Banjarbaru
Gubernur H Muhidin Resmi Tutup Kalsel Expo 2026, Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung 1.2 Juta Orang
BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin resmi menutup Kalsel Expo 2026 di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Senin (17/8/2026) malam.
Penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, bersama Ketua BKOW Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar bersama jajaran Forkopimda Kalsel masing-masing beserta Istri, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin bersama Ketua DPW Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin dan Walikota Banjarmasin, H.M. Yamin beserta, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, serta peserta expo.
Kalsel Expo 2026 yang berlangsung sejak 12 Agustus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.
Kegiatan ini menjadi ruang promosi produk daerah sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dan dunia usaha dengan menghadirkan 325 stan, termasuk 100 stan UMKM.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, event organizer, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan expo hingga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.
“Penjualan selama Expo totalnya lebih dari Rp20 miliar.” ujar Gubernur H. Muhidin.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kegiatan expo sebagai sarana promosi sekaligus membuka pasar bagi produk Banua, mulai dari kendaraan, alat berat hingga berbagai produk UMKM.
Selain itu, Gubernur H. Muhidin juga mendorong agar kegiatan serupa lebih sering digelar dengan melibatkan berbagai instansi dan pelaku UMKM.
Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin menegaskan Pemprov Kalsel, siap memberikan ruang bagi instansi yang ingin menggelar expo di kawasan perkantoran pemerintah daerah.
“Mari kita bersama-sama menghidupkan UMKM dan kulineran yang ada di Kalsel.” tegasnya.
Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin turut mengapresiasi kekompakan Forkopimda Kalsel yang selama ini aktif bersama pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan di Banua.
“Inilah bukti kekompakan yang ada.” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin berharap semangat Kalsel Expo tidak berhenti setelah kegiatan ditutup, tetapi terus berlanjut melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan semakin terbukanya peluang usaha bagi masyarakat.
“Kalsel Expo 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup.” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel H. Ahmad Bagiawan, S.Pd., M.M. melaporkan, transaksi selama pelaksanaan expo mencapai lebih dari Rp20 miliar.
“Total transaksi Kalsel Expo 2026 lebih dari Rp20 miliar.” kata Ahmad Bagiawan.
Bagiawan menjelaskan, nilai tersebut berasal dari transaksi yang tercatat sebesar Rp19,33 miliar, kemudian bertambah dari penjualan satu unit ekskavator senilai sekitar Rp1,3 miliar serta dua unit mobil listrik dengan nilai sekitar Rp600 juta.
Selain transaksi, Kalsel Expo 2026 juga mencatat jumlah pengunjung yang cukup tinggi. Selama enam hari pelaksanaan, tercatat sekitar 1.278.000 pengunjung hadir di lokasi expo.
“Selama enam hari, sekitar 1.278.000 orang berkunjung ke Kalsel Expo.” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Bagiawan mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi apabila Kalsel Expo kembali digelar tahun depan.
“Kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun depan.” katanya.
Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang lomba stan dan kegiatan pendukung Kalsel Expo 2026. Hadiah kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin.
Kategori SKPD Provinsi dimenangkan Bapenda Kalsel, disusul Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel sementara stan terfavorit diraih Dinas Kominfo Kalsel.
Untuk kategori Kabupaten/Kota, juara pertama diraih Tanah Bumbu, disusul Kotabaru dan Hulu Sungai Utara.
Korem 101/Antasari menjadi juara pertama kategori Instansi Vertikal, diikuti Lanud Syamsudin Noor dan Polda Kalsel.
Kategori BUMN dimenangkan Bank Kalsel, disusul Bank BSI dan PT PLN. Sementara kategori Perusahaan Swasta diraih PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan Hutan Rindang Banua.
Kategori Organisasi Sosial/Profesi dimenangkan Dekranasda Tapin, Dekranasda HSS, dan PKK Kalsel.
Untuk lomba pendukung, lomba memasak dimenangkan Dinas ESDM Kalsel, turnamen Esport oleh Tim OPR, lomba menggambar oleh Safira Talita Arumi, dan lomba mewarnai oleh Dinara Nabila.
Penyerahan hadiah sekaligus menjadi penutup rangkaian Kalsel Expo 2026 yang diharapkan terus menjadi wadah promosi, memperluas pasar, dan membuka peluang usaha bagi produk serta UMKM Banua. [adv/adpim]
SebarkanBanjarbaru
Antisipasi Siklus Kebakaran Berulang, Gubernur H Muhidin Tekankan Pembangunan Sistem Air hingga Penyiapan Peralatan
BalainNews.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah pusat, TNI-Polri dan instansi terkait mulai mengarahkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada penyelesaian tiga kawasan yang dinilai menjadi titik krusial di Kota Banjarbaru, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang dan Pekayuan Landasan Ulin.
Penanganan karhutla kini tidak lagi sekadar mengejar titik api, tetapi diarahkan untuk membangun sistem permanen yang mampu memutus siklus kebakaran berulang setiap musim kemarau. Ketersediaan air, perendaman lahan, penempatan pompa hingga penyediaan kolam biofloc portable menjadi bagian dari strategi tersebut.
Strategi itu dibahas Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat meninjau Posko Pantau Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Rabu (26/8/2026) sore.
Gubernur Kalsel H. Muhidin menilai persoalan air harus segera ditangani karena menjadi salah satu kendala utama pemadaman karhutla di sejumlah kawasan.
“Kita mengalami kekurangan air di sini. Karena itu, bagaimana kita menyikapi dan mengatasi persoalan air ini harus segera dibahas dan ditindaklanjuti,” sampai Gubernur H. Muhidin disela meninjau lokasi.
Gubernur H. Muhidin meminta setiap hasil koordinasi segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Kecepatan juga diperlukan ketika titik api membesar, termasuk melalui water bombing apabila kondisi dan status darurat memungkinkan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan titik api agar dapat ditindaklanjuti sebelum meluas. Dengan Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang dan Pekayuan sebagai fokus utama, pemerintah kini berupaya mengubah pola penanganan karhutla Kalsel dari sekadar memadamkan api menjadi mengendalikan kawasan.
Targetnya bukan hanya memastikan api padam hari ini, Gubernur H. Muhidin mengatakan bahwa membangun sistem air, peralatan, personel dan pola pencegahan yang membuat kebakaran lebih sulit berulang pada musim kemarau berikutnya.
Sementara itu, Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, tiga kawasan tersebut kini telah memiliki strategi penanganan yang lebih jelas. Pemerintah tidak ingin penanganan berhenti pada pemadaman, tetapi menghasilkan sistem permanen untuk menghadapi karhutla yang berulang.
“Dengan telah ditemukannya strategi permanen ini, kita sedikit lebih tenang untuk bersama-sama menghadapi musim kemarau yang relatif panjang,” tegas Hanif.
Di Guntung Damar, pemerintah menerapkan strategi perendaman dengan memanfaatkan air dari sistem Irigasi Riam Kanan. Namun, sejumlah sungai yang masih terbuka membuat air belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, Hanif menyebut pemerintah melakukan penutupan dengan meningkatkan tabat atau dinding penahan air hingga sekitar satu meter. Perbedaan tinggi muka air antara bendungan dan jalan raya di kawasan Guntung Damar sekitar satu meter.
Jika proses penutupan selesai, kawasan utama ditargetkan dapat terendam dalam waktu satu hingga dua hari. Setelah zona utama terendam, penanganan dilanjutkan ke zona samping menggunakan pompa portable.
Dukungan peralatan juga diperkuat. Kementerian Pertahanan menyediakan 50 unit pompa portable, sedangkan Kementerian Pertanian memberikan 30 unit pompa.
Pemerintah juga telah melakukan blocking dan memperkuatnya dengan pompa air serta excavator long arm. Tambahan pompa disiapkan untuk mempercepat proses perendaman kawasan.
“Kita harapkan dalam waktu dua sampai tiga hari area tersebut dapat terendam sehingga api dapat kita fokuskan pada daerah sekitar dan zona utama,” ungkap Hanif Faisol.
Sementara itu, Pekayuan menjadi tantangan tersendiri karena luas kawasan yang mencapai sekitar 900 hektare dan sekitar 500 hektare di antaranya disebut mengalami kebakaran berulang.
Keterbatasan air menjadi persoalan utama. Pemerintah kemudian mulai membangun sistem penanganan berbasis jaringan titik air.
Sebanyak enam unit biofloc portable telah disiapkan. Masing-masing memiliki kapasitas sekitar 12.000 liter dan dapat dipindahkan mendekati lokasi yang membutuhkan pasokan air.
Air dapat diisi dari sumber di pinggir jalan, kemudian didistribusikan secara estafet hingga mendekati titik kebakaran. Ke depan, jumlah biofloc ditargetkan mencapai sekitar 144 unit dengan pola penempatan berjarak sekitar 250 x 250 meter.
“Yang sudah siap hari ini ada enam unit biofloc. Kita siapkan agar keenam unit tersebut siap digunakan. Setiap kolam memiliki kapasitas 12.000 liter,” terang Hanif Faisol.
Biofloc bukan menjadi satu-satunya solusi. Pemerintah juga melakukan survei geolistrik untuk menemukan sumber air permanen. Dari survei awal ditemukan sumber air dengan kedalaman sekitar 40 meter dan debit yang dinilai cukup besar.
Hanif menegaskan, operasi modifikasi cuaca (OMC) saat ini tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena kondisi awan yang tidak memungkinkan. Karena itu, operasi darat menjadi strategi utama.
“Kita melakukan perang darat,” tegas Hanif.
Pola tersebut menempatkan ketersediaan air sebagai fondasi utama penanganan. Pemerintah tidak hanya mengejar api yang terlihat di permukaan, tetapi juga berupaya membasahi kawasan, menjaga kelembapan tanah dan membangun cadangan air yang dapat digunakan kembali ketika titik api muncul.
Di sisi lain, pemerintah menghadapi persoalan ketersediaan air dari Waduk Riam Kanan. Hanif menyebut muka air Dam Riam Kanan saat ini berada sekitar 56,25 meter. Tanpa tambahan air yang berarti, muka air diperkirakan turun sekitar 2,5 sentimeter setiap hari.
Dalam sekitar 30 hari terakhir, kawasan tangkapan air Riam Kanan disebut tidak memperoleh imbuhan air yang berarti, sementara aliran keluar mencapai sekitar 12.500 liter per detik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air dari sistem Riam Kanan juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta operasional pembangkit listrik.
Berdasarkan proyeksi Satlak Klimatologi BMKG Kalimantan Selatan, hujan signifikan baru diperkirakan terjadi pada dasarian ketiga atau sekitar akhir November. Pemerintah pun harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pemadaman karhutla, kebutuhan air masyarakat dan keberlangsungan sistem Riam Kanan.
Adapun, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, penanganan karhutla di Pekayuan melibatkan sekitar 350 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan serta unsur perusahaan.
Personel dibagi dalam tiga sif agar penanganan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Area yang menjadi tanggung jawab kami kurang lebih 900 hektare,” ungkap Irjen Pol Rosyanto.
Selain posko utama, sejumlah posko tambahan didirikan di sekitar kawasan Pekayuan untuk mempercepat koordinasi dan respons terhadap titik api.
Menurut Rosyanto, pencarian sumber air menjadi salah satu prioritas karena keterbatasan air selama proses pemadaman. Dari pencarian tersebut, tim menemukan sumber air dengan debit yang dinilai cukup besar.
Upaya pencegahan juga mulai disiapkan dengan melibatkan akademisi untuk mencari pendekatan agar kebakaran tidak kembali berulang. Masyarakat dan pemilik lahan nantinya didorong membuat biopori untuk menjaga kelembapan tanah bagian bawah setelah api dipadamkan. [adv/adpim]
Banjarbaru
Jaga Inflasi dan Kestabilan Harga Pangan, Pemprov Harapkan Kabupaten/Kota Miliki Outlet TPID
BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin mengikuti rapat koordinasi pembahasan langkah konkret pengendalian inflasi di daerah secara virtual, di Command Center Setda Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Senin (24/8/2026).
Rakor dipimpin oleh Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), Komjen Pol. Tomsi Tohir yang diikuti secara virtual juga oleh Gubernur, Bupati Wali Kota serta Forkopimda dari seluruh Indonesia ini, juga membahas mengenai Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah.
Usai rakor, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin menyampaikan, untuk ketersediaan Bahan Pokok di Kalsel aman terkendali.
“Minggu ketiga Agustus ini, dari Rapat Koordinasi kita hari ini dengan Kemendagri, kita melihat Indeks Perkembangan Harga kita di posisi yang stabil. Mudah-mudahan langkah dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik provinsi maupun kabupaten kota dapat terus dilaksanakan. Seperti gerakan pangan murah dan sejenisnya. Sehingga harga-harga dapat terus stabil,” jelas Rusma Khazairin.
Ditambahkan Rusma, pihaknya juga selalu melakukan pemantauan sistem pendistribusian pangan di daerah, dengan koordinasi dan kerjasama yang baik dipastikan Rusma, tingkat inflasi dapat selalu stabil.
“Kami juga berharap, kedepan Kabupaten Kota memiliki outlet TPID. Di sanalah nantinya, dapat menjadi barometer kestabilan harga di daerah. Karena di outlet ini kan menjual dibawah atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ucap Rusma.
Lebih jauh, Rusma menjelaskan fungsi utama outlet TPID ini, selain dapat menjaga harga tetap stabil, juga dapat menekan Inflasi.
“Fungsi lainnya juga dapat mengendalikan lonjakan harga pangan di daerah, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat terjadi gejolak pasar. Selain itu juga dapat memastikan keamanan stok. Sehingga memudahkan warga mendapatkan pasokan barang kebutuhan dasar dengan mudah dan terjangkau,” tutup Rusma.
Sementara itu sebelumnya, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir dalam rakor meminta kepada seluruh pemerintah daerah, menindaklanjuti apa yang telah disampaikan dalam rapat kali ini. Baik terkait pengendalian inflasi maupun implementasi program. [adv/adpim]
SebarkanBanjarbaru
Gubernur Kalsel H Muhidin Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Kobarkan Semangat Perjuangan Pahlawan Merebut Kemerdekaan
BalainNews.com, BANJARBARU – Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin beserta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman beserta Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (17/8/2026)
Bertindak sebagai Inspektur upacara, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin memimpin langsung rangkaian upacara yang dalam prosesinya dikibarkan dengan khidmat Sang Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang merupakan putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang berasal dari 13 kabupaten/kota di bawah asuhan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Selatan.
Dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan ini, bertindak sebagai Pembawa Baki, Quensha Anindya Pitoko, dari SMA Negeri 1 Marabahan Barito Kuala. Untuk Penggerek Bendera, Ramadani Haikal Nur Fadilah, dari SMA Darul Hijrah Kabupaten Banjar, Pembentang Bendera , Muhammad Ilham dari SMA Negeri 4 Banjarbaru. Sementara untuk Komandan Kelompok 8 adalah Muhammad Rizki Fajar dari SMA Negeri 1 Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru dan Komandan kelompok 17, Muhammad Dede Mubadillah dari SMA Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.
Suasana semakin syahdu saat seluruh peserta diajak mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Suasana semakin khidmat ketika Asisten Pemerintah dan
Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Galuh Tantri Narindra membacakan UUD Tahun 1945, yang dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H. Supian HK.
Usai upacara, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan harapannya terhadap bangsa Indonesia di usianya yang ke- 81 tahun ini.
“Alhamdulillah kita hari ini memperingati dengan penuh khidmat. Dengan momen ini, mudah-mudahan dapat mengingatkankan lagi kepada kita bagaimana perjuangan pahlawan dengan gagah berani merebut kemerdekaan Negara Indonesia kala itu,” ucap Gubernur H. Muhidin.
Gubernur H. Muhidin juga berharap generasi bangsa Indonesia khususnya yang ada di Kalsel, dapat menjadi penerus perjuangan para pahlawan, dengan terus rajin belajar untuk Indonesia lebih baik lagi.
Upacara Peringatan HUT RI ke 81 yang turut dihadiri jajaran petinggi Forkopimda Kalsel, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan seluruh unsur TNI Polri, serta seluruh Pejabat Pimpinan tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel, Perwakilan Mahasiswa, Pelajar dan tamu undangan kali ini juga semakin semarak dengan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh Paduan Suara binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan. Lagu Hari Merdeka, Halo-Halo Bandung, Berkibarlah Benderaku, serta Sapu Tangan Babuncu menggema, membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.
Berbalut busana adat nusantara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 inipun tampak semakin meriah. Bagaimana tidak, terlihat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin dalam momen ini sengaja menggunakan pakaian adat Banjar yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan. Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi juga tampak menggunakan pakaian adat dari Sumatera Selatan, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Masrupah Syarifuddin tampak menggunakan baju bugis dari Sulawesi.
Rangkaian upacara juga diselingi penyerahan penghargaan Kenaikam Pangkat Luar Biasa oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhudin kepada Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, dan ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan berupa sembako kepada para veteran, sekaligus penyerahan pila dan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba gerak jalan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinso Kalsel dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 Tahun 2026 ini. [adv/adpim]
SebarkanBanjarbaru
Gubernur H Muhidin Kukuhkan Paskibra Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026
BalainNews.com, BANJARBARU – Sebanyak 44 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026 resmi dikukuhkan Gubernur Kalsel H. Muhidin di gedung KH. Idham Khalid Banjarbaru pada Jumat (14/8/2026) sore.
Paskibra sebanyak 44 pelajar tersebut terdiri atas 22 putra dan 22 putri, merupakan putra-putri terbaik yang terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel setelah melalui proses seleksi, pendidikan, dan pelatihan sejak akhir Juli 2026.
Dalam prosesi pengukuhan, Pemimpin Upacara, Andika Syarif Maulana memegang Sang Merah Putih dengan tangan kanan, diikuti pengucapan Ikrar Putra Indonesia secara bersama-sama.
Prosesi dilanjutkan dengan mencium bendera sebagai simbol kesediaan untuk mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gubernur H Muhidin yang bertindak sebagai Pembina upacara kemudian menyematkan Lencana Merah Putih Garuda dan memasangkan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara.
Rangkaian prosesi tersebut menjadi penanda resmi bahwa ke-44 pelajar terpilih itu telah siap mengemban tugas sebagai Paskibraka tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026.
Dalam amanatnya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa tugas Paskibraka bukan sekadar mengibarkan bendera, tetapi juga membawa nilai kehormatan dan kecintaan kepada tanah air.
“Menjadi Paskibraka bukan sekadar berdiri tegak, tetapi menjadi simpul kehormatan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin meminta para Paskibraka menjalankan tugas dengan disiplin, kompak, dan penuh tanggung jawab.
“Laksanakan tugas dengan penuh kedisiplinan, kekompakan, dan pertanggungjawaban.” tuturnya.
Selain itu, Gubernur H. Muhidin juga mengingatkan agar nilai-nilai Paskibraka diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kehormatan sebagai Paskibraka tidak berhenti setelah upacara pengibaran telah selesai.” tegasnya.
Diakhir amanatnya, Gubernur H. Muhidin berpesan Menjelang pelaksanaan tugas, para Paskibraka diminta menjaga kondisi fisik dan kesehatan.
“Jaga terus kesehatan dan pola makan agar siap melaksanakan tugas pada 17 Agustus.” pungkasnya.
Usai pengukuhan, Prima Yuda Duyantono, pelajar SMAN 1 Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu mengaku bangga mendapat kepercayaan menjadi bagian dari Paskibraka Provinsi Kalsel Tahun 2026.
Prima mengatakan, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Saya merasa bangga dan senang bisa terpilih menjadi Paskibraka Provinsi Kalsel.” ungkapnya.
Menjelang pelaksanaan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Prima berkomitmen menjaga kondisi fisik dan kekompakan bersama rekan-rekannya sesuai pesan Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
“Saya akan menjaga kesehatan, kekompakan, dan berusaha memberikan yang terbaik saat bertugas nanti.” pungkasnya.
Pada Pengukuhan Paskibraka Provinsi Kalsel Tahun 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yuda Hermawan, Komandan Resor Militer (Danrem) 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BNN Provinsi Kalsel Brigjen Pol. Asep Taufik, Danlanud Syamsudin Noor Kolonel Pnb. Harlans T. Ambarita, serta Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut Galih Nurtjahjo serta jajaran Forkopimda Kalsel.
Hadir pula Sekdaprov Kalsel, H.M Syarifuddin beserta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Kalsel.
Prosesi pengukuhan juga disaksikan para pembina dan pelatih Paskibraka serta orang tua dan keluarga para anggota Paskibraka yang turut hadir memberikan dukungan. [adv/adpim]
SebarkanBanjarbaru
Bertepatan Kalsel Expo, Gubenrur H. Muhidin Launching Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026
BalainNews.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin beserta istri Hj. Fathul Jannah didampingi Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman beserta istri drg. Ellyana Trisya menghadiri rangkaian kegiatan Kalsel Expo 2026 sekaligus melaunching Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 di Banjarbaru, pada Rabu (12/8/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Bupati Balangan Abdul Hadi sebagai tanda peresmian gedung Kantor UPPD/Samsat Paringin, Kabupaten Balangan.
Gubernur H. Muhidin beserta jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel juga meninjau secara langsung pelayanan perpajakan, informasi pajak, serta inovasi layanan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), termasuk Bapenda Super Apps yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran PKB melalui perangkat Android maupun iOS.
Kalsel Expo 2026 sendiri menjadi ajang yang menampilkan beragam produk unggulan, inovasi, kreativitas, serta potensi daerah Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 12–18 Agustus 2026 di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai produk dan karya unggulan daerah.
Beragam sektor ditampilkan, mulai dari produk UMKM dan ekonomi kreatif, kuliner, fesyen, kerajinan, inovasi daerah, hingga berbagai potensi unggulan Kalsel. Selain pameran, kegiatan juga diramaikan berbagai perlombaan dan agenda lainnya yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Pada momentum tersebut, Gubernur H. Muhidin secara resmi melaunching Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026. Program tahunan Pemerintah Provinsi Kalsel ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.
Gubernur menjelaskan, PKB merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerimaan tersebut selanjutnya digunakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan, termasuk infrastruktur jalan provinsi, layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai pelayanan publik.
“Karena itu, Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor kita jadikan agenda tahunan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah,” sampai Gubernur H. Muhidin.
Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor 2026 berlangsung mulai 12 Agustus hingga 1 Desember 2026 dengan empat rangkaian utama. Pertama, pemberian penghargaan berupa hadiah kepada wajib pajak yang taat membayar pajak melalui mekanisme penentuan pemenang.
Kedua, pelaksanaan Apel Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor bagi ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel serta pemerintah kabupaten/kota. Ketiga, penagihan tunggakan pajak kendaraan dinas pada masing-masing pemerintah kabupaten dan kota. Keempat, pemberian paket sembako atau hadiah doorprize bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran pajak.
H. Muhidin menegaskan, gerakan tersebut harus dimulai dari aparatur pemerintah sebagai panutan dalam kepatuhan membayar pajak.
“Sesuai namanya, Gebyar ini dimulai dari panutan. Aparatur Sipil Negara harus lebih dahulu memberikan contoh,” tegasnya.
Gubernur juga meminta Bapenda bersama seluruh Samsat memberikan pelayanan yang cepat dan mudah, memperluas kanal pembayaran, serta menyebarluaskan informasi program hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, masyarakat yang selama ini terkendala tunggakan maupun denda harus diberikan kesempatan untuk menyelesaikan kewajibannya dengan memanfaatkan program yang tersedia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Balangan atas dukungannya dalam pembangunan Kantor Samsat Paringin. Keberadaan kantor tersebut dinilai dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalsel dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Gubernur H. Muhidin kemudian mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan memanfaatkan program Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor sebaik-baiknya.
“Pajak yang kita bayarkan akan kembali kepada kita dalam bentuk layanan yang layak dan pembangunan yang merata di seluruh Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Gubernur Kalsel H. Muhidin secara resmi menyatakan Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 dimulai.
Gubernur H. Muhidin berharap program tersebut mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat, mengoptimalkan penerimaan daerah, serta memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kalsel Expo 2026 akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Masyarakat diajak turut meramaikan kegiatan tersebut sekaligus mendukung produk, kreativitas, inovasi, dan karya unggulan daerah Kalimantan Selatan. [adv/adpim]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle3 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah3 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Daerah2 tahun agoDayat El, Anak Muda Dari Banua Resmi Dilantik Jadi Anggota DPD RI
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali
-
Banjarmasin2 tahun agoLantik PDK Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, Paman Birin : Terus Eratkan Kebersamaan Warga Banjar Di Seluruh Tanah Air

