Gubernur H. Muhidin Terima WTP ke-13 Berturut-turut Laporan Hasil Pemeriksaan Pemprov Kalsel dari BPK RI - BalainNews.com
Connect with us

Banjarmasin

Gubernur H. Muhidin Terima WTP ke-13 Berturut-turut Laporan Hasil Pemeriksaan Pemprov Kalsel dari BPK RI

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada sidang paripurna DPRD Kalsel. (Foto : Pasha/Biro Adpim)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada sidang paripurna DPRD Kalsel, Kamis (11/6/2026).

Gubernur H. Muhidin menyampaikan rasa syukur atas kembali diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Raihan tersebut menjadi yang ke-13 kalinya secara berturut-turut yang diraih Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) sejak tahun 2013.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2025 disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kalsel di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Kamis (11/6/2026).

LHP tersebut diterima langsung oleh Gubernur H. Muhidin dan Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel serta dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan BPK RI, Wakapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kabinda Kalsel, Danlanal, Danlanud, dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur H. Muhidin mengatakan, opini WTP ke-13 kali berturut-turut ini merupakan buah dari sinergi yang erat antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan DPRD Kalsel dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik.

“Ini akan menjadi dasar perbaikan tata kelola keuangan daerah, dan rekomendasi dari BPK RI akan kami ditindaklanjuti sungguh-sungguh dan tepat waktu,” ujarnya.

Menurut beliau, hasil pemeriksaan BPK tahun ini menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah temuan dan rekomendasi menurut H. Munidin, mengalami penurunan sehingga menjadi indikator meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan daerah.

“Jumlah temuan BPK sebanyak 10 kasus dan 25 rekomendasi, yang jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 19 temuan dan 45 rekomendasi,” ungkapnya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa nilai temuan dalam pemeriksaan tahun ini mencapai Rp2,8 miliar. Namun sebagian besar telah ditindaklanjuti melalui pengembalian ke kas daerah.

Sementara itu, Staf Ahli BPK RI Bidang Keuangan Pemerintah Daerah, Dr. Slamet Kurniawan, mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan daerah.

“Pemprov Kalsel mampu menyajikan laporan keuangan yang sesuai standar, kecukupan bukti, kelengkapan dan efektifitas pengendalian intern,” kata Slamet.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, LKPD Pemprov Kalsel bebas dari kesalahan penyajian yang material sehingga layak memperoleh opini WTP, meskipun masih terdapat beberapa catatan terkait pengendalian internal dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

“Namun ini tidak mempengaruhi penilaian opini WTP,” tukasnya.

BPK RI juga mencatat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti, di antaranya pungutan retribusi pemanfaatan aset daerah yang belum sesuai Peraturan Daerah sehingga berpotensi mengurangi pendapatan daerah, serta pemanfaatan aset Lapangan Golf Swargaloka Banjarbaru yang belum sesuai ketentuan sehingga pemerintah daerah belum memperoleh penerimaan daerah dari aset tersebut.

Selain itu, Slamet mengungkapkan bahwa dari total 2.066 rekomendasi yang telah disampaikan BPK RI kepada Pemprov Kalsel, sebanyak 1.515 rekomendasi atau 73,33 persen telah diselesaikan.

“Jadi masih ada 390 atau 18,88 persen yang belum sesuai rekomendasi, dan 161 atau 7,79 persen rekomendasi yang belum ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK menyatakan komitmennya untuk mendukung tindak lanjut atas seluruh rekomendasi yang diberikan BPK RI.

“Kita akan segera selesaikan ini,” tegas H. Supian HK.

Menurutnya, capaian opini WTP ke-13 kali berturut-turut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan DPRD untuk terus meningkatkan akuntabilitas serta kualitas pengelolaan keuangan daerah demi mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Selatan. [adv/riv/md]

Sebarkan

Banjarmasin

Bank Kalsel Segera Resmi Jadi Bank Devisa, Operasional Ditargetkan Mulai 17 Juni 2026

Published

on

Direktur Utama Fakhrudin saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan di kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin, Selasa (9/6/2026). (Foto : Ist)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Komitmen Bank Kalsel untuk bertransformasi menjadi bank devisa segera memasuki tahap akhir. Bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menargetkan mulai beroperasi sebagai bank devisa pada 17 Juni 2026.

Kepastian itu disampaikan Direktur Utama Fakhrudin saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan di kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).

Fakhrudin mengatakan seluruh persiapan menuju operasional bank devisa telah dilakukan. Saat ini Bank Kalsel tinggal menuntaskan tahapan akhir sebelum resmi memberikan layanan transaksi valuta asing dan kegiatan perbankan internasional lainnya.

Menurutnya, proses menjadi bank devisa memerlukan perjalanan panjang dan pemenuhan berbagai persyaratan regulator. Setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi puluhan persyaratan administratif, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia sebelum mendapatkan izin operasional.

Status bank devisa memungkinkan bank melakukan berbagai layanan transaksi dalam mata uang asing, seperti transfer internasional, pembukaan rekening valuta asing, transaksi ekspor-impor, remitansi, hingga layanan pendukung perdagangan internasional sesuai ketentuan regulator.

Fakhrudin menyampaikan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan.

“Kami bersyukur seluruh proses dapat dilalui dengan baik. Ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” ujar Fakhrudin.

Ia optimistis status baru sebagai bank devisa akan memperkuat daya saing Bank Kalsel sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas.

“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fakhrudin juga berharap sinergi antara Bank Kalsel dan insan pers, khususnya PWI Kalimantan Selatan, dapat terus terjalin dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zaenal Helmie, menyambut positif rencana operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan potensi ekonomi Kalimantan Selatan yang didukung sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan, dan berbagai sumber daya alam lainnya.

“Kami mengapresiasi capaian Bank Kalsel yang segera menjadi bank devisa. Kehadiran layanan perbankan internasional ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi daerah, memperkuat investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan,” kata Zaenal Helmie.

Dengan status bank devisa, Bank Kalsel diharapkan dapat memperluas layanan kepada pelaku usaha, eksportir, investor, dan masyarakat yang membutuhkan transaksi lintas negara, sekaligus memperkuat peran sebagai motor penggerak perekonomian daerah. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Penipuan Digital, Bank Kalsel Minta Nasabah Waspadai Link Mencurigakan

Published

on

Marak Penipuan Digital, Bank Kalsel Minta Nasabah Waspadai Link Mencurigakan. (Foto : Iklan)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Meningkatnya kasus penipuan digital, mendorong Bank Kalsel mengingatkan nasabah agar semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber yang mengatasnamakan layanan perbankan.

Beragam modus penipuan kini kerap ditemukan melalui pesan singkat (SMS), WhatsApp, telepon, hingga tautan (link) mencurigakan yang dikirim oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Modus tersebut umumnya bertujuan memperoleh data pribadi dan informasi perbankan milik nasabah. Bank Kalsel menegaskan tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah seperti PIN, kode OTP (One Time Password), password, maupun data pribadi lainnya melalui SMS, WhatsApp, telepon, atau media komunikasi tidak resmi.

Nasabah juga diimbau untuk tidak sembarangan membuka maupun mengklik tautan yang diterima dari nomor atau pihak yang tidak dikenal. Sebab, link mencurigakan berpotensi menjadi sarana phishing atau upaya pencurian data yang dapat menimbulkan kerugian finansial.

Apabila menerima pesan yang mengatasnamakan Bank Kalsel dan meminta data pribadi atau mengarahkan untuk membuka tautan tertentu, nasabah diminta segera mengabaikannya serta melakukan verifikasi melalui kanal resmi Bank Kalsel guna memastikan kebenaran informasi. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Syariah rilis bagi hasil dan ROI periode Mei 2026

Published

on

Bagi hasil periode Mei 2026. (Foto : Humas Bank Kalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel Syariah merilis informasi nisbah (bagi hasil) dan indikasi Return on Investment (ROI) untuk berbagai produk pendanaan pada periode bulan Mei 2026. Selasa.

Pada pengumuman resminya, Bank Kalsel terus berkomitmen memberikan imbal hasil yang kompetitif dan transparan bagi para nasabahnya.

Berdasarkan data yang dirilis, produk Deposito berjangka masih menjadi primadona dengan tawaran imbal hasil tertinggi. Nasabah yang menempatkan dananya pada Deposito 12 Bulan akan mendapatkan porsi 72 bagian dengan indikasi ROI menembus angka 5,64 persen.

Tingkat pengembalian pada produk deposito ini berjenjang sesuai dengan jangka waktu penempatan (tenor). Untuk Deposito 1 Bulan ditetapkan 65 bagian (ROI 5,09 persen), Deposito 3 Bulan sebesar 68 bagian (ROI 5,33 persen), dan Deposito 6 Bulan mencapai 70 bagian (ROI 5,48 persen).

Selain deposito, Bank Kalsel Syariah juga mencatatkan tingkat bagi hasil yang menarik untuk kategori tabungan. Tabungan iB SimPel mencatatkan porsi tertinggi di kelasnya dengan 35 bagian (ROI 2,74 persen), disusul oleh Tabungan iB Pelajar dengan 30 bagian (ROI 2,35 persen), dan Tabungan iB Al Barakah dengan 25 bagian (ROI 1,96 persen).

Sementara itu, bagi masyarakat yang tengah merencanakan perjalanan ke Tanah Suci, Tabungan Haji iB Ar Rahman memberikan porsi 10 bagian dengan indikasi ROI sebesar 0,78 persen.

Di luar skema bagi hasil, Bank Kalsel Syariah juga menyediakan fasilitas Giro iB Al Amanah dan Tabungan iB Wadiah. Berbeda dengan produk lainnya, kedua produk titipan ini menggunakan sistem pemberian Bonus kepada nasabah, di mana nominal bonus yang diberikan bergantung pada kebijakan dari pihak Bank.

Manajemen Bank Kalsel, menegaskan bahwa besaran ROI yang dipublikasikan tersebut merupakan indikasi untuk periode bulan Mei 2026.

Nasabah juga tidak perlu ragu terkait keamanan dana simpanan mereka. Dengan mengusung tagline “Setia Melayani, Melaju Bersama”, Bank Kalsel Syariah beroperasi secara resmi karena telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI).

Selain itu, Bank Kalsel Syariah juga merupakan peserta penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bagi masyarakat atau nasabah yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pembukaan rekening dan produk perbankan lainnya, dapat mengunjungi situs resmi di www.bankkalsel.co.id, memantau pembaruan via Instagram @Bankkalselsyariah, atau menghubungi layanan bebas pulsa di 0800 1122 000. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Tiga Sahabat, Satu Mikrofon, Sejuta Inspirasi Dari Persahabatan Tiga Dekade, Lahir Ruang Dialog untuk Indonesia

Published

on

Riswan Irfani, Muhammad Risanta dan Anang Fadillah. (Foto : JOURNALIST+/Ist)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Tidak semua persahabatan mampu bertahan puluhan tahun. Lebih sedikit lagi yang mampu melahirkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun itulah yang terjadi pada Anang Fadillah, Riswan Irfani, dan Muhammad Risanta. Tiga sahabat yang dipersatukan oleh dunia penyiaran sejak era 1990-an kini kembali bertemu dalam sebuah ruang baru bernama JOURNALIST+.

Bukan sekadar podcast. Bukan pula sekadar ajang nostalgia mantan penyiar radio. JOURNALIST+ adalah pertemuan gagasan, pengalaman, dan idealisme yang telah ditempa oleh waktu selama lebih dari tiga dekade.

Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang penuh informasi serba cepat, ketiga sahabat ini memilih menghadirkan sesuatu yang berbeda: percakapan yang bermakna.

Mereka pernah hidup dalam masa ketika suara penyiar radio menjadi teman perjalanan masyarakat. Saat informasi belum hadir dalam genggaman, mereka adalah bagian dari generasi yang belajar menyampaikan pesan dengan ketulusan, kedalaman, dan tanggung jawab.

Kini, setelah menempuh jalan hidup yang berbeda, mereka kembali duduk dalam satu meja, berbagi satu mikrofon, dengan tujuan yang sama: menghadirkan inspirasi bagi publik.

“Awalnya hanya obrolan santai dan melepas rindu. Namun dari pertemuan itu muncul kesadaran bahwa pengalaman panjang yang kami miliki tidak boleh berhenti menjadi cerita pribadi. Harus ada manfaat yang bisa dibagikan kepada masyarakat,” ujar Anang Fadillah, host sekaligus salah satu pendiri JOURNALIST+.

Bagi Anang, podcast ini merupakan bentuk kontribusi sederhana namun nyata dalam memperkuat budaya literasi dan ruang dialog publik.

Sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan, ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan mencerahkan.

Di sisi lain, Riswan Irfani membawa perspektif pendidikan dan kebudayaan ke dalam setiap diskusi. Mantan jurnalis yang kini aktif sebagai praktisi pendidikan dan penggiat seni itu percaya bahwa media memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar mengejar perhatian publik.

“Media harus mampu menjaga akal sehat masyarakat. Ia harus menjadi ruang pembelajaran, ruang kebudayaan, sekaligus ruang yang membangun harapan,” katanya.

Menurut Riswan, bangsa yang besar bukan hanya ditentukan oleh kemajuan teknologinya, tetapi juga oleh kemampuannya merawat identitas budaya dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Muhammad Risanta, Jurnalis Senior CNN Indonesia dan Ahli Pers Dewan Pers, memandang JOURNALIST+ sebagai jembatan antara pengalaman masa lalu dan tantangan masa depan.

Dalam dunia yang terus berubah, menurutnya masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang menghadirkan perspektif yang jernih dan dapat dipercaya.

“Kita hidup di era banjir informasi. Semua orang bisa berbicara, tetapi tidak semua informasi menghadirkan pemahaman. Karena itu dialog yang sehat dan berkualitas menjadi semakin penting,” ujarnya.

Lahirnya JOURNALIST+ juga menjadi bukti bahwa teknologi tidak selalu menjauhkan manusia dari nilai-nilai lama. Justru melalui platform digital, ketiga sahabat tersebut menemukan cara baru untuk meneruskan semangat yang dulu mereka bangun di ruang siaran radio.

Dari studio sederhana, mereka berbicara tentang pendidikan, budaya, ekonomi, media, pariwisata, kepemimpinan, hingga berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Tidak ada jarak antara narasumber dan pendengar. Tidak ada sekat antara pengalaman dan pembelajaran. Yang ada hanyalah percakapan yang mengalir, penuh makna, dan sarat inspirasi.

Bagi ketiganya, JOURNALIST+ bukan tentang popularitas atau mengejar angka penonton. Podcast ini lahir dari keyakinan bahwa gagasan yang baik harus terus dibagikan.

Dari sebuah persahabatan yang telah melintasi zaman, mereka membuktikan bahwa karya tidak mengenal usia. Bahwa semangat untuk belajar dan berbagi tidak pernah usang.

Karena terkadang, perubahan besar tidak selalu dimulai dari panggung megah atau ruang rapat yang mewah.

Kadang-kadang, perubahan itu lahir dari tiga sahabat yang duduk bersama, berbagi satu mikrofon, dan menghadirkan sejuta inspirasi untuk Indonesia. [Muhammad Irfani/riv]

JOURNALIST+

Informing. Inspiring. Impacting.

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Menuju 2030, Hj Fathul Jannah Perkuat Posyandu Wasaka 6 SPM

Published

on

Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin usai memimpin rapat persiapan Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Posyandu Wasaka 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus finalisasi Rencana Strategis (Renstra) Posyandu Kalimantan Selatan Tahun 2026–2030. (Foto : M. Mirza/ Biro Adpim)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam mendukung penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat persiapan Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Posyandu Wasaka 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus finalisasi Rencana Strategis (Renstra) Posyandu Kalimantan Selatan Tahun 2026–2030 di Aula Sasangga Banua Eks Kantor Gubernur Km 0 Banjarmasin, Selasa (2/6/2026).

Dalam arahannya, Hj. Fathul Jannah Muhidin meminta seluruh kepala SKPD untuk tidak memandang Posyandu hanya sebagai urusan sektor kesehatan semata. Menurutnya, Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi wadah pelayanan terpadu yang mencakup enam bidang pelayanan dasar bagi masyarakat.

“Saya meminta seluruh kepala SKPD ikut serta dan memprioritaskan program Posyandu agar terwujud Posyandu Wasaka 6 SPM yang berkualitas. Posyandu bukan hanya milik sektor kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penyusunan Renstra Posyandu Wasaka 6 SPM Tahun 2026–2030 menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan berjalan secara terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Renstra ini kita susun sebagai blueprint pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga dan masyarakat. Di dalamnya terintegrasi pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial, pangan dan gizi, lingkungan hidup, hingga perlindungan perempuan dan anak dalam satu sistem tata kelola yang terpadu,” ujarnya.

Menurut isteri Gubernur H. Muhidin itu, pendekatan tersebut menjadi penting karena berbagai persoalan pembangunan harus diselesaikan mulai dari tingkat keluarga. Oleh karena itu, Posyandu harus diperkuat agar mampu menjadi pusat layanan dasar yang mudah diakses masyarakat.

“Melalui Posyandu Wasaka 6 SPM, kita ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, lebih tepat sasaran, lebih terintegrasi, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Posyandu harus menjadi pusat pelayanan dasar yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program Posyandu Wasaka akan memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian visi pembangunan daerah.

“Pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kalsel Bekerja. Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sebesar 8,1 persen pada tahun 2030 serta mempersiapkan Kalimantan Selatan menuju Gerbang Logistik Kalimantan Tahun 2045,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan sejumlah target yang ingin dicapai pada tahun 2030. Di antaranya seluruh Posyandu di Kalimantan Selatan aktif dan melaksanakan layanan 6 SPM, seluruh kecamatan memiliki Pokjanal Posyandu yang aktif, seluruh keluarga terdata dalam sistem, serta seluruh kabupaten/kota terhubung melalui Dashboard Posyandu Wasaka.

“Target-target ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi arah bersama yang harus kita capai melalui kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Posyandu Wasaka akan menjadi model pelayanan dasar yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. [adv/riv/md]

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarmasin2 hari ago

Gubernur H. Muhidin Terima WTP ke-13 Berturut-turut Laporan Hasil Pemeriksaan Pemprov Kalsel dari BPK RI

BalainNews.com, BANJARMASIN Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa...

Banjarmasin4 hari ago

Penipuan Digital, Bank Kalsel Minta Nasabah Waspadai Link Mencurigakan

BalainNews.com, BANJARMASIN – Meningkatnya kasus penipuan digital, mendorong Bank Kalsel mengingatkan nasabah agar semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber...

Banjarmasin4 hari ago

Bank Kalsel Syariah rilis bagi hasil dan ROI periode Mei 2026

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel Syariah merilis informasi nisbah (bagi hasil) dan indikasi Return on Investment (ROI) untuk berbagai produk...

Banjarmasin5 hari ago

Tiga Sahabat, Satu Mikrofon, Sejuta Inspirasi Dari Persahabatan Tiga Dekade, Lahir Ruang Dialog untuk Indonesia

BalainNews.com, BANJARMASIN Tidak semua persahabatan mampu bertahan puluhan tahun. Lebih sedikit lagi yang mampu melahirkan karya dan memberikan manfaat bagi...

Banjarmasin1 minggu ago

Menuju 2030, Hj Fathul Jannah Perkuat Posyandu Wasaka 6 SPM

BalainNews.com, BANJARMASIN Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh perangkat daerah dalam...

Banjarbaru2 minggu ago

Pastikan BBM Tepat Sasaran, Gubernur H. Muhidin dan Kapolda Kalsel Bahas Pengawasan dengan Pertamina

BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Plh Sekdaprov Subhan Noor Yaumil dan Kepala Dinas Pariwisata Iwan Fitriady, turut...

Banjarmasin2 minggu ago

Bank Kalsel Hadirkan Promo Spesial Cashback Provisi Hingga 76 Persen Gelaran Harjad Kotabaru

BalainNews.com, BANJARMASIN – Guna memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru yang diperingati setiap 1 Juni, Bank Kalsel menghadirkan promo spesial bagi...

Kalsel2 minggu ago

Laung Kuning Banjar DPC HSS Bertolak ke Samarinda Hadiri Aruh Ganal Budaya Banjar

BalainNews.com, KANDANGAN – Jajaran Laung Kuning Banjar (LKB) DPC Hulu Sungai Selatan (HSS) berangkat menuju Samarinda, Kalimantan Timur, untuk menghadiri...

Banjarmasin2 minggu ago

Perluas Layanan Perbankan, Bank Kalsel Akan Launching Bank Devisa 17 Juni 2026

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel terus memperkuat perannya sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan memperluas cakupan layanan perbankan....

Banjarmasin2 minggu ago

Bank Kalsel Gelar Ibadah Kurban Bersama Press Room DPRD Kalsel

BalainNews.com, BANJARMASIN Bank Kalsel berkolaborasi dengan Press Room DPRD Kalimantan Selatan menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban sebagai bentuk kebersamaan dan...

Populer