LANGKAH PENYELESAIAN KONFLIK NU (gagasan pemikiran dari luar kotak penalti) - BalainNews.com
Connect with us

Banjarmasin

LANGKAH PENYELESAIAN KONFLIK NU (gagasan pemikiran dari luar kotak penalti)

Published

on

KH M Syarbani Haira (Foto : Ist).

BalainNews.com, BANJARMASIN – Menjelang hadir pada Pra MLB NU di Jawa Timur (Surabaya dan Jombang, 17–21 Desember), yang diselenggarakan oleh Presidium Penyelamat Organisasi NU, mulai dari arena hingga saat kembali ke banua, bahkan sampai sekarang, begitu banyak kontak telepon yang masuk. Mulai dari sekadar bertanya, “Kenapa MLB?” “Kenapa tidak menunggu periodesasi?” hingga pertanyaan bernada usil seperti, “Jabatan apa yang kiai cari?” “Kenapa tidak istirahat saja?” dan berbagai pertanyaan lain yang tidak habis-habisnya

Beruntungnya, saya sudah terbiasa dengan narasi seperti ini. Selain menyenangkan, juga menyebalkan. Sebagian saya jawab  serius, selebihnya secara guyon-an, dan santai-santai saja. Tentu, ada yang puas, ada juga yang kecewa. Pastinya, di antara mereka itu ada pula yang biasa-biasa saja.

Berurusan dengan publik soal jam’iyyah seperti NU, tentu harus berkepala ekstra dingin. Karena niat baik, tak sedikit dianggap tak baik. Sebaliknya, niat jahat, justru malah ada yang menganggapnya sebagai aksi yang baik. Itulah dunia, “panggung sandiwara”, ungkap roker tahun 1970-an, Achmad Albar.

Lihat saja reaksi Ketua Umum PBNU, Rais ‘Am PBNU, serta orang-orang di lingkarannya. Beberapa pendukung setianya dengan lantang beramai-ramai menyalahkan kerumunan “gerombolan” PPO MLB NU itu. Ada yang menyebut mereka sebagai kelompok “pengangguran”, “ambisi jabatan”, “tidak tahu aturan”, “bodoh AD ART”, “gerombolan liar”, dan berbagai julukan negatif yang tidak layak disebutkan satu per satu.

Saat libur Natal kemarin, saya berdiskusi dengan para mahasiswa. Mereka bertanya soal NU. Saya katakan, “Mereka itu tidak memiliki cermin yang sempurna sehingga sama sekali tidak bisa melihat borok di wajahnya. Kritik sosial yang lazim terjadi di mana-mana justru dianggap sebagai hama yang harus dibasmi hingga ke sarangnya.”

Fenomena konflik NU ini dapat dikaji dari berbagai perspektif dan sejarah, mulai dari sosiologis, yuridis, filosofis, agamis, hingga ekonomis. Kesimpulannya, konflik tidak akan pernah hilang. Konflik akan selalu ada, muncul, tenggelam, muncul lagi, tenggelam lagi, dan seterusnya. Bedanya hanya pada kadarnya, bisa berada di atas 180 derajat atau di bawah 10 derajat. Semua tergantung aktor, baik internal maupun eksternal.

Jika hari ini suhu politik jam’iyyah rada panas, bisa jadi karena internal pengurus yang salah. Kenapa, karena publik luas juga ikut menyalahkan internal mereka. Berbeda ketika Gus Dur (Ketua Umum PBNU) ditekan rezim Orde Baru di tahun 1990-an, justru masyarakat luas yang membelanya. Diprediksi, ending dari cerita ini, MLB pasti terjadi. Karena secara isyarat, tak ada tanda-tanda damai. Sejak isu MLB berdengung, para decision maker PBNU malah konfrontatif. Menariknya, suara arus bawah yang mendukung MLB semakin bergaung, baik internal atau eksternal.

Kebetulan benteng mereka di pemerintahan, sudah diganti. Tak ada lagi kekuatan mereka, seperti saat menguasasi sebuah kementerian pada Muktamar NU di Lampung. Jika hari ini ada figure Gus Ipul, tapi ASN nya tidak seperti kementerian pendukung Lampung, yang bisa dimobilisasi. Situasi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para penggerak MLB. Jangan sampai mundur, harus gass poll … !!!

Jika MLB tetap terlaksana, sedikitnya ada 3 kemungkinan terjadi. Pertama, ada dualisme kepengurusan NU se nusantara. Jika ini yang terjadi, maka yang rugi jam’iyyah dan jama’ah. Semua rugi. Ini sesungguhnya tak boleh terjadi.  Untuk itu harus ada yang mengalah. Bercermin dari konflik NU pasca Pemilu 1982 – 1984, K.H. Idham Chalid patut dijadikan <span;>uswah hasanah. Beliau memilih menyelamatkan jam’iyyah. Mengalah, hingga terselenggaranya Muktamar NU di Situbondo tahun 1984. Dengan mekanisme AHWA Tunggal, seorang diri, <span;>Allah Yarham<span;> K.H. As’ad Samsul Arifin, menunjuk K.H. Ahmad Siddiq Sebagai Rais ‘Am Syuriah PBNU, dan K.H. Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU (lahul fatihah buat semuanya).

Model Lampung juga setali tiga uang. Kelompok Tanfidziyah yang dipimpin Prof. K.H. Said Aqiel Siradj, pun mengalah. Tak melakukan perlawanan. Hingga sekarang jemaat beliau pun tersingkirkan. Untuk apa? Semata untuk menjaga marwah jam’iyyah. Beliau berjiwa besar. Bagaimana respon elite PBNU hari ini, kita tunggu saja. Yang pasti, kritik terhadap jam’iyyah hari ini terus menguat, sama seperti jemaat NU yang mengeritik para habaib yang dianggap sudah rungkad.

Kedua, elite PBNU ngeyel bertahan. Merasa benar, dan disukai rakyat. Kalau ini yang terjadi, maka jam’iyyah seperti sedang berada di tepi jurang. Beberapa indikator yang bisa dijadikan sandaran, adanya gap antara elite PBNU dengan umat di akar rumput. Aset-aset yang tidak terurus, bahkan berimbas, seperti tata kelola kampus, rumah sakit, dan lembaga lainnya (yang bisa dimonitor dinamikanya, andai mereka mau jujur mencermatinya). Berbagai MoU hanya akan menjadi penghias lemari, dan beragam persoalan akan bermunculan di sana-sini.

Ketiga, sikap pemerintah. Harapannya, pemerintah seyogyanya tetap pada tupoksinya. Namun untuk menciptakan stabilitas negara, mereka bisa saja tegas. Karena jangan sampai jam’iyyah NU ini amburadul, dikelola secara otoriter. Menteri Dalam Negeri harus mencermati baik-baik apa yang sedang terjadi. Jamaah yang diam lebih banyak dari pada yang bersuara. Mereka itulah yang bisa dijadikan rujukan. Apalagi misalnya jika ada di lingkaran elite NU yang tak sejalan dengan kebijakan NKRI, misalnya soal khilafah atau negara Islam, ini harus segera ditutup ruangnya. Karena itu berbahaya sekali. Juga terhadap mereka yang selalu membanggakan para pendatang, itu juga kurang wise. Buat apa generasi muda kita dididik, jika hanya dipandang sebagai warga kelas dua. Negara juga harus tegas terhadap pihak tertentu yang secara terselubung menjadi corong kepentingan kolonial dari kelompok zionis Israel.

Besar harapan, agar negara bisa lebih demokratis dan bijak jika menyerahkan urusan NU ini hanya ke aktor yang sesungguhnya. Sembari menarik pejabat negara yang menyibukan diri mengurus NU, seperti Gus Ipul. Sesungguhnya, menjadi relevan jika Sekjend PBNU yang dipercaya negara menjadi Menteri Sosial oleh Presiden Prabowo, mundur dari PBNU. Karena nyatanya, saat kunjungan bencana alam, jumpa pers-nya justru soal NU melulu. Kita yakin, sebagai negarawan, Presiden Prabowo, pasti risih melihat pembantunya double tanggung jawab institusi, bahkan terlibat konflik civil society, jam’iyyah NU. Menjadi relevan jika Presiden langsung bertindak, memberikan ultimatum pada pembantunya: “sibuk ngurus NU, atau menjalankan tugas negara?”

Untuk para aktivis PPO MLB, optimalkanlah peranan ulama, masyayikh, pimpinan pesantren dan muasis, yang selama ini sudah seirama. Ini modal adu kekuatan opini dan dukungan. Keprihatinan ulama terhadap eksistensi PBNU hari ini menjadi senjata ampuh bagi PPO MLB untuk melangkah lebih jauh, menyelamatkan jam’iyyah. Kelompok ini harus dipelihara buat penjaga marwah NU, termasuk optimalisasi peran masyayikh itu di muktamar mendatang.

Optimalisasi peran ulama ini merupakan jalan pintas menyelesaikan konflik, sekaligus menjadikan para masyayikh sebagai pengawas NU di masa depan. Jika ada konflik, pembekuan, atau pemberhentian seperti yang dialami K.H. Marzuki Mustamar (Jawa Timur), itu bukan ranah Tanfidziyah lagi, melainkan sudah harus persetujuan para pengawas. Format inilah langkah penyelesaian konflik, di mana PBNU bisa dibubarkan para masyayikh, dan membentuk pengurus yang baru. Kehadiran wilayah dan cabang fungsional hanya aspiratif, sedang ulama sekaligus pengawas eksekutif. Wallahua’lam bi as-sawab … !!! [riv/nf]

Oleh : M. Syarbani Haira

Sebarkan

Banjarmasin

Hari Jadi HSU, Bank Kalsel Bagi-Bagi Cashback Hingga 74%

Published

on

Program Cashback Provisi Bank Kalsel dalam rangka Hari Jadi HSU. (Foto : Instagram Bank Kalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bagi Anda nasabah Bank Kalsel yang ingin mendapatkan cashback berlimpah dari pengambilan kredit.

Agaknya perlu mempertimbangkan program Cashback Provisi yang dilaunching Bank Kalsel dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang dimulai dari 1 – 29 Mei 2026 ini.

Sebab melalui program Cashback Provisi nasabah bisa mendapatkan cashback hingga mencapai 74%.

Ada pun untuk mendapatkan program ini ada syarat dan ketentuan berlaku yang harus dipenuhi, diantaranya:

1.Seluruh Debitur Kredit Konsumtif (PNS, CPNS, Pensiunan termasuk pensiunan Janda/Duda, PPPK, Pegawai PDAM, yang gajinya disalurkan melalui OSP / Payroll Bank Kalsel).
2.Seluruh Kredit Multiguna kecuali (Terusan Vertikal, Kredit Properti, FLPP, Tapera, UMG dan Channeling) Untuk Kredit Multiguna Kretap dikhususkan hanya untuk PPPK dan Pegawai PDAM yang gajinya disalurkan melalui Bank Kalsel.
3.Minimal Plafond Rp25.000.000,- (dua puluh lima Juta Rupiah) dengan jangka waktu kredit minimal 1 tahun.
4.Cashback 74% untuk New, Take Over, Top up dan Kompensasi.

Ada pun sekali lagi di ingatkan periode promo mulai dari 1 Mei – 29 Mei 2026 ini. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

SMSI Kalsel dan FISIP ULM Bersinergi Bangun Media Profesional Berbasis Etika

Published

on

(Foto : Humas SMSI Kalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan menjalin kolaborasi bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam sebuah forum diskusi yang mengangkat fenomena homeless media yang kian marak di era digital, sekaligus membahas berbagai risiko serta ancaman yang dihadapi para jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Kegiatan yang digelar di Banjarmasin pada Senin (11/5/2026) tersebut dihadiri oleh pengurus SMSI Kalsel, akademisi, mahasiswa, serta sejumlah insan pers dari berbagai media di Kalimantan Selatan dan AJI Kalsel.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan mengangkat berbagai persoalan aktual dunia media siber yang saat ini menjadi perhatian publik.

Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Anang Fadilah menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap ekosistem media di Indonesia.

Kemudahan akses internet dan platform digital membuat siapa saja kini dapat membuat media atau menyebarkan informasi secara cepat.

Namun di balik kemajuan tersebut, menurutnya muncul persoalan baru berupa menjamurnya media yang tidak memiliki legalitas jelas, tidak memiliki struktur redaksi profesional, hingga tidak menjalankan prinsip-prinsip jurnalistik secara benar. Fenomena inilah yang disebut sebagai homeless media.

“Sekarang sangat mudah membuat media digital. Tetapi media yang sehat dan profesional bukan hanya sekadar memiliki website atau akun media sosial. Harus ada tanggung jawab, legalitas, kantor redaksi yang jelas, serta komitmen terhadap kode etik jurnalistik,” ujar Anang Fadilah dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan homeless media berpotensi menimbulkan persoalan serius di tengah masyarakat, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, berita provokatif, hingga praktik-praktik jurnalistik yang tidak sesuai standar profesi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kualitas informasi publik, tetapi juga dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media secara umum.

“Ketika ada media yang tidak profesional lalu membuat berita yang tidak akurat atau cenderung menyudutkan, masyarakat akhirnya sulit membedakan mana media yang benar-benar bekerja sesuai aturan dan mana yang hanya
mengejar kepentingan tertentu,” katanya.

Selain membahas fenomena media digital yang tidak sehat, forum diskusi tersebut juga menyoroti berbagai ancaman yang dihadapi jurnalis saat menjalankan tugas peliputan, khususnya di daerah.

Anang Fadilah menilai bahwa profesi jurnalis saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, wartawan juga harus siap menghadapi tekanan, intimidasi, hingga ancaman keselamatan di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa tidak sedikit jurnalis yang mengalami tekanan verbal, penghalangan peliputan, bahkan ancaman hukum akibat pemberitaan yang dianggap mengganggu kepentingan pihak tertentu.

“Jurnalis bekerja untuk kepentingan publik. Tetapi dalam praktiknya, masih banyak wartawan yang menghadapi tekanan ketika mengungkap fakta-fakta penting di lapangan. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, pihak FISIP ULM turut menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan insan pers dalam membangun ekosistem media yang sehat dan bertanggung jawab.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan dunia jurnalistik modern, termasuk pentingnya menjaga integritas, etika, dan profesionalisme dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Diskusi juga membahas bagaimana perkembangan media sosial turut memengaruhi pola konsumsi informasi masyarakat. Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dalam hitungan detik tanpa proses verifikasi yang memadai. Karena itu, keberadaan media profesional dinilai semakin penting sebagai penyeimbang arus informasi.

Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan insan pers tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Sejumlah mahasiswa bahkan turut menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait masa depan profesi jurnalis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara SMSI Kalsel dan FISIP ULM dalam mendorong literasi media, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta membangun kesadaran publik akan pentingnya informasi yang akurat dan terpercaya.

Dengan adanya kolaborasi tersebut, SMSI Kalsel berharap dunia pers di Kalimantan Selatan dapat terus berkembang secara sehat, profesional, dan mampu menjaga marwah jurnalistik di tengah derasnya tantangan era digital. [riv/rls]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Mengajar, Gerakan Cerdas Finansial untuk Pelajar

Published

on

Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar, melalui program “Bank Kalsel Mengajar”. (Foto : Humas-BankKalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar, Bank Kalsel melalui program “Bank Kalsel Mengajar” yang dilaksanakan serentak oleh 18 Kantor Cabang Bank Kalsel. Program yang sudah terlaksana ini, berlangsung pada tanggal 4 s.d 13 Mei 2026 dengan menyasar sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK sederajat di wilayah kerja masing-masing cabang. Melalui kegiatan tersebut, pimpinan cabang Bank Kalsel akan hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini, pentingnya budaya menabung, serta pengenalan layanan perbankan secara edukatif dan interaktif.

Kegiatan “Bank Kalsel Mengajar” merupakan bentuk komitmen Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, namun juga berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi keuangan masyarakat sejak usia dini.

Dilain Waktu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata Bank Kalsel dalam membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan di lingkungan pelajar.

“Melalui program ini, Bank Kalsel ingin hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan serta memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan pelajar secara berkelanjutan,” ujar Fachrudin, Senin (4/5/2026).

Adapun bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain, edukasi literasi keuangan, pengenalan produk dan layanan perbankan, seperti tabungan pelajar dan digital banking, sesi tanya jawab interaktif, games edukatif, hingga pembagian souvenir edukatif kepada peserta.

Diharapkan, melalui program “Bank Kalsel Mengajar” kedepannya, dapat mendukung program inklusi keuangan nasional, meningkatkan awareness generasi muda terhadap pentingnya layanan keuangan formal, serta memperkuat citra perusahaan sebagai bank daerah yang peduli terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Undian Kredit Multiguna Bank Kalsel Antar 15 Nasabah Ke Tanah Suci

Published

on

Pemenang Undian Kredit Multiguna Bank Kalsel, 15 Paket Umroh. (Iklan : Humas Bank Kalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel secara resmi merilis daftar pemenang undian berhadiah dari program Kredit Multiguna. Dalam pengumuman tersebut, sebanyak 15 nasabah yang beruntung berhasil memenangkan hadiah utama berupa Paket Umroh.

Program undian ini merupakan bentuk apresiasi Bank Kalsel kepada para nasabah setianya, khususnya pengguna produk Kredit Multiguna, layanan ReadyCash, dan aplikasi mobile banking AKSEL. Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Kamis.

Para pemenang tersebar dari berbagai kantor cabang dan kantor cabang pembantu (Capem) di wilayah Kalimantan Selatan.

Berikut adalah rincian nomor undian dan asal kantor cabang para pemenang Paket Umroh.

No. Kantor Cabang / Capem – Nomor Undian

1.Capem Alabio – 0000034642
2.Cabang Banjarbaru – 0000012758
3.Capem Sentra Antasari – 0000077508
4.Capem RSUD Ulin – 0000021251
5.Capem Sentra Antasari – 0000030146
6.Cabang Barabai – 0000049324
7.Capem Satui – 0000057844
8.Capem Nagara – 0000033314
9.Capem Lontar – 0000016026
10.Cabang Marabahan – 0000068942
11.Cabang Martapura – 0000033167
12.Cabang Paringin – 0000077838
13.Cabang Pelaihari – 0000111442
14.Cabang Rantau – 0000077861
15.Cabang Tanjung – 0000029863

“Selamat kepada para pemenang Undian Berhadiah Kredit Multiguna Bank Kalsel, pastikan hanya mengikuti informasi resmi dan tetap waspada terhadap penipuan,“ tulis Manajemen Bank Kalsel.

Bank Kalsel mengimbau kepada seluruh nasabah untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Bank Kalsel. Pengumuman resmi ini dapat diverifikasi melalui saluran komunikasi resmi bank.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tata cara pengambilan hadiah atau konfirmasi pemenang, nasabah dapat mendatangi kantor cabang Bank Kalsel terdekat, menghubungi call center di nomor 0800 1122 000 dan mengunjungi situs resmi di www.bankkalsel.co.id.

Bank Kalsel adalah lembaga perbankan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan LPS. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

5 Program Andalan Bank Kalsel Majukan Dunia Pendidikan

Published

on

Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. (Foto : AI/Humas-BankKalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Sahabat Bank Kalsel dan Akselenials “Selamat Hari Pendidikan Nasional” sejalan dengan semangat Tuah Wira Bakti, Ing Ngarso Sung Tulodo, pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik. Kami di UPZ Bank Kalsel menyadari betul akan pentingnya pendidikan sebagai landasan utama kemajuan suatu bangsa khususnya di Kalimantan Selatan.

Oleh karena itu, melalui salah satu dari 5 Program Unggulan kami, yaitu Pendidikan, kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan nyata bagi dunia pendidikan. Mulai dari beasiswa santri dan pelajar, bantuan sarana belajar, hingga berbagai inisiatif lainnya, kami percaya bahwa setiap rupiah zakat yang Anda salurkan memiliki kekuatan untuk menerangi jalan generasi muda dalam menuntut ilmu.

“Mari, di momen yang penuh makna ini, kita bersinergi dan bahu-membahu untuk mewujudkan perndidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi semua anak bangsa. Zakat, Infak, dan Sedekah yang Anda tunaikan adalah investasi terbaik untuk masa depan umat,” anaknya.

Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv/riv]

Rekening Zakat, Infak dan Sedekah:
Bank Kalsel Syariah:
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarmasin1 hari ago

Hari Jadi HSU, Bank Kalsel Bagi-Bagi Cashback Hingga 74%

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bagi Anda nasabah Bank Kalsel yang ingin mendapatkan cashback berlimpah dari pengambilan kredit. Agaknya perlu mempertimbangkan program...

Daerah2 hari ago

ASN HST Panen Keberuntungan, Bank Kalsel Bagikan Hadiah Undian Kredit Multiguna

BalainNews.com, BARABAI – Bank Kalsel Cabang Barabai terus memperkuat hubungan kemitraan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten...

Banjarmasin3 hari ago

SMSI Kalsel dan FISIP ULM Bersinergi Bangun Media Profesional Berbasis Etika

BalainNews.com, BANJARMASIN Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan menjalin kolaborasi bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas...

Banjarmasin6 hari ago

Bank Kalsel Mengajar, Gerakan Cerdas Finansial untuk Pelajar

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan...

Banjarmasin1 minggu ago

Undian Kredit Multiguna Bank Kalsel Antar 15 Nasabah Ke Tanah Suci

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel secara resmi merilis daftar pemenang undian berhadiah dari program Kredit Multiguna. Dalam pengumuman tersebut, sebanyak...

Banjarmasin2 minggu ago

5 Program Andalan Bank Kalsel Majukan Dunia Pendidikan

BalainNews.com, BANJARMASIN – Sahabat Bank Kalsel dan Akselenials “Selamat Hari Pendidikan Nasional” sejalan dengan semangat Tuah Wira Bakti, Ing Ngarso...

Banjarmasin2 minggu ago

Kolaborasi UPZ Bank Kalsel dan Juleha Banjarmasin Gelar Pelatihan Kurban

BalainNews.com, BANJARMASIN – DPD Juleha Kota Banjarmasin menggelar Pelatihan Manajemen Kurban di Rumah Induk Masjid Jami Surgi Mufti, Rabu (2/5/2026)....

Kalsel2 minggu ago

Jalan Lintas Banua Rusak Parah, Warga HSS Sindir Pemerintah: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab

BalainNews.com, KANDANGAN – Kondisi Jalan Lintas Banua di wilayah Hulu Sungai Selatan semakin memprihatinkan. Jalan provinsi yang seharusnya menjadi penghubung...

Banjarmasin2 minggu ago

Permainan Dart, Balogo, Bagasing dan Sumpit Meriahkan Pekan AKSEL Bank Kalsel

BalainNews.com, BANJARMASIN – Pekan AKSEL yang digelar Bank Kalsel sejak Jumat hingga Minggu (24-26 April 2026) tak hanya diramaikan stan...

Jakarta2 minggu ago

H Muhidin Sabet Penghargaan Nasional, Kinerja Pemprov Kalsel Tembus Level Tertinggi

BalainNews.com, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menerima penghargaan atas prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan Status Kinerja Tinggi pada...

Populer