Banjarmasin
Komisi II DPR RI Soroti Kinerja Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Selatan menjadi sorotan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI. Bertempat di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat 20 Februari.
Komisi II DPR RI menyoroti kondisi 30% BUMD di Indonesia merugi dan kerap terbebani politik lokal. Seperti dijadikan alat balas budi tim sukses (politisasi), yang mengakibatkan kerugian.
Salah satu yang dikritisi adalah Bank Kalsel yang dinilai belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menilai portofolio Bank Kalsel menunjukkan tren yang kurang sehat.
Ia menyoroti pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat, namun tidak diikuti dengan pertumbuhan penyaluran kredit. “DPK naik, tetapi kredit justru tumbuh negatif. Ini menandakan kurangnya keberanian mengambil risiko dan minim inovasi. Bank daerah seharusnya agresif mendorong pembiayaan produktif,” kata Deddy.
Berdasarkan paparan Direktur Utama Bank Kalsel, Fahrudin, pada 2025 DPK tumbuh 9,69% menjadi Rp21,78 triliun. Namun, penyaluran kredit justru turun 3,29% menjadi Rp14,16 triliun.
Selain Bank Kalsel, Komisi II juga menyoroti kinerja PT Ambapers yang dinilai belum maksimal. Meski mengelola proyek pengerukan alur Sungai Barito, kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) disebut masih rendah.
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengungkapkan secara nasional terdapat 1.057 BUMD di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 BUMD masih merugi dengan total kerugian mencapai Rp5,5 triliun. Padahal total aset BUMD secara nasional mencapai Rp1.240 triliun, namun kontribusinya terhadap APBD hanya sekitar Rp25 triliun.
Di Kalimantan Selatan sendiri, terdapat lima BUMD yakni Bank Kalsel, BPR, PT Ambapers, PT Bangun Banua dan Jamkrida. Dari kelima BUMD tersebut, kontribusi terhadap PAD hanya sekitar Rp63 miliar dari total PAD Kalsel yang mencapai Rp5 triliun.
“Kontribusi ini sangat kecil. BUMD seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan justru menjadi beban,” ujar Rifqinizamy.
Ia juga menyinggung persoalan politisasi BUMD, yang kerap diisi oleh figur tidak profesional akibat kepentingan politik lokal. Menurutnya, pemerintah pusat tengah menyiapkan penguatan pengawasan melalui kehadiran Dirjen Pengawasan BUMD di bawah Kementerian Dalam Negeri serta penyusunan RUU BUMD guna mendorong standarisasi tata kelola.
Sorotan terhadap BUMD di Kalsel juga mengemuka di tengah perhatian publik terhadap kebijakan Gubernur Kalsel, Muhidin, yang sebelumnya ramai diperbincangkan karena penempatan sejumlah komisaris di BUMD. Komisi II DPR RI menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan potensi pengurangan transfer ke daerah, kepala daerah dituntut lebih kreatif menggali sumber PAD baru.
BUMD, termasuk Bank Kalsel, diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi yang profesional, inovatif dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
Bank Kalsel Perluas Layanan Syariah, Membuka Tiga KCPS Baru
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan berbasis syariah dengan meresmikan tiga Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) di Kalimantan Selatan sejak awal 2025.
Ekspansi tersebut mencakup KCPS Tanjung di Kabupaten Tabalong, KCPS Rantau di Kabupaten Tapin, dan KCPS Handil Bakti di Kabupaten Barito Kuala. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas akses layanan keuangan syariah hingga ke wilayah penyangga ekonomi daerah.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, lewat wawancaranya kepada awak media, Rabu (25/3/2026) di Banjarmasin, mengatakan pembukaan KCPS bertujuan menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih dekat, nyaman, dan mudah dijangkau masyarakat.
“Pertumbuhan layanan dan produk syariah Bank Kalsel menunjukkan tren positif setiap tahun. Kehadiran KCPS ini diharapkan menjadi pusat layanan yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
KCPS Tanjung difokuskan untuk mendukung kawasan industri sekaligus wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara KCPS Rantau diarahkan untuk memperkuat sektor perdagangan dan pertanian lokal.
Adapun KCPS Handil Bakti menyasar kawasan permukiman padat serta jalur strategis lintas provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Bank Kalsel menegaskan, ekspansi ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ekosistem keuangan inklusif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta nasabah ritel.
Dengan bertambahnya jaringan layanan, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses perbankan syariah yang transparan dan sesuai prinsip syariah. [adv]
SebarkanBanjarmasin
HUT ke-62 Bank Kalsel, Wali Kota Yamin: Peran Lembaga Keuangan Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi
BalainNews.com, BANJARMASIN – Momentum Hari Ulang Tahun ke-62 Bank Kalsel menjadi refleksi penting bagi peran lembaga keuangan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap kiprah Bank Kalsel yang dinilai terus menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, di usia yang semakin matang, Bank Kalsel tidak hanya dituntut untuk bertahan, tetapi juga harus terus berkembang sebagai lembaga keuangan yang kuat dan terpercaya. Peran tersebut dinilai penting, mengingat Bank Kalsel selama ini menjadi salah satu pilar dalam mendukung perputaran ekonomi di Kalimantan Selatan, termasuk di Kota Banjarmasin.
Yamin juga menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan layanan keuangan yang semakin cepat dan praktis. Ia menilai, adaptasi terhadap era digital menjadi kunci agar Bank Kalsel tetap relevan dan mampu bersaing, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.
Tak hanya itu, ia turut menyoroti posisi strategis Bank Kalsel sebagai mitra pemerintah daerah. Sinergi yang selama ini terjalin diharapkan terus diperkuat, terutama dalam mendukung program pembangunan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan mengusung semangat “Tumbuh Bersama untuk Banua yang Lebih Baik”, Pemerintah Kota Banjarmasin optimistis Bank Kalsel akan terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang. [adv]
SebarkanBanjarmasin
Wagub Kalsel Hadiri Undian Grand Prize NSC UMKM Banua
BalainNews.com, BANJARMASIN – Nur Sulaiman Community (NSC) melakukan pengundian Grand Prize tahap 1, pada Sabtu (28/03/2026) di Mahligai Pancasila Banjarmasin. Kegiatan bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Honda Peduli UMKM.
Pengundian hadiah dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman didampingi istri Ketua BKOW Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi sekaligus Penasehat NSC, serta putera-puterinya.
Sebelum acara dimulai, Wagub Hasnuryadi se-keluarga, terlebih dulu mengitari semua stand UMKM yang ada dan membeli produk-produk makanan/minuman yang ditampilkan di area teras Mahligai Pancasila.
Wagub Hasnuriyadi sekaligus Penasehat NSC menyampaikan, selaku pemerintah provinsi, pihaknya sangat mendukung keberadaan UMKM Banua dan memberikan apresiasi atas upaya mereka untuk berusaha mandiri dengan usaha masing-masing.
Sedangkan Hj Ellyana Trisya menambahkan, apa yang telah dilaksanakan NSC sampai sekarang, seterusnya bisa terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat untuk masyarakat banyak.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Diana Rosiana mengatakan, NSC awalnya dibentuk untuk kelompok pengajian kaum perempuan yang digagas Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi.
Selanjutnya membentuk kegiatan untuk senam yang ternyata mendapat perhatian banyak pihak, lalu turut membina UMKM dengan bekerja sama pihak terkait pula.
UMKM yang hadir adalah binaan NSC yang sekarang sudah mencapai 60 unit dan masih beberapa lagi yang ingin bergabung.
NSC aktif dengan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kesehatan. Kegiatan antara lain pengajian majelis taklim, khataman Al-Qur’an, senam sehat bersama, serta aksi solidaritas lainnya.
Pada kesempatan itu, diundi grand prize hadiah utama yakni satu paket umrah yang akhirnya diraih Yusi Rahmawati, warga Jalan Pramuka Kompleks Kayu Manis Banjarmasin.
Hadiah lain, kulkas, mesin cuci, kompor gas, rice cooker, kipas angin, setrika, mukena, jilbab, hingga skin care disediakan panitia.
Kupon didapat masyarakat setelah belanja di UMKM yang ada, dengan ketentuan, setiap kalipatan belanja 50 ribu mendapatkan satu kupon.
Di sela-sela pengundian hadiah, dipersembahkan berbagai hiburan, mulai kesenian Madihin, hingga tarian daerah, sehingga suasana kian meriah dan sukacita. [adv/riv/sal/adpim)
SebarkanBanjarmasin
HUT ke-62, Bank Kalsel Gelar Donor Darah Dorong Gerakan Sosial Berkelanjutan
BalainNews, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong agar kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank Kalsel tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ariadi Noor, di Banjarmasin, Kamis (26/3/2026).
Menurut Ariadi, kegiatan donor darah yang diinisiasi Bank Kalsel merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama sekaligus kontribusi langsung dalam membantu pemenuhan kebutuhan stok darah di daerah.
“Setetes darah yang didonorkan memiliki arti penting bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi aksi kemanusiaan yang berdampak langsung,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan tersebut perlu didorong agar menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak pihak, baik instansi pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat umum.
Selain itu, Ariadi juga menyampaikan apresiasi atas peran Bank Kalsel yang tidak hanya fokus pada sektor ekonomi, tetapi turut aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Bank Kalsel telah menunjukkan bahwa lembaga keuangan daerah juga memiliki tanggung jawab sosial yang kuat terhadap lingkungan sekitarnya,” katanya.
Dalam momentum HUT ke-62 ini, Pemprov Kalsel juga berharap Bank Kalsel terus berkembang sebagai bank daerah yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, peran Bank Kalsel sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam memperkuat sektor usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemprov Kalsel pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial melalui kegiatan kemanusiaan seperti donor darah.
“Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi dan diikuti oleh berbagai pihak lainnya,” pungkas Ariadi. [adv]
SebarkanBanjarmasin
OBLIGASI Bank Kalsel Ajak Generasi Muda Pahami Peran AI dalam Industri Kreatif
BalainNews.com, BANJARMASIN – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dunia kreatif mengalami transformasi besar.
Proses editing video, desain visual, hingga produksi konten kini menjadi lebih cepat, efisien, dan inovatif.
Menyadari pentingnya adaptasi terhadap perubahan ini, Bank Kalsel kembali menghadirkan program inspiratif OBLIGASI (Obrolan Lintas Generasi) Episode ke-5 sebagai wadah diskusi yang relevan bagi generasi masa kini.
Mengangkat tema “Kreativitas di Era AI”, episode kali ini mengajak generasi muda untuk memahami peran AI dalam industri kreatif.
Bersama kreator digital ciwankcyril, diskusi membahas bagaimana teknologi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas karya.
Pertanyaan yang kerap muncul—apakah AI akan menggantikan kreator? dijawab dengan sudut pandang yang lebih optimis.
AI justru diposisikan sebagai alat pendukung yang mampu memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.
Kolaborasi antara manusia dan teknologi menjadi kunci utama untuk menghadapi masa depan.
Melalui program OBLIGASI, Bank Kalsel menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi digital dan pengembangan kreativitas generasi muda di Kalimantan Selatan.
Tidak hanya sebagai institusi keuangan, Bank Kalsel juga berperan aktif sebagai mitra pembangunan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan menghadirkan topik-topik aktual dan narasumber inspiratif, OBLIGASI menjadi bukti nyata bahwa Bank Kalsel terus berinovasi dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Karena di masa depan, yang dibutuhkan bukanlah memilih antara manusia atau AI melainkan bagaimana manusia mampu berkolaborasi dengan teknologi untuk menciptakan karya yang lebih berdampak. [adv]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle2 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah2 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoLantik PDK Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, Paman Birin : Terus Eratkan Kebersamaan Warga Banjar Di Seluruh Tanah Air
-
Banjarmasin2 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel

