Kalsel
Di Hadapan 670 Peserta Pertikawan Regional Kalimantan, Paman Birin Gelorakan Semangat Peduli Lingkungan Dan Kelestarian Hutan
BalainNews.com, BANJAR – Gubernur Kalsel yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwarda Kalsel, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin bertindak sebagai pembina upacara pembukaan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) Regional Kalimantan tahun 2023 di Bumi Perkemahan Kiram Kab. Banjar pada Kamis (9/11) pagi
Turut hadir Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, Forkopimda Kalsel, Sekertaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalsel, Hj. Raudatul Jannah, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalteng, Kalbar, Kaltim dan Kaltara, Para Pimpinan Saka Kalpataru dan Pimpinan Wana Bhakti Tingkat Daerah Kalimantan serta peserta perkemahan Pertikawan.
Dengan moto “Satya Ku Darmakan, Darma Ku Baktikan” dan tema “Aksi Bersama untuk Lingkungan yang Berkelanjutan dan Hutan Lestari” beserta selogan “ULIN yaitu Unggul Lesatari Inspiratif,” acara ini diikuti sebanyak 670 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan, perkemahan tersebut dilaksanakan dari tanggal 8 hingga 12 November 2023 mendatang.
Dalam sambutannya Paman Birin berbagi pengalaman masa lalu sebagai anggota pramuka, mengingat perjalanan dan berbagai pelajaran berharga yang didapatkan selama menjadi bagian tersebut, Paman Birin juga memberikan semangat kepada para peserta untuk menikmati setiap momen dalam keanggotaan pramuka, karena menurutnya, pengalaman tersebut akan membentuk karakter dan memberikan bekal yang berarti untuk kehidupan mendatang.
“Melihat adik-adik seperti ini, saya teringat masa-masa saya masih menjadi anggota pramuka, sama seperti kalian, menjadi anggota pramuka sejak SD, SMP, hingga SMA.” kenang Paman Birin.
Lebih lanjut, Paman Birin menyoroti Isi Dasa Darma Pramuka, mengungkapkan pandangannya bahwa filosofi ini yang membuat Pramuka menjadi generasi tangguh. Beliau menggali makna dari setiap prinsip dasa dharma, memaparkan bagaimana nilai-nilai tersebut telah membentuk landasan kuat bagi keberhasilan dan ketangguhan para anggota Pramuka.
“Jaka pribahasa orang Banjar ‘Taguh’ Kulit sampai ketulang-tulang, generasi yang tidak pernah menyerah, generasi terampil jujur dan yang luar biasa yaitu generasi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa itulah Pramuka.” ujar Paman Birin.
Selain itu, Kegiatan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) merupakan wadah yang strategis untuk melakukan pembinaan generasi muda bidang lingkungan hidup dan kehutanan, semangat pramuka harus jadi yang terdepan dan teladan bagi generasi muda lainnya.
“Tujuan besar dengan adanya kegiatan ini akan memunculkan generasi muda yang kuat dalam menjalankan aksi kepramukaan yang mengabdikan dirinya dalam kegiatan bakti lingkungan dan kelestarian hutan juga mengaungkan kampanye peduli lingkungan,” tambah Paman Birin.
Sebelumnya, dalam laporannya Ketua Panitia Penyelenggara Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) Regional Kalimantan Tahun 2023 yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana akan ada beberapa program siap giat.
“Kami menyajikan beragam kegiatan yang tidak hanya menarik, tetapi juga edukatif, dengan fokus pada tema lingkungan dan budaya keberlanjutan. Termasuk di antaranya adalah kegiatan perkemahan program Saka Kalpataru, program Saka Wanabakti, pelatihan kepemimpinan anak muda, gladian Dewan Saka, kunjungan wisata, pameran, bazar UMKM, workshop, dan bakti masyarakat.” ungkap Hanifah.
Hanifah Dwi Nirwana menekankan bahwa seluruh pihak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini bekerja secara gotong royong.
“Semangat gotong royong menjadi kunci kesuksesan acara ini. Semua pihak terlibat, termasuk dinas terkait, UPT KLHK, KLHK Pusat, TNI, dan Polri, bekerjasama dengan baik. Kolaborasi yang kuat, pertukaran ide yang positif, dan semangat kebersamaan peserta membantu mewujudkan harapan acara sesuai dengan slogannya.” Kata Hanifah.
Sementara itu, Dirjen PTKL KLHK, Hanif Faisol Nurofiq selaku pimpinan Saka Wana Bakti dan Saka Kalpataru tingkat nasional mengatakan Pertikawan merupakan kegiatan lima tahunan yang diselenggarakan enam regional di Indonesia.
“Pertikawan merupakan perhelatan yang diadakan setiap lima tahun di enam regional di Indonesia, melibatkan regional Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku, serta Papua.” ucap Hanif.
Hanif Faisol Nurofiq juga mengatakan tentang suksesnya acara Pertikawan tahun 2018 regional Kalimantan yang diselenggarakan di Pantai Lamaru Kota Balikpapan Provinsi Kaltim.
“Pertikawan tahun 2018 di regional Kalimantan telah sukses diselenggarakan di Pantai Lamaru Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim. Untuk penyelenggaraan tahun ini, kami memilih lokasi yang tidak kalah menarik, yaitu Kiram Park, yang merupakan bagian dari Geopark Meratus.”Ungkap Hanif
Selain itu, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan dunia tengah menghadapi krisis lipat tiga (three planetary crisis) yakni perubahan iklim, biodiversity loss, dan polusi mengata. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali, harus aware dan dapat meningkatkan adaptasi dalam kaitannya dengan ketahanan iklim.
“Untuk itu, pada kesempatan ini, saya juga mengajak kakak-kakak pramuka sekalian untuk menyukseskan agenda Indonesia’s Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui penurunan emisi GRK dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan kondisi di mana tingkat serapan sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi pada tahun 2030. Adapun, proyeksi target Folu Net Sink 2030 adalah angka net sink – 140 juta ton co2eq atau emisi negatif sebesar 140 juta ton CO2eq,” harapnya.
Diharapkan melalui kegiatan Pertikawan ini, para pramuka akan menjadi pionir dan tauladan yang menerapkan prinsip-prinsip perlindungan sumber daya alam dan ekosistem serta melakukan hidup ramah lingkungan hingga ke generasi berikutnya. Mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari saat ini.
“Saya minta tekad kita bersama untuk menjaga lingkungan dan hutan tetap lestari dan berkelanjutan. Gerakan pramuka menamkan rasa cinta bangga tanah air, satu keyakinan dari generasi pramuka adalah generasi yang unggul dan tangguh. Isilah dengan kegiatan yang positif,” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kalsel, Paman Birin didampingi Ketua Kwartir Daerah, Hj. Raudatul Jannah, Dirjen PKTL KLHK, Hanif Faisol Nurofiq, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana sebagai tanda Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) Regional Kalimantan tahun 2023 secara resmi dibuka, Sesaat setelah itu, dilangsungkan Defile Kontingen Parade Borneo dari Kwartir Daerah yang berpartisipasi dalam acara Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) Regional Kalimantan tahun 2023. [riv/rfq/adpim]
SebarkanKalsel
Jalan Lintas Banua Rusak Parah, Warga HSS Sindir Pemerintah: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab
BalainNews.com, KANDANGAN – Kondisi Jalan Lintas Banua di wilayah Hulu Sungai Selatan semakin memprihatinkan. Jalan provinsi yang seharusnya menjadi penghubung utama antar wilayah justru berubah menjadi jalur berbahaya yang setiap hari mengancam keselamatan masyarakat.
Lubang besar, aspal terkelupas, serta tambalan yang asal-asalan menjadi bukti nyata bahwa perbaikan yang dilakukan selama ini jauh dari kata layak. Bukannya mulus, jalan justru membuat kendaraan oleng dan kerap menyebabkan pengendara jatuh.
Yang membuat masyarakat geram, perbaikan hanya dilakukan di beberapa titik, sementara kerusakan lain dibiarkan seolah tidak terlihat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah harus menunggu korban lebih banyak dulu baru ada tindakan serius?
Di sisi lain, masyarakat mulai menyindir sikap pemerintah yang terkesan saling melempar tanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan kerap dianggap tidak berwenang karena ini adalah jalan provinsi. Namun di sisi lain, pemerintah provinsi dinilai lamban dan tidak menunjukkan langkah nyata yang menyeluruh.
“Jangan sampai kami sebagai masyarakat hanya dijadikan penonton. Jalan rusak begini, kami yang merasakan. Pajak kami bayar, tapi jalan yang aman tidak kami dapat,” ujar seorang warga dengan nada kesal (namanya tidak mau disebutkan).
Sindiran keras juga muncul terhadap kedua pihak, baik pemerintah daerah maupun provinsi, agar tidak hanya beralasan soal kewenangan, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi nyata. Sebab bagi masyarakat, yang dibutuhkan bukan penjelasan, melainkan tindakan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan masyarakat yang rusak, tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang dipertaruhkan setiap hari.
Warga mendesak pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk berhenti saling menunggu dan segera turun tangan melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam yang tidak menyelesaikan masalah.
Karena pada akhirnya, jalan ini bukan milik instansi—melainkan milik rakyat yang setiap hari melintas dan mempertaruhkan nyawa di atasnya. (Indra/BN)
SebarkanBanjarmasin
Permainan Dart, Balogo, Bagasing dan Sumpit Meriahkan Pekan AKSEL Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Pekan AKSEL yang digelar Bank Kalsel sejak Jumat hingga Minggu (24-26 April 2026) tak hanya diramaikan stan kuliner dan hiburan keluarga, tetapi juga aneka permainan yang mengundang tawa dan antusias pengunjung.
Diantara yang paling menyita perhatian adalah permainan dart, olahraga tradisional sumpit (sumpitan/sipet) khas Dayak Kalimantan, serta permainan rakyat Balogo dan Bagasing yang sarat nilai budaya lokal. Arena permainan ini nyaris tak pernah sepi dari peserta yang ingin menguji ketepatan, ketangkasan, dan keseimbangan.
Permainan sumpit yang merupakan warisan budaya masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung yang penasaran mencoba, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Tidak sedikit yang baru pertama kali merasakan sensasi meniup sumpit untuk mengenai sasaran.
Sementara Balogo, permainan tradisional Banjar yang mengandalkan ketepatan melempar keping logo dan Bagasing atau gasing yang menuntut teknik memutar agar tetap berputar lama, turut menghadirkan nuansa nostalgia permainan tempo dulu di tengah kemeriahan acara modern.
Menariknya, keseruan ini juga diikuti jajaran pimpinan Bank Kalsel yang turut ambil bagian mencoba permainan, berbaur bersama masyarakat. Momen tersebut menambah keakraban sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung yang menyaksikan.
Selain permainan, pengunjung tetap dimanjakan dengan tontonan reptil, aneka permainan anak, serta pilihan kuliner kekinian dan minuman segar yang tersedia di berbagai stan UMKM.
Kehadiran dart, sumpit, Balogo, dan Bagasing ini menambah warna Pekan AKSEL, menjadikannya bukan sekadar ajang promosi perbankan dan transaksi digital, tetapi juga ruang rekreasi keluarga yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. [adv]
SebarkanJakarta
H Muhidin Sabet Penghargaan Nasional, Kinerja Pemprov Kalsel Tembus Level Tertinggi
BalainNews.com, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menerima penghargaan atas prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan Status Kinerja Tinggi pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 yang diselanggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pada Senin (27/04/0226) di halaman Kantor setempat, Jakarta Pusat.
Gubernur Kalsel H. Muhidin menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha bersama 4 (empat) provinsi lainnya yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2025.
Juga ada 15 kabupaten, diantaranya Banyuwangi dan Hulu Sungai Selatan (Kalsel), serta sembilan pemerintahan kota, termasuk Kota Tangerang dan Kota Semarang.
Total ada 30 Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan Pemerintah Kota (Pemkot) sebagai penerima penghargaan atas prestasinya berdasar penilaian Kemendagri.
Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Penerintah Provinsi Kalsel menerima penghargaan satu-satunya provinsi diluar Pulau Jawa
“Alhamdulillah Kalsel masuk dalam lima besar daerah yang menerima penghargaan,” ujar Gubernur H Muhidin usai mengikuti upacara.
Selanjutnya, gubernur mengajak bupati/walikota se Kalsel, terus melakukan otonomi daerah di tempat masing-masing sebaik-baiknya.
“Mari kita bersama-sama yang akan datang, melaksanakan otonomi daerah di daerah masing-masing dengan sebaik mungkin,” pesan gubernur.
Gubernur juga mengajak para kepala daerah di Kalsel khususnya, terus memberikan dan menghadirkan pelayanan publik setiap saat.
“Jadi kita siap siaga setiap saat untuk melaksanakan kebijakan kita sehari-hari,” pungkas gubernur.
Penghargaan yang diberikan Kemendagri pada pertengahan Hari Otda adalah Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha untuk Gubernur, Bupati, dan Walikota yang dinilai berprestasi tinggi berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD).
Penghargaan lain, National Governance Awards 2026 yaitu apresiasi atas inovasi dan terobosan kepala daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dan penghargaan Kinerja Tinggi yaitu penghargaan nasional diberikan kepada pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten.
Hari Otda jatuh pada tanggal 25 April dan tahun ini mengangkat tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, dan bertindak selaku inspektur upacara,
Wamendagri Bima Arya Sugiarto.
Dalam amanat upacaranya, Bima menyampaikan beberapa pesan mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pesan tersebut terkait evaluasi dan juga rencana-rencana konsolidasi untuk menyempurnakan otonomi daerah.
“Ada satu kata yang sangat lekat dengan otonomi daerah. Satu kata yang menjadi roh dari otonomi daerah dibandingkan dengan sistem yang lain, yaitu kewenangan. Kewenangan inilah yang menjadi pembeda antara 30 tahun otonomi daerah dengan era sebelumnya,” ucap Bima.
Menurutnya, Otda adalah proses tanpa henti. Otda juga bukan hal yang statis dan tidak berubah. Dia mengatakan 30 tahun adalah proses untuk terus menyempurnakan, memperbaiki, mengevaluasi Otda melalui konsepsi kewenangan yang lekat dengan Otda.
Bima menegaskan, kewenangan tanpa kemampuan adalah angan-angan. Otda bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawa untuk terus memberikan, menghadirkan pelayanan publik serta membangun pemerintahan yang berintegritas.
“Kewenangan tanpa integritas jugahanya melahirkan kesewenang-wenangan dan operasi tangkap tangan,” pesan Bima. [adv/riv/sal/adpim]
SebarkanDaerah
Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin
BalainNews.com, TAPIN – Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan Haul ke-21 KH. Ali Noordin Gazali bin KH. Gazali atau yang dikenal sebagai Guru Cangkring.
Kegiatan tersebut digelar di Masjid Darussalam Cangkring Kabupaten Tapin pada Sabtu (25/4/2026).
Peringatan haul yang berlangsung khidmat, diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Manaqib, Dzikir, serta Surat Yasin, yang kemudian dilanjutkan dengan doa haul yang dipimpin oleh KH. H. Syahrani.
KH. Ali Noordin Gazali lahir pada 12 November 1936 Masehi, bertepatan dengan 14 Ramadan 1355 Hijriah, di Kampung Lumbu Raya, Kecamatan Tapin Utara dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga ulama yang kuat.
Ayah beliau, KH. Ghozali bin Abdurrahman, merupakan tokoh agama yang berperan dalam pendidikan Islam, sementara ibunya adalah Hajjah Zahrah binti Haji Saleh.
Dari garis keturunan sang ayah, KH. Ali Noordin Gazali memiliki nasab yang tersambung hingga kepada ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang semakin memperkuat fondasi keilmuan dan spiritualitasnya sejak usia dini.
Semasa hidupnya, Guru Cangkring dikenal sebagai sosok alim dan istiqamah dalam berdakwah dan merupakan pendiri Majelis Ta’lim Ratib Al-Haddad serta pendiri Pondok Pesantren Ummu Salmah di Rantau, yang hingga kini terus menjadi pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat Tapin.
Perjalanan hidup dan pengabdiannya berakhir pada usia 69 tahun, tepatnya pada malam Selasa pukul 00.00 WITA, 4 Zulkaidah 1426 Hijriah atau bertepatan dengan 5 Desember 2005.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. M. Syarifuddin menyampaikan bahwa peringatan haul menjadi sarana penting untuk mengambil pelajaran dari keteladanan ulama.
“Hari ini kita menghadiri haul Tuan Guru Haji Ali Nurdin yang ke-21. Alhamdulillah, kita banyak belajar dari beliau, terutama keteladanan dalam hal keagamaan,” ujar Sekdaprov Syarifuddin ditemui usai kegiatan.
Lebih lanjut, Sekdaprov Syarifuddin Menyampaikan pesan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, agar nilai-nilai yang diajarkan Guru Cangkring dapat terus diamalkan di tengah masyarakat.
“Keteladanan dalam kehidupan beragama dan sosial yang telah dicontohkan almarhum hendaknya menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Melalui momentum seperti ini, Sekdaprov menilai peringatan haul tidak hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai ruang memperkuat ukhuwah islamiah dan mempererat silaturahmi antarwarga.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya memperdalam nilai keagamaan, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiah dan silaturahmi di tengah masyarakat. Ini yang terus kita jaga dan dorong,” tuturnya.
Selain itu, Sekdaprov M. Syarifuddin berharap nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskan KH. Ali Noordin Gazali dapat terus dihidupkan dan diamalkan oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan masyarakat Tapin khususnya, dan Kalsel pada umumnya, bisa meneladani apa yang telah beliau ajarkan, baik dalam kehidupan beragama maupun dalam kehidupan sosial,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam tausiahnya Al-Habib Ahmad Jamal bin Thoha Ba’agil dari Kota Malang, Jawa Timur menegaskan bahwa inti dari haul adalah manaqib, yakni kisah hidup dan keteladanan Shahibul Haul.
Menurutnya, berbeda dengan tahlilan yang berfokus pada zikir dan doa, haul seorang alim menekankan pada pengenalan perjalanan hidup ulama.
“Ketika kisah orang saleh dibacakan, rahmat Allah turun. ‘Inda dzikris shalihin tanzilur rahmah. Maka majelis ini dipenuhi rahmat,” ujarnya.
Habib Ahmad menjelaskan, turunnya rahmat terjadi karena hati jamaah menjadi lembut saat mendengar kisah para wali.
Mengutip Al-Habib Idrus bin Umar Al-Habsyi, kondisi hati yang merasa kecil dan rendah di hadapan Allah itulah yang menghadirkan kedekatan dengan-Nya.
“Di situlah lahir sikap tawadhu. Kita belajar dari kehidupan para auliya, bukan hanya mengenang, tapi meneladani,” tuturnya.
Turut hadir para ulama, para guru agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya yang mengikuti rangkaian kegiatan haul tersebut dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. (adv/adpim)
SebarkanBanjarmasin
Pekan AKSEL 2026 Dimeriahkan Lomba Mewarnai Khusus Anak-anak
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel melalui media sosial resminya mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengikutsertakan anak-anak dalam Lomba Mewarnai yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan AKSEL 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi melalui seni warna, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dalam suasana kebersamaan.
Lomba mewarnai ini terbuka untuk dua kategori usia, yaitu usia 4 sampai dengan 7 tahun dan usia 7 tahun + 1 hari sampai dengan 10 tahun. Acara akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, Pukul 14.00 WITA hingga selesai di Halaman Parkir Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin.
Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta hanya dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp62,-.
Bank Kalsel menegaskan bahwa pendaftaran dilakukan secara digital melalui fitur AKSEL FUN pada aplikasi AKSEL by Bank Kalsel. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengunduh dan menggunakan layanan mobile banking tersebut guna mendapatkan kemudahan akses serta berbagai promo menarik selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong pengembangan kreativitas anak sejak dini. Pekan AKSEL 2026 sendiri menjadi momentum untuk mempererat interaksi antara masyarakat dengan layanan digital perbankan yang inovatif.
“Jangan lewatkan momen seru untuk belajar, bermain, dan berkreasi bersama di Pekan AKSEL 2026,” tulis Bank Kalsel dalam publikasinya, Rabu (22/4/2026).
Dengan konsep yang edukatif dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak sekaligus memperkuat kedekatan keluarga dalam suasana yang positif dan inspiratif. [adv/riv]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle3 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah3 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoLantik PDK Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, Paman Birin : Terus Eratkan Kebersamaan Warga Banjar Di Seluruh Tanah Air
-
Banjarmasin2 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel

