Banjar
Bertepatan Hari Bumi 2026, Wagub Hasnuryadi Sulaiman Tanam Pohon di Arboretum Ayu Tirta
BalainNews.com, BANJAR – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman didampingi sang istri Ellyana Trisya melakukan kunjungan dan menanam pohon dalam kegiatan yang digelar oleh Nur Sulaiman Community (NSC) di Arboretum Ayu Tirta pada Rabu (22/4/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani KM 9, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi 2026.
Sebelum kedatangan Wakil Gubernur, drg. Ellyana Trisya selaku Ketua BKOW Kalsel dan Penasehat NSC itu terlebih dahulu tiba sekitar pukul 14.30 WITA bersama jajaran pengurus BKOW Kalimantan Selatan, IKA Unair Kalimantan Selatan, serta anggota NSC.
Dalam kegiatan tersebut, pendiri Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto, turut memberikan penjelasan mengenai proses penanaman hingga perkembangan berbagai jenis pohon yang ditanam di kawasan itu. Ia juga memaparkan karakteristik tanaman yang menjadi bagian dari koleksi arboretum.
Sejumlah pohon yang ditanam di lokasi tersebut diketahui juga berasal dari tokoh-tokoh nasional, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Mohammad Nuh, serta pengamat politik, Rocky Gerung.
Pada momentum Hari Bumi 2026 ini, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman dan istri drg. Ellyana Trisya secara bergantian melakukan penanaman pohon, dilanjutkan dengan penyiraman sebagai simbol harapan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan di masa mendatang.
Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada Chendrawan Sugianto atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan melalui pendirian Arboretum Ayu Tirta.
Dalam kunjungan perdananya ke lokasi tersebut, Wagub Hasnuryadi mengaku terkesan sejak pertama kali tiba. Ia menyebut kawasan arboretum itu sebagai bukti nyata kecintaan terhadap alam yang diwujudkan melalui aksi konkret.
“Kami sebagai orang Banua merasa bangga atas inisiatif luar biasa ini. Bahkan sebelum masuk lebih dalam, kami sudah sangat kagum dengan apa yang telah dibangun di sini,” sampai Wagub Hasnuryadi.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026, yang semakin menambah makna kegiatan tersebut. Wagub Hasnuryadi menilai momentum ini sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Wagub Hasnuryadi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Chendrawan atas dedikasinya dalam menjaga kelestarian alam, tidak hanya melalui penanaman dan pembibitan tanaman, tetapi juga lewat edukasi kepada masyarakat.
“Apa yang dilakukan bukan sekadar menjaga lingkungan dalam arti sederhana, tetapi mencakup upaya besar seperti menanam, merawat, hingga memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Hasnuryadi turut membagikan pengalaman pribadinya yang kini kembali terinspirasi untuk berkebun. Wagub menuturkan bahwa kebiasaan menanam mulai tumbuh kembali di keluarganya, mengingatkan pada masa kecil ketika kakeknya gemar bercocok tanam.
“Sekarang di rumah mulai ada kegiatan menanam anggrek dan tanaman lainnya. Ini seperti menghidupkan kembali kenangan lama sekaligus menjadi langkah kecil yang berdampak,” kenangnya.
Wagub Hasnuryadi juga berharap semangat yang ditunjukkan oleh Bapak Chendrawan dan tim dapat terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga bumi. Apa yang dilakukan di sini adalah contoh nyata yang patut diteladani,” pungkasnya.
Sementara itu, Founder Ayu Tirta Foundation, Chendrawan Sugianto menjelaskan bahwa Arboretum Ayu Tirta telah didirikan sejak 13 tahun lalu dengan luas mencapai 8 hektare. Kawasan ini difungsikan sebagai pusat pelestarian dan pengembangan berbagai jenis tanaman.
“Arboretum ini merupakan kawasan yang berfungsi sebagai tempat pelestarian dan pengembangan berbagai jenis tanaman,” ujarnya saat memberikan penjelasan mengenai pengelolaan kawasan tersebut.
Dalam operasionalnya, arboretum menerapkan sistem pengelolaan berbasis keterkaitan antar tanaman. Setiap sistem mencakup sejumlah jenis tanaman yang saling mendukung dalam satu ekosistem.
Kegiatan di arboretum berlangsung secara berkelanjutan setiap tahun, meliputi program penanaman dan pemeliharaan. Meski tidak selalu terlihat secara langsung, proses ini terus berjalan sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Saat ini, Arboretum Ayu Tirta memiliki sekitar 230 spesies tanaman. Untuk tiap spesies, jumlah bibit yang ditanam bisa mencapai ribuan, dengan total keseluruhan sekitar 10.000 bibit. Namun, tidak seluruh bibit berhasil tumbuh optimal. Sekitar 2.000 bibit dilaporkan mengalami hambatan pertumbuhan akibat kondisi kemarau.
Beberapa hari lalu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq melakukan penanaman Pohon Ulin, maka genap 10.001 pohon yang tertanam di Arboretum Ayu Tirta tersebut.
Kemudian, Chendrawan juga menyoroti tantangan dalam pengadaan bibit tertentu, seperti ulin yang tergolong langka dan memiliki harga tinggi. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan bibit tidak selalu bergantung pada dana, melainkan juga akses dan kesiapan dalam pengadaannya.
Dalam pelaksanaan kegiatan penanaman, arboretum melibatkan partisipasi berbagai pihak, baik individu maupun kelompok. Kolaborasi juga dilakukan dengan sejumlah organisasi, termasuk Yayasan Bekantan, khususnya dalam program konservasi dan penanaman pohon ulin dalam skala besar.
Chendrawan menegaskan bahwa seluruh kegiatan di Arboretum Ayu Tirta tidak bersifat komersial. Hingga saat ini, seluruh upaya yang dilakukan berfokus pada konservasi dan pelestarian lingkungan. (Adv/Adpim)
SebarkanBanjar
Hasnuryadi Hadiri Haul ke-220 Syekh Arsyad Al-Banjari Bersama Ulama, Habaib dan Jamaah
BalainNews.com, BANJAR – Berbaur bersama ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kalsel, bahkan dari luar daerah, Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman hadiri puncak rangkaian Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan.
Kehadiran orang nomor dua di Kalsel itu menyatu di tengah lautan jemaah yang memadati kawasan Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, kamis (26/3/2026) pagi dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Rangkaian acara yang berlangsung dengan penuh keberkahan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di seluruh kawasan haul.
Suasana religius pun semakin terasa saat Grup Maulid Dalam Pagar Ulu melantunkan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, doa dipanjatkan oleh Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, memohon keberkahan dan keselamatan bagi Banua Kalimantan Selatan.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan doa haul dan tahlil yang dipimpin oleh TGH Wildan Salman.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa dan keteladanan Datu Kalampayan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wagub Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan takzim atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang menyatukan ribuan umat Muslim tersebut.
Membuka sambutan dengan salam dan selawat, Wagub Hasnuryadi menekankan bahwa kehadiran jamaah dari berbagai penjuru merupakan bukti kecintaan yang tidak luntur terhadap sosok Datu Kalampayan.
Wagub Hasnuryadi menyebutkan bahwa peringatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius di Banua Kalsel.
“Kita berkumpul di sini untuk mengenang sosok guru mulia, seorang pelita bagi umat Islam di Kalimantan. Beliau tidak hanya meninggalkan karya tulis yang monumental, tetapi juga pondasi akhlak dan syariat yang masih kita pedomani hingga hari ini,” ujar Hasnuryadi di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Wagub Hasnuryadi mengajak seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk meneladani kegigihan Datu Kalampayan dalam menuntut ilmu dan menyebarkan kebaikan.
Menurutnya, semangat intelektualitas dan spiritualitas yang diwariskan oleh penulis kitab Sabilal Muhtadin tersebut harus diimplementasikan dalam pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan keteladanan beliau sebagai inspirasi untuk terus membangun Kalimantan Selatan yang lebih berkah, rukun, dan religius,” tutupnya.
Sementara itu, pembacaan Manakib atau riwayat hidup Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan yang disampaikan dengan khidmat oleh Ustaz Ahmad Daudi Zen menceritakan perjalanan hidup sang ulama besar yang menjadi panutan masyarakat Banjar dari dulu hingga kini.
Dalam manakibnya, Ustaz Ahmad Daudi Zen menjelaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir dari pasangan Abdullah bin Abu Bakar dengan Siti Aminah binti Husein, keluarga yang dikenal saleh dan salehah.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dilahirkan pada malam Kamis, 13 Safar 1122 Hijriah atau sekitar tahun 1710 M di Desa Lok Gabang, Kabupaten Banjar.
“Kelahiran Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari merupakan jawaban dari doa kedua orang tuanya yang dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar, agar dikaruniai anak yang alim dan zahid,” ungkapnya.
Sejak usia dini, lanjutnya, tanda-tanda keistimewaan sudah tampak pada diri Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Dikenal memiliki kecerdasan luar biasa dengan daya tangkap yang cepat dalam mempelajari ilmu agama.
Selain itu, akhlaknya yang mulia membuatnya sangat disukai oleh masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, Syekh Muhammad Arsyad juga memiliki bakat di bidang seni, khususnya seni tulis dan kaligrafi. Hasil karya beliau bahkan mampu memukau siapa saja yang melihatnya.
Keistimewaan tersebut kemudian menarik perhatian Sultan Banjar saat berkunjung ke Desa Lok Gabang.
Terpikat oleh kecerdasan dan kemampuan seni tulisnya, Sultan Banjar pada saat itu kemudian membawa beliau ke istana untuk mendapatkan pendidikan agama yang lebih mendalam.
“Dari sinilah awal perjalanan beliau menuntut ilmu hingga ke tanah suci Makkah,” jelas Ustaz Ahmad Daudi Zen.
Dalam manakib tersebut juga ditegaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dikenal sebagai ulama besar yang menguasai tiga pilar utama dalam keilmuan Islam, yakni syariat, tarekat, dan hakikat. Dalam pengajarannya, beliau berpegang teguh pada mazhab Syafi’i serta paham Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Penyampaian manakib ini disambut khidmat oleh para jemaah yang hadir, sekaligus menjadi pengingat akan keteladanan dan perjuangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai keislaman di Kalsel.
Turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran unsur Forkopimda Kalsel, Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin beserta sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Ahmad Syairazi, Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, KH Muhammad Husein, para alim ulama, habaib serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. [adv/riv/rfq/adpim]
SebarkanBanjar
Bank Kalsel Perkuat Sinergi Dengan Pemkab Banjar, Dukung Penanganan Banjir Melalui CSR
BalainNews.com, MARTAPURA – Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Banjar dalam upaya penanganan bencana banjir melalui penguatan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara perwakilan Bank Kalsel yang dipimpin Kepala Cabang Bank Kalsel Martapura dengan Sekda Banjar H Yudi Andrea, di ruang kerja Sekda, Rabu (31/12/2025) pagi.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan dampak bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Banjar. Fokus pembahasan meliputi koordinasi penyaluran CSR, pemberian bantuan langsung kepada masyarakat terdampak, serta dukungan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
Perwakilan Bank Kalsel Teguh Marsudi menyampaikan bahwa sebagai bank daerah, Bank Kalsel memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Ke depan, Bank Kalsel berkomitmen untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas program CSR, tidak hanya dalam penanganan banjir, tetapi juga berbagai bencana dan kebutuhan sosial lainnya di daerah.
“Bank Kalsel hadir untuk masyarakat Kalimantan Selatan. Kami siap berkontribusi maksimal melalui program CSR yang berkelanjutan dan tepat sasaran, sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Sekda Banjar Yudi Andrea menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah bergerak sejak awal dalam penanganan banjir, baik dari sisi mitigasi, tanggap darurat, maupun pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, dukungan dari Bank Kalsel sebagai bank milik pemerintah daerah dinilai sangat strategis dalam memperkuat upaya tersebut.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif dan kolaborasi berkelanjutan.
“Pentingnya upaya bersama dalam membesarkan bank daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga pembangunan ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Dengan sinergi yang solid antara Bank Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Banjar, diharapkan upaya penanganan banjir dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. [adv/riv]
SebarkanBanjar
Masjid Kampus As-Su’ada UNUKASE Jadi Favorit Jamaah untuk Sholat Jumat
BalainNews.com, BANJAR – Masjid As-Su’ada Syekh Abdul Kadir Hasan yang berada di lingkungan Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Jalan Ahmad Yani Km 12.500 Gambut, Kabupaten Banjar, menjadi salah satu pusat ibadah favorit bagi masyarakat sekitar, khususnya pada pelaksanaan sholat Jum’at (8/8/2025).
Tak hanya civitas akademika UNUKASE, jemaah yang hadir juga didominasi oleh masyarakat sekitar, termasuk para pekerja kantor dan karyawan perusahaan. Lokasinya yang strategis, fasilitas parkir yang luas, serta suasana yang nyaman membuat masjid ini selalu dipenuhi jamaah.
Masjid As-Su’ada juga menjadi pilihan singgah bagi para pelintas dari Banjarmasin menuju Hulu Sungai atau Kalimantan Timur. Dengan desain bangunan yang unik—menggunakan tiang dan lantai dari kayu ulin khas “mesjid baangkat” serta teras terbuka yang menghadirkan hembusan angin segar—masjid ini memberi kenyamanan dan kesejukan bagi setiap pengunjung.
Pada kesempatan itu, KH. M. Bushiri bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan jemaah tentang keutamaan istighfar dan taubat. “Kita wajib bersyukur sebagai umat Nabi Muhammad SAW, karena taubat kita diterima walau dosa sebanyak buih di laut, pasir di pantai, atau daun di muka bumi,” ujarnya. Ia menegaskan, memperbanyak istighfar adalah jalan untuk meraih ampunan dan keselamatan.
Suasana berkah di hari Jum’at tersebut semakin lengkap dengan kegiatan berbagi dari tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNUKASE. Usai sholat, mahasiswa membagikan nasi bungkus kepada jemaah dengan penuh kehangatan dan keikhlasan.[riv/Humas UNUKASE/mpd]
SebarkanBanjar
Gubernur Kalsel Canangkan Desa Anti Maladministrasi, Tekankan Layanan Publik Bersih dan Prima
BalainNews.com, BANJAR – Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah H. Muhammad Syarifuddin mendorong desa agar memberikan pelayanan yang bersih dan prima saat kegiatan Penetapan Desa Awang Bangkal Barat sebagai Desa Anti Maladministrasi dan Pencanangan 10 Desa Anti Maladministrasi di Kabupaten Banjar yang berlokasi di Kampung Wisata Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Kamis (31/7/2025) siang.
Tampak hadir Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Staf Ahli dan Asisten Setda Kalsel; Plh. Sekda Kabupaten Banjar dan jajaran Pimpinan Forkopimda Kabupaten Banjar, serta kepala desa dan jajarannya.
Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan, Hadi Rahman menyerahkan plakat kepada Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin dan Plh. Sekda Banjar, Ikhwansyah. Kemudian, penyerahan sertifikat penghargaan kepada Kepala Desa Awang Bangkal Barat, Pajrul Ripani.
Selanjutnya dilakukan penandatanganan sebagai bentuk Komitmen Pemerintah Desa dalam rangka Pencanangan Desa Anti Maladministrasi di Kabupaten Banjar, yaitu Desa Remo, Desa Pingaran Ulu, Desa Kertak Hanyar II, Desa Sungai Sipai, Desa Batu Tanam, Desa Sungai Landas, Desa Tangkas, Desa Gudang Hirang, Desa Simpang Warga, Desa Gunung Ulin, Desa Kertak Empat, Desa Kupang Rejo, Desa Belangian, Desa Salat Makmur, Desa Sungkai, Desa Keramat Mina, Desa Pemangkih Darat, Desa Antasan Senor, Desa Telaga Biru dan Desa Tambak Sirang Baru.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan apresiasi kepada kepala desa dan aparatur desa yang kini ditetapkan sebagai Desa Anti Maladministrasi dan Pencanangan 20 Desa Maladministrasi. Semoga, penetapan dan pencanangan ini dapat menyadarkan kepala desa beserta seluruh jajaran,” sampai Gubernur H. Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin.
Gubernur Kalsel ingin adanya pelayanan yang bersih dan memiliki standar yang prima, serta jauh dari nilai diskriminasi. Pemerintah desa yang mampu melayani rakyat dengan baik, menurutnya adalah dambaan seluruh warga di Banua.
Gubernur Kalsel menyadari bahwa masih banyak tindakan maladministrasi yang menjadi persoalan nyata diberbagai lapisan pemerintahan. Mulai dari pelayanan publik yang lambat, pemungutan liar, hingga ketidakjelasan informasi itu menjadi keluhan masyarakat sekitar.
“Hari ini, kita tidak hanya melakukan penetapan dan pencanangan sebuah program, tetapi kita juga melakukan gerakan kolektif untuk mewujudkan desa-desa yang bebas dari praktik maladministrasi,” tegas Gubernur.
Karena menurut Gubernur Kalsel bahwa desa bukan sekadar unit kecil tetapi ujung tombak dari pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sebab itu, dia mendorong dalam peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pembinaan.
“Tentu juga memastikan dana desa serta pelayanan publik secara transparan dan partisipatif, hingga mempererat dengan penegak hukum agar mencegah maladministrasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan, Hadi Rahman menyampaikan bahwa Ombudsman memiliki fungsi yaitu pencegahan dan pemberantasan dari tindakan maladministrasi. Dalam konteks, dia menyebut penyelenggaraan negara atau pemerintahan daerah, baik itu ditingkat pusat, daerah maupun desa.
“Selama itu menggunakan dana APBN dan APBD, kita memiliki data sepanjang 2024 secara Nasional bahwa menerima 10.837 laporan masyarakat, dengan 10.303 laporan berhasil diselesaikan, melebihi target 90% penyelesaian,” ungkap Hadi Rahman.
Hadi Rahman mengatakan, substansi pedesaan paling banyak dan cukup tinggi pelaporan ke Ombudsman RI. Dari grafik, menurutnya selalu meningkat dari tahun ke tahunnya sehingga perlu kolaborasi antar pihak untuk pengentasan masalah tersebut.
Dalam pemenuhan standar pelayanan publik, Hadi Rahman mengaku masih kurang dalam halnya dengan proses perencanaan, penggunaan dan pertanggungjawaban dana desa.
“Khususnya dalam pelayanan desa, dan melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Terutama dalam akuntabilitas dan responsibiltas dalam konteks partisipasi masyarakat,” tandasnya.
Diketahui bahwa area itu merupakan destinasi Kampung Putra Buku menawarkan banyak hiburan, yaitu Kapal Bebek, Sepeda Air, Canoe, Mancing, Camping Area, Gazebo, Jetski, Donat Boat, Banana Boat, Katinting, Dermaga, Playground, Atu, Danau dan Pamiling Park. [adv/riv/Adpim]
SebarkanBanjar
Kalsel Sukses Mencapai Target 100 Persen Pembentukan Kopdes Merah Putih
BalainNews.com, KAB BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi salah satu dari tiga provinsi tercepat secara nasional dalam pelaksanaan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus (Musdes/Kel Khusus) untuk pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes MP).
Capaian ini berdasarkan data resmi dari portal https://kopdesmerahputih.kop.id per 29 Mei 2025. Provinsi Kalsel sukses mencapai target 100 persen pembentukan Kopdes MP di seluruh 2.015 desa dan kelurahan (1.871 desa dan 144 kelurahan), lebih cepat dua hari dari target yang ditetapkan oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yakni 31 Mei 2025.
Dalam peluncuran dan dialog Kopdes MP yang berlangsung di GOR Babussalam pada Rabu, 21 Mei 2025 lalu, Gubernur Kalsel, Muhidin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk merealisasikan target tersebut. Dengan slogan “Bekerja Bersama Merangkul Semua”, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi.
“Capaian ini berkat arahan Gubernur Kalsel, serta dukungan penuh dari seluruh bupati, wali kota, camat, lurah, kepala desa, OPD, hingga instansi vertikal. Ini adalah buah dari kerja bersama,” ujar Faried, Jumat (30/05/2025).
Berdasarkan data pada Dashboard Kopdes MP Provinsi Kalsel per 29 Mei 2025 pukul 12.37 WITA, tercatat 100 persen desa dan kelurahan telah disosialisasikan dan melaksanakan Musdes/Kel Khusus untuk pembentukan Koperasi Merah Putih.
“Keberhasilan ini menandai komitmen kuat Provinsi Kalsel dalam mendorong kemandirian ekonomi desa serta memperkuat kelembagaan ekonomi berbasis masyarakat melalui koperasi,” pungkasnya.[adv/riv]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle2 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah2 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoLantik PDK Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia, Paman Birin : Terus Eratkan Kebersamaan Warga Banjar Di Seluruh Tanah Air
-
Banjarmasin2 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel

