500 Merah Putih Dibagikan, FDM Banjarmasin Tebar Cinta Indonesia di Jalanan - BalainNews.com
Connect with us

Banjarmasin

500 Merah Putih Dibagikan, FDM Banjarmasin Tebar Cinta Indonesia di Jalanan

Published

on

Forum Demokrasi Milenial (FDM) Banjarmasin membagikan sekitar 500 bendera Merah Putih kepada masyarakat dan pengguna jalan melalui kegiatan Tali Kasih Merah Putih di Jalan Lambung Mangkurat, Jumat (14/8/2026). (Foto : D-Nus)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Forum Demokrasi Milenial (FDM) Banjarmasin membagikan sekitar 500 bendera Merah Putih kepada masyarakat dan pengguna jalan melalui kegiatan Tali Kasih Merah Putih di Jalan Lambung Mangkurat, Jumat (14/8/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WITA itu dipusatkan di simpang lampu merah kawasan Kantor Pos Banjarmasin. Sejumlah pengurus FDM Banjarmasin turun langsung membagikan bendera kepada masyarakat dan pengguna jalan yang berada maupun melintas di sekitar lokasi.

Sebanyak sekitar 500 lembar bendera Merah Putih dibagikan dalam kegiatan tersebut, terdiri atas bendera berukuran besar dan kecil. Bendera diberikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang berkenan menerimanya.

Koordinator Lapangan kegiatan, Ayub, mengatakan pembagian bendera tersebut dilaksanakan atas dasar kecintaan terhadap Indonesia.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk sederhana yang dilakukan FDM Banjarmasin untuk menunjukkan rasa cinta terhadap Tanah Air, tanpa mengabaikan beragam persoalan maupun pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami membagikan bendera atas dasar cinta, walaupun banyak pro kontra tentang kemerdekaan di tengah polemik permasalahan. Namun, kami berbagi bendera dan menyerukan silakan ambil atas dasar cinta Indonesia,” ujar Ayub.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengarahkan masyarakat pada satu pandangan tertentu. FDM Banjarmasin memilih hadir di tengah masyarakat melalui aksi sederhana dengan membagikan bendera Merah Putih.

Pembagian bendera itu juga berlangsung di tengah beragam pandangan masyarakat mengenai kondisi Indonesia dan makna kemerdekaan. Bagi FDM Banjarmasin, perbedaan pandangan tidak menghilangkan ruang bagi setiap warga untuk menunjukkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap Indonesia.

Melalui kegiatan Tali Kasih Merah Putih, FDM Banjarmasin menyampaikan pesan bahwa kecintaan terhadap Indonesia dapat diekspresikan dalam berbagai cara, termasuk melalui tindakan sederhana seperti berbagi dan mengibarkan bendera Merah Putih.

Kegiatan berakhir setelah seluruh rangkaian pembagian bendera kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Jalan Lambung Mangkurat selesai dilaksanakan.  [riv/d-nus]

Sebarkan

Banjarmasin

Semarak HUT ke-76 Kalsel, Bank Kalsel Ubah Jarak Lari Menjadi 760 Bibit Ulin

Published

on

Flyer AKSEL Virtual Run 2026. (Foto : Humas-BankKalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Semangat memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga aksi nyata menjaga lingkungan.

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) meluncurkan AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi dengan tagline “Sehat Diri, Bumi Lestari — Dari Pesisir ke Pegunungan”. Program ini mengajak masyarakat berolahraga sekaligus berkontribusi terhadap penghijauan Pegunungan Meratus.

Melalui konsep gotong royong digital, jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi bibit pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), salah satu vegetasi khas Borneo yang dikenal sebagai kayu besi.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari AKSEL Virtual Run 2024 yang sebelumnya berhasil mendukung penanaman 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Kalimantan Selatan.

“Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Tahura Sultan Adam, Mandiangin,” ujar Fachrudin.

Konsep AKSEL Virtual Run 2026 dirancang sederhana. Sebanyak 1.000 peserta dari masyarakat umum dan komunitas lari se-Kalimantan Selatan ditargetkan mengikuti kegiatan tersebut.

Setiap peserta ditantang menuntaskan jarak 7,6 kilometer, baik sekaligus maupun secara bertahap. Seluruh jarak peserta kemudian diakumulasikan. Setiap 10 kilometer jarak kolektif akan dikonversikan menjadi satu bibit Ulin.

Dengan target akumulasi 7.600 kilometer, program ini ditargetkan menghasilkan 760 bibit Ulin, sekaligus merepresentasikan angka Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Dari Pesisir ke Pegunungan

Pemilihan Ulin sebagai tanaman utama reforestasi bukan tanpa alasan. Pohon yang dikenal memiliki daya tahan tinggi tersebut tumbuh relatif lambat, tetapi mampu bertahan dalam jangka panjang.

Bagi Bank Kalsel, karakter Ulin menjadi simbol investasi ekologis yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan lintas generasi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam menerapkan prinsip Green Banking, dengan memperluas kontribusi perbankan daerah dari aspek ekonomi menuju keberlanjutan lingkungan.

“Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel memiliki peran ganda yang strategis, tidak hanya menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem Kalimantan Selatan,” kata Fachrudin.

Empat Tahap Menuju 760 Ulin

AKSEL Virtual Run 2026 dilaksanakan dalam empat tahapan.

Tahap pertama berupa Kick-off Lari Bareng pada 14 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti 100 peserta, terdiri atas 50 internal Bank Kalsel dan 50 perwakilan komunitas lari lokal, yakni SB Runners, GubernuRun, RIOT, dan Run From Reality.

Kegiatan mengambil titik start dan finis di AKSEL Cafe Banjarmasin.

Selanjutnya, periode Virtual Run berlangsung pada 14 Agustus hingga 12 September 2026. Pendaftaran dilakukan secara digital melalui fitur AKSEL Fun pada aplikasi Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel dengan biaya pendaftaran sebesar Rp76.

Sebanyak 100 pelari tercepat yang mengunggah hasil lari 7,6 kilometer berkesempatan memperoleh jersey eksklusif bermotif Kayu Ulin dan PR Package Planting Kit.

Tahap ketiga berupa pengundian doorprize secara live streaming melalui kanal YouTube resmi Bank Kalsel. Peserta yang menyelesaikan misi berkesempatan mendapatkan Running Gear dengan total nilai hadiah Rp30 juta serta 100 paket PR Package Planting Kit.

Puncak kegiatan atau grand finale adalah penanaman 760 bibit Ulin di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin, bekerja sama dengan UPTD Tahura Sultan Adam dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Penanaman akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi dan waktu yang tepat berdasarkan konsultasi teknis dengan pengelola Tahura, sehingga peluang tumbuh bibit dapat dioptimalkan.

Seluruhnya Digital

Masyarakat yang ingin berpartisipasi cukup memiliki rekening tabungan Bank Kalsel dan telah mengaktifkan Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel.

Pendaftaran dilakukan melalui menu AKSEL Fun, kemudian memilih penyedia jasa “AKSEL VIRTUAL RUN 2026: REFORESTASI”. Setelah memperoleh e-tiket melalui email, peserta melakukan aktivasi akun pada portal virtual run untuk mengunggah bukti aktivitas lari dari aplikasi seperti Strava, Nike Run Club, atau Relive.

Perkembangan akumulasi jarak lari dan capaian bibit Ulin juga dapat dipantau melalui dashboard yang disediakan penyelenggara.

Fachrudin menegaskan, penanaman pohon ditempatkan sebagai penutup rangkaian kegiatan agar seluruh proses memiliki makna yang utuh.

“Aksi penanaman pohon ini sengaja kami posisikan di akhir periode sebagai grand finale. Dengan demikian, 760 bibit Ulin yang tertanam di Pegunungan Meratus benar-benar menjadi monumen dan simbol dari akumulasi keringat, perjuangan, serta gotong royong seluruh masyarakat Kalsel yang berlari bersama Bank Kalsel,” pungkasnya.

Melalui AKSEL Virtual Run 2026, langkah kaki masyarakat tidak berhenti pada pencapaian kebugaran. Setiap kilometer yang ditempuh diharapkan berubah menjadi jejak hijau bagi Banua—dari keringat manusia hari ini, menjadi pohon yang memberi kehidupan bagi generasi mendatang. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

AKSEL Virtual Run 2026: Bank Kalsel Padukan Olahraga dan Gerakan Reforestasi

Published

on

Flyer AKSEL Virtual Run 2026. (Foto : Humas-BankKalsel)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali mendorong gaya hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan melalui AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi. Kegiatan olahraga virtual ini menjadi bagian dari rangkaian semarak Hari Ulang Tahun ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

AKSEL Virtual Run 2026 mengusung jarak 7,6 kilometer. Peserta dapat menyelesaikan jarak tersebut dalam satu kali lari maupun beberapa kali aktivitas hingga mencapai total 7,6 kilometer.

Program ini berlangsung pada 14 Agustus hingga 12 September 2026, sementara periode pendaftaran tercantum mulai 12 Agustus hingga 12 September 2026.

Dari sisi ekonomi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemanfaatan ekosistem digital Bank Kalsel melalui aplikasi AKSEL by Bank Kalsel. Pendaftaran dilakukan melalui fitur AKSEL FUN dengan biaya pendaftaran sebesar Rp76 ribu.

Peserta diwajibkan memiliki rekening tabungan Bank Kalsel, seperti Simpeda, Banua, atau Tabungan Syariah Al-Barakah atas nama pribadi serta telah mengaktifkan layanan Mobile Banking AKSEL.

Setelah mendaftar, peserta dapat melakukan aktivitas lari menggunakan aplikasi pencatat aktivitas olahraga seperti Strava, Relive, Nike Run, atau aplikasi sejenis. Bukti hasil lari kemudian diunggah melalui laman v-run.bankkalsel.co.id untuk proses verifikasi.

Bank Kalsel menyediakan doorprize dengan total nilai Rp30 juta bagi peserta yang memenuhi ketentuan, khususnya mereka yang telah mengunggah hasil lari dengan total jarak minimal 7,6 kilometer.

Selain itu, 100 peserta pertama yang menyelesaikan misi 7,6 kilometer berkesempatan memperoleh jersey bermotif kayu ulin beserta goodie bag.

Konsep reforestasi menjadi pesan utama kegiatan ini. Olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas menjaga kebugaran, tetapi juga dikaitkan dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan penghijauan Banua.

Melalui AKSEL Virtual Run 2026, Bank Kalsel mempertemukan tiga unsur dalam satu kegiatan: aktivitas fisik, transformasi layanan digital, dan kepedulian lingkungan.

Bagi peserta, tantangannya sederhana: menuntaskan 7,6 kilometer. Namun pesan yang dibawa jauh lebih panjang—bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan Kalimantan Selatan. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

HM Yamin Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan: “Cepat Boleh, Verifikasi Jangan Ditinggalkan”

Published

on

HM Yamin HR, Wali Kota Banjarmasin. (Foto : Ist).

BalainNews.com, BANJARMASIN – Pesatnya arus informasi di era digital menuntut wartawan bekerja cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh membuat proses pengecekan fakta diabaikan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR saat menghadiri penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI Angkatan ke-71 di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).

Yamin menegaskan, wartawan memiliki tanggung jawab besar terhadap setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Sebuah berita tidak cukup hanya menarik dan cepat dipublikasikan, tetapi juga harus memiliki dasar informasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, proses jurnalistik harus diawali dengan upaya memastikan kebenaran informasi. Wartawan perlu melakukan konfirmasi, mengecek data, memahami persoalan secara menyeluruh, serta memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan suatu peristiwa untuk menyampaikan keterangannya.

“Wartawan atau insan pers dituntut untuk tidak hanya mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memverifikasi fakta, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan,” ujar Yamin.

Yamin mengatakan, mengikuti UKW dan memperoleh sertifikat kompetensi bukan berarti proses belajar seorang wartawan selesai.

Justru setelah dinyatakan kompeten, wartawan memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam setiap aktivitas jurnalistik.

Ia berharap para wartawan tidak menjadikan sertifikat sekadar dokumen administratif, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pemberitaan.

Di tengah maraknya informasi dari media sosial, wartawan juga dituntut mampu membedakan informasi yang sudah terverifikasi dengan informasi yang masih berupa klaim atau dugaan.

Yamin turut mengingatkan agar wartawan tetap berani bersikap kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, keberanian tersebut harus disertai dengan etika serta tanggung jawab profesi.

“Jadilah wartawan yang cerdas membaca fakta, kritis melihat persoalan, berani menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab,” pesannya.

Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Drs Anang Fadhilah mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian UKW hingga selesai.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para penguji dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut Anang, peningkatan kompetensi wartawan menjadi hal penting untuk menjaga kualitas pers di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Alhamdulillah pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar. Ini menjadi bekal bagi wartawan untuk terus menjaga integritas dalam mencari dan menyampaikan berita kepada masyarakat,” katanya.

Anang menilai perkembangan teknologi memberikan kemudahan sekaligus tantangan bagi wartawan. Informasi dapat menyebar begitu cepat melalui berbagai platform digital, bahkan sebelum kebenarannya dipastikan.

Kondisi tersebut membuat wartawan harus semakin cermat. Jangan sampai persaingan mendapatkan berita tercepat membuat proses verifikasi dan konfirmasi justru dilewati.

Karena itu, prinsip akurasi, keberimbangan, independensi, verifikasi serta kepatuhan terhadap kode etik harus tetap menjadi dasar dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.

Pelaksanaan UKW SMSI Angkatan ke-71 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengujian dan pemberian sertifikat.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya wartawan yang semakin profesional, memiliki kemampuan jurnalistik yang baik, kritis dalam melihat persoalan, serta konsisten menjaga integritas.

Kepercayaan masyarakat terhadap media sangat bergantung pada kualitas informasi yang disajikan.

Dalam situasi ketika masyarakat dibanjiri informasi dari berbagai sumber, keberadaan wartawan menjadi semakin penting untuk memastikan sebuah informasi telah melalui proses jurnalistik sebelum disampaikan kepada publik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang wartawan bukan hanya seberapa cepat sebuah berita dipublikasikan, tetapi juga seberapa kuat berita tersebut dibangun berdasarkan fakta.

Sebab, berita yang cepat mungkin lebih dahulu dibaca, tetapi berita yang akuratlah yang mampu mempertahankan kepercayaan publik.

UKW SMSI Angkatan ke-71 dilaksanakan pada 8–9 Agustus 2026 dan diikuti 32 wartawan yang berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr Moestopo (Beragama).

Sebanyak enam penguji dari Jakarta terlibat dalam proses penilaian peserta. Pengujian dilakukan untuk melihat sejauh mana kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar kompetensi.

Peserta menjalani sejumlah materi dan praktik, mulai dari mencari serta menggali informasi, melakukan wawancara, mengembangkan bahan berita, memeriksa fakta hingga menyusun berita.

Dengan metode tersebut, kemampuan peserta diuji bukan hanya dari sisi penulisan, tetapi juga dari cara mereka memperoleh, mengolah dan memastikan informasi sebelum disajikan kepada masyarakat.

Penutupan kegiatan turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Ilmi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febry, serta jajaran pengurus SMSI Kalimantan Selatan. [riv/SMSI Kalsel]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Dukung UKW SMSI 2026: Wartawan Harus Cerdas Membaca Fakta dan Kritis Melihat Persoalan

Published

on

HM Yamin HR, Walikota Banjarmasin memberikan sambutan saat penutupan UKW SMSI 2026. Aula Kayuh Baimbai, (9/8/26). (Foto : SMSI)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap peningkatan profesionalitas insan pers kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI Angkatan ke-71.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, tersebut resmi ditutup di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).

Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengikuti rangkaian UKW yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr Moestopo (Beragama).

Penutupan UKW turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR. Kehadiran Pemerintah Kota Banjarmasin menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas dan kompetensi wartawan, khususnya dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial.

Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Drs Anang Fadhilah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang turut mendukung pelaksanaan UKW Angkatan ke-71.

Menurut Anang, dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas wartawan sangat penting, terutama ketika perkembangan teknologi membuat tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks.

“Alhamdulillah pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar. Ini menjadi bekal bagi wartawan untuk terus menjaga integritas dalam mencari dan menyampaikan berita kepada masyarakat,” kata Anang.

Ia menegaskan, wartawan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan dalam menghasilkan berita. Ketelitian, verifikasi, konfirmasi dan keberimbangan harus tetap menjadi bagian utama dalam proses jurnalistik.

Terlebih, informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah menyebar luas melalui media digital dan media sosial.

Karena itu, Anang berharap para peserta UKW dapat membawa semangat kompetensi tersebut ke ruang redaksi dan lapangan, sehingga kualitas pemberitaan semakin baik dan kepercayaan masyarakat terhadap pers tetap terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin menekankan bahwa peningkatan kompetensi wartawan harus berbanding lurus dengan kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut mampu mencari dan menulis berita, tetapi juga harus memastikan setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi.

“Wartawan atau insan pers dituntut untuk tidak hanya mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memverifikasi fakta, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan,” ujar Yamin.

Yamin menyampaikan, pemerintah dan pers memiliki peran masing-masing dalam membangun kehidupan masyarakat yang informatif dan demokratis.

Karena itu, hubungan antara pemerintah daerah dan media diharapkan dapat terus berjalan secara profesional.

Media tetap menjalankan fungsi kontrol dan kritik, sementara pemerintah terbuka terhadap informasi serta masukan yang disampaikan secara konstruktif.

Ia berharap wartawan yang telah mengikuti UKW mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam pekerjaan jurnalistik sehari-hari.

Menurutnya, sertifikat kompetensi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas profesionalitas wartawan.

“Jadilah wartawan yang cerdas membaca fakta, kritis melihat persoalan, berani menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab,” tegasnya.

Pelaksanaan UKW ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar profesional wartawan sekaligus mendorong lahirnya produk jurnalistik yang berkualitas dan dapat dipercaya masyarakat.

Penutupan turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Ilmi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febry, serta jajaran SMSI Kalimantan Selatan.

Dukungan Pemko Banjarmasin terhadap pelaksanaan UKW menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat dan profesional.

Pers yang memiliki kompetensi diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang dan edukatif kepada masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga dituntut terus membuka ruang komunikasi serta memberikan akses informasi yang dibutuhkan publik melalui media.

UKW SMSI Angkatan ke-71 pun diharapkan tidak sekadar menghasilkan wartawan yang lulus uji kompetensi, tetapi mampu mendorong perubahan nyata dalam kualitas pemberitaan.

Di tengah derasnya arus informasi, wartawan dituntut menjadi pihak yang mampu menyaring, memeriksa dan menyajikan fakta kepada masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan peningkatan kompetensi wartawan, diharapkan pers di Banjarmasin semakin profesional, kritis, berintegritas dan mampu menjaga kepercayaan publik. [riv/SMSI KALSEL]

Sebarkan
Continue Reading

Banjarmasin

UKW SMSI Kalsel Angkatan 71: Uji Kompetensi, Uji Integritas Wartawan

Published

on

32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto : SMSI)

BalainNews.com, BANJARMASIN – Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan.

UKW berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, bertempat di Aula Pemerintah Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SMSI dalam mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan, khususnya di tengah perkembangan media digital yang semakin dinamis.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan Sabtu (8/8/2026). Para peserta berasal dari sejumlah daerah di Kalselteng dan mengikuti serangkaian ujian berdasarkan jenjang kompetensi yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan UKW melibatkan tim penguji dari Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) FIKOM Universitas Prof. Dr. Moestopo.

Peserta diuji melalui berbagai tugas jurnalistik, mulai dari menggali informasi, melakukan wawancara, mengolah data, menulis berita, melakukan verifikasi, hingga memahami kode etik dan aturan hukum yang berkaitan dengan pers.

Ketua Panitia UKW SMSI Kalsel 2026, Nanang Tri Hadisaputra, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap pelaksanaan UKW Angkatan ke-71.

Menurut Nanang, dukungan tersebut menjadi energi positif bagi panitia dan peserta dalam menyukseskan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi wartawan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW SMSI Angkatan ke-71. Dukungan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan,” ujar Nanang.

Ia mengatakan, UKW bukan sekadar agenda untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, proses pengujian menjadi momentum bagi wartawan untuk mengukur kembali kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap standar profesi jurnalistik.

Nanang berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti UKW dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari.

“Harapan kami, setelah mengikuti UKW ini, para peserta tidak berhenti pada status kompeten. Kompetensi tersebut harus diwujudkan melalui karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua SMSI Kalsel, Drs. Anang Fadillah, mengatakan peningkatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas pemberitaan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media siber membuat wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, kemampuan menulis saja tidak cukup untuk menjalankan profesi jurnalistik.

“Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita, tetapi juga harus memahami etika jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, serta menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Anang.

Ia berharap UKW dapat menjadi sarana bagi wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Pemerintah Kota Banjarmasin turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW SMSI Kalsel.

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin melalui Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap UKW mampu menghasilkan wartawan yang tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Mudah-mudahan dengan adanya UKW ini bisa mencetak insan pers yang profesional, berkarakter, dan juga berintegritas,” ujar Ichrom.

Ia menilai media mempunyai peran besar dalam membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai persoalan, mulai dari kebijakan pemerintah, pembangunan, ekonomi, sosial, olahraga hingga isu-isu yang sedang berkembang.

Untuk itu, hubungan antara pemerintah dan media dinilai perlu dibangun melalui komunikasi dan kolaborasi yang sehat.

Menurut Ichrom, kerja sama tersebut penting agar berbagai informasi mengenai program dan pembangunan pemerintah dapat diketahui masyarakat secara luas, sekaligus membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan publik.

“Selalu ada dilakukan, baik kolaborasi antarpemerintah maupun antara pemerintah dengan media. Kolaborasi ini sangat diperlukan,” katanya.

Wakil Ketua Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Retno Intani ZA, menjelaskan bahwa pelaksanaan UKW memiliki standar yang sama karena materi uji mengacu pada ketentuan Dewan Pers.

Ia mengatakan Dewan Pers telah menetapkan modul yang menjadi acuan bagi seluruh LUKW dalam melaksanakan uji kompetensi wartawan.

“Materi untuk UKW itu sudah ditentukan oleh Dewan Pers. Dewan Pers membuat modul yang dipakai oleh semua LUKW untuk menyelenggarakan uji kompetensi. Jadi pada dasarnya sama,” jelas Retno.

Meski demikian, menurutnya, materi yang disampaikan penguji tetap dapat dikaitkan dengan perkembangan dunia jurnalistik dan persoalan aktual yang terjadi di lapangan.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi jurnalistik yang nyata.

Retno menambahkan, hal yang membedakan pelaksanaan UKW antar-LUKW bukan pada standar kompetensinya, melainkan pada pola penyampaian materi, metode penguji dalam membimbing peserta, serta cara mengaitkan materi dengan perkembangan isu terkini.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai tahapan pengujian untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus pemahaman terhadap etika dan hukum pers.

UKW SMSI Kalsel Angkatan LXXI mengangkat tema “Wartawan Kompeten, Pers Bermartabat, Bangsa Berdaulat.”

Tema tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan berita, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral wartawan dalam menjaga akurasi, independensi, keberimbangan, dan kepercayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, SMSI Kalsel berharap semakin banyak wartawan di wilayah Kalselteng yang memiliki kompetensi profesional dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat. [riv/SMSI Kalsel]

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarmasin12 jam ago

Semarak HUT ke-76 Kalsel, Bank Kalsel Ubah Jarak Lari Menjadi 760 Bibit Ulin

BalainNews.com, BANJARMASIN – Semangat memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga aksi nyata...

Banjarmasin2 hari ago

AKSEL Virtual Run 2026: Bank Kalsel Padukan Olahraga dan Gerakan Reforestasi

BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali mendorong gaya hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan melalui AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi....

Banjar3 hari ago

Suara “Krekk… Krekk…” Pecah Kekhusyukan Salat Subuh, Lantai Musholla Bergeser Saat Jemaah Baca Yasin

BalainNews.com, KABUPATEN BANJAR – Ketegangan mendadak menyelimuti suasana salat Subuh berjamaah di Musholla Darun Nasihin, Blok C, Kompleks Sejahtera Mandiri...

Daerah3 hari ago

Dongeng Hari Bhayangkara ke-80 Antarkan Faiha dari Tabalong Bertemu Kapolri

BalainNews.com, TABALONG Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Mabes Polri menyelenggarakan berbagai perlombaan dengan peserta dari berbagai kategori,...

Banjarmasin5 hari ago

HM Yamin Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan: “Cepat Boleh, Verifikasi Jangan Ditinggalkan”

BalainNews.com, BANJARMASIN – Pesatnya arus informasi di era digital menuntut wartawan bekerja cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh membuat proses...

Banjarmasin5 hari ago

Pemko Banjarmasin Dukung UKW SMSI 2026: Wartawan Harus Cerdas Membaca Fakta dan Kritis Melihat Persoalan

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap peningkatan profesionalitas insan pers kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW)...

Banjarmasin5 hari ago

UKW SMSI Kalsel Angkatan 71: Uji Kompetensi, Uji Integritas Wartawan

BalainNews.com, BANJARMASIN – Sebanyak 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang...

Banjarmasin5 hari ago

UKW SMSI Angkatan ke-71 Ditutup, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Wartawan Wajib Verifikasi Fakta

BalainNews.com, BANJARMASIN – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) SMSI Angkatan ke-71 resmi ditutup di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026). Wali...

Banjarmasin7 hari ago

32 Wartawan Kalsel-Kalteng Diuji, UKW SMSI Angkatan 71 Resmi Dibuka di Banjarmasin

BalainNews.com, BANJARMASIN – Derasnya arus informasi digital membuat wartawan dituntut bekerja cepat. Namun, kecepatan tanpa kompetensi dan integritas berisiko melahirkan...

Banjarmasin2 minggu ago

Bank Kalsel Syariah Mengantarkan Langkah Awal Mahajuna Menuju Haji

BalainNews.com, BANJARMASIN Ada rasa syukur yang sederhana, tetapi sangat membahagiakan. Setelah sekian lama memiliki keinginan untuk mulai menabung demi mewujudkan...

Populer