Era Digital, Media Siber Jangan Berhenti Beradaptasi - BalainNews.com
Connect with us

Lifestyle

Era Digital, Media Siber Jangan Berhenti Beradaptasi

Published

on

Mohammad Nasir, Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia. (Foto : Ist).

BalainNews.com, JAKARTA – ERA digital masuk Indonesia bagaikan badai. Awalnya berupa angin lembut yang terasa nyaman. Kemudian tekanan angin itu bertambah kuat, semakin kuat dan membesar. Dahsyat dan mengobrak-abrik segala yang sudah ada.

Sebagai praktisi media, wartawan media cetak, semula kami mendambakan hadirnya teknologi digital yang bisa untuk mengirim naskah berita ke redaksi tempat kami bekerja, Harian Kompas.

Awal tahun 1990-an kami diperkenalkan perangkat pengiriman berita lewat komputer/laptop yang dihubungkan melalui jaringan telepon. Namanya crosstalk.

Pengiriman dijamin tidak sampai apabila pengiriman belum sampai 100 persen yang ditunjukkan dengan munculnya angka yang disertai suara “krook, kroook”. Begitu sampai 100 persen lega. Pasti masuk. Itulah lah pertama pengenalan alat pengiriman berita lewat komputer.

Sebelumnya kami menggunakan mesin teleks, dan faksimile yang kami pinjam dari kantor Telekom terdekat di mana kami berada: di daerah, luar kota, atau luar negeri. Tentunya kami membayar.

Ketika kami meliput konflik di Bosnia Herzegovina, tahun 1995, masuk sebuah hotel yang dinding kamar dan lift sudah berlubang-lubang karena ditembus peluru, pertama yang kami dekati adalah kantor hotel atau business centre untuk bisa menggunakan faksimile untuk mengirim berita. Ketika mesin faksimile yang dibutuhkan sudah ada, barulah kami tenang.

Zaman sekarang beda. Yang dicari bukan faksimile, tetapi komputer yang terdapat jaringan internet. Kalaupun tidak ditemukan komputer yang berjaringan internet, smartphone di tangan pun bisa berfungsi untuk mengirim berita dengan jaringan internet yang ada di dalamnya.

Smartphone berjaringan internet inilah yang kami bayangkan untuk bisa mengirim berita dari mana saja, dari hutan, dari pegunungan sampai rawa-rawa.

Saat itu saking kepinginnya mempunyai smartphone berteknologi canggih seperti itu, kami membeli setiap smartphone yang di dalamnya terdapat perangkat internet. Tujuannya untuk mengirim berita dari luar kantor.

Smartphone yang kami coba mulai dari merek Siemens, Nokia, Samsung, dan lain-lainnya. Namun ketika itu tahun 1990-an belum ada smartphone canggih yang bisa mengirim berita secepat smartphone sekarang ini. Dulu smartphone bisa digunakan mengakses internet setelah dioperasikan dengan beberapa langkah. Hasilnya tidak semulus sekarang.

Sekarang smartphone android bisa digunakan mengirim teks dan gambar hanya tiga langkah. Mengarahkan cursor ke pengiriman, pilih yang akan dituju, lalu tekan kirim (send). Betapa mudahnya. Ini surga bagi wartawan yang mengirim naskah berita dari luar kantor.

Namun kemudahan dan kenyamanan itu berujung duka. Diiringi “badai” internet. Semua serba internet.

Pertumbuhan media berbasis internet, yang disebut media online atau media siber tumbuh di mana. Kebiasaan membaca lewat media cetak tergerus. Belanja iklan sebagian beralih ke media digital.

Media cetak kehilangan sebagian besar pemasukan iklan. Satu per satu media cetak tutup. Seluruh dunia media cetak, seperti koran, tabloid, dan majalah banyak yang gulung tikar dan tutup.

Era digital menjadi membudaya, menggusur tradisi bermedia lama. Cara mendistribusikan media berbeda, tradisi newsroom berubah, karena setiap menit berita bisa disiarkan melalui media online.

Jurnalisme pun mulai berubah. Berita yang belum dikonfirmasi kebenarannya boleh tayang, sambil menunggu dilengkapi hasil konfirmasi. Semua dilakukan demi kecepatan.

Terjadi Disrupsi

Saat itu kemudian terjadi disrupsi teknologi dan sosial di mana-mana. Masyarakat beralih ke digital dalam mencari informasi. Perusahaan media pers digital banyak tumbuh di mana-mana. Sementara media pers cetak banyak yang tutup untuk selamanya. Sebagian di antaranya bermigrasi ke online.

Ketika terjadi perubahan pekerjaan media dengan semangat kebaruannya di perusahaan media, dapat diperkirakan perguruan tinggi yang mempunyai jurusan jurnalistik ikut terkena disrupsi. Lulusannya tidak bisa memenuhi tuntutan pekerjaan, karena apa yang diajarkan kepada mahasiswa berbeda dengan tuntutan lapangan kerja.

Praktis perguruan tinggi harus “belanja” ilmu jurnalisme baru, melakukan penelitian untuk memperoleh pengetahuan terbaru. Ada perguruan tinggi yang kemudian merekrut dosen dari kalangan praktisi media online, untuk memenuhi kebutuhan link and match dengan dunia kerja.

Sebut saja salah satu perguruan tinggi di Jakarta, Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) yang merekrut praktisi dari media siber untuk menjadi dosen di fakultas komunikasinya.

Disrupsi yang lebih tampak nyata terjadi di media pers cetak. Situasi bisnis perusahaan pers konvensional melemah, sebagian wartawan dipotong gaji mereka, ada yang kemudian dirumahkan, dan bahkan diberhentikan secara permanen.

Keadaan krisis media konvensional seperti itu terjadi di Indonesia dan hampir seluruh belahan dunia. Para wartawan profesional yang menjadi korban disrupsi teknologi dan perubahan sosial, lalu membanting setir beradaptasi dengan zaman baru era digital ini.

Mereka merintis mendirikan perusahaan pers online atau yang disebut perusahaan rintisan (startup). “Mahasiswa-mahasiswa kami menemukan banyak startup (perusahaan pers siber- Red.) di seluruh dunia— mulai dari Uganda ke Colombia, dari Kuba ke Nepal, dari Canada ke Italy, dari Australia ke Amerika Serikat— Kami membutuhkan dana bantuan lebih banyak,” demikian kutipan dari buku Beyond Journalism (2020), ditulis dua dosen peneliti jurnalisme dan studi media, Mark Deuze (Universitas Amsterdam) dan Tamara Witschge (Universitas Groningen).

Bantuan dana yang dimaksud Tamara berasal dari Universitas Groningen tempat ia mengajar. Bantuan antara lain berupa dana, pendidikan dan beasiswa, serta pemikiran/arahan riset internasional tentang jurnalisme dan media.

Kedua peneliti itu pergi ke pusat kota Nieuwsatelier di Amsterdam, keduanya masuk ke lantai dasar gedung tua yang kosong. Di gedung tua tidak berpenghuni itu ada lima startup perusahaan media siber yang berbeda, dan sebuah asosiasi jaringan kerja wartawan independen.

Situasi itu hampir sama dengan perusahaan pers kawan-kawan di kota Tangerang yang menempati gedung tua Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, di Jalan Daan Mogot yang tidak digunakan lagi. Di satu lantai atas pojok depan di gedung yang tidak diurus itu juga digunakan oleh sejumlah perusahaan pers siber.

Banyak wartawan di daerah lain di Indonesia turut beradaptasi dengan dunia baru, merintis menjadi pengusaha media online. Diharapkan perusahaan media siber tidak hanya berhenti pada adaptasi, melainkan turut berinovasi di tengah zaman digital, era 4.0. (riv/nrl)

Sebarkan

Banjarmasin

Tiga Sahabat, Satu Mikrofon, Sejuta Inspirasi Dari Persahabatan Tiga Dekade, Lahir Ruang Dialog untuk Indonesia

Published

on

Riswan Irfani, Muhammad Risanta dan Anang Fadillah. (Foto : JOURNALIST+/Ist)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Tidak semua persahabatan mampu bertahan puluhan tahun. Lebih sedikit lagi yang mampu melahirkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun itulah yang terjadi pada Anang Fadillah, Riswan Irfani, dan Muhammad Risanta. Tiga sahabat yang dipersatukan oleh dunia penyiaran sejak era 1990-an kini kembali bertemu dalam sebuah ruang baru bernama JOURNALIST+.

Bukan sekadar podcast. Bukan pula sekadar ajang nostalgia mantan penyiar radio. JOURNALIST+ adalah pertemuan gagasan, pengalaman, dan idealisme yang telah ditempa oleh waktu selama lebih dari tiga dekade.

Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang penuh informasi serba cepat, ketiga sahabat ini memilih menghadirkan sesuatu yang berbeda: percakapan yang bermakna.

Mereka pernah hidup dalam masa ketika suara penyiar radio menjadi teman perjalanan masyarakat. Saat informasi belum hadir dalam genggaman, mereka adalah bagian dari generasi yang belajar menyampaikan pesan dengan ketulusan, kedalaman, dan tanggung jawab.

Kini, setelah menempuh jalan hidup yang berbeda, mereka kembali duduk dalam satu meja, berbagi satu mikrofon, dengan tujuan yang sama: menghadirkan inspirasi bagi publik.

“Awalnya hanya obrolan santai dan melepas rindu. Namun dari pertemuan itu muncul kesadaran bahwa pengalaman panjang yang kami miliki tidak boleh berhenti menjadi cerita pribadi. Harus ada manfaat yang bisa dibagikan kepada masyarakat,” ujar Anang Fadillah, host sekaligus salah satu pendiri JOURNALIST+.

Bagi Anang, podcast ini merupakan bentuk kontribusi sederhana namun nyata dalam memperkuat budaya literasi dan ruang dialog publik.

Sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan, ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan mencerahkan.

Di sisi lain, Riswan Irfani membawa perspektif pendidikan dan kebudayaan ke dalam setiap diskusi. Mantan jurnalis yang kini aktif sebagai praktisi pendidikan dan penggiat seni itu percaya bahwa media memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar mengejar perhatian publik.

“Media harus mampu menjaga akal sehat masyarakat. Ia harus menjadi ruang pembelajaran, ruang kebudayaan, sekaligus ruang yang membangun harapan,” katanya.

Menurut Riswan, bangsa yang besar bukan hanya ditentukan oleh kemajuan teknologinya, tetapi juga oleh kemampuannya merawat identitas budaya dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Muhammad Risanta, Jurnalis Senior CNN Indonesia dan Ahli Pers Dewan Pers, memandang JOURNALIST+ sebagai jembatan antara pengalaman masa lalu dan tantangan masa depan.

Dalam dunia yang terus berubah, menurutnya masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang menghadirkan perspektif yang jernih dan dapat dipercaya.

“Kita hidup di era banjir informasi. Semua orang bisa berbicara, tetapi tidak semua informasi menghadirkan pemahaman. Karena itu dialog yang sehat dan berkualitas menjadi semakin penting,” ujarnya.

Lahirnya JOURNALIST+ juga menjadi bukti bahwa teknologi tidak selalu menjauhkan manusia dari nilai-nilai lama. Justru melalui platform digital, ketiga sahabat tersebut menemukan cara baru untuk meneruskan semangat yang dulu mereka bangun di ruang siaran radio.

Dari studio sederhana, mereka berbicara tentang pendidikan, budaya, ekonomi, media, pariwisata, kepemimpinan, hingga berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Tidak ada jarak antara narasumber dan pendengar. Tidak ada sekat antara pengalaman dan pembelajaran. Yang ada hanyalah percakapan yang mengalir, penuh makna, dan sarat inspirasi.

Bagi ketiganya, JOURNALIST+ bukan tentang popularitas atau mengejar angka penonton. Podcast ini lahir dari keyakinan bahwa gagasan yang baik harus terus dibagikan.

Dari sebuah persahabatan yang telah melintasi zaman, mereka membuktikan bahwa karya tidak mengenal usia. Bahwa semangat untuk belajar dan berbagi tidak pernah usang.

Karena terkadang, perubahan besar tidak selalu dimulai dari panggung megah atau ruang rapat yang mewah.

Kadang-kadang, perubahan itu lahir dari tiga sahabat yang duduk bersama, berbagi satu mikrofon, dan menghadirkan sejuta inspirasi untuk Indonesia. [Muhammad Irfani/riv]

JOURNALIST+

Informing. Inspiring. Impacting.

Sebarkan
Continue Reading

Jakarta

Kemkomdigi: Archive.org Diblokir Sementara karena Ada Konten Judi Online dan Pornografi

Published

on

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, di Jakarta, Kamis (29/5/2025) menegaskan bahwa keputusan pemblokiran sementara terhadap platform Internet Archive (Archive.org) diambil setelah ditemukan sejumlah konten yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama konten yang bermuatan perjudian online (judol) dan pornografi. (Foto: Dok. Kemkomdigi)

BalainNews.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa pemblokiran sementara terhadap platform Internet Archive (Archive.org) merupakan langkah perlindungan masyarakat yang terukur dan berdasarkan prosedur hukum. Keputusan itu diambil setelah ditemukan sejumlah konten yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama konten yang bermuatan perjudian online (judol) dan pornografi.

Langkah ini bukan sekadar pemblokiran. Juga tidak diambil dengan gegabah. Kami telah berupaya berkomunikasi dengan pihak Internet Archive melalui surat resmi sebanyak beberapa kali, namun tidak mendapat respons yang memadai. Jadi langkah cepat harus diambil untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan aman bagi masyarakat, tegas Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, di Jakarta, Kamis (29/5/2025).

Ketika platform mengabaikan komunikasi regulator, lanjutnya, sementara pada saat bersamaan ditemukan pelanggaran serius, maka pemblokiran adalah langkah terakhir yang perlu diambil.

“Pemblokiran bukan kebijakan yang tiba-tiba. Kemkomdigi dikatakan Alexander bertindak melalui proses komunikasi resmi, termasuk pemberitahuan berkala, analisis konten, dan koordinasi internal. Kami tidak pernah tiba-tiba menekan tombol blokir. Ada proses panjang yang kami tempuh, termasuk memberikan waktu kepada platform untuk merespons dan menindaklanjuti temuan kami,” katanya.

Sebagai platform global yang memiliki jutaan pengguna, Internet Archive memiliki tanggung jawab untuk mematuhi hukum di negara tempat layanannya tersedia. Kami menyadari nilai Internet Archive sebagai arsip digital dunia. “Tapi nilai itu tidak bisa dijadikan tameng untuk membiarkan konten berbahaya dan melanggar hukum tetap tersedia di Indonesia,” tegas Alexander.

Perlindungan Masyarakat di Atas Segalanya
Penemuan konten pornografi dan perjudian online pada platform tersebut menjadi perhatian utama. Kedua jenis konten itu, menurut UU ITE dan regulasi digital nasional, tergolong pelanggaran serius. Kemkomdigi pun berkomitmen untuk menjaga ruang digital dari paparan konten yang membahayakan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ruang digital kita tidak boleh jadi ladang subur konten yang merusak. Kami di Kemkomdigi punya mandat untuk menertibkan itu, dan setiap langkah yang kami ambil adalah demi perlindungan publik,” ujar Alexander.

Ia menyebutkan, bahwa sejak awal pihaknya tidak menutup pintu dialog. Namun, ketika tidak ada komunikasi balik, maka negara wajib bertindak tegas. “Kami lebih memilih komunikasi dan koreksi, bukan sanksi. Tapi jika itu tak mungkin, maka perlindungan masyarakat harus jadi prioritas,” imbuhnya.

Selain konten berbahaya, Kemkomdigi juga menemukan sejumlah konten di Internet Archive yang berpotensi melanggar hak cipta. Sebagai platform penyimpanan digital, Internet Archive mengarsipkan jutaan buku, film, musik, dan perangkat lunak, beberapa di antaranya masih dilindungi hukum kekayaan intelektual.

“Indonesia punya UU Hak Cipta. Kami juga bertanggung jawab melindungi industri kreatif nasional dari pembajakan digital. Maka konten-konten yang belum jelas status lisensinya perlu dievaluasi bersama,” ungkap Alexander.

“Perlindungan terhadap pelaku kreatif dalam negeri harus menjadi perhatian bersama. Kalau ada buku atau film karya anak bangsa diarsipkan tanpa izin, tentu itu merugikan kreator kita. Negara tak bisa diam,” tegasnya.

Alexander pun menegaskan bahwa pemblokiran ini bersifat sementara, bukan permanen. Setelah Pihaknya memastikan konten yang melanggar telah dibersihkan dan sistem moderasi platform diperkuat, maka akses terhadap Internet Archive kembali dibuka.

Langkah pemblokiran sebagai bentuk eskalasi bertujuan membangun komunikasi yang sebelumnya tidak berjalan. Menurut Alexander, pengalaman menunjukkan bahwa beberapa platform baru merespons serius setelah pemerintah mengambil tindakan tegas.

“Ini sudah jadi praktik umum dalam diplomasi digital. Ketika komunikasi tak berjalan, tindakan konkret bisa jadi penggerak solusi. Kami sudah lakukan itu dengan platform besar lainnya seperti YouTube, Google, dan TikTok,” katanya.

Belajar dari Praktik Internasional
Pembatasan terhadap platform digital global bukan hal baru dalam praktik internasional. Beberapa negara seperti Tiongkok, Rusia, India, dan Turki pernah atau sedang memblokir sebagian atau seluruh akses ke Internet Archive karena alasan serupa.

“Tiongkok sudah memblokir sejak 2012, Rusia pernah blokir selama dua tahun, India memblokir sebagian akses karena konten sensitif, Turki juga sempat membatasi. Jadi ini bukan hal yang aneh dalam konteks pengelolaan kedaulatan digital,” ujar Alexander.

“Negara-negara tersebut tidak membenci Internet Archive, tetapi mereka menuntut kepatuhan terhadap regulasi domestik. Kalau platform bisa patuh di negara lain, mereka juga harus patuh di sini,” ujarnya.

Alexander pun kembali menekankan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan semua platform digital global selama ada komitmen untuk menghormati hukum nasional.

“Komunikasi tetap terbuka. Kami ingin platform-platform seperti Internet Archive terus hadir, tetapi hadir dengan etika dan kepatuhan. Kami ingin ruang digital Indonesia menjadi tempat yang aman, bermanfaat, dan berdaya saing,” ujarnya.

Kemkomdigi akan terus memperkuat pengawasan digital dengan pendekatan yang tegas namun adil, progresif namun tetap mengedepankan dialog.

“Pada akhirnya, yang kami jaga bukan sekadar sistem atau teknologi, tetapi manusia di balik layar, anak-anak kita, keluarga kita, generasi masa depan,” pungkasnya. [riv/rls]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Tugas Berat Ketua RT di Era Digital: Antara Bijak Mengambil Keputusan dan Tahan Kritik

Published

on

Ilustrasi Ketua RT. (Foto : Google).

BalainNews.com, BANJARMASIN – Di era digital, peran ketua RT semakin kompleks. Dengan niat tulus dan kemauan besar, mereka harus melayani warga secara arif dan bijaksana, menghadapi berbagai permasalahan yang muncul di lingkungan mereka. Mulai dari perselisihan pasangan suami istri, konflik antar tetangga, hingga masalah lingkungan seperti sampah yang berserakan, rumput liar, dan kotoran ayam di teras tetangga, semua menjadi bagian dari tanggung jawab yang tak bisa diabaikan.

Tantangan terbesar adalah ketika ketua RT harus menangani isu sosial seperti pembagian bantuan yang tidak merata. Di era informasi yang cepat ini, ketidakpuasan warga dapat dengan mudah menyebar melalui media sosial, membuat keputusan yang diambil harus benar-benar bijak dan berpihak pada kepentingan bersama.

Namun, menjadi ketua RT juga berarti harus memiliki telinga yang terlatih. Tidak hanya mendengarkan pujian, tetapi juga kritik pedas yang terkadang bisa membuat hati panas. Seperti pesan bijak yang patut diingat, meski otak dan pikiran panas dan kacau tetapi hati dan jiwa harus tetap tenang, menjaga keseimbangan dalam menjalankan tugas.

Di tengah semua tekanan dan tanggung jawab ini, ketua RT tidak mengharapkan pujian atau penghargaan. Mereka menjalankan tugas dengan tulus, demi menjaga harmoni dan kebaikan bersama di lingkungan yang semakin dinamis dan terkoneksi secara digital. [riv]

Sebarkan
Continue Reading

Lifestyle

Kisah Rumah Tangga yang Berujung Pahit: Sejak Awal Bahagia Hingga Konflik yang Tak Terelakkan

Published

on

Ilustrasi Perceraian. (Foto : Google).

Perjalanan Cinta Dipenuhi Cobaan, Perselingkuhan, dan Keterbukaan yang Sulit Dicapai

BalainNews.com, DEPOK – Sebut saja kumbang sang laki laki dan mawar nama samaran perempuan yang menikah pada 13 Januari 2013, pasangan ini berkomitmen untuk menjalani hidup bersama dalam suka dan duka. Dengan latar belakang yang berbeda, sang suami menerima istri yang berstatus janda dengan satu anak, sementara sang istri menerima segala kekurangan suaminya yang bekerja sebagai karyawan swasta. Bersama-sama, mereka membangun rumah tangga dengan penuh cinta dan komitmen.

Awalnya, kehidupan mereka berjalan dengan baik. Istri yang bekerja di Bandung dan suami di Jakarta berhasil menemukan tempat tinggal bersama di Cipulir, Jakarta Selatan. Kebahagiaan semakin bertambah ketika istri hamil, dan pada 11 Maret 2014, mereka dikaruniai anak perempuan. Namun, setelah beberapa tahun, hubungan mereka mulai diwarnai masalah-masalah serius.

Pada tahun 2022, perselingkuhan istri dengan atasan yang saat ini mantan atasannya terungkap. Meski istri sempat menyangkal, bukti-bukti yang ditemukan oleh suami membuatnya tak bisa lagi mengelak. Perselingkuhan ini menjadi titik awal dari konflik yang semakin memanas dalam rumah tangga mereka.

Pada awal 2024, istri mulai menjalankan usaha baru, yang justru menambah keretakan dalam hubungan mereka. Ketidakjujuran dan kurangnya keterbukaan dari pihak istri memicu perdebatan berkepanjangan. Puncaknya, pada 11 Juli 2024, istri memutuskan untuk meninggalkan rumah, meninggalkan suami dan anak-anaknya dalam kebingungan.

Kisah ini mencerminkan betapa pentingnya kepercayaan dan keterbukaan dalam sebuah hubungan. Ketika salah satu dari pasangan mulai menyimpan rahasia dan tak lagi menghargai pendapat pasangannya, hubungan yang awalnya dibangun dengan cinta bisa hancur begitu saja. [riv/diw]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Cegah Gagal Ginjal, Air Qum: Solusi Terbaik untuk Kesehatan Keluarga

Published

on

Kemasan Air Qum, teruji dan berkualitas. (Foto : Ist).

BalainNews.com, BANJARMASIN – Di tengah meningkatnya kekhawatiran orang tua terkait kasus gagal ginjal pada anak-anak, hadirnya Air Qum sebagai solusi kesehatan keluarga mendapat perhatian luas. Air Qum, yang telah teruji dan terbukti berkualitas tinggi, kini menjadi pilihan utama dalam menjaga kesehatan dan mencegah gagal ginjal.

Air Qum diproduksi dengan teknologi canggih dan melewati berbagai tahap penyaringan yang ketat untuk memastikan kemurnian dan keamanannya. Dengan Zero TDS atau tidak ada zat zat yang larut didalamnya dan pH sesuai dengan kondisi tubuh, Air Qum tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi seluruh anggota keluarga.

“Sebagai orang tua, kami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kami, termasuk dalam hal minuman yang mereka konsumsi sehari-hari,” ujar Ari, seorang bapak dua anak yang setia menggunakan Air Qum. “Sejak beralih ke Air Qum, saya merasa lebih tenang karena tahu anak-anak saya minum air yang aman dan sehat.”

Tidak ada zat zat yang larut dalam kandungan Air Qum membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, mendukung fungsi ginjal, dan mencegah dehidrasi. Keunggulan inilah yang menjadikan Air Qum pilihan tepat bagi keluarga yang peduli akan kesehatan.

Mengutip seorang ahli gizi terkemuka, menjelaskan pentingnya memilih air minum berkualitas untuk mencegah masalah kesehatan seperti gagal ginjal. “Air yang kita minum sehari-hari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ginjal.

Air Qum, dengan kemurnian dan kualitasnya yang terjaga, adalah pilihan yang sangat baik untuk mendukung kesehatan ginjal dan mencegah berbagai penyakit.”

Selain kualitasnya yang terjamin, Air Qum bisa didapatkan di berbagai retail dan toko obat terdekat, memudahkan masyarakat untuk menjadikannya bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya air minum berkualitas, Air Qum juga aktif mengadakan berbagai kampanye edukasi kesehatan. Salah satu program andalannya adalah “Qum Care”, yang bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan manfaat air bersih.

“Dengan adanya program ‘Qum Care’, kami berharap bisa membantu lebih banyak orang untuk memahami pentingnya air bersih dan berkualitas dalam menjaga kesehatan,” ujar Nurwidiyanto, Direktur Pemasaran Air Qum.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, tidak heran jika Air Qum kini menjadi pilihan utama keluarga Indonesia dalam menjaga kesehatan sehari-hari. Bagi Anda yang ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga, Air Qum adalah solusi yang tepat untuk mencegah gagal ginjal dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. [riv]

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarmasin5 hari ago

Program Aksel OTW, Bank Kalsel Mengsksplorasi Destinasi Wisata Air Terjun Bajuin

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel melalui program Aksel OTW mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi wisata alternatif yang menarik, yakni Air...

Banjarmasin5 hari ago

Bank Kalsel Siapkan Promo Spesial AKSEL FUN Semarakkan HUT Ke-55 BPost

BalainNews.com, BANJARMASIN Bank Kalsel turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Banjarmasin Post, dengan menghadirkan kemudahan pendaftaran sekaligus promo...

Banjarmasin5 hari ago

Waspada Penipuan Berkedok WhatsApp Bank Kalsel

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para nasabah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang...

Banjarbaru2 minggu ago

Dirut Bank Kalsel Fachrudin : OJK Menghendaki Modal Inti Hingga Rp 6 Triliun

BalainNews.com, BANJARBARU Bank Kalsel mulai menyiapkan berbagai strategi penguatan permodalan menyusul penyesuaian regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut dilakukan...

Banjarbaru2 minggu ago

Wali Kota Banjarbaru Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Bank Kalsel

BalainNews.com, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung baru Bank Kalsel Cabang...

Kalsel2 minggu ago

Ketua Umum SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Lampung Siasat Preventif SMSI di Lampung

BalainNews.com, BALI – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) usai menggelar pelantikan Pokja News Room Jaga Desa di Provinsi Bali, lanjutkan...

Banjarmasin2 minggu ago

SMSI Kalsel Intensifkan Kemitraan dengan Pemerintah Daerah, Banjarmasin jadi Awal Kolaborasi

BalainNews.com, BANJARMASIN Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam rangka mendorong penyebaran...

Daerah2 minggu ago

Jaringan Peretas Bank Jambi Diringkus, Satu Tersangka Pernah Bobol Bank Kalsel

BalainNews.com, JAMBI – Satu dari tiga pelaku jaringan peretasan Bank Jambi ternyata residivis. Pelaku terlibat peretasan Bank Kalimantan Selatan (Kalsel)....

Banjarmasin2 minggu ago

Aksel OTW, Bank Kalsel Ajak Masyarakat Lihat Berbagai Potensi Daerah

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel terus berkomitmen dalam mendukung pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan...

Banjarmasin2 minggu ago

Bank Kalsel Peringatkan Nasabah Modus Penipuan Berkedok Layanan Resmi

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya para nasabah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus...

Populer