Sholawatan Rutin di Kiram, Gubernur Paman Birin Hadirkan Ustadz Abdul Hamid, Pimpinan Rumah Qur’an Arrahman Banjarbaru - BalainNews.com
Connect with us

Banjar

Sholawatan Rutin di Kiram, Gubernur Paman Birin Hadirkan Ustadz Abdul Hamid, Pimpinan Rumah Qur’an Arrahman Banjarbaru

Published

on

Sholawatan dan Tausiyah yang diinisiasi Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin di Alam Roh 88, Desa Kiram. (Foto/Adpim)

BalainNews.com, BANJAR – Lantunan syair maulid habsyi dari grub Ar-Rahman Ratu Elok Banjarbaru menggema membuka acara Sholawatan dan Tausiyah yang diinisiasi Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin di Alam Roh 88, Desa Kiram, Kabupaten Banjar pada Rabu (18/9/24) malam.

Pembukaan Sholawatan dan Tausiyah dilakukan Gubernur Paman Birin melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalsel, Miftahul Chair itu berlangsung khidmat dan diikuti jamaah dari ASN, karyawan/karyawati Pemprov Kalsel serta sejumlah masyarakat di Banua.

Menghadirkan pendakwah yakni Ustadz Abdul Hamid, Pimpinan Rumah Qur’an Arrahman Banjarbaru. Setelah kumandang sholawat menggema di Kiram, Kepala Biro Hukum Setdaprov Kalsel Guntur Ferry Fahtar memasuki acara yang didaulat sebagai pembawa acara pada malam itu.

Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh seorang Qoriah Ramadhan Najwah. Dan tampak hadir sejumlah jajaran pimpinan SKPD Provinsi Kalimantan Selatan, tokoh ulama dan para habaib, serta santri-santriwati Pondok Pesantren Darussalam Martapura turut hadir.

“Pada malam ini, selamat datang Ustadz Abdul Hamid selaku Pimpinan Rumah Qur’an Arrahman Banjarbaru. Dan acara Bumi Sholawat adalah kegiatan rutin kita untuk menambah keberkahan,” ucap Gubernur Paman Birin yang disampaikan Kepala BPKAD Provinsi Kalsel, Miftahul Chair.

Untuk malam ini, Paman Birin mengajak kembali bersholawat agar ditambahkan keberkahannya oleh Allah SWT. Tentu saja, diharapkan atas kehadirannya ini menginginkan syafaatnya Baginda Muhammad SAW.

Di akhirat kelak, Paman Birin menyebut berkat kita bersholawat maka diampunilah dosa-dosanya nanti, apabila bersungguh-sungguh dalam meminta syafa’atnya tersebut.

“Suatu masa nanti, berkat sholawat inilah yang meringankan kita di akherat kelak. Mari, malam ini melantunkan sholawat di Bumi Babussalam Kalsel,” harap Paman Birin bersama jemaah.

Dengan bersholawat ini, Paman Birin berdoa agar kiranya kita semua mendapatkan syafaatnya Rasulullah yang senantiasa melantunkan syair pujian ditiap bulannya di Kiram, tepatnya tanggal 15 itu mengajak warga setempat. Namun kali ini di bulan Rabiul Awal, kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW maka diharapkan agar mendapatkan keberkahan yang berlipat.

Sementara itu, Ustadz Abdul Hamid dalam tausiyahnya menyambut gembira bisa bersama-sama dengan jamaah bersholawat di Kiram yang digelar Gubernur Paman Birin.

“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul pada malam ini berkat sholawat. Artinya itu ada taufiq atau hidayah Allah sebagai petunjuk untuk dikumpulkan dengan orang-orang baik,” ucap Ustadz Abdul Hamid.

Sebagai diketahui bersama bahwa memperingati Maulid Nabi Muahmmad, Ustadz Abdul Hamid mengartikan sebagai makna Keselamatan dan keberkahan bagi umat-Nya. Terkadang di tempat kebaikan itu, menurutnya kerap kita harus dipaksa terlebih dahulu baru diamalkannya.

Lalu, Ustadz Abdul Hamid mengatakan siapa saja yang dapat membukakan jalan baik itu maka pahala turut mengalir kepada seseorang tersebut. Ia menyebut layaknya Gubernur Kalimantan Selatan atau Paman Birin yang senang mengajak dalam bersholawat.

“Kita ketahui bahwa di Banjarmasin di gelar selama 40 malam, lalu sekarang kita juga melaksanakan sholawatan yang rutin digelar di Kiram. Sungguh luar biasa, pahala Paman Birin mengalir apalagi diikuti ratusan jamaah setiap harinya itu,” terang Ustadz Abdul Hamid tersenyum.

Menurut Ustadz Abdul Hamid, orang kaya yang memiliki uang saja belum tentu melaksanakan maulid seperti ini. Tentu saja jika dilakukan dengan penuh ikhlas dan tulus, maka dapat dianggap sebagai golongan manusia yang beruntung sekali di dunia.

Ustadz Abdul Hamid melihat kesungguhan Paman Birin dalam mengajak masyarakat Banua agar warganya turut selamat dunia dan akherat. Sehingga, rangkaian malam bersholawat terus menggema di desa maupun kota.

“Tidak lain tujuan sidin (Paman Birin) hanya semata-mata agar umat ini selamat dengan sidin masuk surga kelak. Dan tidak lain lagi selain mahabbah kepada Rasulullah,” seru Ustadz Abdul Hamid di atas panggung Alam Roh 88.

Oleh sebab itu, Ustadz Abdul Hamid mengajak masyarakat Kalimantan Selatan agar tidak meninggalkan sholawat. Layaknya papan nama di depan gerbang Alam Roh 88, jika dibaca oleh warga setempat maka senantiasa yang membuat dan menaruh sholawat di situ akan mendapatkan ganjaran pahala ibadahnya. [rivani/adpim]

Sebarkan

Banjar

Suara “Krekk… Krekk…” Pecah Kekhusyukan Salat Subuh, Lantai Musholla Bergeser Saat Jemaah Baca Yasin

Published

on

Musholla Darun Nasihin, Blok C, Kompleks Sejahtera Mandiri Asri, Gambut. (Foto : Ist)

BalainNews.com, KABUPATEN BANJAR – Ketegangan mendadak menyelimuti suasana salat Subuh berjamaah di Musholla Darun Nasihin, Blok C, Kompleks Sejahtera Mandiri Asri, Gambut, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 05.45 WITA.

Saat itu, puluhan jemaah tengah khusyuk mengikuti rangkaian ibadah Subuh. Setelah salat selesai, jemaah melanjutkan dengan zikir dan pembacaan Surah Yasin.

Namun, ketika bacaan baru memasuki ayat kelima, terdengar suara aneh dari bagian belakang imam.
“Krakk… krakk…”

Seketika sejumlah jemaah saling berpandangan. Suasana yang semula tenang berubah menjadi penuh kewaspadaan.

Imam Abdussalam yang memimpin pembacaan Surah Yasin tetap berusaha tenang. tidak bergeser dari posisi duduknya. Belum sempat suasana kembali normal, suara serupa kembali terdengar.
“Krekk… krekk… krekk…”
Kali ini suara terdengar semakin cepat dan jelas.

Jemaah yang berada di belakang imam spontan berdiri. Sebagian membawa meja kecil dan kitab Yasin untuk menjauh dari titik yang dicurigai sebagai sumber suara.

Seorang jemaah kemudian keluar dari musholla untuk memeriksa kondisi di sekitar bangunan. Sementara jemaah lainnya tetap berada di dalam dan memilih menyelesaikan pembacaan Surah Yasin.

Setelah Surah Yasin selesai, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan pembacaan Surah Tabarak. Imam kemudian memimpin doa dan jemaah saling bersalaman.

Namun, ketegangan belum sepenuhnya berakhir.
Suara “krakk… krakk…” kembali terdengar.
Jemaah akhirnya tidak berani melewati bagian lantai tepat di belakang posisi imam.

Dari pemeriksaan sementara, suara tersebut diduga berasal dari pergeseran bagian struktur penyangga di bawah lantai yang menyebabkan keramik ikut bergeser dan menimbulkan suara retakan.

“Saat kita sholat subuh di komplek sejahtera mandiri asri Blok C, terjadi insiden adan suara Krak ..Krak… rupanya pergeseran lantai kramik, akibat tongkat di bawah turun,” kata Muhdi, salah seorang Jemaah, Rabu sore (12/8/2026).

Dikatakan, meski sempat membuat jemaah panik, seluruh rangkaian ibadah dapat diselesaikan dengan tertib. Tidak ada jemaah yang dilaporkan mengalami cedera.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah selamat dan dapat kembali ke rumah masing-masing.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar kondisi bangunan musholla, khususnya struktur penyangga dan lantai, segera diperiksa untuk memastikan keamanan jemaah yang beribadah,” Muhdi menambahkan.

Akibat peristiwa itu,
keramik kelihatan menggelembung ke atas.

“Kalau patah belum, karena kita pas duduk berdua di belakang imam, disitulah keramik kelihatan menggelembung ke atas naik, tapi tidak lepas,” Muhdi menjelaskan.

Bagi Para Jemaah yang hadir pagi itu, suara retakan yang muncul di tengah lantunan Surah Yasin menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan.

Sebuah momen ketika kekhusyukan ibadah tiba-tiba berhadapan dengan kondisi bangunan yang harus diwaspadai. [riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjar

Bertepatan Hari Bumi 2026, Wagub Hasnuryadi Sulaiman Tanam Pohon di Arboretum Ayu Tirta

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman didampingi sang istri Ellyana Trisya melakukan kunjungan dan menanam pohon. (Foto/Adpim)

BalainNews.com, BANJAR – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman didampingi sang istri Ellyana Trisya melakukan kunjungan dan menanam pohon dalam kegiatan yang digelar oleh Nur Sulaiman Community (NSC) di Arboretum Ayu Tirta pada Rabu (22/4/2026) sore.

‎Kegiatan yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani KM 9, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi 2026.

Sebelum kedatangan Wakil Gubernur, drg. Ellyana Trisya selaku Ketua BKOW Kalsel dan Penasehat NSC itu terlebih dahulu tiba sekitar pukul 14.30 WITA bersama jajaran pengurus BKOW Kalimantan Selatan, IKA Unair Kalimantan Selatan, serta anggota NSC.

‎Dalam kegiatan tersebut, pendiri Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto, turut memberikan penjelasan mengenai proses penanaman hingga perkembangan berbagai jenis pohon yang ditanam di kawasan itu. Ia juga memaparkan karakteristik tanaman yang menjadi bagian dari koleksi arboretum.

‎Sejumlah pohon yang ditanam di lokasi tersebut diketahui juga berasal dari tokoh-tokoh nasional, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Mohammad Nuh, serta pengamat politik, Rocky Gerung.

‎Pada momentum Hari Bumi 2026 ini, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman dan istri drg. Ellyana Trisya secara bergantian melakukan penanaman pohon, dilanjutkan dengan penyiraman sebagai simbol harapan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan di masa mendatang.

‎Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada Chendrawan Sugianto atas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan melalui pendirian Arboretum Ayu Tirta.

‎Dalam kunjungan perdananya ke lokasi tersebut, Wagub Hasnuryadi mengaku terkesan sejak pertama kali tiba. Ia menyebut kawasan arboretum itu sebagai bukti nyata kecintaan terhadap alam yang diwujudkan melalui aksi konkret.

‎“Kami sebagai orang Banua merasa bangga atas inisiatif luar biasa ini. Bahkan sebelum masuk lebih dalam, kami sudah sangat kagum dengan apa yang telah dibangun di sini,” sampai Wagub Hasnuryadi.

‎Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026, yang semakin menambah makna kegiatan tersebut. Wagub Hasnuryadi menilai momentum ini sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

‎Wagub Hasnuryadi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Chendrawan atas dedikasinya dalam menjaga kelestarian alam, tidak hanya melalui penanaman dan pembibitan tanaman, tetapi juga lewat edukasi kepada masyarakat.

‎“Apa yang dilakukan bukan sekadar menjaga lingkungan dalam arti sederhana, tetapi mencakup upaya besar seperti menanam, merawat, hingga memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya.

‎Dalam kesempatan itu, Wagub Hasnuryadi turut membagikan pengalaman pribadinya yang kini kembali terinspirasi untuk berkebun. Wagub menuturkan bahwa kebiasaan menanam mulai tumbuh kembali di keluarganya, mengingatkan pada masa kecil ketika kakeknya gemar bercocok tanam.

‎“Sekarang di rumah mulai ada kegiatan menanam anggrek dan tanaman lainnya. Ini seperti menghidupkan kembali kenangan lama sekaligus menjadi langkah kecil yang berdampak,” kenangnya.

‎Wagub Hasnuryadi juga berharap semangat yang ditunjukkan oleh Bapak Chendrawan dan tim dapat terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

‎“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga bumi. Apa yang dilakukan di sini adalah contoh nyata yang patut diteladani,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Founder Ayu Tirta Foundation, Chendrawan Sugianto menjelaskan bahwa Arboretum Ayu Tirta telah didirikan sejak 13 tahun lalu dengan luas mencapai 8 hektare. Kawasan ini difungsikan sebagai pusat pelestarian dan pengembangan berbagai jenis tanaman.

‎“Arboretum ini merupakan kawasan yang berfungsi sebagai tempat pelestarian dan pengembangan berbagai jenis tanaman,” ujarnya saat memberikan penjelasan mengenai pengelolaan kawasan tersebut.

‎Dalam operasionalnya, arboretum menerapkan sistem pengelolaan berbasis keterkaitan antar tanaman. Setiap sistem mencakup sejumlah jenis tanaman yang saling mendukung dalam satu ekosistem.

‎Kegiatan di arboretum berlangsung secara berkelanjutan setiap tahun, meliputi program penanaman dan pemeliharaan. Meski tidak selalu terlihat secara langsung, proses ini terus berjalan sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan.

‎Saat ini, Arboretum Ayu Tirta memiliki sekitar 230 spesies tanaman. Untuk tiap spesies, jumlah bibit yang ditanam bisa mencapai ribuan, dengan total keseluruhan sekitar 10.000 bibit. Namun, tidak seluruh bibit berhasil tumbuh optimal. Sekitar 2.000 bibit dilaporkan mengalami hambatan pertumbuhan akibat kondisi kemarau.

‎Beberapa hari lalu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq melakukan penanaman Pohon Ulin, maka genap 10.001 pohon yang tertanam di Arboretum Ayu Tirta tersebut.

‎Kemudian, Chendrawan juga menyoroti tantangan dalam pengadaan bibit tertentu, seperti ulin yang tergolong langka dan memiliki harga tinggi. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan bibit tidak selalu bergantung pada dana, melainkan juga akses dan kesiapan dalam pengadaannya.

‎Dalam pelaksanaan kegiatan penanaman, arboretum melibatkan partisipasi berbagai pihak, baik individu maupun kelompok. Kolaborasi juga dilakukan dengan sejumlah organisasi, termasuk Yayasan Bekantan, khususnya dalam program konservasi dan penanaman pohon ulin dalam skala besar.

‎Chendrawan menegaskan bahwa seluruh kegiatan di Arboretum Ayu Tirta tidak bersifat komersial. Hingga saat ini, seluruh upaya yang dilakukan berfokus pada konservasi dan pelestarian lingkungan. (Adv/Adpim)

Sebarkan
Continue Reading

Banjar

Hasnuryadi Hadiri Haul ke-220 Syekh Arsyad Al-Banjari Bersama Ulama, Habaib dan Jamaah

Published

on

Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran unsur Forkopimda Kalsel, Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin beserta sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Ahmad Syairazi, Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, KH Muhammad Husein, para alim ulama, habaib serta tokoh masyarakat dan tamu undangan hadiri puncak rangkaian Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan. (Foto : Donny Sophandi/M. Rezky Maulidja)

BalainNews.com, BANJAR – Berbaur bersama ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kalsel, bahkan dari luar daerah, Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman hadiri puncak rangkaian Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan.

Kehadiran orang nomor dua di Kalsel itu menyatu di tengah lautan jemaah yang memadati kawasan Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, kamis (26/3/2026) pagi dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.

Rangkaian acara yang berlangsung dengan penuh keberkahan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di seluruh kawasan haul.

Suasana religius pun semakin terasa saat Grup Maulid Dalam Pagar Ulu melantunkan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, doa dipanjatkan oleh Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, memohon keberkahan dan keselamatan bagi Banua Kalimantan Selatan.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan doa haul dan tahlil yang dipimpin oleh TGH Wildan Salman.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa dan keteladanan Datu Kalampayan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wagub Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan takzim atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang menyatukan ribuan umat Muslim tersebut.

Membuka sambutan dengan salam dan selawat, Wagub Hasnuryadi menekankan bahwa kehadiran jamaah dari berbagai penjuru merupakan bukti kecintaan yang tidak luntur terhadap sosok Datu Kalampayan.

Wagub Hasnuryadi menyebutkan bahwa peringatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius di Banua Kalsel.

“Kita berkumpul di sini untuk mengenang sosok guru mulia, seorang pelita bagi umat Islam di Kalimantan. Beliau tidak hanya meninggalkan karya tulis yang monumental, tetapi juga pondasi akhlak dan syariat yang masih kita pedomani hingga hari ini,” ujar Hasnuryadi di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, Wagub Hasnuryadi mengajak seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk meneladani kegigihan Datu Kalampayan dalam menuntut ilmu dan menyebarkan kebaikan.

Menurutnya, semangat intelektualitas dan spiritualitas yang diwariskan oleh penulis kitab Sabilal Muhtadin tersebut harus diimplementasikan dalam pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan keteladanan beliau sebagai inspirasi untuk terus membangun Kalimantan Selatan yang lebih berkah, rukun, dan religius,” tutupnya.

Sementara itu, pembacaan Manakib atau riwayat hidup Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan yang disampaikan dengan khidmat oleh Ustaz Ahmad Daudi Zen menceritakan perjalanan hidup sang ulama besar yang menjadi panutan masyarakat Banjar dari dulu hingga kini.

Dalam manakibnya, Ustaz Ahmad Daudi Zen menjelaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir dari pasangan Abdullah bin Abu Bakar dengan Siti Aminah binti Husein, keluarga yang dikenal saleh dan salehah.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dilahirkan pada malam Kamis, 13 Safar 1122 Hijriah atau sekitar tahun 1710 M di Desa Lok Gabang, Kabupaten Banjar.

“Kelahiran Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari merupakan jawaban dari doa kedua orang tuanya yang dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar, agar dikaruniai anak yang alim dan zahid,” ungkapnya.

Sejak usia dini, lanjutnya, tanda-tanda keistimewaan sudah tampak pada diri Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Dikenal memiliki kecerdasan luar biasa dengan daya tangkap yang cepat dalam mempelajari ilmu agama.

Selain itu, akhlaknya yang mulia membuatnya sangat disukai oleh masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, Syekh Muhammad Arsyad juga memiliki bakat di bidang seni, khususnya seni tulis dan kaligrafi. Hasil karya beliau bahkan mampu memukau siapa saja yang melihatnya.

Keistimewaan tersebut kemudian menarik perhatian Sultan Banjar saat berkunjung ke Desa Lok Gabang.

Terpikat oleh kecerdasan dan kemampuan seni tulisnya, Sultan Banjar pada saat itu kemudian membawa beliau ke istana untuk mendapatkan pendidikan agama yang lebih mendalam.

“Dari sinilah awal perjalanan beliau menuntut ilmu hingga ke tanah suci Makkah,” jelas Ustaz Ahmad Daudi Zen.

Dalam manakib tersebut juga ditegaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dikenal sebagai ulama besar yang menguasai tiga pilar utama dalam keilmuan Islam, yakni syariat, tarekat, dan hakikat. Dalam pengajarannya, beliau berpegang teguh pada mazhab Syafi’i serta paham Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Penyampaian manakib ini disambut khidmat oleh para jemaah yang hadir, sekaligus menjadi pengingat akan keteladanan dan perjuangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai keislaman di Kalsel.

Turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran unsur Forkopimda Kalsel, Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin beserta sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Ahmad Syairazi, Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, KH Muhammad Husein, para alim ulama, habaib serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. [adv/riv/rfq/adpim]

Sebarkan
Continue Reading

Banjar

Bank Kalsel Perkuat Sinergi Dengan Pemkab Banjar, Dukung Penanganan Banjir Melalui CSR

Published

on

Audiensi antara perwakilan Bank Kalsel yang dipimpin Kepala Cabang Bank Kalsel Martapura dengan Sekda Banjar H Yudi Andrea, di ruang kerja Sekda, Rabu (31/12/2025) pagi. (Foto : Humas Bank Kalsel)

BalainNews.com, MARTAPURA – Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Banjar dalam upaya penanganan bencana banjir melalui penguatan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara perwakilan Bank Kalsel yang dipimpin Kepala Cabang Bank Kalsel Martapura dengan Sekda Banjar H Yudi Andrea, di ruang kerja Sekda, Rabu (31/12/2025) pagi.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan dampak bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Banjar. Fokus pembahasan meliputi koordinasi penyaluran CSR, pemberian bantuan langsung kepada masyarakat terdampak, serta dukungan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Perwakilan Bank Kalsel Teguh Marsudi menyampaikan bahwa sebagai bank daerah, Bank Kalsel memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Ke depan, Bank Kalsel berkomitmen untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas program CSR, tidak hanya dalam penanganan banjir, tetapi juga berbagai bencana dan kebutuhan sosial lainnya di daerah.

“Bank Kalsel hadir untuk masyarakat Kalimantan Selatan. Kami siap berkontribusi maksimal melalui program CSR yang berkelanjutan dan tepat sasaran, sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Sekda Banjar Yudi Andrea menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah bergerak sejak awal dalam penanganan banjir, baik dari sisi mitigasi, tanggap darurat, maupun pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, dukungan dari Bank Kalsel sebagai bank milik pemerintah daerah dinilai sangat strategis dalam memperkuat upaya tersebut.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif dan kolaborasi berkelanjutan.

“Pentingnya upaya bersama dalam membesarkan bank daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga pembangunan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Dengan sinergi yang solid antara Bank Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Banjar, diharapkan upaya penanganan banjir dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. [adv/riv]

Sebarkan
Continue Reading

Banjar

Masjid Kampus As-Su’ada UNUKASE Jadi Favorit Jamaah untuk Sholat Jumat

Published

on

Kegiatan berbagi dari tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNUKASE. Usai sholat, mahasiswa membagikan nasi bungkus kepada jemaah dengan penuh kehangatan dan keikhlasan. (Foto:Humas-UNUKASE).

BalainNews.com, BANJAR – Masjid As-Su’ada Syekh Abdul Kadir Hasan yang berada di lingkungan Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Jalan Ahmad Yani Km 12.500 Gambut, Kabupaten Banjar, menjadi salah satu pusat ibadah favorit bagi masyarakat sekitar, khususnya pada pelaksanaan sholat Jum’at (8/8/2025).

Tak hanya civitas akademika UNUKASE, jemaah yang hadir juga didominasi oleh masyarakat sekitar, termasuk para pekerja kantor dan karyawan perusahaan. Lokasinya yang strategis, fasilitas parkir yang luas, serta suasana yang nyaman membuat masjid ini selalu dipenuhi jamaah.

Masjid As-Su’ada juga menjadi pilihan singgah bagi para pelintas dari Banjarmasin menuju Hulu Sungai atau Kalimantan Timur. Dengan desain bangunan yang unik—menggunakan tiang dan lantai dari kayu ulin khas “mesjid baangkat” serta teras terbuka yang menghadirkan hembusan angin segar—masjid ini memberi kenyamanan dan kesejukan bagi setiap pengunjung.

Pada kesempatan itu, KH. M. Bushiri bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan jemaah tentang keutamaan istighfar dan taubat. “Kita wajib bersyukur sebagai umat Nabi Muhammad SAW, karena taubat kita diterima walau dosa sebanyak buih di laut, pasir di pantai, atau daun di muka bumi,” ujarnya. Ia menegaskan, memperbanyak istighfar adalah jalan untuk meraih ampunan dan keselamatan.

Suasana berkah di hari Jum’at tersebut semakin lengkap dengan kegiatan berbagi dari tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNUKASE. Usai sholat, mahasiswa membagikan nasi bungkus kepada jemaah dengan penuh kehangatan dan keikhlasan.[riv/Humas UNUKASE/mpd]

Sebarkan
Continue Reading

Kalsel

Banjarbaru15 jam ago

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak

BalainNews.com, BANJARBARU – Penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang tengah terjadi dan mengakibatkan...

Banjarmasin2 hari ago

Ombudsman Kalsel Luncurkan Buku 15/25 dan Buku Literasi Anti Maladministrasi

BalainNews.com, BANJARMASIN Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meluncurkan dua buku, yaitu buku bertajuk 15/25: Catatan Perjalanan Melayani...

Ekonomi3 hari ago

CSR Bank Kalsel Tak Sekadar Serap Anggaran, Dampak dan Kepatuhan Jadi Ukuran

BalainNews.com, SURABAYA – Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalsel mulai ditempatkan dalam kerangka yang...

Ekonomi4 hari ago

Media Gathering Bank Kalsel 2026: Perkuat Sinergi dengan Media di Tengah Transformasi Jurnalisme

BalainNews.com, SURABAYA – Bank Kalsel kembali memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan Media Gathering Bank Kalsel 2026 yang berlangsung...

Ekonomi4 hari ago

Bank Kalsel Gandeng Tempo.co: AI Tak Gantikan Wartawan, Verifikasi Jadi Pembeda Utama Jurnalisme

BalainNews.com, SURABAYA Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan kemunculan homeless media mengubah lanskap produksi serta distribusi informasi. Di tengah perubahan tersebut,...

Ekonomi4 hari ago

Media Gathering 2026: Dari Banua ke Pasar Global, Bank Kalsel Resmi Jadi Bank Devisa

BalainNews.com, SURABAYA – Bank Kalsel resmi menyandang status sebagai bank devisa sejak 22 Juni 2026. Perubahan status tersebut menjadi langkah...

Banjarbaru4 hari ago

Hadirkan Perjalanan Seamless, Bandara Internasional Syamsudin Noor Siapkan Layanan Top-Up Kartu Elektronik

BalainNews.com, BANJARBARU – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) hadirkan layanan khusus untuk _top-up_ kartu elektronik di Bandara Internasional Syamsudin Noor....

Banjarmasin6 hari ago

Bank Kalsel Tegaskan Tata Kelola: Transparansi, Akuntabilitas, dan Integritas

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dalam rangka Bank Kalsel berterima kasih dan memberikan apresiasi terhadap fungsi kontrol sosial yang dijalankan dan memandang...

Banjarmasin1 minggu ago

FJPI Kalsel Gandeng Bank Kalsel, Jurnalis Perempuan Didorong Kawal Pencegahan Karhutla

BalainNews.com, BANJARMASIN Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Selatan menggandeng Bank Kalsel menggelar Silaturahmi dan Diskusi Reflektif bertema Perempuan dan...

Banjarmasin1 minggu ago

Prof Dr Ahmad Yunani: Korupsi Diberantas, Aset Dikembalikan, Hak Rakyat Dilindungi, Demokrasi Tetap Bermartabat

BalainNews.com, BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada 27 Agustus 2026 mengeluarkan Surat Komitmen Penyelesaian Pembentukan RUU Tentang Perampasan...

Populer