Banjarmasin
Pelaksanaan Pemilu Yang Lancar dan Pembayaran THR Picu Pergerakan Ekonomi
BalainNews.com, BANJARMASIN – Perekonomian Kalsel Terus Melanjutkan Tren Positif.
“Kondisi Pasca PEMILU yang stabil dukung ekonomi Kalsel”.
Sampai dengan Bulan Februari 2024 ini, kondisi perekonomian nasional masih melanjutkan trend positifnya. Pelaksanaan PEMILU 2024 yang berjalan dengan lancar mendukung kinerja perekonomian nasional, demikian juga berpengaruh terhadap Kalimantan Selatan. Indikator-indikator yang menunjukkan keadaan perekonomian Kalimantan Selatan yang positif tersebut antara lain:
Tingkat inflasi Februari 2024 tercatat sebesar -0,01 persen (mtm) atau mengalami deflasi dan sebesar 2,27 persen (yoy), dibawah rata-rata nasional yang mencapai 2,75.
Surplus perdagangan terus berlanjut di Bulan Februari 2024 sebesar US$ 1.037,46 juta, tetapi perlu diwaspadai adanya tren penurunan dari periode sebelumnya, imbas dari dinamika harga komoditas andalan.
Kelompok barang dengan ekspor tertinggi masih didominasi oleh bahan bakar mineral/batubara dengan porsi 93,26%.
Pemerintah Alokasikan Dana THR
“Kinerja APBN dalam mendukung pembayaran THR ”
Kinerja APBN sampai dengan Februari 2024, khususnya di sisi pendapatan telah terealisasi sebesar Rp2,60 triliun atau 11,25% dari target. Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2023, pertumbuhannya -33,17%. Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menunjukkan angka pertumbuhan yang positif yaitu 19,95% dengan realisasi sebesar Rp384,15 miliar. Realisasi total belanja negara sebesar Rp6,33 triliun atau 16,73% dari pagu. Capaian ini meningkat 42,98% dibandingkan tahun lalu. Dalam rangka pembayaran THR, khusus untuk Belanja Pemerintah Pusat, telah dialokasikan belanja THR pegawai sebesar RP 188,46 miliar kepada 36.249 penerima. Realisasi sampai dengan 26 Maret 2024 sebesar Rp165,98 miliar untuk 340 satuan kerja serta kepada 34.826 penerima.
Penjelasan lebih rinci untuk pendapatan negara, realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri mencapai Rp2,19 triliun atau 10,23% dari target, terkontraksi sebesar -35,37% (yoy). Kontribusi terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp1,40 triliun, kemudian PPN memberikan kontribusi sebesar Rp703,90 miliar. Tiga sektor yang memberikan kontribusi penerimaan perpajakan terbesar berasal dari sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 36,7%, kemudian sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 19,7%, dan sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 7,7%. Secara kumulatif, sampai dengan Bulan Februari 2024, mayoritas sektor utama masih tumbuh positif, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Perdagangan Besar, dan Sektor Pertanian, yang mengalami kontraksi.
Kinerja penerimaan negara yang dipungut oleh Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan sampai dengan Februari 2024 sebesar Rp1,29 triliun. Penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp21,40 miliar dan penerimaan lainnya Rp1,27 triliun. Tantangan yang dihadapi terkait penerimaan yang dipungut oleh Kanwil DJBC Kalbagsel adalah penurunan harga ekspor komoditas batubara, CPO dan turunannya.
Selanjutnya pada sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi penerimaannya telah mencapai Rp384,15 miliar atau 30,95% dari target, tumbuh 19,95% (yoy). Capaian ini berasal dari PNBP BLU (28,44%) dan PNBP Lainnya (71,56%). PNBP Lainnya antara lain berasal dari PNBP yang dipungut DJKN yaitu PNBP aset, piutang negara, dan bea lelang.
Realisasi belanja negara sampai dengan 29 Februari 2024 sebesar Rp6,33 triliun, atau sebesar 16,73% dari pagu yang terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp1,19 triliun (13,65% dari pagu) dan Belanja Transfer ke Daerah/TKD sebesar Rp5,14 triliun (17,66% dari pagu). Khusus untuk belanja barang, realisasinya meningkat karena dipengaruhi oleh kegiatan persiapan Pemilu dan belanja barang dari satker BLU. Untuk belanja modal, pemerintah terus mendorong akselerasi belanja modal di awal tahun 2024. Realisasi belanja modal sampai dengan Februari 2024 baru mencapai Rp40,65 miliar (3,44% dari pagu. Rendahnya serapan belanja modal karena sebagian besar belanja modal khususnya untuk pekerjaan konstruksi baru selesai di periode Semester II 2024.
Dukungan APBN 2024 untuk Kalimantan Selatan selain dari alokasi belanja Kementerian/Lembaga dan Transfer ke Daerah juga diwujudkan dalam bentuk pemberian subsidi. Subsidi yang diberikan oleh pemerintah di wilayah Kalimantan Selatan antara lain Subsidi Pupuk, Subsidi Beras, Subsidi Listrik, Subsidi BBM dan LPG. Realisasi Subsidi Pupuk telah tersalur 4.709,80 ton terdiri dari Urea, NPK, dan NPK Kakao. Subsidi Beras di Bulan Februari 2024 ini telah tersalur 1.886,55 ton. Subsidi BBM & LPG yang terdiri dari Pertalite sebesar 47.459 Kilo Liter dan Solar JBT (Jenis BBM Tertentu) 18.948 Kilo Liter, serta subsidi untuk LPG 3 kg (PSO) 9.383 Metrik Ton. Untuk Subsidi listrik sudah terealisasi sebesar Rp132,78 miliar.
“Kinerja TKD : Kinerja Penyaluran Dana Desa perlu lebih diakselerasi”
Realisasi Belanja Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 29 Februari 2024 sebesar 5,14 triliun atau sebesar 17,66%. Secara keseluruhan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan Belanja Transfer ke Daerah meningkat sebesar 39,15%. Realisasi DBH sebesar Rp2,69 Triliun (17,42%), Realisasi DAU sebesar Rp1,69 triliun (19,91%), Realisasi DAK Non Fisik sebesar Rp393, 62 Miliar (16,42%), Realisasi Dana Desa sebesar Rp347,19 miliar (23,77%). Realisasi TKD tertinggi di bulan Februari ni adalah Kota Banjarmasin sebesar 20,15%.
“Kinerja APBD : Kinerja Pajak Daerah Naik 75,51% dan Retribusi Daerah naik 415,12%”
Kinerja APBD Regional Kalimantan Selatan sampai dengan 29 Februari 2024, untuk realisasi pendapatan daerah mencapai Rp5,95 triliun atau sekitar 15,67% dari target, meningkat sebesar 99,46% jika dibandingkan tahun lalu. Pajak Daerah terealisasi Rp755,38 miliar dan Retribusi Daerah sebesar Rp48,73 miliar . Realisasi pendapatan tertinggi ada pada Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp624,78 miliar (19,82%). Pajak daerah dan retribusi daerah mengalami kenaikan, disumbang dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang meningkat secara signifikan. Komponen pendapatan yang mendominasi struktur Pendapatan Daerah se-Kalimantan Selatan adalah Pendapatan Transfer sebesar Rp4,89 T, dengan kontribusi 82,33% terhadap total pendapatan Daerah.
Sedangkan dari sisi Belanja Daerah, Realisasi belanja telah terealisasi sebesar Rp2,48 triliun (5,95%) tumbuh 36,72%. Belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp951,80 miliar. Untuk Belanja Barang/Jasa sebesar Rp497,32 miliar, belanja modal telah terealisasi sebesar Rp83,79 miliar. Belanja pegawai, belanja barang/jasa, dan belanja modal meningkat dibandingkan tahun 2023. Peningkatan paling tinggi pada belanja barang/jasa yaitu mencapai 88,15% jika dibandingkan tahun lalu. Realisasi belanja APBD terbesar di Bulan Januari 2024 adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp1,13 triliun (9,72%).
Kinerja Sektor Keuangan
“Kalsel peringkat 15 se-Indonesia dalam hal Realisasi Penyaluran KUR”
Penyaluran KUR s.d. 29 Februari 2024 terealisasi sebesar Rp358,95 miliar kepada 13.365 debitur. Nominal penyaluran tersebut mengalami pertumbuhan yang positif dengan persentase growth mencapai 399,90% dibandingkan periode Februari 2023. Kota/Kabupaten penyalur KUR tertinggi di Bulan Februari 2024 adalah Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar. Kota Banjarmasin merupakan kota dengan penyaluran KUR tertinggi per Februari tahun 2024 dengan nominal sebesar Rp183,50 miliar yang disalurkan kepada 2.491 debitur. Capain tersebut meningkat 174,79% dibandingkan periode Februari 2023. BRI merupakan Bank/LKBB penyalur dengan penyaluran KUR tertinggi per Februari tahun 2024 dengan nominal sebesar Rp546,12 miliar yang disalurkan kepada 11.244 debitur. Selanjutnya adalah Bank Kalsel sebesar Rp103,89 miliar dan Bank Mandiri sebesar Rp68,26 miliar.
“Penyaluran UMi Kalimantan Selatan peringkat 13 se-Indonesia”
Penyaluran UMi s.d. 29 Februari 2024 terealisasi sebesar Rp3,66 miliar kepada 730 debitur. Nominal penyaluran tersebut mengalami peningkatan sebesar 61,96% dibandingkan periode Februari 2023. Kota Banjarmasin merupakan kabupaten/kota dengan penyaluran pembiayaan UMi tertinggi per Februari tahun 2024 dengan nominal sebesar Rp904 juta yang disalurkan kepada 182 debitur. Capaian tersebut meningkat 127,19% dibandingkan periode Februari 2023. PT PNM (Permodalan Nasional Madani) merupakan LKBB dengan penyaluran pembiayaan UMi tertinggi dengan realisasi per Februari tahun 2024 sebesar Rp3,28 miliar kepada 691 debitur, kemudian Pegadaian menyalurkan sebesar Rp382,23 juta kepada 39 debitur.
Isu Regional
“Perkembangan Harga Beras di Kalimantan Selatan”
Harga beras (Premium dan Medium) di Kalsel mengalami kenaikan sejak Januari 2024. Kenaikan ini disebabkan oleh :
Supply shock gagal panen akibat virus tungro. Permintaan naik signifikan pada bulan-bulan Ruwah (Sya’ban) dan Puasa (Ramadhan) yang siklusnya berbeda dengan bulan panen. Sya’ban, Ramadhan, dan Syawal jatuh pada Februari, Maret, dan April 2024 berbarengan dengan musim paceklik beras .
Penurunan produksi beras dari tahun ke tahun.
Kenaikan harga beras pada Januari s.d. awal Maret 2024 tidak setinggi pada bulan Juli 2023, karena pada bulan Juli 2023 adalah masa berakhirnya masa panen dan adanya kenaikan harga gabah di tingkat petani.
Di tingkat Nasional tren kenaikan harga beras disebabkan oleh faktor El Nino yang mempengaruhi pola tanam pada daerah sentra padi. Hal ini membuat musim panen (raya) mundur dan implikasinya, paceklik kian panjang. Selain itu, dinamika harga beras global yang tecermin dari kebijakan negara-negara eksportir beras yang cenderung restriktif. Salah satunya India. Keputusan India menutup ekspor beras non-basmati pada Juli lalu berdampak pada kenaikan harga beras, terutama negara-negara yang selama ini tergantung pada beras impor dari India.
“Policy Respon”
Terhadap keadaan tersebut, kami memberikan rekomendasi antara lain:
Dalam jangka pendek pemerintah perlu melakukan kebijakan stabilisasi harga dan dukungan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah misalnya melalui program penjualan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan program pemberian bantuan pangan oleh Bulog.
Menjaga jumlah stok yang cukup sedini mungkin, terutama tidak mudah untuk mendapatkan stok, baik dari produksi dalam negeri maupun dari import.
Dalam jangka menengah panjang perlu peningkatan produksi yang berkelanjutan dengan berbasis data dan teknologi. [riv/humas]
Banjarmasin
Bootcamp Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
BalainNews.com, BANJARMASIN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Kalsel menggelar Bootcamp Duta Aksel 2026 untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus membekali generasi muda agar mampu mengedukasi masyarakat dan mencegah kejahatan keuangan digital.
Kegiatan bertema Learn, Create, Impact ini berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Banjarmasin. Pesertanya merupakan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang dipersiapkan menjadi Duta Akselerasi dan Inklusi Keuangan (Aksel) Banua.
Kepala Perwakilan OJK Kalimantan Selatan yang diwakili Andi Rahman, mengatakan perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam bertransaksi keuangan. Namun, masyarakat juga menghadapi risiko kejahatan digital, gangguan transaksi, hingga penawaran investasi ilegal.
Karena itu, OJK menginisiasi Program Penggerak Inklusi Keuangan Indonesia (PPIKI) dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan tidak hanya memahami pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga mampu menyebarluaskan edukasi kepada teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Generasi muda harus mampu menjadi penggerak edukasi sekaligus membantu melindungi masyarakat dari berbagai potensi penipuan dan kejahatan keuangan,” ujarnya.
Andi berharap peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperdalam pengetahuan tentang produk dan layanan jasa keuangan, memahami risikonya, serta menyampaikan informasi secara kreatif dan tepat sasaran.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di Banua.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel yang diwakili Direktur Iwan mengatakan, keterlibatan Bank Kalsel merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan pemahaman keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, para Duta Aksel perlu dibekali kemampuan komunikasi dan kreativitas agar dapat menyampaikan edukasi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.
“Kami mendorong para Duta Aksel memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang positif dan bertanggung jawab. Pastikan informasi yang disampaikan akurat, bermanfaat, dan sesuai ketentuan,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan duta literasi keuangan tidak hanya diukur dari jumlah konten yang diproduksi, tetapi juga dari kualitas informasi dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Melalui program tersebut, Bank Kalsel berharap masyarakat semakin mengenal layanan perbankan, lebih percaya terhadap layanan keuangan resmi, serta bijak dalam mengambil keputusan finansial.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan SMA, Dedi Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan bootcamp tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat mendukung pendidikan karakter dan kecakapan hidup peserta didik.
Menurut Dedi, pemahaman literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, hingga merencanakan keuangan sesuai kemampuan. Generasi muda juga harus kritis terhadap tawaran keuntungan besar, memeriksa legalitas produk keuangan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, dan kode OTP.
“Kami bangga karena sejumlah peserta didik dari sekolah di Kalimantan Selatan terpilih menjadi Duta Literasi Keuangan. Mudah-mudahan mereka berperan aktif menyebarluaskan edukasi dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dedi menambahkan, sinergi antara OJK, Bank Kalsel, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat agar edukasi keuangan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui Bootcamp Duta Aksel 2026, ketiga pihak berharap lahir generasi muda yang cakap mengelola keuangan, bertanggung jawab dalam menggunakan layanan digital, serta mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan dan berbagai risiko di sektor jasa keuangan. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
UPZ Bank Kalsel Ucapkan Selamat Kepada BAZNAS Raih Prestasi Provinsi Terbaik
BalainNews.com, BANJARMASIN – UPZ Bank Kalsel mengucapkan selamat dam sukses kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang meraih prestasi sebagai BAZNAS Provinsi Terbaik pada Grand BAZNAS Award 2026.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen, dedikasi, dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat serta upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Semoga prestasi ini semakin memperkuat semangat dalam mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah serta terus menghadirkan program-program yang produktif, amanah, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.
UPZ Bank Kalsel berharap, pencapaian luar biasa ini semoga BAZNAS Kalsel semakin maju, terpercaya dan terus menebar kebermanfaatan.
Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv/riv]
Rekening Zakat, Infak dan Sedekah : Bank Kalsel Syariah 6500844928 (Zakat) 6500846214 (Infak dan sedekah) A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel
Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153.
SebarkanBanjarmasin
Bank Kalsel Dukung Konsolidasi Delapan BPR Milik Pemkab di Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel siap mendukung konsolidasi delapan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dukungan tersebut meliputi penyediaan fasilitas kantor pusat di Banjarmasin hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas akses pembiayaan masyarakat.Cari Peta Wilayah
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan hal itu seusai penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) konsolidasi BPR milik pemerintah daerah se-Kalsel di Hotel Galaxy, Banjarmasin, Selasa (13/10/2026) malam.
Delapan BPR yang akan dikonsolidasikan berasal dari Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, Tapin, Kotabaru, dan Tanah Laut.Kelola Kas Bisnis
Fachrudin mengatakan, rencana penggabungan tersebut telah dibahas sekitar dua tahun terakhir dan kini dimatangkan bersama Pemerintah Provinsi Kalsel serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurutnya, konsolidasi diharapkan membuat kelembagaan BPR lebih sehat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat koordinasi bisnis sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.Baca Berita Lokal
Sebagai dukungan konkret, Bank Kalsel siap memfasilitasi kebutuhan kantor pusat BPR hasil konsolidasi di Banjarmasin. Penguatan kapasitas komisaris, direksi, dan pegawai juga akan didukung melalui program pelatihan di Aksel University.
Fachrudin menegaskan, penggabungan kelembagaan tidak berarti menghapus program pembiayaan yang telah berjalan di masing-masing daerah. Program tersebut tetap dapat disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah serta kebutuhan masyarakat, termasuk pembiayaan berbunga nol persen bagi pelaku usaha.
Proses konsolidasi ditargetkan memasuki tahap pelaksanaan pada April 2027. Penyusunan format kelembagaan dan mekanisme penggabungan akan dilakukan sesuai ketentuan OJK agar transisi berjalan tertib tanpa mengganggu keberlangsungan operasional.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengatakan konsolidasi delapan BPR bertujuan memperkuat layanan permodalan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Buka Tabungan
Dengan pusat operasional di Banjarmasin dan jaringan kantor di kabupaten, BPR hasil konsolidasi diharapkan mampu memberikan layanan pembiayaan yang lebih terkoordinasi, sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan masing-masing daerah.
Fachrudin berharap konsolidasi ini membuka peluang sinergi yang saling menguntungkan antara BPR dan Bank Kalsel. Pembagian peran bisnis yang jelas dinilai penting agar kedua lembaga dapat saling melengkapi dalam memperluas akses layanan keuangan dan pembiayaan produktif bagi masyarakat Banua. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
Tarif Papadaan Digulirkan, Dishub Kalsel Gandeng Aksel by Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Tarif Papadaan resmi diterapkan pada semua moda transportasi perkotaan, yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, Dishub Kota Banjarmasin dan Dishub Kota Banjarbaru.
Cukup membayar Rp5.000, dengan satu kali tap kartu pra bayar nir sentuh, atau QRIS, dan aplikasi dompet digital, maka pengguna dapat berganti moda transportasi publik modern, hingga 3 kali.
Dengan tarif terintegrasi antara Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin dan Trans Banjarbaru, pengguna dapat menikmati 3 noda angkutan ini, dengan satu kali bayar, berlaku hingga 90 menit.
Penerapan Tarif Papadaan ini, mendapat dukungan penuh dari Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel melalui aplikasi Aksel.
“Dari aplikasi Aksel, fasilitasi proyek perubahan, implementasi tarif papadaan, yaitu tarif terintegrasi untuk Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin. Kita berharap ini tidak hanya terkait dengan layanan angkutan perkotaan, tetapi juga digitalisasi keuangan, kemudian peningkatan pendapatan daerah, dan kreatif financing yang bisa dikerjasamakan Bank Kalsel dengan Dinas Perhubungan, serta dari kolaborasi antar pemerintah daerah,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, Kamis (8/10).
Pada penerapan tarif papadaan ini, Bank Kalsel yang mengatur di balik layar, untuk mengintegrasikan tarif 3 moda transportasi perkotaan tersebut.
“Bahkan ke depan, asal Tarif Berlangganan, pembelian hanya di Aksel, lebih murah dan bisa melalui aplikasi,” tambah Fitri.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Izhar mengatakan, Bank Kalsel akan selalu mendukung pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam seluruh kegiatan.
“Terutama sebagaimana komitmen kita dengan Bank Indonesia akan selalu mendukung digitalisasi Kalimantan Selatan, dengan salah satu kegiatan yang ada di Trans Banjarbakula ini, salah satunya mendorong untuk digitalisasi,” ujarnya.
Kehadiran tarif papadaan ini, diharapkan semakin membuat masyarakat nyaman menggunakan transportasi publik dengan harga terjangkau, dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
Hadiah Hingga Rp30 Juta Bagi Peserta Aktif Top Up ShopeePay Melalui AKSEL by Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali mendorong peningkatan transaksi digital melalui aplikasi AKSEL. Kali ini, program Top Up Race khusus menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu.
Program yang berlangsung 1 Oktober hingga 30 November 2026 tersebut menyediakan total hadiah hingga Rp30 juta bagi peserta yang aktif melakukan top up ShopeePay melalui AKSEL by Bank Kalsel.
Peserta yang dapat mengikuti program ini merupakan ASN dan PPPK penuh waktu yang memiliki rekening Bank Kalsel serta melakukan transaksi top up ShopeePay melalui AKSEL.
Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni Existing AKSEL bagi pengguna yang telah melakukan aktivasi AKSEL sebelum periode program dan New AKSEL bagi pengguna yang melakukan aktivasi selama periode program berlangsung.
Persaingan peserta akan dinilai berdasarkan frekuensi top up terbanyak dan nominal top up tertinggi setiap bulannya.
Untuk kategori frekuensi, pemenang pertama memperoleh hadiah Rp2,5 juta, pemenang kedua Rp1,5 juta, dan pemenang ketiga Rp1 juta. Sementara untuk kategori nominal top up tertinggi, pemenang mendapatkan Rp1 juta.
Pemenang bulanan akan di-reset setiap bulan. Namun, peserta tetap memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan hadiah utama atau Grand Prize “Si Paling Top Up”.
Grand Prize ditentukan berdasarkan akumulasi frekuensi top up terbanyak selama seluruh periode program. Juara pertama berhak mendapatkan Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta.
Bagi ASN dan PPPK yang belum menggunakan AKSEL, Bank Kalsel membuka kesempatan untuk segera melakukan pendaftaran dan aktivasi aplikasi tersebut sebelum mengikuti program.
Bank Kalsel juga menegaskan bahwa pemenang tidak dikenakan biaya dalam bentuk apa pun. Proses klaim hadiah akan diarahkan melalui kantor Bank Kalsel terdekat.
Melalui Top Up Race, Bank Kalsel tidak hanya menghadirkan program berhadiah, tetapi juga mendorong ASN dan PPPK untuk semakin terbiasa menggunakan layanan transaksi digital melalui AKSEL. [adv/riv]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle3 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Daerah3 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Daerah2 tahun agoDayat El, Anak Muda Dari Banua Resmi Dilantik Jadi Anggota DPD RI
-
Banjarmasin3 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali

