasi dan wawancara penjurian yang diikuti langsung oleh jajaran manajemen Bank Kalsel.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Bank Kalsel berhasil meraih sejumlah penghargaan, yaitu medali golden trophy (bintang 5 selama 4 tahun berturut-turut), Top Pembina BUMD 2026 diberikan kepada Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, kemudian Top BUMD Awards 2026 BPD Bintang 5 kepada Bank Kalsel serta Top CEO BUMD 2026 kepada Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Bank Kalsel serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pemegang saham,” ujar Fachrudin.
Muhammad Syarifuddin juga mengatakan capaian ini sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.
Ajang Top BUMD Awards 2026 mengangkat tema “Inovasi BUMD dalam pembangunan berkelanjutan”, menekankan pentingnya peran BUMD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan.
Partisipasi Bank Kalsel dalam ajang Top BUMD Awards 2026 ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat positioning dan meningkatkan brand awareness di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.
Dengan capaian ini, Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai bank daerah yang kompetitif, inovatif, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan. [adv/riv]
SebarkanBanjarbaru
Bank Kalsel Hadirkan Promo Spesial HUT ke-27 Banjarbaru Dapat Voucher Belanja
BalainNews.com, BANJARBARU – Bank Kalsel menghadirkan promo spesial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru dengan memberikan voucher belanja senilai Rp50.000 kepada masyarakat.
Promo ini dapat dimanfaatkan dengan dua cara, yakni membuka rekening tabungan Bank Kalsel atau melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Program ini berlaku bagi 100 nasabah pertama yang memenuhi persyaratan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Kantor Cabang Banjarbaru serta area Banjarbaru Expo, mulai 13 hingga 30 April 2026.Jaringan & Stasiun TV
Adapun jenis tabungan yang dapat dibuka dalam program ini meliputi Simpeda, Banua, Banua Bungas, Banua Rencana, hingga TabunganKu. Setiap nasabah yang memenuhi ketentuan berhak memperoleh voucher belanja Indomaret senilai Rp50.000.
Bank Kalsel mengingatkan bahwa kuota promo terbatas, sehingga masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan kesempatan ini.
Melalui program ini, Bank Kalsel berharap dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan sekaligus mendukung kemudahan pembayaran pajak daerah. [adv/riv]
SebarkanBanjarbaru
Komitmen Pengelolaan Sampah Gubernur Kalsel melalui Perjanjian Kerjasama Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknoologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL)
BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menunjukkan komitmen penuh dalam pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan, melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknoologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL/Waste to Energy) Aglomerasi Banjarmasin Raya tahun 2026.
Penandatanganan Kerja Sama ini dilakukan oleh Gubernur H Muhidin, dengan Walikota Banjarmasin, HM Yamin HR, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur dan Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi, disaksikan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Daerah, Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, pada Kamis (9/4/2026) pagi, bertempat di Gedung DR KH Idham Chalid di Banjarbaru.
Gubernur H Muhidin, melalui Asisten Administrasi Umum, Dinansyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk kesempatan yang diberikan kepada Kalsel untuk dapat melaksanakan program PSEL, yang tentunya akan berdampak baik terhadap pengelolaan sampah di Kalsel.
“Penandatanganan Kerja Sama (PKS) ini adalah titik awal agar pengelolaan sampah kita di Kalsel dapat berjalan dengan lebih baik,” sampai Gubernur melalui sambutan tertulisnya.
Smeentara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI melalui Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Daerah, Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, mewakili Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal Nurofiq menyambut inisiasi Gubernur H Muhidin dalam menghadirkan aglomerasi Banjarmasin dan sekitarnya untuk PSEL ini dapat terlaksana.
“Bapak Menteri Lingkungan Hidup, dalam hal ini menyambut baik semua inisiasi yang dihadirkan Bapak Gubernur untuk bisa menghadirkan aglomerasi Banjarmasin dan sekitarnya, meliputi Banjar Bakula dan Kabupaten Banjar, selain Banjarmasin sendiri selaku tuan rumah yang menyediakan diri untuk penempatan PSEL,” sampainya.
Melalui PKS ini, ujar Hanifah, selanjutnya menjadi komitmen Gubernur dan Pemprov Kalsel untuk memastikan hal-hal terkait agar sesuai ketentuan dan persyaratan untuk PSEL dapat berjalan.
“Dengan komitmen ini, tugas Pak Gubernur adalah memastikan seluruh pasokan sampah bisa masuk ke dalam instalasi PSEL. Artinya ada kepastian untuk volume sampah yang akan ada, juga memastikan kerja sama lintas kabupaten/kota. Ini juga menjadi bentuk komitmen Pemprov Kalsel untuk mengawal terselenggaranya PSEL,” ingat Hanifah.
Diketahui bahwa proyek PSEL umumnya membutuhkan volume sampah minimal sekitar 1.000 ton per hari agar operasionalnya ekonomis dan efisien. Meskipun angka 1.000 ton menjadi standar, beberapa wilayah kadang memerlukan penyesuaian atau aglomerasi/kerjasama antar-daerah untuk mencapai kuota tersebut.
Selain itu, ujar Hanifah pada interview usai acara, kendati capaian volume yang dikomitmenkan pada PKS ini hanya 635 ton, notabene di bawah volume minimal sampah untuk proyek PSEL, disampaikan bahwa Menteri Lingkungan Hidup, Hanif, diminta untuk menyiapkan beberapa lokasi lain.
“Secara volume berdasar Perpres 109/2025, minimal adalah di angka 1.000 ton per hari ke atas. Namun melihat kondisi yang ada, Pak Menteri diminta menyiapkan beberapa lokasi lain yang permasalahan sampahnya menjadi kedaruratan, karena diharapkan dengan PSEL ini, permasalahan sampah mampu kita selesaikan,” sampainya.
Dalam penjelasannya, Hanifah juga menyampaikan bahwa mengingat durasi operasional PSEL yang mencapai 30 tahun, harapannya PSEL dapat masuk dalam dokumen perencanaan daerah, baik kabupaten/kota juga provinsi.
Tak lupa Hanifah juga sampaikan pesan Menteri Lingkungan Hidup untuk pemerintah daerah, khususnya kabupaten/kota untuk mencanangkan pilah sampah dari sumber dan rumah tangga, untuk mengurangi cost pengelolaan sampah di daerah.
Di akhir penjelasannya, Hanifah menyampaikan harapan agar PSEL dapat terlaksana dengan lancar sesuai rencana, dan dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan lingkungan hidup di Kalsel.
“Mohon do’a untuk kita semuanya agar pengelolaan sampah di Kalsel semakin membaik, dan juga pelaksanaan PSEL nanti bisa berjalan lancar. Mudah-mudahan apa yang kita komitmenkan, bisa memberikan manfaat buat Kalsel dalam pengelolaan lingkungan hidup,” tutupnya.
Turut berhadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, serta Kepala Dinas atau perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota se-Kalsel. [adv/adpim]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle3 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah3 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali
-
Banjarmasin2 tahun agoLantik PDK Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, Paman Birin : Terus Eratkan Kebersamaan Warga Banjar Di Seluruh Tanah Air
-
Banjarmasin2 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel

