Banjarmasin
Terima Penghargaan BNN, Paman Birin ; Kita Harus Melawan Narkoba, Walaupun Harus Balangsar Dada
BalainNews.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNNI) Republik Indonesia.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala BNN, Komjen Pol Prof Dr Petrus Reinhard Golose kepada Paman Birin atas partisipasi peran aktif fasilitasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Provinsi Kalsel pada acara kuliah umum di General Building Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin pada Rabu (6/9).
Selain Paman Birin, para penerima penghargaan lain adalah Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Rektor ULM Prof Dr Ahmad Alim Bachri, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi (diwakili), Penjabat Bupati Barito Kuala Mujiat, dan Kepala RRI Banjarmasin.
Hadir, para pejabat utama BNN RI, Pejabat BNN Provinsi Kalsel, unsur pimpinan perguruan tinggi, anggota Forkopimda Kalsel, dan mahasiswa peserta kuliah umum.
Paman Birin dalam sambutannya, mengatakan bahwa pengaruh global menyebar cepat dan menjadi tantangan yang luar biasa. Salah satunya penyebaran narkoba sebagai upaya penghancuran sebuah bangsa dan negara.
Paman Birin juga menyebut, betapa banyak yang dilakukan para shatekholder untuk mencegah dan memusnahkan barang haram ini, namun tetap saja menjadi ancaman.
“Kita harus melawan narkoba, walaupun harus balangsar dada,” ujar Paman Birin yang juga Ketua Dewan Penyantun ULM Banjarmasin.
Hal lain yang diingatkan Paman Birin adalah terkait pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
“Kita ingin Banua kita punya generasi yang tangguh, terampil, dan tringginas,” sebut Paman Birin.
Penghargaan bagi Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) ini sebagai bentuk apresiasi dari BNN atas suksesnya pelaksanaan program KOTAN melalui peraturan Kepala BNN RI Nomor 4 Tahun 2023 tentang tata cara pemberian penghargaan.
Ada empat sektor dari objek KOTAN ini yaitu sektor pendidikan, sektor masyarakat, sektor badan usaha negara, dan sektor badan usaha swasta.
Sementara itu, Rektor ULM Prof Dr Ahmad Alim Bachri menyampaikan, ULM dalam proses penerimaan mahasiswa baru adalah mensyaratkan lolos tes atau bebas narkoba, meskipun mereka sudah lulus ujian tertulis dan lainnya.
“Jadi dilakukan pemeriksaan di jenjang apa pun juga,” ujar Alim Bachri yang menjamin universitas terbesar di Kalimantan ini, bersih dari indikasi pengaruh narkoba.
Disebutkan juga, mahasiswa yang kuliah di ULM saat ini mencapai 37 ribu orang dari berbagai provinsi di tanah air. Mereka kuliah di program sarjana, magister, doktoral, spesiali dan profesi, serta program binaan lainnya.
“Tahun depan minimal 12 program doktor di ULM, sedang dipersiapkan,” ujar Alim Bachri.
Penyerahan penghargaan dirangkai kuliah umum yang disampaikan Kepala BNN Komjen Pol Prof Dr Petrus Reinhard Golose dengan tema Strategi War of Drugs kepada perwakilan mahasiswa semua jurusan di ULM Banjarmasin.
Petrus Golose menyebut, tagline BNN War on Druggs yang terus digaungkan ini untuk mewujudkan misi BNN RI dengan menggunakan strategi: softpower approach, hardpower approach, smartpower approach, and cooperation atau sinergitas, baik secara nasional maupun internasional.
Strategi ini ujar Golose, untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), baik secara holistik maupun komprehensif. (riv/sal/adpim).
SebarkanBanjarmasin
Bank Kalsel dan Pemprov Sinergi Dukung Konsolidasi BPR
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel dengan dorongan OJK Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengambil peran strategis dalam penguatan sektor keuangan daerah dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Konsolidasi BPR milik Pemerintah Daerah se-Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin pada tanggal 20 Januari 2025 dengan menghadirkan para pemangku kepentingan sektor keuangan dan pemerintahan demi mendorong kapasitas BPR yang lebih kuat, efisien, dan inklusif.
Undangan kegiatan meliputi pejabat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten se-Kalimantan Selatan yang memiliki BPR di wilayahnya.
FGD ini menjadi forum strategis untuk membahas transformasi kelembagaan, penguatan tata kelola, dan penyusunan skema konsolidasi yang tepat bagi BPR agar dapat menjawab dinamika kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di kawasan pedesaan.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin mewakili Gubernur Kalimantan Selatan menyampaikan dorongan kuat pemerintah provinsi untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM pedesaan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal.
“Pemerintah provinsi memandang penting peran lembaga keuangan daerah, termasuk BPR dan Bank Kalsel, dalam meningkatkan inklusi keuangan dan memfasilitasi UMKM naik kelas melalui pembiayaan yang lebih mudah diakses”, ujarnya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan bahwa konsolidasi BPR bukan sekadar rangkaian merger atau penggabungan saja, melainkan sebagai upaya strategis untuk memperkuat fondasi kelembagaan dan layanan keuangan yang lebih inklusif.
“Konsolidasi BPR merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola, permodalan, dan kapasitas layanan. Dengan skala yang lebih besar dan struktur yang lebih kuat, BPR akan lebih mampu mendukung pembiayaan produktif UMKM dan memperluas inklusi keuangan, khususnya di wilayah pedesaan,” ujar Fachrudin.
Fachrudin menambahkan bahwa Bank Kalsel siap menjadi mitra strategis dalam proses konsolidasi ini melalui pembinaan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta pendampingan dalam pengembangan model bisnis yang adaptif terhadap era digital.
Melalui forum ini, Bank Kalsel dan para pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat ekosistem keuangan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel siap berkolaborasi denganpemerintah daerah, regulator, dan seluruh BPR milik Pemda se-Kalimantan Selatan dalam mendukung pertumbuhan UMKM, stabilitas keuangan, serta kesejahteraan masyarakat. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
Bank Kalsel Imbau Waspada Maraknya Modus Penipuan Mengatasnamakan Coretax/DJP
BalainNews.com, BANJARMASIN – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan Coretax/Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Modus penipuan tersebut dilaporkan semakin beragam dan menyasar masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi digital.
Penipuan dilakukan dengan mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp, SMS, maupun email yang berisi tautan palsu. Selain itu, pelaku juga kerap melakukan panggilan telepon dengan mengaku sebagai petugas pajak serta membuat situs tiruan dengan alamat yang menyerupai laman resmi instansi pemerintah.
Sejumlah korban dilaporkan tertipu karena tampilan pesan dan situs yang menyerupai layanan resmi perpajakan. Padahal, instansi pemerintah, termasuk DJP, tidak pernah meminta data pribadi, kode OTP, maupun mengarahkan masyarakat untuk mengunduh aplikasi melalui pesan pribadi.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya apabila menerima pesan atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan Coretax atau DJP. Jika menerima pesan semacam itu, masyarakat disarankan untuk tidak mengklik tautan yang dikirimkan serta tidak memberikan informasi pribadi dalam bentuk apa pun.
Sebagai langkah pencegahan dan penanganan, masyarakat dapat melaporkan dugaan penipuan tersebut melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui laman resmi https://iasc.ojk.go.id
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan literasi digital, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang berpotensi merugikan secara finansial.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima sebelum mengambil tindakan. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
Bank Kalsel Tanggung Akomodasi dan Biaya Berobat Pasien Jantung ke RS Harapan Kita
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel kembali menunjukkan kepedulian nyata di bidang kesehatan dengan menyalurkan bantuan dana akomodasi dan pengobatan bagi dua warga Kalimantan Selatan yang menderita gangguan jantung.
Kedua penerima manfaat tersebut, Syahanna Novianti (balita berusia 1 tahun) dan Muhammad Hafizs Habibie (remaja berusia 18 tahun), membutuhkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Syahanna Novianti, putri kedua dari pasangan Bapak Baidawi dan Ibu Hadijah asal Desa Pulau Sewangi, Barito Kuala, harus berjuang melawan diagnosa penyakit jantung bocor bawaan yang terdeteksi sejak masih dalam kandungan.
Setelah menjalani pemeriksaan echocardiography di RS Ansari Saleh Banjarmasin pada Oktober 2025 lalu, dokter memberikan rujukan mendesak agar Syahanna segera dibawa ke Jakarta untuk tindakan medis yang lebih spesifik. Namun, kondisi ekonomi keluarga menjadi penghambat besar.
Kisah serupa dialami oleh Muhammad Hafizs Habibie (18), warga Banjarmasin yang didiagnosa menderita Gangguan Irama Jantung atau Aritmia. Sebagai anak dari keluarga prasejahtera, Hafizs sangat bergantung pada kesembuhan untuk menatap masa depannya.
Ayah Hafizs, Idris, bekerja hanya sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Rujukan dari RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh sudah di tangan, namun biaya transportasi, tempat tinggal sementara di Jakarta, serta kebutuhan selama masa pengobatan menjadi beban berat bagi keluarga ini.
Bantuan yang diserahkan oleh Bank Kalsel melalui UPZ Bank Kalsel mencakup biaya transportasi, akomodasi, serta kebutuhan penunjang lainnya selama masa perawatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta. Langkah ini diambil karena biaya operasional non-medis seringkali menjadi penghalang bagi keluarga tidak mampu untuk mengakses layanan kesehatan rujukan nasional.
“Kami memahami bahwa selain biaya pengobatan yang mungkin dicover jaminan kesehatan, biaya akomodasi dan hidup di Jakarta bukanlah hal yang murah bagi keluarga prasejahtera. UPZ Bank Kalsel hadir untuk memastikan bahwa kendala biaya transportasi tidak memutus harapan saudara-saudara kita untuk mendapatkan kesembuhan,” ungkap Ketua UPZ Bank Kalsel, Doso Setiawan.
Melalui bantuan ini, diharapkan Syahanna Novianti dan Muhammad Hafizs Habibie dapat segera menjalani prosedur medis yang diperlukan dan kembali ke Kalimantan Selatan dalam kondisi kesehatan yang lebih baik.
Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv/riv]
Rekening Zakat, Infak dan Sedekah :
Bank Kalsel Syariah :
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel
Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153
#UPZBankKalsel #bankkalsel #bankkalselsyariah #Baznas #BaznasKalsel
SebarkanBanjarmasin
Banua Card Resmi Bertransformasi Jadi Aksel Card Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali mengumumkan bahwa Banua Card telah berubah namanya menjadi Aksel Card sejak 1 November 2024.
Tak hanya namanya, tarifnya juga mengalami perubahan, yaitu dari Rp20.000 menjadi Rp25.000.
Melalui Insta Story-nya, Kamis (15/1/2026), Bank Kalsel mengumumkan lagi hal tersebut ke seluruh nasabah setianya.
Sebagai informasi tambahan, Aksel Card adalah alat pembayaran uang elektronik berbentuk kartu dan berfungsi sebagai pengganti uang tunai dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan memotong nominal saldo yang tersimpan didalam Kartu.
Aksel Card merupakan produk uang elektronik unregistered, yaitu uang elektronik yang data identitas pemegangnya tidak terdaftar dan tidak tercatat pada penerbit/bank.
Aksel Card Bank Kalsel merupakan hasil kerjasama/co-branding dengan produk uang elektronik Bank BRI (BRIZZI).
“Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan ke Bank Kalsel cabang terdekat,” ujar Humas Bank Kalsel.
Selain bisa, bisa juga dengan menghubungi langsung ke nomor Call Center 0800 1122 000. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
OJK Tetapkan Bank Kalsel Sebagai Bank Devisa
BalainNews.com, BANJARMASIN – OJK Kalimantan Selatan resmi menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa. Untuk itu meminta Bank Kalsel untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu agar ketika kebijakan ini dijalankan, setelah resmi tanggal 31 Desember 2025 sebagai Bank Devisa.
Pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan yang diharapkan, bukan justru menimbulkan risiko-risiko baru yang pada akhirnya harus kembali kita hadapi.
” Terkait waktu, kami memberikan rentang tiga hingga enam bulan untuk segera menyelesaikan persiapan ini,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo di Yogyakarta,Selasa (13/1) pagi.
Untuk skala yang besar, batas maksimalnya enam bulan, namun ia berharap Bank Kalsel dapat menyelesaikannya sebelum itu. Pasalnya, berdasarkan informasi yang kami terima, sudah ada beberapa potensi di Kalimantan Selatan, baik dari pengusaha maupun pelaku industri, yang siap melakukan kegiatan di bidang devisa dan menggunakan Bank Kalsel sebagai bank mitranya.
Potensinya sangat besar. Dari laporan hasil kajian yang telah dilakukan, termasuk dengan melibatkan konsultan, diperkirakan nilai transaksi devisa tersebut bisa mencapai kurang lebih Rp400 triliun.
” Selain itu, kita juga mengetahui bahwa pemerintah melalui Kemenko telah mengeluarkan peraturan mengenai devisa hasil sumber daya alam, di mana setiap transaksi ekspor dalam bentuk devisa wajib dikelola dengan ketentuan saat ini 100 persen dan ditahan selama tiga bulan,” jelasnya.
Ketentuan ini merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh Bank Kalsel melalui pengembangan produk-produk standar yang relevan.
Misalnya, selama masa penahanan devisa tersebut, eksportir dapat memanfaatkan produk perbankan berupa pinjaman atau skema back to back loan yang dijadikan dasar pemberian kredit bagi eksportir itu sendiri.
Pada intinya, potensi ini sangat besar dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Bank Kalsel, di samping tentu saja transaksi devisa lainnya yang bersifat reguler. [adv/riv]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle2 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional2 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah2 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin2 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoLantik PDK Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, Paman Birin : Terus Eratkan Kebersamaan Warga Banjar Di Seluruh Tanah Air
-
Banjarmasin2 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin

