Kalsel
Sekdaprov Kalsel HM Syarifuddin Hadiri Malam Ta’aruf MTQ XXXVII, Syiar Islam Kian Menggema
BalainNews.com, BATOLA – Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Kabupaten Barito Kuala pada 18–26 Juni 2026.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Malam Ta’aruf MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang berlangsung di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, pada Jum’at (19/6/2026).
MTQ tahun ini mengusung tema “Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Masyarakat untuk Mewujudkan Batola SATU (Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul).”
Kedatangan H. Muhammad Syarifuddin beserta rombongan disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Barito Kuala dan para tamu undangan. Suasana penyambutan semakin syahdu dengan iringan musik gambus dari Grup Latansania asal Martapura.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel melalui Sekdaprov HM. Syarifuddin menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, Malam Ta’aruf menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan MTQ agar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
”Keberhasilan yang paling utama bukan hanya terselenggaranya kegiatan ini dengan baik, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat terus hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ungkap Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin.
Sekdaprov berharap lantunan ayat suci Al-Qur’an yang akan menggema selama pelaksanaan MTQ dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk semakin gemar membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.
Menurutnya, syiar Islam di Kalimantan Selatan akan semakin berkembang melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti MTQ yang mampu menghadirkan kebahagiaan, ketenteraman, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, M. Syarifuddin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ, khususnya Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kantor Kementerian Agama, serta LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan.
HM Syarifuddin turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung sehingga MTQ dapat terlaksana secara tertib, aman, nyaman, dan meriah.
“Semoga MTQ ini menjadi ajang yang mendatangkan keberkahan serta membawa kebaikan bagi masyarakat Barito Kuala dan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh Dewan Hakim Kementerian Agama kabupaten/kota dan kafilah peserta yang datang dari berbagai daerah se-Kalimantan Selatan.
Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Bupati Bahrul mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta di Bumi Ije Jela, khususnya di Marabahan sebagai ibu kota kabupaten.
“Kehadiran bapak dan ibu sekalian menjadi kebanggaan bagi kami. Selamat datang kepada seluruh Dewan Hakim dan kafilah dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan,” katanya.
Bahrul Ilmi menekankan pentingnya menjalin silaturahmi dan saling mengenal antarpeserta melalui konsep ta’aruf. Menurutnya, meskipun MTQ merupakan ajang kompetisi untuk meraih prestasi terbaik, semangat persaudaraan dan kebersamaan harus tetap menjadi prioritas.
Bupati berharap suasana kompetisi dapat berlangsung dalam nuansa yang harmonis, sejuk, dan penuh kekeluargaan sehingga mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh peserta.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang baru saja menunaikan ibadah haji. Ia berharap keberkahan dari ibadah tersebut membawa kebaikan bagi daerah dan masyarakat Kalimantan Selatan.
Bupati mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat besar dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 menjadi ajang penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an melalui berbagai cabang perlombaan yang diikuti kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. [adv/riv/adpim]
SebarkanBanjarmasin
Tiga Kesempatan Bunga Lebih Ringan 1%, Kredit Multiguna 3XTRA dari Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Kredit Multiguna 3XTRA 3 Kesempatan, Bunga Lebih Ringan! Punya rencana yang ingin diwujudkan? Saatnya manfaatkan Kredit Multiguna 3XTRA dengan bunga lebih ringan sampai dengan 1%.
Ada 3 kesempatan untuk mendapatkan bunga lebih ringan:
– TAKE OVER
Pindahkan kredit Anda dari bank lain ke Bank Kalsel.
– KOMPENSASI
Khusus debitur existing sesuai syarat dan ketentuan.
– NEW CUSTOMER
Kesempatan bagi nasabah baru untuk menikmati program ini.
Adapun syarat dan ketentuan sebagai berikut:
• Debitur Kredit Konsumtif Bagi CPNS, PNS dan Pensiunan
• Penurunan Suku Bunga menjadi 11% untuk Kredit Multiguna Utama, Multiguna Terusan (termasuk Multiguna Terusan Vertikal) dan Multiguna Pensiunan (termasuk pensiunan janda / duda)
• Untuk Debitur New dan Takeover Minimal Plafond Rp100.000.000 dan tidak ada syarat minimal jangka waktu
• Untuk Debitur Kompensasi dengan syarat sbb:
– Minimal Plafond Rp100.000.000
– Minimal jangka waktu kredit 5 tahun
– Merupakan debitur existing yang sudah
memiliki fasilitas Kredit yang berjalan minimal ½ jangka waktu
– Kredit yang dikompensasi memiliki jangka
waktu awal minimal 2 tahun
• Berlaku di seluruh Kantor Cabang dan Cabang Pembantu Bank Kalsel Konvensional
• Kredit wajib direalisasikan pada masa periode promosi tersebut
• Periode promo 01 Oktober 2026 s/d 31 Desember 2026
Khusus CPNS, PNS & Pensiunan
Periode: 1 Oktober – 31 Desember 2026
Jangan lewatkan kesempatan 3XTRA ini!
Info lebih lanjut, hubungi Bank Kalsel terdekat. [adv/riv]
#bankkalsel#setiamelayanimelajubersama
SebarkanBudaya
Laung Kuning Banjar DPC HSS Gelar Pagelaran Seni Budaya Banjar dan Milad ke-4, Hadirkan Maturi Dahar/ Selamatan Pusaka
BalainNews.com, KANDANGAN – Laung Kuning Banjar (LKB) DPC Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali menggelar Pagelaran Seni Budaya Banjar sekaligus memperingati Milad ke-4 organisasi tersebut. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Desa Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Camat Padang Batung, perwakilan Polsek Padang Batung yang diwakili anggota kepolisian, jajaran Laung Kuning Banjar se-Banua Enam, pengurus LKB DPP, pembina Guru Rusli/Guru Alus, serta perwakilan LKB DPC Banjarmasin dan LKB DPC Sampit.
Pada peringatan tahun ini, LKB DPC HSS menghadirkan rangkaian kegiatan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Selain menampilkan musik panting, seni bela diri tradisional Bakuntau, dan Madihin, acara tersebut juga menghadirkan Maturi Dahar atau Selamatan Pusaka sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan warisan adat serta budaya Banjar.
Ketua LKB DPC HSS, Indra Maulana, menyampaikan bahwa peringatan Milad ke-4 menjadi momen luar biasa bagi organisasi, terutama dalam mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta mengenalkan nilai-nilai budaya Banjar kepada masyarakat.
“Milad ke-4 tahun ini menjadi momen yang luar biasa. Kami dapat menghimpun lebih dari 300 pusaka, baik pusaka peninggalan leluhur maupun pusaka yang lebih baru,” ungkap Indra Maulana.
Ia menambahkan, kegiatan Maturi Dahar atau Selamatan Pusaka bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan pemahaman bahwa pelestarian adat dan budaya harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait senjata tajam dan pusaka.
Menurutnya, kecintaan terhadap warisan leluhur perlu diwujudkan melalui sikap bertanggung jawab, dengan tetap menghormati hukum dan menjaga ketertiban di tengah masyarakat.
Indra Maulana juga mengimbau seluruh anggota Laung Kuning Banjar dan masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan serta kondusivitas daerah.
“Melestarikan budaya adalah tanggung jawab bersama. Namun, kita juga harus selalu menjaga kekondusifan banua agar kehidupan masyarakat tetap aman, damai, dan harmonis,” pesannya.
Melalui pagelaran seni budaya dan peringatan Milad ke-4 ini, Laung Kuning Banjar DPC HSS berharap semangat Rakat Badingsanak terus terjaga, sekaligus memperkuat komitmen untuk melestarikan seni, adat, dan budaya Banjar sebagai warisan leluhur bagi generasi masa depan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan organisasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta keharmonisan di Banua.
Rakat Badingsanak, warisan leluhur untuk generasi masa depan. (Indra/BN)
SebarkanBanjarmasin
Admin Top Up DANA dan ShopeePay Ditetapkan Rp2.000 per Transaksi Melalui Aplikasi Aksel by Bank Kalsel
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel melakukan penyesuaian biaya administrasi untuk layanan pengisian saldo atau top up dompet digital DANA dan ShopeePay melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, mulai berlaku efektif pada 28 Oktober 2026.
Nasabah diimbau memperhatikan biaya administrasi yang tercantum pada aplikasi sebelum menyelesaikan transaksi.
Berdasarkan pengumuman resmi manajemen Bank Kalsel, biaya administrasi top up DANA ditetapkan sebesar Rp2.000 per transaksi.
Tarif yang sama juga berlaku untuk pengisian saldo ShopeePay, yakni Rp2.000 per transaksi.
Manajemen Bank Kalsel mengingatkan nasabah yang akrab disapa Sobat Aksel untuk mencermati informasi biaya yang muncul di layar aplikasi ketika menggunakan fitur top up e-wallet.
”Sobat Aksel, ada informasi penting, terdapat penyesuaian biaya layanan yang berlaku sesuai tanggal efektif pada informasi di atas,” tulis Manajemen Bank Kalsel dalam keterangannya.
Nasabah juga diminta memastikan kembali rincian transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kekeliruan saat menggunakan layanan transaksi digital melalui aplikasi Aksel.
“Yuk, cek informasinya sebelum bertransaksi,” imbau Manajemen Bank Kalsel.
Dengan adanya pemberitahuan tersebut, nasabah diharapkan dapat mengetahui perubahan tarif sejak awal dan menyesuaikan transaksi digital sesuai ketentuan yang berlaku. [adv/riv]
SebarkanBanjarmasin
IBITEK Hidupkan Kembali Semangat Membaca Al-Qur’an bagi Mahasiswa Baru
BalainNews.com, BANJARMASIN – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Ada bekal lain yang juga penting untuk dibawa mahasiswa dalam menjalani kehidupan, salah satunya kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Semangat itulah yang terlihat dalam Launching CUM Laude #1, Kegiatan Pembelajaran Al-Qur’an bagi Mahasiswa Baru Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK), yang berlangsung di Mushalla IBITEK Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, Banjarmasin, Jumat (2/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IBITEK bersama para dosen Fakultas Agama Islam untuk kembali menghidupkan semangat membaca Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.
Rektor IBITEK, Dr. Yanuar Bachtiar, SE, MSi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama para dosen agama Islam sebagai bagian dari upaya meramaikan sekaligus mensyiarkan kembali budaya membaca Al-Qur’an.
“Harapan kita, membaca Al-Qur’an ini tidak hanya sekadar membaca. Tetapi sampai pada tingkatan tartil, baik dari tajwid, makhraj maupun waqaf,” ujarnya.
Menurut Yanuar, mahasiswa diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Tidak berhenti sampai di situ. IBITEK juga mulai melihat potensi mahasiswa baru yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an untuk dikembangkan lebih jauh.
“Insya Allah, kita sedang berupaya mencari bibit-bibit yang mungkin berpotensi untuk bisa kita hadirkan dalam MTQ Nasional tingkat mahasiswa,” katanya.
Yanuar menuturkan, selama perjalanan IBITEK, khususnya di bidang FSI, belum ada mahasiswa yang mewakili institusi tersebut hingga tingkat nasional dalam ajang MTQ mahasiswa.
Kini, mulai muncul satu-dua mahasiswa yang memiliki potensi, baik di bidang tilawah Al-Qur’an maupun bidang lainnya.
“Mudah-mudahan nanti kita bisa perjuangkan mereka untuk mengikuti acara MTQ Nasional tingkat mahasiswa,” harapnya.
Sedangkan Dosen Pendidikan Agama Islam IBITEK, Tamjid Noor, melihat pembelajaran Al-Qur’an sebagai sesuatu yang sangat mendasar bagi mahasiswa.
Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa sejak sekolah dasar, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, pendidikan agama Islam tetap diberikan. Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan agama memiliki posisi penting dalam kehidupan seorang mahasiswa.
“Kalau sesuatu itu penting, tidak mungkin tidak menjadi bagian dari pembelajaran,” katanya.
Menurut Tamjid, meskipun mahasiswa IBITEK belajar berbagai bidang seperti akuntansi dan manajemen, pendidikan agama Islam tetap memiliki tempat. Sebab, salah satu bagian terpenting dalam agama Islam adalah memahami sumber utamanya, yakni Al-Qur’an.
“Di antara ranting dan cabang PAI itu, yang paling inti adalah sumber agama. Sumber agama itu adalah Al-Qur’an,” tuturnya.
Karena itu, ia menilai kemampuan membaca Al-Qur’an seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang sepele.
Tamjid mengakui bahwa membaca Al-Qur’an pada dasarnya sederhana. Namun, justru karena dianggap sederhana, terkadang kemampuan tersebut diabaikan.
“Di sinilah IBITEK muncul untuk menekankan bahwa ini penting untuk dikuasai oleh mahasiswa-mahasiswa kita,” ujarnya.
Menurutnya, langkah pertama yang perlu dikuasai mahasiswa adalah kemampuan membaca Al-Qur’an atau setidaknya “melek huruf” Al-Qur’an.
Namun, membaca Al-Qur’an tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada kaidah yang harus diperhatikan, termasuk ilmu tajwid dan tartil.
“Al-Qur’an tidak bisa sembarang baca. Dia ada kaidahnya. Al-Qur’an itu harus tartil,” tegasnya.
Dari kemampuan membaca dengan baik dan benar itulah, menurut Tamjid, mahasiswa kemudian dapat melangkah lebih jauh untuk memahami, memperhatikan dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau awalnya sudah dimulai, insya Allah yang lain itu mudah. Tapi kalau sumbernya saja tidak dikuasai, bagaimana mereka bisa mengamalkan Al-Qur’an?” katanya.
Sementara itu, Hanafi, Dosen Agama Islam IBITEK, mengatakan dirinya telah mengajar di bidang agama selama lebih dari 30 tahun. Salah satu bidang yang selama ini banyak ia ajarkan adalah Al-Qur’an.
Pengalaman panjang tersebut membuatnya melihat bahwa pembelajaran Al-Qur’an bukan sekadar memberikan pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi juga menghadirkan teladan.
“Alhamdulillah, kita juga ingin menjadi teladan dan contoh bagi anak-anak kita sendiri,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ada sejumlah anak didiknya yang kemudian berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an, bahkan ada yang hafiz 30 juz dan menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Al-Qur’an.
Pengalaman tersebut ingin terus ditularkan kepada mahasiswa IBITEK.
“Kita ingin memberikan keteladanan dan contoh untuk memotivasi mahasiswa kita juga,” katanya.
Menurut Hanafi, tidak harus langsung berbicara tentang kemampuan yang tinggi. Langkah pertama yang paling penting adalah mahasiswa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu yang dipelajari.
“Itu harapan kita. Paling tidak yang paling awal dulu, bisa baca dengan kaidah ilmu-ilmu itu,” tuturnya.
Bagi Hanafi, kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di IBITEK juga menjadi bagian dari proses regenerasi. Sebuah upaya yang tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus dilanjutkan dari generasi ke generasi.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan perjuangan Dra. Hj. Maimunah Zarkasyi, MA, PhD, yang namanya diabadikan sebagai nama mushalla kampus.
“Ini merupakan upaya regenerasi, upaya yang terus berkesinambungan dari pendiri Ibu Maimunah Zarkasyi,” katanya.
Baginya, apa yang dilakukan saat ini bukan semata-mata sebuah terobosan baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sebuah perjuangan dan pengorbanan yang telah ditanamkan untuk terus dihidupkan.
Dari mushalla kampus, langkah itu dimulai. Mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal dunia akademik, teknologi dan bisnis, tetapi juga diajak kembali membuka lembaran Al-Qur’an.
Sebab, di tengah derasnya perkembangan zaman, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik tetap menjadi bekal yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam bagi perjalanan seorang mahasiswa. [riv/rls]
SebarkanBanjarmasin
Bank Kalsel Rencana Dirikan Aksel University Komitmen Perkuat Pendidikan dan SDM
BalainNews.com, BANJARMASIN – Bank Kalsel segera mendirikan Aksel University sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang perbankan syariah.
Direktur Utama PT Bank Kalsel H Fachrudin mengatakan, Aksel University ditargetkan diluncurkan pada Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
“Insya Allah kita akan bentuk atau dirikan Aksel University,” ujar Fachrudin seusai menghadiri bedah buku dan pelepasan purna tugas Prof. Dr. HA Hafiz Anshary AZ, MA di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, salah satu fokus Aksel University nantinya adalah memperdalam pengetahuan dan pengembangan kompetensi di bidang perbankan syariah.
“Insya Allah Aksel University kita luncurkan Oktober atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Fachrudin di tengah acara penghormatan terhadap perjalanan panjang Prof. Hafiz Anshary, yang mengabdikan dirinya di UIN Antasari—dahulu IAIN Antasari—selama sekitar 40 tahun.
Dalam kegiatan tersebut, dua buku tentang perjalanan Prof. Hafiz dibedah, yakni Dari Pesantren Menuju Kepemimpinan Demokrasi Nasional dan Jejak Langkah Sang Ulama, Akademisi dan Penjaga Demokrasi.
Kedua buku itu menggambarkan perjalanan Prof. Hafiz, putra Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dari seorang santri hingga menjadi akademisi dan Ketua KPU RI.
Bedah buku menghadirkan Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin dan Direktur Pascasarjana UIN Antasari Prof. Dr. Mujiburrahman sebagai pembahas.
Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd mengatakan, purna tugas hanya mengakhiri status sebagai ASN. Namun, ruang pengabdian bagi Prof. Hafiz masih terbuka luas.
“Kami masih berharap Prof Hafiz tetap memberi sumbang pemikiran guna kemajuan UIN Antasari,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Asisten III Setdaprov Kalsel Dinansyah menyampaikan terima kasih atas pengabdian Prof. Hafiz selama ini.
Selain mengabdi puluhan tahun di UIN Antasari, Prof. Hafiz juga pernah menjadi pengawas Bank Kalsel Syariah sekitar tujuh tahun pada masa Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. [adv]
Sebarkan-
Nasional3 tahun agoMajelis Ulama Indonesia Dan Masyarakat Spiritual Indonesia
-
Lifestyle3 tahun agoGeliat Kehidupan Malam Jakarta
-
Internasional3 tahun agoKTT Perdamaian Dunia HWPL Di Korea Selatan Turut Di Hadiri Ketua SMSI Kalsel
-
Banjarmasin2 tahun agoTidak Ada Yang Lebih Penting Daripada Air, Qum Water Solusi Kesehatan Masa Kini
-
Daerah3 tahun agoPolres Batola Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Penjualan Obat Bebas Terbatas
-
Banjarmasin3 tahun agoLulus Akmil 2023, Sejak Kecil Hikmal Aris Farendy Sudah Ingin jadi Jenderal
-
Banjarmasin2 tahun agoOrang Tua Wajib Tahu ! Apa Saja Informasi Dan Syarat PPDB Online 2024 SMP Negeri 11 Banjarmasin
-
Daerah2 tahun agoDayat El, Anak Muda Dari Banua Resmi Dilantik Jadi Anggota DPD RI
-
Banjarmasin3 tahun agoLomba Nyanyi antar Wartawan Bersama SMSI Kalsel
-
Nasional2 tahun agoMengharumkan Banua, Karateka Muhammad Afif Lubis Bawa Pulang Medali

