Banjarmasin
Bank Kalsel Gelar Undian Untuk 150 Nasabah Simpeda KPE Berhadiah Miliaran Rupiah
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan manfaat maksimal kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan salah satu nasabah utama dalam menggunakan produk dan layanan Bank Kalsel. Terbaru yang dilakukan adalah penyelenggaraan Undian Simpeda KPE Periode IX Tahun 2023 khusus untuk kalangan ASN se-Kalimantan Selatan (Kalsel). Acara ini berlangsung pada Rabu (15/11/2023) di Kantor Pusat Bank Kalsel.
Dalam undian kali ini, Bank Kalsel menyediakan total hadiah mencapai 1 Miliar Rupiah untuk 150 pemenang yang akan diundi secara acak. Proses undian disaksikan langsung oleh perwakilan dari Dinas Sosial, Kepolisian, dan Notaris.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan bahwa Undian Simpeda KPE merupakan bentuk penghargaan khusus kepada para ASN yang telah konsisten menggunakan produk dan layanan Bank Kalsel.
“Ini sudah tahun ke-9 Undian Simpeda KPE kita selenggarakan secara rutin. Tahun depan, sesuai arahan pemegang saham, acara ini akan dihelat dengan lebih
meriah di perkantoran Pemprov Kalsel, disertai berbagai kegiatan seperti expo dan hiburan,” ujarnya.
Bank Kalsel tidak hanya fokus pada undian semata, tetapi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan produk dan layanan perbankannya, terutama dalam sektor digital. Upaya tersebut mencakup pembenahan layanan Mobile Banking Aksel
by Bank Kalsel serta menghadirkan Kantor Smart Hybrid Branch di Kantor Cabang Utama Banjarmasin.
“Berbagai upaya ini kami lakukan agar para ASN memilih Bank Kalsel bukan hanya karena kepemilikan Pemerintah Daerah, tetapi juga karena inovasi layanan yang memberikan kemudahan serta keuntungan lainnya yang dapat mereka nikmati.”, tukasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Ir. Roy Rizali Anwar ST. MT., mengapresiasi upaya Bank Kalsel dalam memberikan berbagai kemudahan dan
manfaat kepada nasabahnya dan melakukan transformasi layanan secara konsisten.
“Undian Simpeda KPE Periode IX Tahun 2023 sangat kita apresiasi karena memberikan keuntungan lebih bagi para ASN yang menjadi nasabah Bank Kalsel,” bebernya.
Ir Roy Rizali Anwar juga memberikan pujian terhadap Konsep Kantor Smart Hybrid Branch yang baru diluncurkan di Kantor Cabang Utama Banjarmasin. Menurutnya ini merupakan langkah luar biasa yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap Bank Kalsel terus memberikan pelayanan terbaik dan menjadi bank unggulan di daerah,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, Darmansyah yang mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian Bank Kalsel. Darmansyah menyoroti tidak hanya aspek layanan digital, namun juga perkembangan dalam hal kredit, dana pihak ketiga dan aset bank.
“Kami optimis bahwa jika tren positif ini terus berlanjut, Modal Inti Minimum (MIM) Bank Kalsel yang ditargetkan mencapai minimal 3 Triliun Rupiah pada tahun
2024 dapat tercapai sebelum akhir tahun,” pungkasnya. [adv/rivani].
Banjarmasin
Admin Top Up DANA dan ShopeePay Ditetapkan Rp2.000 per Transaksi Melalui Aplikasi Aksel by Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel melakukan penyesuaian biaya administrasi untuk layanan pengisian saldo atau top up dompet digital DANA dan ShopeePay melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, mulai berlaku efektif pada 28 Oktober 2026.
Nasabah diimbau memperhatikan biaya administrasi yang tercantum pada aplikasi sebelum menyelesaikan transaksi.
Berdasarkan pengumuman resmi manajemen Bank Kalsel, biaya administrasi top up DANA ditetapkan sebesar Rp2.000 per transaksi.
Tarif yang sama juga berlaku untuk pengisian saldo ShopeePay, yakni Rp2.000 per transaksi.
Manajemen Bank Kalsel mengingatkan nasabah yang akrab disapa Sobat Aksel untuk mencermati informasi biaya yang muncul di layar aplikasi ketika menggunakan fitur top up e-wallet.
”Sobat Aksel, ada informasi penting, terdapat penyesuaian biaya layanan yang berlaku sesuai tanggal efektif pada informasi di atas,” tulis Manajemen Bank Kalsel dalam keterangannya.
Nasabah juga diminta memastikan kembali rincian transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kekeliruan saat menggunakan layanan transaksi digital melalui aplikasi Aksel.
“Yuk, cek informasinya sebelum bertransaksi,” imbau Manajemen Bank Kalsel.
Dengan adanya pemberitahuan tersebut, nasabah diharapkan dapat mengetahui perubahan tarif sejak awal dan menyesuaikan transaksi digital sesuai ketentuan yang berlaku. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
IBITEK Hidupkan Kembali Semangat Membaca Al-Qur’an bagi Mahasiswa Baru
BalainNews.com, BANJARMASIN – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Ada bekal lain yang juga penting untuk dibawa mahasiswa dalam menjalani kehidupan, salah satunya kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Semangat itulah yang terlihat dalam Launching CUM Laude #1, Kegiatan Pembelajaran Al-Qur’an bagi Mahasiswa Baru Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK), yang berlangsung di Mushalla IBITEK Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, Banjarmasin, Jumat (2/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IBITEK bersama para dosen Fakultas Agama Islam untuk kembali menghidupkan semangat membaca Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.
Rektor IBITEK, Dr. Yanuar Bachtiar, SE, MSi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama para dosen agama Islam sebagai bagian dari upaya meramaikan sekaligus mensyiarkan kembali budaya membaca Al-Qur’an.
“Harapan kita, membaca Al-Qur’an ini tidak hanya sekadar membaca. Tetapi sampai pada tingkatan tartil, baik dari tajwid, makhraj maupun waqaf,” ujarnya.
Menurut Yanuar, mahasiswa diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Tidak berhenti sampai di situ. IBITEK juga mulai melihat potensi mahasiswa baru yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an untuk dikembangkan lebih jauh.
“Insya Allah, kita sedang berupaya mencari bibit-bibit yang mungkin berpotensi untuk bisa kita hadirkan dalam MTQ Nasional tingkat mahasiswa,” katanya.
Yanuar menuturkan, selama perjalanan IBITEK, khususnya di bidang FSI, belum ada mahasiswa yang mewakili institusi tersebut hingga tingkat nasional dalam ajang MTQ mahasiswa.
Kini, mulai muncul satu-dua mahasiswa yang memiliki potensi, baik di bidang tilawah Al-Qur’an maupun bidang lainnya.
“Mudah-mudahan nanti kita bisa perjuangkan mereka untuk mengikuti acara MTQ Nasional tingkat mahasiswa,” harapnya.
Sedangkan Dosen Pendidikan Agama Islam IBITEK, Tamjid Noor, melihat pembelajaran Al-Qur’an sebagai sesuatu yang sangat mendasar bagi mahasiswa.
Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa sejak sekolah dasar, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, pendidikan agama Islam tetap diberikan. Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan agama memiliki posisi penting dalam kehidupan seorang mahasiswa.
“Kalau sesuatu itu penting, tidak mungkin tidak menjadi bagian dari pembelajaran,” katanya.
Menurut Tamjid, meskipun mahasiswa IBITEK belajar berbagai bidang seperti akuntansi dan manajemen, pendidikan agama Islam tetap memiliki tempat. Sebab, salah satu bagian terpenting dalam agama Islam adalah memahami sumber utamanya, yakni Al-Qur’an.
“Di antara ranting dan cabang PAI itu, yang paling inti adalah sumber agama. Sumber agama itu adalah Al-Qur’an,” tuturnya.
Karena itu, ia menilai kemampuan membaca Al-Qur’an seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang sepele.
Tamjid mengakui bahwa membaca Al-Qur’an pada dasarnya sederhana. Namun, justru karena dianggap sederhana, terkadang kemampuan tersebut diabaikan.
“Di sinilah IBITEK muncul untuk menekankan bahwa ini penting untuk dikuasai oleh mahasiswa-mahasiswa kita,” ujarnya.
Menurutnya, langkah pertama yang perlu dikuasai mahasiswa adalah kemampuan membaca Al-Qur’an atau setidaknya “melek huruf” Al-Qur’an.
Namun, membaca Al-Qur’an tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada kaidah yang harus diperhatikan, termasuk ilmu tajwid dan tartil.
“Al-Qur’an tidak bisa sembarang baca. Dia ada kaidahnya. Al-Qur’an itu harus tartil,” tegasnya.
Dari kemampuan membaca dengan baik dan benar itulah, menurut Tamjid, mahasiswa kemudian dapat melangkah lebih jauh untuk memahami, memperhatikan dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau awalnya sudah dimulai, insya Allah yang lain itu mudah. Tapi kalau sumbernya saja tidak dikuasai, bagaimana mereka bisa mengamalkan Al-Qur’an?” katanya.
Sementara itu, Hanafi, Dosen Agama Islam IBITEK, mengatakan dirinya telah mengajar di bidang agama selama lebih dari 30 tahun. Salah satu bidang yang selama ini banyak ia ajarkan adalah Al-Qur’an.
Pengalaman panjang tersebut membuatnya melihat bahwa pembelajaran Al-Qur’an bukan sekadar memberikan pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi juga menghadirkan teladan.
“Alhamdulillah, kita juga ingin menjadi teladan dan contoh bagi anak-anak kita sendiri,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ada sejumlah anak didiknya yang kemudian berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an, bahkan ada yang hafiz 30 juz dan menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Al-Qur’an.
Pengalaman tersebut ingin terus ditularkan kepada mahasiswa IBITEK.
“Kita ingin memberikan keteladanan dan contoh untuk memotivasi mahasiswa kita juga,” katanya.
Menurut Hanafi, tidak harus langsung berbicara tentang kemampuan yang tinggi. Langkah pertama yang paling penting adalah mahasiswa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu yang dipelajari.
“Itu harapan kita. Paling tidak yang paling awal dulu, bisa baca dengan kaidah ilmu-ilmu itu,” tuturnya.
Bagi Hanafi, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di IBITEK juga menjadi bagian dari proses regenerasi. Sebuah upaya yang tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus dilanjutkan dari generasi ke generasi.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan perjuangan Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, yang namanya diabadikan sebagai nama mushalla kampus.
“Ini merupakan upaya regenerasi, upaya yang terus berkesinambungan dari pendiri Ibu Maimunah Zarkasyi,” katanya.
Baginya, apa yang dilakukan saat ini bukan semata-mata sebuah terobosan baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sebuah perjuangan dan pengorbanan yang telah ditanamkan untuk terus dihidupkan.
Dari mushalla kampus, langkah itu dimulai. Mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal dunia akademik, teknologi dan bisnis, tetapi juga diajak kembali membuka lembaran Al-Qur’an.
Sebab, di tengah derasnya perkembangan zaman, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik tetap menjadi bekal yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam bagi perjalanan seorang mahasiswa. [riv/rls]
SebarkanBanjarmasin
Bank Kalsel Rencana Dirikan Aksel University Komitmen Perkuat Pendidikan dan SDM
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel segera mendirikan Aksel University sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang perbankan syariah.
Direktur Utama PT Bank Kalsel H Fachrudin mengatakan, Aksel University ditargetkan diluncurkan pada Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
“Insya Allah kita akan bentuk atau dirikan Aksel University,” ujar Fachrudin seusai menghadiri bedah buku dan pelepasan purna tugas Prof. Dr. HA Hafiz Anshary AZ, MA di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, salah satu fokus Aksel University nantinya adalah memperdalam pengetahuan dan pengembangan kompetensi di bidang perbankan syariah.
“Insya Allah Aksel University kita luncurkan Oktober atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Fachrudin di tengah acara penghormatan terhadap perjalanan panjang Prof. Hafiz Anshary, yang mengabdikan dirinya di UIN Antasari—dahulu IAIN Antasari—selama sekitar 40 tahun.
Dalam kegiatan tersebut, dua buku tentang perjalanan Prof. Hafiz dibedah, yakni Dari Pesantren Menuju Kepemimpinan Demokrasi Nasional dan Jejak Langkah Sang Ulama, Akademisi dan Penjaga Demokrasi.
Kedua buku itu menggambarkan perjalanan Prof. Hafiz, putra Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dari seorang santri hingga menjadi akademisi dan Ketua KPU RI.
Bedah buku menghadirkan Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin dan Direktur Pascasarjana UIN Antasari Prof. Dr. Mujiburrahman sebagai pembahas.
Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd mengatakan, purna tugas hanya mengakhiri status sebagai ASN. Namun, ruang pengabdian bagi Prof. Hafiz masih terbuka luas.
“Kami masih berharap Prof Hafiz tetap memberi sumbang pemikiran guna kemajuan UIN Antasari,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Asisten III Setdaprov Kalsel Dinansyah menyampaikan terima kasih atas pengabdian Prof. Hafiz selama ini.
Selain mengabdi puluhan tahun di UIN Antasari, Prof. Hafiz juga pernah menjadi pengawas Bank Kalsel Syariah sekitar tujuh tahun pada masa Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. [adv]
SebarkanBanjarmasin
Musibah Tenggelamnya Kapal KM Virgo 8, Bank Kalsel Turut Sampaikan Belasungkawa
BalainNews.com, BANJARMASIN – Musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka mendalam bagi korban, keluarga, dan masyarakat. Di tengah proses penanganan dan evakuasi yang masih berlangsung, dukungan serta doa terus mengalir bagi seluruh pihak yang terdampak.
Bank Kalsel turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Melalui jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Kalsel, ungkapan duka disampaikan melalui akun resmi Instagram Bank Kalsel.
Dalam unggahannya, Bank Kalsel menyampaikan doa agar para korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi situasi sulit tersebut.
“Semoga seluruh korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan dalam menghadapi musibah ini,” demikian ungkapan duka yang disampaikan Bank Kalsel.
Selain menyampaikan belasungkawa, Bank Kalsel juga mendoakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan dan evakuasi KM Virgo Transport 8.
Setiap upaya pencarian dan evakuasi menjadi harapan bagi keluarga yang hingga kini masih menanti kabar orang-orang terkasih mereka.
Di tengah suasana duka dan ketidakpastian, perhatian serta doa menjadi bentuk solidaritas bagi para korban dan keluarga yang sedang menghadapi musibah. [adv]
SebarkanBanjarmasin
Perkuat Penanganan Karhutla, Korem 101/Antasari Kembali Bagikan APD ke Personel TNI dan Relawan
BalainNews.com, BANJARMASIN – Korem 101/Antasari kembali salurkan Alat Pelindung Diri (APD) bantuan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI disalurkan untuk memperkuat perlindungan bagi TNI dan relawan yang terlibat dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.
Penyerahan APD dilakukan Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, S.E., M.I.Pol., bertempat di Denkesyah 06-04-02 Banjarmasin, Jl. Gatot Subroto, Kota Banjarmasin, Jum’at (25/9).
Perlengkapan yang disalurkan meliputi :
1. Tabung O2 : 758 unit
2. Regulator : 758 unit
3. Masker : 23.353
4. Sepatu : 263 unit
5. Helm : 58 unit
6. Kaca mata asap : 96 unit
Berbagai perlengkapan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan personel sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas penanganan karhutla, khususnya ketika menghadapi kondisi lapangan yang berpotensi membahayakan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasilog Kasrem 101/Ant Kolonel Czi Setiawan Nur Prakoso, S.I.P., M.A., Dandenkesyah 06-04-02 Banjarmasin Letkol Ckm Gunawan Sulaksono, S.K.M., Dandenbekang XXII/II.A Banjarmasin Letkol Cba Dinasti Hari Setiawan, S.Hub.Int., serta perwakilan dari Lanud Sjamsudin Noor, Lanal Banjarmasin, Kodim dan Yonif jajaran Korem 101/Ant.
Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, S.E., M.I.Pol., mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pimpinan sekaligus upaya meningkatkan perlindungan bagi personel yang berada di garis depan dalam penanganan Karhutla diwilayah.
“Dukungan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapan personel di lapangan, khususnya dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan perlindungan dan keselamatan selama pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Selain dukungan perlengkapan, pemantauan kondisi Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan juga terus dilakukan dengan memanfaatkan sistem pemantauan berbasis teknologi. Melalui aplikasi POMS, perkembangan titik-titik indikasi kebakaran dapat dipantau dan diperbarui secara berkala sehingga informasi mengenai kondisi di lapangan dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan.
Kasrem juga menekankan pentingnya memahami perbedaan antara fire spot dan hotspot dalam proses pemantauan. Fire spot merupakan indikasi adanya titik api yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut, sementara informasi hotspot perlu dianalisis berdasarkan data dan kondisi lapangan sebelum ditentukan sebagai kejadian kebakaran.
Di sisi lain, dukungan sarana udara juga menjadi bagian dari upaya pemantauan dan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Dalam beberapa hari terakhir, unsur terkait telah melakukan monitoring terhadap kesiapan dukungan udara, termasuk rencana penggunaan tiga unit helikopter untuk membantu pelaksanaan pemantauan maupun penanganan di lapangan.
Dengan adanya dukungan perlengkapan dari Kementerian Pertahanan RI, pemantauan berbasis teknologi, serta kesiapan sarana pendukung lainnya, diharapkan koordinasi antarunsur dalam menghadapi karhutla di Kalimantan Selatan semakin optimal. [riv/Pen 101]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle3 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah3 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Daerah2 tahun agoDayat El, Anak Muda Dari Banua Resmi Dilantik Jadi Anggota DPD RI
-
Banjarmasin3 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali

